
Kini mereka bertiga sedang dirias oleh MUA untuk acara resepsi pernikahan, Mbak Mita sejak tadi sibuk memoles wajah Aulia karena dia minta dirias lebih dahulu sebelum sahabatnya yang lain.
"Eh Raina, gue tadi hampir ngajak loh waktu Anton salah ngucapin ijab qobul nya" Seru Aulia yang sedang dirias.
"Gue malah kaget kirain nama loe uda tukaran sama bokap loe itu" sahut Raina menimpali.
"Yang parah itu salah keduanya, bukannya dijawab malah bilang sah" ucap Kristina menimpali
Flashback on.
Saya nikahkan dan Kawinkan Ananda Anton Andika bin Andika Dirga dengan Anak saya Auliah Sarah binti Rindra Mahesa dengan mas kawin Emas 500 gram dan seperangkat alat sholat"
"Saya terima nikah dan kawinnya Rindra Mahesa..
"Kamu jangan kebalik, Auliah Sarah binti Rindra Mahesa" potong papa Rindra
Gelak tawa terdengar dari keluarga yang hadir, mereka menertawakan kegugupan Anton yang dikenal anak ceplas-ceplos serta slengean tapi didepan wali nikah seperti kehilangan semua keberaniannya.
"Maaf saya gugup" sahut Anton.
"Santai dong dek, Gak mau cepet-cepet jadi suaminya neng cantik disebelahnya itu" ledek pak penghulu. "Kita ulang lagi ya. Silahkan pak"
"Saya nikahkan dan Kawinkan Ananda Anton Andika bin Andika Dirga dengan Anak saya Auliah Sarah binti Rindra Mahesa dengan mas kawin Emas 500 gram dan seperangkat alat sholat"
"SAH" teriak Anton.
Hahahaha para tamu dan keluarga langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Anton. Aulia yang menahan tawanya langsung mencubit pinggangnya untuk menyadarkan Anton dari kegugupannya.
"Aduh kok dicubit sih sayang" Anton mulai dengan mode santainya.
"Oke saya ulangi lagi ya jangan sampai salah"Sahut papa Rindra "Saya nikahkan dan Kawinkan Ananda Anton Andika bin Andika Dirga dengan Anak saya Auliah Sarah binti Rindra Mahesa dengan mas kawin Emas 500 gram dan seperangkat alat sholat"
"Saya terima nikah dan kawinnya Aulia Sarah binti Rindra Mahesa dengan mas kawin tersebut TUNAI" seru Anton semangat.
"Gimana saksi? SAH?" tanya penghulu.
"SAH" ucap saksi kedua mempelai.
"Alhamdulillah akhirnya berhasil juga" pekik Anton yang membuat Aulia meradang dan mendaratkan kembali cubitan dipinggang Anton.
Anton kembali tenang dan penghulu memulai membacakan Doa untuk kedua mempelai"
Flashback end
"Loe gak liat tadi bokap loe sampai geleng-geleng melihat ulah menantunya" sahut Raina.
"Mana gue perhatiin, gue udah terlanjur menunduk malu melihat tingkah tengilnya suami gue" Ucap Aulia. "Beda banget sama babang Rai dan babang Mamat yang nyantai tanpa menampakkan kegugupannya padahal gue tau mereka juga gugup" lanjut Aulia.
"Nona tau ngak kalau Tuan Raihan tadi sempat keluar keringat dinginnya waktu mau akad nikah"Seru Anya yang ikut bergosip ria.
"Tau dari mana? tanya Raina.
"Tau dong. kan dari pagi aku sudah dirumah tuan Raihan sama mas Ivan" jawab Anya. "Malahan tadi sempat ngomong kalau disuruh milih mendingan menghadapi ratusan orang dari pada menjabat tangan wali nikah. Keberanian dan kekuatannya langsung menguap begitu saja" lanjut Anya.
"Ha-ha-ha bos besar bisa juga gugup ternyata" seru Aulia
Obrolan mereka terus berlanjut sampai waktunya untuk masuk kedalam ballroom tempat resepsi pernikahan dilaksanakan.
Ivan yang bertindak sebagai MC ditemani oleh kekasihnya Anya menaiki panggung yang berada disamping pelaminan.
__ADS_1
"Selamat malam dan selamat datang kepada seluruh tamu undangan yang sudah menyempatkan diri untuk hadir dalam acara resepsi pernikahan ini" Ivan mulai berbicara.
"Tak lupa ucapan selamat kepada Keluarga Tuan Cakra Buana, Keluarga Dokter Chandra Wijaya, keluarga bapak Andika, keluarga bapak Rindra, keluarga Bapak Lukman dan keluarga bapak Machmud yang telah melangsungkan pernikahan anak-anak mereka." Ucap Anya.
