Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Sidak Hari Ke Dua part 2


__ADS_3

Jakarta.


Mobil yang dikemudikan oleh Raina memasuki gerbang fakultas kedokteran universitas Buana dengan kecepatan sedang. Mobil mewah tersebut tampak mencolok dibandingkan dengan mobil lainnya.


Raina memarkir mobilnya ditempat biasa dia memarkir mobilnya yang lama. Banyak pasang mata menatap kearahnya dengan penasaran.


Ervin yang baru tiba juga penasaran dengan sosok yang mengendarai mobil sport mewah tersebut. Tak lama Raina turun dari mobil sport BMW I8 coupe dan berjalan dengan anggun melintasi lapangan parkir fakultas kedokteran.


Ervin yang melihatnya menjadi semakin penasaran dengan sosok Raina, Sungguh jauh dari jangkauannya walau dia dilahirkan dari keluarga kaya tapi dia belum mampu untuk memiliki mobil seperti itu.


Baru Ervin berniat menyapa Raina, terlebih dahulu terdengar suara teriakan dari seorang wanita yang memanggil nama Raina. "Raina tungguin gue" teriak Nisa teman dekat dari Raina.


"Cepetan, lelet banget sih" ucap Raina sambil menengok ke belakang.


"Ra, mobil baru ya? Sepertinya habis dapat kejutan spesial nih" goda Nisa.


"Biasa dapat dari yayang Rai, Dia beliin mobil karena takut gue sedih ditinggal beberapa hari" jawab Raina.


"Emang yayangmu kemana?


"Biasa lagi dinas keluar kota, katanya sih Makassar" jawab Raina


"Kapan dia balik?


"Setelah pekerjaan selesai, mungkin lusa kali karena asistennya juga berangkat ke sana tadi subuh, sepertinya masalahnya makin besar"


"Emang apa masalahnya? trus kenapa loe gak minta ikut kan sekarang bisa kuliah online"


"Katanya ada yang korupsi duit proyek pembangunan apartemen. Dia sudah menangkap pelakunya hanya saja dalang utamanya belum diketahui keberadaannya" jawab Raina.


Akhirnya mereka sampai di depan kelas dan langsung masuk ke dalam menunggu kedatangan dosennya.


Seluruh pembicaraan mereka didengar oleh telinga Ervin yang berjalan di belakang mereka. Ada perasaan cemburu, marah dan iri kepada yang namanya disebutkan oleh Raina. Cemburu karena Raina memanggil yayang, Marah karena Raina ternyata sudah punya kekasih dan iri karena hanya takut Raina marah dia beri hadiah mobil, bagaimana jika benar marah mungkin dibelikan villa atau Mansion, begitulah pemikiran Ervin.


Setelah jam kuliah selesai, Seperti biasa Raina dan Nisa pasti kekantin untuk memanjakan perutnya dengan makanan dan minuman favorit mereka berdua.


Setelah memesan makanan dan minuman mereka berdua duduk ditempat biasa seperti meja itu dikhususkan untuk mereka karena jika kekantin pasti akan duduk disana.

__ADS_1


"Boleh gabung gak?" tiba-tiba muncul Ervin yang sok akrab dengan kedua gadis itu.


"Duduk saja kosong kok" sahut Nisa. "Penempatan KKN loe dimana? lanjut Nisa bertanya.


"Katanya sih di Jakarta hanya kalau tempat pastinya belum tau" ucap Raina.


"Emang gak keluar kota gitu? Biasanya KKN didesa-desa kenapa milih di dalam kota?" Tanya Ervin.


"Mana diijinkan sama pacarnya" jawab Nisa.


"Loh kan harusnya dia mendukung dong bukan melarang"


"Gue yang minta dijakarta saja sama dekan, gue gak tahan terlalu lama jauh dari pacar gue" ucap Raina membungkam mulut Ervin yang sejak tadi cerewet seperti ibu-ibu yang semuanya harus dia tau alasannya.


Drttt. Drttt. terdengar getaran di HP milik Raina, dengan cepat dia melihat layar HP-nya. Tertera nama Babang ojek kesayangan.


"Assalamualaikum, Kenapa sayang" jawab Raina setelah menggeser icon jawab.


"Waalaikumsalam. Lagi dimana?


"Oh. Sayang aku mungkin besok sore baru bisa pulang. Kamu gak apa-apa kan?


"Gak apa-apa kan ada papa sama Mama dirumah. Lagian emang aku kenapa? Sudah biasa juga pulang pergi sendiri" jawab Raina.


