
Raihan berjalan memasuki restoran ditemani oleh Asisten Ivan. Seorang pelayan restoran datang menyambutnya.
"Selamat datang Tuan" sapa pelayan restoran.
"Reservasi atas nama nona Ayesha" sahut asisten Ivan.
"Mari ikuti saya tuan, Nona Ayesha sudah menunggu kedatangan tuan" sahut pelayan restoran sambil berjalan menuju lantai 2. Raihan dan asisten Ivan mengikuti langkah kaki pelayan restoran menuju ruangan VIP.
Sampai didepan ruang VIP, pelayan tersebut mengetuk pintu terlebih dahulu lalu membukanya.
"Silahkan masuk, Nona sudah menunggu di dalam" ucapnya sambil mempersilahkan Raihan masuk kedalam ruangan.
"Selamat siang, Maaf saya terlambat nona Ayesha" sapa Raihan kemudian berjalan mendekati meja.
Ayesha kemudian berdiri menyambut kedatangan tamunya "Selamat datang tuan Raihan, Anda datang tepat waktu"Ucapnya sambil tersenyum mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
Raihan kemudian membalas uluran tangan Ayesha diikuti oleh asisten Ivan. "Silahkan duduk" ucap Ayesha mempersilahkan tamunya untuk duduk dikursi yang ada didepannya.
"Terima kasih atas undangan nona Ayesha. Sungguh suatu kehormatan dapat bertemu dengan seorang pimpinan Ark Development" sahut Raihan setelah duduk di kursi kosong yang ada di depan Ayesha.
"Anda terlalu memuji" ucapan Ayesha terpotong oleh kedatangan pelayan yang menyajikan makanan yang sudah terlebih dahulu dia pesan. Setelah Selesai menyajikan pelayan kemudian pamit."Silahkan dinikmati, Semoga makanan sesuai dengan selera tuan Raihan" lanjutnya.
"Terima kasih, ini sudah sesuai dengan selera saya" Ucap Raihan kemudian menikmati hidangan yang disajikan didepannya. setelah selesai makan mereka kembali ke topik utama dibalik undangan pertemuan itu.
"Begini tuan Raihan, kami mempunyai lahan di kota Bandung. Rencananya akan dibuat kompleks apartemen dan kami ingin Buana Group yang membangun apartemen tersebut. Melihat kesuksesan Perusahaan anda dalam membangun apartemen dibeberapa kota sehingga membuat kami berani mempercayakan kepada perusahaan anda" Ayesha kemudian berbicara sambil menyodorkan proposal pembangunan apartemen.
Raihan dengan wajah serius membaca lembar demi lembar proposal tersebut. "Sungguh suatu kehormatan Jika ARK Development mempercayakan pembangunan apartemen tersebut kepada kami. Untuk sementara waktu saya akan mempelajari proposal ini dan membicarakan dengan perusahaan rekanan kami. secepatnya akan menghubungi anda jika sudah ada kesepakatan dari pihak kami berhubung masih banyak proyek pembangunan yang kami kerjakan" ucap Raihan.
"Saya tunggu kelanjutannya. Saya berharap ada kabar menyenangkan dari anda" ucap Ayesha.
Mereka kemudian berjalan meninggalkan ruangan itu. Raihan dan Ayesha mengobrol santai sambil berjalan menuju pintu keluar restoran diikuti oleh Asisten Ivan dibelakangnya.
Mereka berpisah didepan restoran. Ayesha langsung masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya sementara Raihan dan Asisten Ivan berjalan menuju parkiran mobil.
"Apa kita kembali ke kantor Tuan?" tanya Asisten Ivan yang sudah duduk di kursi belakang kemudi.
Raihan melirik jam tangannya "Pulang ke rumah saja" Ucapnya singkat.
__ADS_1
Mobil melaju menuju rumah mertuanya. Setelah beberapa menit mobilnya memasuki pekarangan rumah. Raihan kemudian turun dari mobil "Kembali kekantor, besok pagi jemput saya disini" ucapnya lalu menutup pintu mobil.
Dia kemudian berjalan memasuki rumah. sampai di ruang keluarga, dia melihat istrinya sementara menonton acara TV sendiri sambil menikmati makanan ringan.
"Kenapa gak istirahat dikamar saja?" tanya Raihan yang sudah duduk di samping istrinya.
"Bosan dikamar terus, lebih baik disini" Jawab Raina cuek tanpa melirik kearah Raihan.
Tanpa basa-basi lagi Raihan langsung mengangkat tubuh Raina lalu menggendong ala bridal style.
"Eh kamu ngapain, turunin gak" Ucapnya sambil meronta-ronta.
"Jangan banyak bergerak nanti jatuh, nontonnya dikamar saja nanti aku temani" Ucap Raihan sambil terus melangkah menaiki tangga menuju lantai 2 dimana kamarnya berada.
