Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Raina jujur kepada Ervin


__ADS_3

Sudah beberapa Minggu sejak mereka mengadakan pertemuan di markas Darkside membahas langkah-langkah yang harus diambil untuk mencegah terjadinya korupsi di perusahaan.


Aktivitas ketiga sahabat itu kembali seperti semula. Raihan dengan jabatan sebagai Direktur Buana Group Jakarta, Anton sebagai Wakil Direktur Citra Properti dan Rahmat yang kini mulai melebarkan sayapnya di bantu dukungan dari Raihan mulai merambah ke usaha restoran.


Walaupun awalnya Rahmat merasa keberatan tapi dengan kegigihan dan perjanjian investasi yang menguntungkan kedua belah pihak akhirnya Rahmat setuju untuk melebarkan sayapnya. Sebenarnya orangtuanya meminta dia untuk melanjutkan bisnis keluarga tapi ditolak dengan alasan masih mau belajar buat bangun usaha sendiri sebelum mengambil alih kepemilikan usaha keluarga.


Sementara itu Raihan yang baru saja tiba di ruangannya langsung disambut dengan berkas-berkas yang dibawakan oleh sekertarisnya.


"Anya, bisa gak sehari aja kamu gak bawakan berkas-berkas yang banyak begitu" Protes Raihan kepada sekretarisnya.


"Sorry bos. Ini semua berkas penting yang harus ditandatangani dan gak bisa ditunda lagi" jawab Anya.


"Ya sudah kamu simpan di meja. Panggil Ivan kemari"


Anya langsung menekan tombol interkom yang ada dimeja Raihan untuk memanggil Ivan. "Pak asisten dipanggil keruangan bos sekarang" ucap Anya kemudian.


"Lah kan saya maunya kamu keruangan Ivan untuk memanggil bukan pakai ini"


"Sama aja bos. Ini lebih efisien dan cepat sekalian menghemat waktu dan tenaga" sahutnya dengan santai.


"Jadwal kegiatan hari ini apa saja?"


Sekretaris Anya kemudian membacakan jadwal kegiatan Raihan hari ini. Raihan hanya mendengus mendengar ucapan dari sekretaris Anya karena jadwal kegiatan yang padat hari ini.


"Soal persiapan peletakan batu pertama pembangunan perumahan bagaimana?"


"Sudah siap bos sesuai jadwal yang sudah ditentukan" jawab Anya. Tak lama muncullah Asisten Ivan dan langsung berdiri didepan Raihan.


"Ivan, urus secepatnya pembelian perusahaan NCS Tech. Kamu jangan bawa nama Buana Group, bawa namaku pribadi agar perusahaan ini bisa berdiri sendiri tanpa embel-embel Buana Group" perintah Raihan kepada asisten pribadinya.


"Ada lagi yang harus dikerjakan?"


"Urus perijinan NCS sebagai perusahaan penyedia layanan pengamanan. Jadikan anak perusahaan dari NCS Tech" sahutnya kemudian.


"Baik bos."


"Satu lagi, Sudah sampai di mana laporan pembebasan lahan yang kemarin sudah saya setujui?"

__ADS_1


"Maaf bos, masih proses pembebasan. Baru 2 orang pemilik yang menyetujui harganya karena lokasi mereka berada di belakang sedangkan lokasi yang mepet kejalan masih ingin tambahan 10%. Menurut mereka lahannya sangat strategis jadi rugi jika harganya sama dengan yang lain" jawab Ivan.


"Sudah penuhi saja permintaan dari mereka, lagian lahan yang mereka miliki lebih sedikit dibandingkan dengan kedua pemilik lahan yang berada di belakang"


"Untuk rancangan site dikirim ke email anda bos agar diperiksa"


Sekarang semua berkas yang akan diperiksa dikirim lewat email karena Raihan ingin mengurangi penggunaan kertas dan agar karyawan tidak terlalu susah harus membawa laporan keuangan direktur.


"Baiklah lanjut pekerjaan kalian, Ivan saya tunggu perkembangannya" ucap Raihan. Sekretaris Anya dan Asisten Ivan meninggalkan ruangan bosnya itu menuju tempat masing-masing.


***


Di Universitas Buana tepatnya di fakultas kedokteran, Raina yang baru saja tiba di kampusnya berjalan dengan anggun menuju ruang kelasnya. Baru akan melangkah masuk ke dalam kelas dia sudah dihadang oleh Ervin yang masih bersikeras untuk mendapatkan perhatian dari Raina.


"Bisa kita bicara sebentar" ucap Ervin yang masih berdiri dipintu kelas.


"Maaf, saya sibuk" ucapnya lalu melangkah masuk sembari mendorong tubuh Ervin kesamping.


"Raina. Aku hanya ingin mengenal kamu lebih dekat."


