Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Ternyata gara-gara butik


__ADS_3

Matahari menyinari bumi dengan sinarnya menyapa seluruh penghuni bumi. Pagi yang indah bagi sebagian orang tapi tidak berlaku untuk Rahmat. Sudah beberapa hari terakhir ini dia kalut dan stres memikirkan calon istrinya.


Keanehan sikap Kristina ternyata tidak hanya berlangsung hari pertama saja. Ini sudah masuk hari ketiga dan besok adalah hari lamarannya akan dilaksanakan tetapi Kristina dan Rahmat belum berkomunikasi dengan baik.


Kristina masih tetap dengan sikap sensitif dan cepat tersinggung dan Rahmat yang kacau dengan sikap calon istrinya itu.


Pesan darurat sudah dikirim dan tinggal menunggu anggota koalisi dicafenya. mereka masih berada di kediaman keluarga masing-masing.


Raihan datang bersamaan dengan Ivan yang juga baru tiba. Tak lama datang Anton menyapa semua yang ada diruangan itu.


"Mana Satrio kenapa belum datang?" tanya Anton yang melihat sisa Satrio yang belum nampak batang hidungnya.


Tak lama muncul Satrio dengan membawa tas perlengkapan memancing. "Maaf terlambat" sapanya ketika sudah duduk dikursi kosong.


Anton melirik penampilan Satrio yang seperti mau berangkat memancing "Kamu mau mancing? Sorry nih ganggu kegiatannya" tanyanya tidak enak.


"Bukan, ini penyamaran saja agar diizinkan keluar rumah. Ibu ratu dan ibu suri lagi berada dirumah. Tapi bos,besok kalau ditanya bilang saja kita mancing bersama" jawab Satrio


"Beres, yang penting tidak terjadi perang dunia ketiga seperti tetangga kita ini" sahut Anton sambil menunjuk Rahmat yang penampilannya seperti gelandangan.


Rahmat melirik Anton dengan tatapan mata yang dingin. "Gue sumpel mulut loe nanti pekai ******" omelnya.


"Sudah gak usah bertengkar, kami kesini kan untuk bantuin elo yang lagi galau ini" sahut Raihan.


"Jadi permasalahan hanya karena Anjeli dua hari ini terlalu sensitif dan kerjanya marah melulu sehingga Rahul galau" Anton mencoba merangkum permasalahannya.


Yang lain mendengarkan dan mulai berfikir "Saya rasa hanya satu yang bisa membuat Anjeli kembali seperti semula" ucap Satrio dengan penuh percaya diri jika sarannya akan sangat membantu.


"Apa itu" jawab yang lain kompak.


Satrio lalu menatap mereka satu persatu membuat yang lain menunggu kata yang keluar dari mulutnya "Butik" jawabnya yang membuat yang lain heran.


"Hei, apa hubungannya dengan PMS sama butik? Kamu ada-ada saja" sahut Anton.


"Nah inilah yang tidak kalian miliki, KEPEKAAN" ucapnya lagi.


"Maksudnya? Coba jelaskan lebih detail" tanya Ivan yang ikut penasaran sementara Rahmat hanya diam saja mendengarkan pembicaraan mereka.


Satrio lalu menghela nafas "Besok acara lamaran dan saya yakin Kristina belum memiliki gaun untuk acara lamaran itu. Sepertinya Kamis kemarin dia ingin mengajak Rahmat untuk kebutik mencari gaun yang akan dipakainya" jawab Satrio dengan panjang lebar.

__ADS_1


"Astaghfirullah, mampus gue. Gue lupa udah janji mau nemenin kebutik." ucap Rahmat lalu menepuk jidatnya.


"Nah sekarang loe mandi terus jemput dirumahnya dan bawa kebutik. Tapi jangan katakan dulu buat ini seperti kejutan" saran Raihan.


Tanpa berpikir panjang, Rahmat langsung bergegas masuk keruangan kerjanya. Yang lain tertawa melihat tingkah laku Rahmat.


"Dari mana kamu tahu kalau Anjeli mau pergi kebutik?" tanya Anton.


"Aku dengar dari istriku ketika telponan sama nona Aulia" Jawab Satrio. "Aku mendramatisir supaya Rahmat ingat apa yang telah ia dijanjikan" lanjutnya lagi.


 


Setelah semua drama antara Anjeli dan Rahul yang terlalu didramatisir seperti cerita film India yang jungkir balik mengejar cintanya.


Flashback on


Rahmat sudah berada didepan rumah Kristina, dengan bergegas turun dan berjalan menuju pintu rumah. Dia kemudian mengetuk pintu dan tak lama muncul mama Stella membuka pintu.


"Siang ma" sapa Rahmat sambil menyalami calon mama mertuanya.


"Wah menantuku datang, ayo masuk" Balas mama Stella.


"Ma Kristina dimana? Mau saya ajak keluar sebentar" tanya Rahmat.


"Ma, Dia masih marah jadi kalau bisa mama tolong bujuk supaya mau ikut keluar" Rahmat memohon.


"Kamu tenang aja, itu urusan mama" lanjut mam Stella Lalu berjalan menuju kamar Kristina. "Tok. tok. Kristina buka pintu" teriak mamanya.


