
Raihan yang masih dalam perjalanan menuju bandara internasional Soekarno-Hatta Cengkareng.
Ponselnya berdering dan melihat panggilan telepon dari sahabatnya Anton. Dia kemudian menjawab panggilan tersebut.
"Halo"
"Halo, udah sampe mana? Gue sama Rahmat udah nungguin elo dari tadi" ucap Anton.
"Sabar gue masih perjalanan menuju bandara."
"Lama banget sih"
"Bukan gue yang lama tapi elo yang datangnya kecepatan ogeb" sahut Raihan
"hahahaha sorry, tadi Rahmat cepet banget jemputnya"
"Udah tunggu aja, sebentar lagi nyampe kok" ucap Raihan lalu mematikan sambungan telepon.
Ding. satu pesan masuk di aplikasi WA. Raihan kemudian membukanya dan melihat istrinya mengirimkan foto mobil yang dia belikan untuk istrinya itu. Raihan langsung menelepon istrinya.
"Halo mas" jawab Raina dengan nada gembira.
"Kamu suka mobilnya sayang? tanya Raihan yang mendengar suara bahagia istrinya.
"Mas kok tau sih kalau aku pengen banget mobil itu?" tanya Raina .
"Ya dari Aulia sahabatmu lah siapa lagi, mas kan bukan Cenayang yang bisa menebak isi hatimu sayang" ucap Raihan santai.
"Mas makasih ya, jadi makin cinta sama suami aku" ucap Raina dengan manja.
"Seandainya mas disana pasti wajah mas ini sudah lecet dicium terus" ucap Raihan sambil tersenyum bahagia.
"Mas ih ada-ada saja. Eh mas udah nyampe bandara?" tanya Raina lagi.
"Bentar lagi, udah dekat kok" jawab Raihan.
"Ya udah mas hati-hati. I Love you suamiku"
"Love you to istriku. Bye" ucap Raihan lalu mematikan sambungan telepon.
"Mobilnya sudah nyampe bos?" tanya Ivan.
"Sudah Van, makasih ya sudah mau bantuin" ucap Raihan.
"Itu sudah tugas saya bos untuk melayani dan membantu kegiatan anda. Tapi kok bos ngasinya sekarang bukan pas waktu setelah nikah? kan mobil itu sudah beberapa hari datangnya" ucap Ivan.
__ADS_1
"Sebenarnya aku mau ngasinya pas waktu acara pernikahan, hanya saja aku berfikir jika lebih baik kejutan nanti pas dia lagi dirumah. nah pas kemarin aku mau berikan aku berfikir lebih baik hari ini kan pasti sedih karena aku keluar kota sekalian aja menghiburnya dengan kejutannya hari ini" ucap Raihan
"Bos memang pintar nyari momen yang tepat. Saya senang bisa bekerja dengan anda bos" sahut Ivan.
"Kamu betah gak kerja sama saya?
"Kalau ditanya betah ya sudah pasti bos. Gak ada loh bos yang memperlakukan karyawan seperti teman kayak bos ini. Malah Anya pernah bilang kalau ingin ikut sama bos sampai bos yang bosan liat dia" jawab Asisten Ivan.
"Hahahaha. Enggak bosan lah, kalian berdua itu sangat penting untuk saya. Jika bukan karena otak cerdas kalian dalam membantu tugas-tugas saya mungkin sekarang ini saya sudah stress karena banyaknya masalah diperusahaan" Sahut Raihan"Anya saya akui anaknya pintar sekali. buktinya dia jadi sekertaris gak ada yang bimbing dia tapi pekerjaannya gak ada masalah" lanjutnya lagi.
"Makasih ni bos sudah dianggap penting" ucap Ivan.
"Selama saya diluar kota, jika ada masalah diperusahaan dan kamu bisa menyelesaikan kamu langsung selesaikan oke. Saya percaya sama kamu" sahut Raihan.
Ivan pun merasa senang karena bos-nya bisa percaya kepada kemampuannya. Mobil berhenti di tempat menurunkan penumpang depan pintu masuk keberangkatan.
"Hati-hati disana bos, Bams dan Mark sudah menunggu di dalam" ucap Ivan setelah membuka pintu mobil untuk Raihan lalu mengambil tas yang ada di bagasi mobil.
"Kamu langsung kekantor saja, standby saja mungkin sewaktu waktu saya butuh bantuan kamu." ucap Raihan lalu menerima tas punggung yang diberikan oleh Ivan.
"Siap bos. Semoga selamat sampai tujuan" ucap Ivan kemudian naik keatas mobil lalu meninggalkan Raihan.
Raihan berjalan memasuki bandara, dari jauh terlihat Anton dan Rahmat melambaikan tangannya. Disana ada juga Bams dan Mark berdiri di dekat mereka.
"Sorry lama" ucap Raihan.
"Bambang sama Markus sudah kenal dengan mereka?" tanya Raihan.