"Kamu tidak minta macam-macam kan?"Tanya Raina yang mulai tenang dalam gendongan Raihan.
"Gak usah mikirin macam-macam, kondisimu belum sepenuhnya pulih untuk melakukan hal itu. Tapi jika kamu memaksa aku terpaksa harus melakukannya" ucap Raihan dengan senyum genitnya.
"Enggak, aku belum siap. Lagian siapa juga yang maksa kamu" ucap Raina sambil menyilangkan tangannya didepan dadanya.
Raihan membuka pintu walau dengan susah payah karena sedang menggendong tubuh istrinya. setelah sampai di dalam kamar dia meletakkan tubuh istrinya diatas tempat tidur dengan hati-hati.
Setelah selesai Raihan kembali ke tempat tidur menemani istrinya menonton siaran Televisi. Tak lama dengkuran halus terdengar, Raihan melirik kearah istrinya yang sudah tertidur disampingnya. dia kemudian memeluk tubuh Raina dan ikut tertidur dengan pulas.
****
Sudah empat bulan sejak kepulangan Raina dari rumah sakit. Hari ini Raihan bersama Raina berangkat menuju rumah sakit untuk memeriksa kandungan.
Sesampainya di rumah sakit, Raina turun dari mobil dibantu oleh suaminya. perutnya sudah tampak sedikit menonjol walaupun dia mengenakan pakaian yang longgar.
Mereka berdua berjalan menelusuri koridor menunju ruang dokter kandungan. Didepan ruang dokter kandungan tampak seorang wanita mengenakan jas putih menunggu kedatangan mereka.
"Selamat pagi Tuan Raihan dan Nona Raina" sapa dokter Cristine.
"Selamat pagi, suatu kehormatan karena dokter Cristine menyambut kedatangan kami" sahut Raihan.
"Ah saya yang merasa lebih senang lagi karena mendapat kepercayaan untuk memeriksa kandungan nona Raina. mari silahkan masuk" ucap dokter Cristine sambil mempersilahkan keduanya memasuki ruangan itu.
__ADS_1
Setelah sampai di dalam Dokter Cristine mulai memeriksa tekanan darah serta kesehatan Raina. Setelah itu dia menyuruh Raina untuk berbaring diatas tempat tidur lalu mulai memeriksa kondisi kandungan Raina.
" janin Nona Raina baik-baik saja, perkembangan juga normal sesuai dengan usia kandungannya. Hanya saja nona jangan terlalu banyak pikiran dan terus mengkonsumsi makanan bergizi serta vitamin" ucap dokter Cristine.
Dengan dibantu oleh suaminya, Raina kembali duduk didepan meja kerja dokter Cristine
"Dokter Cristine, apa saja yang tidak boleh dilakukan wanita hamil di trimester kedua?" tanya Raihan
"Selama bukan aktivitas berat seperti mengangkat beban berat dan olahraga berat semua bisa dilakukan" jawab dokter Cristine.
"Kalau yang itu apa boleh dok?" Raihan bertanya kembali tapi mendapatkan tatapan mata yang tajam dari Raina.
"Boleh saja hanya jangan sampai membuat ibunya kelelahan dan seminggu sekali gak masalah"
"Apa? seminggu sekali? wah dokter Cristine kayak mau menghukum saya nih"
"Mas, jangan bikin malu" ucap Raina dengan nada tertahan sambil mencubit perut suaminya.
"Aduduh.. Maaf gak nanya lagi" ucap Raihan sambil menahan sakit bekas cubitan istrinya.
Setelah menerima resep vitamin, mereka kemudian pamit meninggalkan ruangan dokter Cristine. Dokter Cristine hanya tersenyum tipis melihat tingkah pasangan suami istri itu.
Didalam mobil yang dikemudikan oleh Raihan menuju kediaman mereka. Raina masih memasang wajah cemberut karena malu dengan kelakuan suaminya itu.
"Maaf sayang"
"Kamu tuh mas, mulut gak bisa direm sedikit. malu tau sama dokter Cristine"
"Mas cuma nanya saja, kan sudah 4 bulan lebih gak pernah ngerasain itu lagi."
"Hadeu, Mas cuma mikirin itu terus. Iya nanti aku kasih jatahnya tapi cuma sebulan sekali"
"Apa sebulan sekali? gak bisa ditambah seminggu 2 kali mungkin"
"Dikasi hati minta jantung. oke 2 kali sebulan gak ada protes lagi"
Raihan hanya mendengus mendengar ucapan istrinya "Palingan nanti kamu yang minta sendiri jika sudah ingat gimana rasanya" gumahnya dalam hati sambil tersenyum licik.
__ADS_1
To Be Continued..
Maaf baru bisa update..