"Ada apa mah" jawab Kristina ketika pintu telah terbuka.


"Mandi terus ganti baju mama tunggu diruang tamu, tidak pakai lama" perintah mamanya.


"Aku malas keluar mama" tolak Kristina.


"Mama tidak terima penolakan. pokoknya mama tunggu diruang tamu" ucap mamanya lalu pergi meninggalkan Kristina yang bengong dipintu. "Tunggu aja dia mandi dulu, emang dia marah kenapa?" tanya mama Stella.


"Maaf saya lupa jika sudah janjian sama Tina karena lagi ada masalah dengan cafe sehingga membuat dia marah ma" jawab Rahmat.


"Oalah kirain kenapa toh, mama kira dia lihat kamu jalan sama cewek" sahut mama Stella.

__ADS_1


'Gak mungkin ma Saya jalan sama cewek lain. sedangkan untuk dapatkan Kristina perlu perjuangan panjang ma, butuh 2 tahun untuk meluluhkan hati anak gadis mama itu" ucap Rahmat.


Tak lama turunlah Kristina dengan pakaian santai seperti biasa. "Kamu pakai gaun atau apa gitu supaya kelihatan lebih cantik" protes mamanya.


"Gak usah ma, terlalu cantik nanti saya yang repot" sahut Rahmat.


"Repot kenapa?"


"Repot menjaganya dari mata lelaki yang menatapnya" jawab Rahmat "Saya bawa Tina dulu keluar ma" ijinnya kemudian.


"Jangan pulang larut malam" pesan mama Stella. Rahmat dan Kristina kemudian berangkat menuju butik.


"Kita mau kemana sih? aku itu masih marah ya cuma karena ada mama aja tadi makanya aku gak nolak kamu ajak keluar" sahut Kristina.


"Nanti kamu juga akan tahu tujuan kita" jawab Rahmat. Kristina hanya diam sambil menutup matanya. Dia sebenarnya malas untuk bertengkar lagi makanya dia lebih memilih untuk diam.


Setelah perjalanan sekitar 30 menit, sampailah mereka disebuah butik terkenal. "Ayo kita turun" ajak Rahmat.


Kristina yang melihat butik itu kembali tersenyum bersemangat. Dengan bahagia dia berjalan memasuki butik dan memilih gaun untuk acara pertunangan besok.


Flassback off


Akhirnya rencana lamaran terlaksana juga, kini keluarga Lukman ayah dari Rahmat sudah berada di dalam rumah keluarga Machmud papa dari Kristina.


Sebagai teman lama Machmud dengan senang hati menyambut kedatangan keluarga Lukman, apalagi teman lamanya datang untuk melamar anak gadisnya.


Keluarga Machmud sudah berkumpul diruang keluarga. "Assalamualaikum. Selamat datang kepada keluarga Lukman, Terimakasih sudah berkenan singgah digubuk kami ini. Mungkin ada hal penting yang ingin disampaikan oleh pihak keluarga Lukman." ucap pak Machmud.


"Assalamualaikum. Terimakasih kepada keluarga Machmud teman lama saya atas sambutan yang hangat ini. memang ada hal penting yang harus disampaikan. Akan tetapi bukan saya yang akan menyampaikan tapi anak saya sendiri." Balas pak Lukman.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu. Adapun maksud kedatangan kami sekeluarga adalah untuk melamar anak bapak Machmud yang bernama Kristina Machmud untuk saya jadikan pendamping hidup saya sampai Tuhan memisahkan kami. Walaupun saya tahu bahwa saya bukan lelaki sempurna akan tetapi saya akan berusaha membahagiakannya. Saya harap lamaran saya ini diterima oleh Keluarga bapak." Lanjut Rahmat.


"Untuk hal ini kalau saya pribadi tentu akan dengan senang hati menerima lamaran ini ajak tetapi kita juga perlu mendengar apakah Anak saya menerima atau menolak lamaran ini. bagaimana sayang, apa kamu menerima Rahmat sebagai calon suami mu?.


"Iya. Saya menerima lamaran ini" Jawab Kristina singkat tapi membuat keluarga yang hadir bertepuk tangan dengan gembira mendengar keputusan dari Kristina.


"Terimakasih telah menerima lamaran dariku. Aku tidak berani berjanji untuk menjadi suami terbaik akan tetapi Aku akan selalu berusaha menjadi yang terbaik buatmu" ucap Rahmat.


Mama Dira kemudian berjalan menuju tempat duduk Kristina. Kristina langsung berdiri ketika calon mertuanya mendekati, Dia langsung menyambut pelukan hangat dari wanita yang telah melahirkan laki-laki yang dicintainya. Mama Dira kemudian memakaikan cincin tunangan dijari manis Kristina.

__ADS_1


Acara kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama. Raihan, Raina dan Aulia yang sejak pagi berada disana ikut menikmati kegembiraan sahabatnya itu. Anton yang datang bersama keluarga Rahmat ikut bergabung dengan sahabatnya.


Acara pertunangan itu hanya dihadiri keluarga Kristina dan Rahmat, mereka rencananya akan mengundang keluarga dekat ketika akad nikah dilangsungkan.


__ADS_2