"Tak lupa juga ucapan Selamat menempuh hidup baru kepada Pasangan yang sudah melangsungkan pernikahan hari ini semoga Terus berbahagia, Sakinah mawadah warohmah dan cepat dikaruniai keturunan"lanjut Ivan.
"Mari kita sambut pasangan pengantin baru Raihan dan Raina, Anton dan Aulia serta Rahmat dan Kristina. Berikan tepuk tangan yang meriah untuk pasangan pengantin baru." seru Ivan dan Anya bersamaan.
Raina berjalan memasuki ballroom dengan memengang lengan Raihan. Tepuk tangan tamu undangan yang hadir terdengar ketika pasangan pengantin baru itu memasuki ballroom. Di ikuti Anton dan Aulia serta Rahmat dan Kristina yang berjalan di belakang mereka.
Sayup-sayup terdengar lagu yang dipopulerkan oleh Cristina Perri yang berjudul A Thousand year. Romantisnya lagu itu membuat suasana bahagia memenuhi ballroom itu.
mereka kemudian naik keatas pelaminan dan duduk dikursi yang telah disediakan. pasangan Raihan dan Raina duduk ditengah dan diapit keempat sahabat mereka.
Keluarga Raihan diwakili oleh Asisten Bobi dan istrinya serta keluarga kelima mempelai juga berada diatasnya untuk menyambut tamu-tamu yang ingin mengucapkan selamat.
Ivan dan Anya terlebih dahulu berjalan menuju pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada ketiga pasangan pengantin baru. Dia menyalami Anton dan Aulia terlebih dahulu kemudian berjalan menuju Raihan.
"Selamat ya bos telah menjadi suami. Jangan lupa bonus buat saya dan Anya biar cepat nyusul"sahut Ivan sambil menyalami Raihan diikuti Anya " Selamat menempuh hidup baru tuan" sahut Anya
"Kamu yang diingat cuma bonus saja. Tapi terima kasih ya sudah repot mengurus perusahaan" ucap Raihan.
"Selamat Nona sudah menjadi nyonya Raihan. banyakin sabar ya" sahut Ivan ketika menyalami Raina.
"Terima kasih Ivan" ucap Raina.
"Nona. hadiahnya sudah saya simpan di kamar pengantin" ucap Anya sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Makasih loh uda repot-repot nyiapin hadiah" ucap Raina. Ivan dan Anya lalu menyalami Rahmat dan Kristina "Keris kamu pakai yang ada didalam paper bag ya, sudah saya simpan di atas tempat tidur" bisik Anya lalu menyalami keluarga mempelai.
Satrio dan Rindi turut menyalami mempelai " Selamat menempuh hidup baru, semoga bisa cepat dapat seperti istri saya" Seru Satrio.
"Selamat menempuh hidup baru bos. Bos maaf masih belum bisa masuk kantor." ucap Rindi lalu beralih ke Aulia dan memeluknya "Nona nanti buka paper bag yang dikamar ya Terus dipakai" bisik Rindi ditelinga Aulia
"Emang apaan?" tanya Aulia.
"Nanti nona lihat sendiri. Khusus disiapkan oleh saya dan Anya." ucap Rindi kemudian mereka beralih ke Raihan.
"Selamat atas pernikahannya tuan, semoga Samawa dan terima kasih atas hadiahnya yang terlalu berlebihan untuk saya" ucap Satrio.
"Santai saja, kita kan teman dan jaga kesehatan calon anakmu dan istrimu ya" seru Raihan sambil menepuk pundak Satrio.
Rindi ikut menyalami mempelai dan keluarga mempelai.
"Mas kasih hadiah apa? bisik Raina ketelinga Raihan.
"Mas kasih mobil baru biar Rindi gak usah naik motor lagi kekantor. kan kasihan capek naik motor padahal lagi hamil" Jawab Raihan.
Tamu-tamu mulai bergantian mengucapkan selamat kepada mempelai.
Ivan naik keatas panggung lagi dan mengambil alih mic untuk berbicara. "Saya meminta kepada mempelai pria naik ke panggung ini untuk menyumbangkan suaranya. Tuan Raihan, tuan Anton dan Tuan Rahmat dipersilahkan"
"Ngapain sih pake manggil segala" gerutu Raihan tapi tak urung melangkah menuju panggung tempat Ivan berada disusul oleh Anton dan Rahmat.
"Selamat malam. Terima kasih telah menyempatkan waktu untuk hadir di acara ini. saya bersama sahabat saya akan membawakan sebuah lagu dari Yovie and the Nuno yang berjudul Janji suci.
Musik mulai mengalun merdu.
mereka kemudian bersama sama menyanyikan lagu itu
__ADS_1
Dengarkanlah, wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu, dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Dengarkanlah, wanita impianku
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci, satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Akulah yang terbaik untukmu
Oh-oh-oh, oh-oh
__ADS_1
To Be Continued