
Pagi-pagi Raihan sudah mendapat panggilan dari Briptu Fauziah tentang kelanjutan dari kasus yang sedang ditangani olehnya.
Rencananya hari ini Raihan bersama dengan asisten Ivan akan mengunjungi kembali proyek apartemen dan juga meeting dengan team audit internal menjadi tertunda karena Briptu Fauziah meminta dia untuk segera kekantor polisi.
Saat ini Raihan yang baru tiba diresto hotel untuk sarapan pagi. Dia berjalan bersama Ivan dan pengawal memasuki restoran. Rahmat, Anton dan Iptu Faizal sudah berada di dalam restoran menunggunya untuk sarapan pagi.
Dengan melambaikan tangannya Anton memanggil Raihan agar dia cepat bergabung dengan mereka karena makanan sudah menunggu dari tadi.
Raihan mendekati mereka dan duduk dikursi kosong diikuti oleh Asisten Ivan dan kedua pengawalnya. Mereka kemudian menikmati sarapan pagi yang sudah tersaji dimeja.
"Perlu dipesankan lagi makanan atau minuman?" tanya Anton setelah mereka menyelesaikan sarapannya.
"Pesankan kopi hitam. Kita ngopi-ngopi dulu baru berangkat" ucap Raihan.
Anton kemudian memesan 7 gelas kopi untuk mereka semua yang ada dimeja itu. "Rai, pagi ini rencananya loe kemana dulu?" tanya Anton.
"Gue ada panggilan dari Briptu Fauziah untuk datang kekantor polisi pagi ini" jawab Raihan.
"Jadi keproyek batal? tanya Anton.
"Nanti siang saja setelah makan siang kita kesana" jawab Raihan.
Pembicaraan terhenti ketika pelayan datang menyajikan kopi hitam untuk mereka.
"Kalau begitu gue sama Rahmat mau nyari oleh-oleh khas Makassar buat orang dirumah, nanti siang kita ketemu diresto untuk makan siang" ucap Anton.
"Boleh, eh Nanti cari restoran yang menyajikan makanan laut paling terkenal di kota ini. Dan harus makanan khas Makassar"
"Tenang saja saya ada rekomendasi tempat yang menyajikan makanan laut" ucap Iptu Faizal.
Setelah menghabiskan kopi hitamnya Raihan bersama Ivan diikuti oleh pengawalnya berangkat lebih dulu menuju kantor polisi. Sopir kantor telah menunggunya didepan hotel untuk mengantarkan mereka.
"Pagi tuan" sapa sopir seraya membuka pintu mobil untuk Raihan.
"Pagi pak, kita langsung kekantor polisi pak" ucap Raihan lalu masuk kedalam mobil diikuti oleh asisten Ivan. sementara pengawal ikut dimobil lain.
__ADS_1
Sesampainya di kantor polisi, Raihan bersama Ivan masuk kedalam kantor polisi menunju ruangan penyidik tempat Briptu Fauziah berada.
"Selamat datang, silahkan masuk" ucap Briptu Fauziah.
"Terima kasih Briptu Fauziah, Bagaimana kabar?" ucap Raihan seraya menyalami Briptu Fauziah.
"Alhamdulillah saya baik, Mari silahkan duduk" ucap Briptu Fauziah mempersilahkan tamunya "Anda juga silahkan duduk" ucapnya yang melihat asisten Ivan berdiri saja ditempatnya.
"Saya disini saja Bu" ucap Ivan.
"Duduklah Van" perintah Raihan. Ivan langsung duduk di kursi kosong dekat tempat duduk Raihan. "Ada informasi apa sehingga saya diminta untuk datang pagi ini? tanyanya kemudian.
"Begini, Saya menemukan beberapa nama yang berhubungan dengan tersangka dalam kasus penggelapan ini. Nama-nama ini adalah nama penerima aliran dana hasil penggelapan" ucap Briptu Fauziah.
"Ada berapa orang?" tanya Raihan.
"Data yang saya dapatkan itu 6 orang. Ini bukti transfer dari rekening mereka. saya juga memilah berdasarkan jumlah transaksi. Dibawah 50 juta saya singkirkan dan ini semua diatas 50 juta.
"Ivan, coba periksa nama-nama ini. Apa ada yang kamu kenal? ucap Raihan sambil menyerahkan daftar itu ketangan Ivan. Dengan serius Ivan memeriksa nama-nama itu, sambil berdecak dia membuka lembaran demi lembaran kertas itu.