"Ya udah kamu hati-hati ya sayang, love you"


"Love you to" jawab Raina sembari menutup telponnya. Ervin makin panas mendengar setiap perkataan Raina ketika berbicara dengan pacarnya ditelpon. Dia yang belum mengetahui secara pasti status Raina membuatnya jadi lebih tertantang untuk mendapatkannya.


Makassar.


Raihan sedang dalam perjalanan menuju hotel tempatnya menginap. Mereka kembali ke hotel untuk bertemu dengan Anton dan Rahmat yang ditugaskan oleh Raihan memantau pekerjaan team audit internal di lokasi proyek pembangunan apartemen.


Mobil yang dikemudikan oleh sopir kantor akhirnya sampai di depan lobby hotel. Raihan diikuti yang lain turun dari mobil dan berjalan memasuki lobby hotel menuju restoran hotel.


Anton dan Rahmat sudah lebih dulu berada di dalam restoran bersama iptu Faizal, Dia melambaikan tangannya memanggil Raihan yang berjalan memasuki restoran.


"Sudah lama kalian sampainya? tanya Raihan.

__ADS_1


"Baru beberapa menit sebelum kamu datang" jawab Anton.


"Bagaimana hasil pantauan di lapangan?


"Menurut team audit internal banyak sekali perbedaan material dari spesifikasi yang disetujui oleh kantor pusat dan yang terpasang dilapangan, Mulai dari material elektrikal , plumbing, ducting, keramik maupun merek hebel yang digunakan" jawab Anton.


"Bagaimana kerja pengawas lapangan sampai meloloskan material seperti itu? geram Raihan.


"Ini bukan murni kesalahan dari pengawas lapangan ataupun subkontraktor, mereka menerima spesifikasi material yang berbeda dengan yang diajukan kekantor pusat" Jawab Anton.


"Ini ada hubungannya dengan perbedaan harga salinan kontrak yang ada ditangan kita dan yang ada ditangan para subkontraktor" ucap Ivan.


"Jadi mereka menekan harga dengan subkontraktor dengan merubah spesifikasi material yang telah ditentukan? Bukannya kita punya MOU dengan beberapa supplier?" Tanya Raihan.


"Menurut pengawas lapangan juga material yang masuk sudah sesuai dengan MOU" jawab Anton.


"Ivan, selidiki kembali supplier dan distributor yang sudah menandatangani MOU dengan perusahaan kita. Sesuaikan dengan MOU yang ada dikantor pusat jika ada kesalahan maka segera lampirkan semua menjadi bukti-bukti untuk menjerat tikus-tikus itu. Iptu Faizal bisa minta tolong kepada Briptu Fauziah untuk membekukan semua rekening bank yang berhubungan dengan ketiga orang itu" perintah Raihan yang terdengar dengan nada emosi yang tertahan, jika saja pelakunya ada didepannya sekarang mungkin sudah babak belur dibuatnya.


"Akan saya sampaikan kepada Briptu Fauziah untuk membekukannya" jawab Iptu Faizal


"Sepertinya jaringan mereka bukan hanya ada disini, loe harus segera memeriksa lokasi proyek dikota lain untuk memutuskan jaringan mereka" sahut Rahmat.


"Untuk lebih cepat menyelidiki jaringan mereka lebih baik jika loe bentuk team khusus untuk menyelidiki keseluruhan lokasi proyek dan utamakan proyek dengan nilai tinggi" Usul Iptu Faizal "Jika kamu yang turun tangan langsung hanya membuat mereka punya kesempatan untuk menyembunyikan bukti kejahatannya dan melarikan diri" lanjutnya.


"Betul itu, Tenang aku kenal beberapa orang mantan penyidik Polda metro jaya kita bisa gabungkan mereka semua untuk menyelidiki secara diam-diam" ucap Anton.


"Lebih baik gunakan mereka untuk menyelidiki itu." sahut Rahmat.


"Gue ada team yang bisa menanganinya, hanya saja mereka perlu support dari kepolisian karena jika mereka bertindak maka tidak ada data yang akan aman" ucap Raihan


"Maksudnya loe team apa?


"Gue punya beberapa anak asuh yang masih berusia belasan, mereka pernah bantu gue waktu kasus dengan Grahadi Properti. Hackers" ucap Raihan.


"Gabungkan saja dengan orang-orang yang dikenal oleh Anton" ucap Rahmat.


"Gue memang ada rencana untuk bentuk perusahaan sistem keamanan jaringan dengan mengandalkan kemampuan mereka tapi masih terkendala di perijinan" Sahut Raihan.

__ADS_1


__ADS_2