
Sementara dibutik Mama Indi, Mama Arini dan Mama Dira lagi heboh melihat gaun pengantin yang akan dipakai nanti di acara resepsi pernikahan anak-anak mereka. Mereka lebih duluan tiba karena terlalu antusias mendengar anak-anak akan mengadakan fitting baju pengantin mereka hari ini.
“Selamat datang dibutik kami. Ada yang bisa kami bantu?” sambut pegawai Butik yang melihat rombongan mama Indi memasuki Butik.
“Terima kasih mbak. Kami kesini untuk melihat hasil rancangan gaun pernikahan anak-anak kami” Ucap mama Indi.
“Pesanan atas nama siapa bu? Tanya Pegawai butik.
“Atas nama Raihan atau Tuan Cakra Buana” jawab Mama indi.
“Oh tunggu sebentar saya panngilkan pemilik butik dulu karena pesanan khusus” sahut Pegawai butik lalu melangkah menuju ruangan pemilik butik untuk memanggilnya. Tak lama muncul pegawai itu bersama dengan
seorang wanita dewasa berpakaian anggun.
“Selamat sore ibu-ibu, perkenalkan saya Stevani pemilik sekaligus desainer butik ini, ada yang bisa kami bantu?” tanya Stevani pemilik butik.
“Begini mbak, saya dihubungi anak saya katanya gaun yang akan dipakai anak-anak kami sudah jadi dan kami ingin melihatnya” jawab mama Indi.
“Ibu besannya Tuan Cakra ya? Maaf sebelumnya kalau saya tidak tahu. Mari saya antar keruangan tempat gaunnya” sahut Stevani pemilik butik.
Mereka kemudian melangkah bersama-sama menuju salah satu ruangan tempat gaunnya disimpan. Sesampainya diasana mama-mama gaul langsung heboh melihat cantiknya gaun pengantin yang digantung di dalam lemari kaca penyimpanan.
“Gimana Rin, bagus kan desain baju pengantinnya? Tanya Mama Indi yang melihat Arini lagi menatap gaun pengantin yang akan dipakai Aulia.
“Bagus banget Ndi, aku senang melihat desain baju pengantin yang akan dipakai mantuku” jawab Arini.
“Iya Ndi, bagus banget. Apalagi gaun yang akan dipakai mantuku ini, cantik banget” sahut mama Dira sambil mengagumi gaun yang ada didepannya.
“Pokoknya yang akan dipakai anak-anak bagus-bagus” mama Indi juga ikut mengagumi gaun yang akan
dipakai anaknya.
“Bagaiman Bu? Apa sudah sesuai dengan yang diinginkan calon pengantinnya?” tanya Stevani.
“Gaunnya cantik-cantik, tinggal tunggu anak-anak datang untuk mencoba gaunnya” jawab mama Arini lalu bergeser kesamping mama Indi “Besok malam jadi kan kerumahnya Tuan Cakra?” tanya Mama Arini.
Mama Indi menoleh mendengar pertanyaan mama Arini “Jadi dong, ini undangan dari Tuan Cakra langsung jadi wajib datang” sahut Mama Indi.
“Memang Tuan Cakra mau membicarakan apa?” tanya Mama Dira.
“Tuan Cakra Cuma mau kenal dan makan malam bersama sambil kenalan dengan calon besannya” jawab Mama Indi.
Sementara diparkiran, mobil Raihan memasuki parkiran disusul mobil Anton dan Rahmat. Mereka kemudian berbarengan berjalan menuju butik tempat akan fitting gaun pengantin.
Pegawai butik membukakan pintu “Selamat datang dibutik kami, silahkan masuk” ucap pegawai butik mempersilahkan mereka masuk.
__ADS_1
“Ada yang bisa kami bantu? Tanya pegawai butik kembali.
“Mbak Stevani mana? Calon istriku mau mencoba gaun pengantin yang sudah dipesan sebelumnya” sahut Raihan.
“Selamat datang Tuan muda, langsung saja ya masuk keruangan disana. Mama-ma kalian sudah menungu didalam” sambut Stevani yang baru keluar dari ruangan tempat gaunnya disimpan.
“Mama-mama gaul sudah datang duluan? Kok bisa tau kita mau fitting gaun pengantin?” tanya Aulia.
“Gue yang kasi info ke mama kalo hari ini mau fitting baju
pengantun” Jawab Raina. “Ayo kita kedalam” ajaknya kemudian.
Mereka kemudian
melangkah menuju ruangan diaman mama-mama mereka berada. Mama Arini langsung heboh melihat calon
mantunya datang.
“Mantu mama udah tiba” Sambut mama Arini sambil memeluk Aulia.
“Anak ganteng aku juga sudah dateng.” Timpal mama Indi dan Raihan langsung menyalami calon mertuanya itu.
“Mama, ini anakmu. Kenapa gak disambut juga” protes Anton.
“Iya nih mama. Aku anaknya juga dicuekin.”
“Aku juga Ndi. Anakku juga sudah ganti jadi cewek cantik” Mama Dira yang memeluk Kristina ikut menimpali.
