
Pagi-pagi Raihan bersama pengawalnya sudah berada di kantor cabang untuk bertemu dengan sub kontraktor yang belum dibayar selama 2 bulan terakhir bahkan ada yang belum dibayar selama 4 bulan menurut data yang didapatkan oleh team audit internal yang melaporkan hasil temuan semalam.
Raihan menggunakan ruangan GM sementara waktu sebelum GM pengganti ditunjuk, menurut hasil audit keuangan, jumlah dana yang belum terbayarkan ke subkontraktor total 18 milliar. Sedangkan kantor pusat sudah mengucurkan dana tersebut untuk dibayarkan ke subkontraktor dan laporan pembayaran yang dipalsukan oleh GM dan manager keuangan menyatakan jika dana tersebut telah diterima oleh subkontraktor.
"Selamat pagi tuan" sapa Ivan yang baru tiba dari bandara, dia berangkat subuh demi mengejar jadwal meeting dengan subkontraktor yang dijadwalkan pukul 9 pagi.
"Maaf Ivan jika saya terpaksa memanggil kamu ke sini. Ternyata setelah ditelusuri bukan hanya GM dan manajer keuangan, tapi ini ada hubungannya dengan projects manager yang telah merubah spesifikasi material di lapangan" ucap Raihan sembari memijat keningnya. Baru beberapa bulan menjabat dia sudah dihadapkan dengan kerugian perusahaan yang jumlahnya tidak sedikit.
"Tidak apa-apa Tuan. Saya senang bisa membantu Anda disini. Saya juga sudah meminta kepada pihak subkontraktor untuk membawa salinan kontrak mereka untuk dicocokkan dengan salinan kontrak yang saya bawa dari kantor pusat" sahut Ivan.
"Saya ingin masalah ini cepat selesai dan kerugian perusahaan bisa di tekan. Jika kita membayar kembali subkontraktor senilai Rp 18 m maka kerugian perusahaan Rp 32 m dan bisa bertambah jika kita mengembalikan spesifikasi material sesuai standard dan mengganti seluruh material yang terpasang" ucap Raihan "Jika menyita seluruh kekayaan GM dan antek-anteknya yang tidak seberapa itu tidak bisa menutupi 10% kerugian" lanjutnya.
"Makanya kita harus segera mendapatkan dalang dari kejadian ini Tuan" sahut Ivan.
"Bagaimana menurut asisten Bobi? apa sudah ada info darinya?
"Kasus yang menimpa kakek Cakra seperti hanya pengalihan saja untuk menutupi kasus besar lainnya itu menurut asisten Bobi" lapor Ivan.
"Apa termasuk kasus disini?"
"Sepertinya begitu, Tuan harus memutus jaringan mereka dan dimulai dari kota ini. Kedepannya kita akan lebih sibuk lagi" ucap Ivan.
Tok Tok Tok.
"Masuk" Sahut Ivan.
Seorang SPV projects memasuki ruangan. "Para subkontraktor sudah berada di ruangan meeting Tuan." lapor SPV projects tersebut.
Raihan melirik ke arah jam dinding "Ivan sudah saatnya kita bertemu dengan mereka" ucap Raihan lalu beranjak dari tempat duduknya menuju ruang meeting ditemani oleh Ivan.
Setelah membuka pintu Ivan mempersilahkan Raihan untuk masuk lalu diikuti olehnya kemudian menutup pintu ruangan.
__ADS_1
"Selamat pagi semua, Perkenalkan nama saya Raihan Direktur Buana Group Jakarta yang menangani pulau Jawa, Bali dan Sulawesi dan ini Asisten Pribadi saya Ivan" ucap Raihan memperkenalkan diri.
"Selamat pagi, Perkenalkan nama saya Fredy Lee Direktur Abadi konstruksi yang menangani pekerjaan finishing. Saya hanya ingin pembayaran selama 4 bulan yang selama ini di tunda bisa terbayarkan" sahutnya.
"Saya Amiruddin direktur PT Celebes Jaya Mechanical Electrical. Sebenarnya ada permasalahan apa sehingga pihak kantor pusat belum mengucurkan dana untuk pembayaran progres tagihan yang sudah kami ajukan?" Sahutnya ikut menimpali.
Ivan kemudian membagikan kepada mereka semua bukti pengiriman dana dari kantor pusat kerekening kantor cabang serta pembayaran yang sudah ditandatangani oleh GM dan Manager Keuangan. "Jika anda semua bertanya kenapa kantor pusat menunda pembayaran? Jawabannya kami tidak pernah menunda dan buktinya ada ditangan anda sekarang" jelas Ivan.
"Kami tidak pernah menerima pembayaran ini, ini jelas bukti pengiriman palsu" Elak Fredy.
"Tapi buktinya ada ditangan kalian. Palsu atau tidaknya kami tidak tahu dan itu terlampir dilaporan keuangan perusahaan." jawab Ivan.
"Dimana Pak GM? kami ingin menanyakan tentang bukti ini? tanya pak Amir.
"Dia bersama Manager Keuangan serta projects manager sedang diperiksa oleh kepolisian" jawab Raihan.
"Jadi bagaimana dengan uang kami? tanya seorang pria.
"Perkenalkan saya Andreas dari PT CPM yang mengerjakan pekerjaan interior." jawabnya.