"Sudah bos" jawab Bams.
"Kenalin ini bodyguard gue namanya Bambang dan Markus tapi lebih senang dipanggil Bams dan Mark. Biar katanya gaul gitu" sahut Raihan memperkenalkan mereka.
"Senang berkenalan dengan kalian" ucap Anton sembari berjabat tangan dengan kedua pengawal itu.
"Gue Rahmat. Salam kenal" ucap Rahmat ikut bersalaman dengan keduanya.
"Kamu udah bawa print out tiketnya?"
"Ini bos" ucap Mark seraya menyerahkan amplop kepada Raihan.
"Kalau begitu ayo kita masuk" ajak Raihan lalu berjalan menuju pintu masuk. Dia kemudian menunjukkan tiketnya kepada penjaga.
Setelah proses boarding mereka berjalan menuju business lounge diantar pegawai maskapai. Sebagai penumpang kelas bisnis, mereka mendapat pelayanan terbaik dari pihak maskapai.
"Jadi gini rasanya jadi penumpang kelas bisnis. Dimanjakan banget ya" ucap Rahmat.
__ADS_1
"Gak usah katrok deh, lagian wajarlah bayarnya juga mahal banget" Anton ikut menimpali sambil menikmati makanan dan minuman didepannya.
"eleh loe juga baru pertama kali kan naik kelas bisnis?" tanya Rahmat.
"Emang baru pertama kali kan gue jarang keluar kota. Lagian dulu keluar kota juga buat nemenin ni bocah traveling" jawab Anton yang memang selalu menolak jika diajak orangtuanya keluar kota.
Setelah mendapat panggilan, mereka kemudian naik ke pesawat dan duduk di kursi masing-masing. Bodyguard juga ikut duduk di kursi kelas bisnis. Raihan yang tidak suka membedakan orang memberikan tiket yang sama.
Setelah menempuh penerbangan kurang lebih satu jam, pesawat uang mereka tumpangi mendarat di bandara internasional Hasanuddin Makassar.
Mereka berjalan menuju pintu keluar bandara. Didepan sudah menunggu Iptu Faizal teman sekolah Anton waktu SMP.
"Selama datang dikota Makassar Sulawesi Selatan" ucap Iptu Faizal
Anton yang melihat temannya itu langsung berpelukan karena sudah bertahun-tahun tidak pernah bertemu karena temannya itu pindah ke Makassar bersama orangtuanya.
"Wah kamu ternyata makin keren dengan seragam polisi" ucap Anton "Perkenalkan ini sahabat-sahabat saya, Ini Raihan, Rahmat, Bams dan Mark" ucapnya seraya memperkenalkan mereka.
"Selamat datang, perkenalkan saya Faizal sahabatnya Anton waktu SMP" ucap Faizal sambil menyalami semuanya.
"Terima kasih atas kesediaan menjemput kami. Maaf sudah merepotkan Anda" sahut Raihan ramah.
"Tidak usah kaku, anggaplah saya ini temanmu, Ayo kita ke depan." ucap Faizal mengajak mereka menuju area penjemputan.
"Maaf tapi anda yang menggunakan kata formal" ucap Raihan sambil mengikuti Iptu Faizal.
"Aduh maaf sebelumnya, Dimakassar kata saya itu biasa digunakan beda dengan kata Aku yang terdengar formal. Maaf karena sudah lebih sepuluh tahun disini jadi bahasa juga lebih cenderung logat Makassar" ucap Faizal.
"Gue jadi paham, pasti uda lupa sama logat Betawi" ucap Anton.
"Bukan lupa tapi tidak terbiasa" elak Faizal. "Tunggu disini sebentar, gue ambil mobil dulu" ucapnya mencoba memakai logat Jakarta.
Setelah beberapa menit Faizal datang dengan mengendarai mobil Toyota Fortuner tipe terbaru. Mereka kemudian naik keatas mobil. "Maaf jika mobilnya kurang nyaman" ucap Faizal.
"Santai saja, Kami bukan orang yang ribet, loe jemput pakai apa pun kami ikut aja" sahut Anton.
"Kita makan dulu aja, Makanan khas yang terkenal disini apa ya? Gue ingin berwisata kuliner nih" Ucap Rahmat.
"Dasar bos cafe, jauh-jauh ke Sulawesi hanya untuk makan saja" ejek Anton.
"Gue kangen sama masakan konro Makassar, loe tau tempat yang paling enak gak?" Raihan ikut menimpali.
"Ada sih dipusat kota, kalau lewat tol sekitar 40 menit dari sini." jawab Faizal.
"Oke kita kesana" ucap Raihan semangat.
__ADS_1
Mereka pun menuju pusat kota untuk makan siang di restoran yang direkomendasikan oleh Faizal. Raihan juga sudah mengirimkan pesan kepada istrinya jika sudah tiba di Sulawesi Selatan.
To be continued