“Mat. Kasian kita dicuekin sama mama-mama kita” keluh Anton.
“Iya Ton. Entar lagi kita bakal dicoret dari daftar warisan kalau macam-macam sama mantunya” sahut Rahmat.
“Hahahaha.. Kasian sahabatku yang sudah dilupakan sama orang tuanya” Raihan tertawa melihat tingkah mama-mama gaul yang lebih memperdulikan menantunya dari pada anak kandungnya.
“Hei Fulgoso. Kamu ngetawain aku juga ya yang dikacangin sama mama?” bentak Raina yang melihat Raihan tertawa melihat kelakuan mamanya.
“Enggak sayang, aku ngetawain mereka” jawab Raihan.
“Artinya secara tidak langsung ngetawain aku karena aku juga dicuekin sama mama”
“Hahahaha. Bohong tuh Ran. Babang ojek ngetawain kamu tuh” sahut Aulia.
“Udah-udah, berhenti debatnya. Ayo cobain dulu gaunnya entar keburu sore” potong mama Indi sambil menyodorkan gaun resepsi yang sudah disiapkan untuknya.
Raina kemudian meraih gaun itu lalu berjalan memasuki tempat ganti pakaian, sementara Aulia dan kristina ikut memasuki ruang ganti untuk mencoba gaunnya. Beberapa waktu kemudian Raina keluar dari ruang ganti dengan memakai gaun sambil menunduk takut gaunnya tidak terlihat cocok dipakai olehnya.
__ADS_1
“Anak mama cantik sekali” pekik mama Indi.
Raihan yang lagi memeriksa emailnya lanhsnung menengok melihat kearah Raina yang lagi berjalan menunduk mendekati mereka. Raihan hanya melongo melihat Raina yang berdiri didepannya.
“Hei Buluk, ngapain bengong begitu? Lap tuh iler yang menetes didagu loe” celoteh Anton yang melihat Raihan bengong menatap Raina.
Raihan langsung mngusap bibirnya “Sialan loe bohongin gue ya?” protes Raihan lalu menoleh kembali menatap Raina dengan mata berbinar “Kamu cantik sekali sekali sayang” ucap Raihan.
Tak lama muncul juga Aulia dan Kristina dengan memakai gaun cantik terpasang dibadannya. Anton dan Rahmat hanya melongo menatap tanpa berkedip. “Cantik” lirih mereka bersamaan
“Hahaha.. kalian kayak melihat apa sih sampai melotot begitu?” tanya Raihan yang melihat Anton dan Raihan melotot menatap pasangan mereka masing-masing.
“Anakmu kayak gak pernah lihat cewek cantik Rin?” sahut Mama Indi sambil menunjuk.
“Iya anaknya Dira juga kayak kebo dicocok hidungnya tuh, bengong kayak kesambet” ucap Mama Arini.
“ Mama sembarangan. Masa anaknya ganteng gini disamain dengan kerbau?” protes Anton.
“Emang kamu anak saya ya? Kan tadi mama udah ngomong kalau mama udah ganti anak” sahut mama Arini.
Anton langsung cemberut mendengar omongan mamanya yang dengan seenaknya mengganti anaknya hanya karena sayang sama calon mantunya.
“Udah debatnya dong. Lihat tuh calon mantumu capek berdiri” Protes mama Indi.
“Cantik banget sayang, kamu cocok dengan gaun itu.” Puji Anton yang masih menatap Aulia.
“Iya. Calon istriku juga cantik banget memakai gaun itu” sahut Rahmat.
“Calon mantuku memang paling cantik. Pakai gaun mana saja pasti cantik” sahut Arini.
“Mantu gue dong yang paling cantik” protes mama Dira
“Jangan lupakan anakku ya, dia paling cantik disini apalagi calon suaminya paling ganteng” sahut mama Indi.
“Iya Ndi. Anakmu paling cantik. Iya kan Rin?” Sahut mama Dira “Iya Dir, paling cantik apalagi mantumu itu paling ganteng.” Ujar mama Arini menimpali.
“Jadi sudah cocok ya gaunnya dan tidak perlu ada yang dirubah lagi kan?” tanya Stevani.
“iya mbak, gaunnya sudah sesuai dengan permintaan aku sebelumnya” sahut Raihan. “Jadi gaunnya nanti akan dikirim satu hari sebelum hari H kehotel yang Buana” Lanjutnya.
“Baik Tuan. Akan kami usahakan. Setelah memperbaiki sedikit detailnya, kami akan kirimkan ke hotel” jawab Stevani.
“Aku ganti dulu ya baru kita pulang” sahut Raina.
“Kita makan dulu sayang. Kebetulan ada mama-mama gaul kita disini jadi sekalian saja” sahut Raihan.
__ADS_1
Mereka bertiga kemudian masuk ke ruang ganti. Setelah beberapa menit Raina keluar dari ruang ganti bersama dengan sahabatnya. Mereka semua kemudian meninggalkan Butik menuju restoran untuk makan bersama.
To Be Continued