"Kami akan segera menghitung segala tagihan yang tertunda tapi sebelum itu bisa saya minta salinan kontrak anda semua" ucap Ivan.
"Kenapa anda meminta kembali salinan kontrak kami? tanya Andreas.
"Saya hanya ingin mencocokkan dengan salinan yang ada ditangan kami" ucap Raihan.
Mereka kemudian menyerahkan salinan kontrak mereka kepada Asisten Ivan, Ivan menerimanya lalu mencocokkan dengan salinan kontrak yang ada ditangannya.
"Bos, ternyata memang terdapat perbedaan antara salinan yang dikirim kekantor pusat dan yang ada ditangan sub kontraktor." Ucap Ivan yang masih terus mencocokkan datanya.
" Agar tidak ada yang dirugikan dalam masalah ini, kami akan membayar tunggakan tagihan sesuai dengan persentase yang diajukan. setelah itu kami akan memutus kontrak yang lama dan membuat kontrak baru" ucap Raihan "untuk kontraktor struktur yang pengerjaan tower 1 sudah 90% jadi tetap akan dilanjutkan tanpa ada perubahan dengan kontrak. Nanti pengerjaan tower 2 akan dibuat kontrak baru" jelasnya.
__ADS_1
"Kontraktor struktur atas nama CK Beton nanti akan diminta pengajuan anggaran baru dikontrak tower 2 yang akan dimulai bulan depan" lanjut Ivan.
"Pagi pak, saya Darusman perwakilan CK Beton menerima keputusan anda. Kami juga berharap dengan kenaikan anggaran untuk pembangunan tower 2" ucapnya.
"Baik, kami akan mengkaji ulang Spesifikasi material dan uji kelayakan terhadap struktur bangunan yang telah jadi untuk menentukan anggaran untuk tower 2" sahut Raihan. "Untuk yang lain mohon dilampirkan nomer rekening masing-masing dan wajib menggunakan rekening perusahaan di CB bank agar semua transaksi langsung dari kantor pusat bukan dari kantor cabang lagi" lanjutnya.
"Untuk persyaratan tagihan berikutnya akan segera dikirimkan lewat email perusahaan masing-masing, kelengkapan berkas tagihan nantinya jangan sampai kurang karena akan ditolak langsung" Ivan menjelaskan. "Persyaratan tersebut dibuat untuk meminimalisir terjadinya kecurangan dari pihak kami" lanjutnya.
"Untuk langkah selanjutnya akan ditangani oleh GM pengganti yang akan mulai bekerja Minggu depan" ucap Raihan. "Saya berharap agar kerja sama antara kita tidak berhenti sampai disini. Sampai menunggu team audit internal selesai dengan pekerjaannya kami menghentikan sementara pekerjaan Finishing, Mechanical Electrical dan interior. Untuk pekerjaan struktur harap diselesaikan secepatnya" lanjutnya.
"Terima kasih sudah bersedia hadir hari ini. Pembayaran paling lambat dua Minggu kedepan akan kami selesaikan tapi sebelum itu segera kirimkan kami bukti kepemilikan rekening perusahaan di CB bank. Untuk pertemuan hari ini cukup sekian dan terima kasih." ujar Ivan.
"Terima kasih" Ucap Raihan lalu saling berjabat tangan. Setelah itu Raihan bersama Ivan diikuti oleh pengawalnya mengunjungi kantor Polsekta dimana GM dan antek-anteknya ditahan.
Setelah sampai mereka disambut oleh Briptu Fauziah yang sudah menunggu didepan kantor polisi. "Bagaimana penyelidikanmu? tanya Raihan setelah berada di dalam ruangan tamu.
"Awalnya mereka bertiga tutup mulut tapi setelah kami terus melakukan interogasi akhirnya dia menyebutkan 1 nama rekening penerima atas nama Yoga Tirtayasa" Jawab Briptu Fauziah.
"Ivan Selidiki orang atas nama Yoga Tirtayasa. Kalau alamatnya?
"Kami belum tau alamat pastinya hanya saja kantor cabang rekening Indo Bank beralamat Dikota Surabaya" jawab Briptu Fauziah. "Ini datanya, jika kami menemukan info terbaru akan kami hubungi segera"
"Terimakasih atas bantuannya Briptu Fauziah" ucap Raihan.
"Sama-sama, Sekarang berkas dan bukti sudah lengkap dan segera akan dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan. Apa ada pengacara yang ditunjuk untuk menangani kasus ini? tanya Briptu Fauziah.
"Team pengacara akan tiba sore ini dan besok pagi akan menemui anda disini untuk membicarakan kelanjutan kasus ini. Sekali lagi saya harus minta tolong kepada anda" ucap Raihan.
"Tidak apa-apa, sudah tugas saya dan ini adalah kasus terbesar yang pernah saya tangani selama bertugas di divisi Cybercrime and Corruption" ujar Briptu Fauziah.
"Kalau begitu kami permisi dulu, tolong hubungi kami secepatnya jika ada informasi lebih lanjut" ucap Raihan lalu menjabat tangan Briptu Fauziah kemudian berjalan meninggalkan kantor polisi diikuti Ivan.
__ADS_1
Mereka kemudian kembali ke hotel untuk bertemu dengan Anton dan Rahmat yang ditugaskan oleh Raihan memantau pekerjaan team audit internal di lokasi proyek pembangunan apartemen.