"Saya sudah punya kekasih"


Raina hanya diam saja berjalan menuju kursi kosong disamping Nisa sahabatnya. "Ngapain lagi dia? tanya Nisa penasaran.


"Biasa mau mendekati gue lagi"


"Hahahaha, kalau babang Rai tau bisa habis dia" ucap Nisa.


"Gue belum ngasih tau ke mas Rai tentang masalah ini. Tapi pasti dia akan tau sendiri secara orang-orangnya ada dimana-mana" ucap Raina.


"Ra aku memang bukan orang kaya tapi hatiku tulus suka sama kamu"


"Maaf, aku sudah menikah jadi gak mungkin menerima kamu" ucap Raina jujur sembari memperkenalkan cincin pernikahan yang melingkar di jari manisnya agar Ervin tidak mengejarnya lagi.


"Aku tidak percaya" elaknya


Raina kemudian mengambil HP nya didalam tas lalu membuka galeri dan mencari foto pernikahan dengan Raihan yang sempat diabadikan oleh mamanya. Setelah menemukan foto itu dia kemudian memperlihatkan kepada Ervin foto yang ada di HP nya tersebut.

__ADS_1


Ervin meraih HP tersebut lalu melihat foto tersebut. dia kemudian menggeser untuk melihat foto lain karena takutnya itu hanya editan. Tapi kemudian raut mukanya seperti orang kecewa karena ada foto Raina bersama Nisa dengan memakai pakaian pengantin dan Nisa memakai gaun pesta.


"Nisa, kamu udah tau dari awal kenapa gak ngasih tau saya" protes Ervin kepada Nisa.


"Udah dari awal saya bilang jika Raina sudah ada yang punya dan pernikahan masih dirahasiakan oleh mereka jadi ngapain saya jelaskan. Emang kau apanya dia" sahut Nisa jutek.


Dengan perasaan kecewa, sakit hati dan marah, dia meletakkan kembali HP Raina lalu meninggalkan ruang kelasnya. Raina hanya mengangkat bahu ketika Nisa meliriknya.


"Resiko jadi orang cantik, banyak cowok yang mendekati dan berusaha untuk memiliki tapi hanya satu yang bisa membuat hatinya luluh" celoteh Nisa.


"Dasar kamu, aku juga gak minta terlahir cantik. salahin papa sama mamaku yang memiliki gen orang cakep" jawab Raina mendengar celotehan dari Nisa.


"Ra, lebih baik kamu published aja pernikahannya biar cowok-cowok menjauh"


"Nanti kalau sudah waktunya akan tetap dipublikasikan"


Mereka tidak melanjutkan pembicaraan karena dosen telah masuk untuk mengajar mata kuliah hari ini. Raina dan Nisa memperhatikan dengan serius penjelasan dosen. setelah mata kuliah selesai, mereka berdua berjalan menuju kantin untuk mengisi perutnya yang sudah mulai keroncongan.


"Ra, kamu gak takut gemuk? pesan makanan kayak orang gak kemana seminggu aja" ucap Nisa yang melihat temannya yang memesan banyak jenis makanan.


"Aku maunya makan ini, gak tau dari tadi pengen banget" ucap Raina santai.


"Emang bisa ngehabisinnya?


"Kalau gak habis kan ada kamu yang bantu habisin" jawabnya santai.


"Enak aja, aku juga pesan makanan. Lagian makanan sebanyak itu bisa bikin aku gemuk. Tau sendiri bagaimana aku menjaga pola makan supaya tetap langsing. Kamu mah enak, makan apa aja tetap langsing" sahut Nisa menolak keinginan Raina.


Raina kemudian melahap makanan yang ada didepannya. Nisa hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah temannya itu yang seperti lagi kerasukan setan kelaparan.


"Pelan-pelan Ra, gak ada yang akan mengambil makanan kamu. Liat orang-orang ngeliatin kamu makan yang gak ada cantik-cantiknya." ucap Nisa mengingatkan temannya yang makan dengan lahap dan tak memperdulikan sekelilingnya.


Raina kemudian menghentikan makannya kemudian melihat sekelilingnya dan nampak orang-orang yang memperhatikannya. "Biarin aja, suami aku gak pernah protes jika aku makan banyak" ucapnya cuek.


Nisa hanya diam saja mendengar tanggapan temannya itu. Emang beda jika cewek yang sudah menikah gak perlu jaga imej. Mereka kemudian melanjutkan makannya, sampai Raina berhasil menghabiskan semua makanan yang ada didepannya itu.


Setelah selesai mereka kemudian berjalan menuju perpustakaan untuk mencari buku referensi karena ada tugas yang diberikan oleh dosennya.

__ADS_1


To Be Continued


maaf jika beberapa hari terakhir tidak upload episode dikarenakan buntu dan gak ada ide untuk menulis. beberapa bab lagi novel akan segera ditamatkan.


__ADS_2