"Serius loe kenal mereka semua? nada bicara Raihan sudah meninggi mendengar ucapan dari Ivan.
"Gak semua orang saya kenal, hanya beberapa nama yang saya kenal" Jawab Ivan.
"Kamu tandai nama yang kamu kenal secepatnya kita akan proses mereka untuk dimintai keterangan. Jangan sampai mereka hanya perantara, saya curiga ujungnya hanya menyisakan 1 atau 2 nama saja" ucap Raihan.
"Kami ada kecurigaan juga. Hanya saja untuk melacak rekam jejak transaksi perbankan mereka harus seijin dari petinggi kepolisian dan pejabat tinggi bank tersebut" Briptu Fauziah mengeluhkan keterbatasan mereka dalam menyelidiki.
"Kalau masalah itu anda tenang saja, itu urusan Ivan." ucap Raihan.
Ivan melongo mendengar ucapan Raihan " Masa gue lagi, kan yang kenal dengan mereka dia" protes Ivan tapi hanya dalam hati.
Tok tok tok.
"Masuk" sahut Briptu Fauziah.
__ADS_1
"Selamat pagi, Ada yang ingin bertemu dengan ibu. Katanya mereka pengacara Buana Group" lapor seorang polisi yang berjaga di depan kantor polisi.
"Suruh langsung masuk saja"
"Siap laksanakan" ucap polisi itu lalu meninggalkan ruangan.
Tak lama muncullah team pengacara diantar salah seorang polisi.
"Selamat pagi Tuan, asisten Ivan dan ibu polisi" ucap salah satu dari mereka.
"Selamat pagi. Perkenalkan nama saya Briptu Fauziah Latif." ucapnya memperkenalkan diri.
"Saya Ketua team pengacara, nama saya Malik Ibrahim SH, didampingi oleh Agustinus Siahaan SH." ikut memperkenalkan diri.
"Berita acara pemeriksaan sudah lengkap disertai dengan bukti-bukti." ucap Briptu Fauziah sambil berdiri dan berjalan menuju meja kerjanya untuk mengambil kardus yang berisi berkas pemeriksaan dan bukti-bukti yang telah disiapkan.
Dia kemudian berjalan kembali kemudian meletakkan kardus itu diatas meja "Semua salinan berita acara pemeriksaan dan salinan bukti-bukti kasus ada didalam kardus ini, silahkan diperiksa. Pagi tadi kasus ini sudah dilimpahkan ke kejaksaan jadi BAP dan bukti yang asli sudah berada di kejaksaan untuk diteliti lebih lanjut." ucap Briptu Fauziah.
"Kalau boleh tau siapa jaksa yang menangani kasus ini? tanya pak Malik.
"Namanya Arifin Nurdin SH, dia bertugas di kejaksaan negeri bagian Tindak Pidana Korupsi" jawab Briptu Fauziah.
"Syukurlah jika bapak Arifin yang menangani, dia terkenal kejam kepada koruptor" ucap pak Malik.
"Saya minta mereka dihukum seberat-beratnya dan penyitaan aset mereka segera di laksanakan" sahut Raihan tegas.
"Baik Tuan akan kami usahakan untuk menghukum seberat-beratnya dan menyita aset mereka. Team audit internal juga sudah mengirimkan kami bukti-bukti yang sangat memberatkan sehingga bisa dijatuhi pasal berlapis seperti penyalahgunaan jabatan, korupsi, penipuan dan pencucian uang" ucap Pak Malik.
"Baiklah saya serahkan kepada kalian untuk kasus ini, saya akan fokus untuk menyelesaikan permasalah dengan subkontraktor. Terimakasih Briptu Fauziah, kami permisi dulu" ucap Raihan sambil mengulurkan tangannya.
Briptu Fauziah menyambut uluran tangan dari Raihan "Sudah tugas Saya untuk membantu" ucapnya kemudian.
"Sampai ketemu nanti siang" ucap Raihan lalu meninggalkan ruangan itu bersama Ivan. Mereka melanjutkan kunjungan ke kantor cabang buana untuk bertemu dengan staff keuangan dan staff projects guna membahas penyelesaian pembayaran yang tertunda karena korupsi GM dan Manager mereka.
Meeting kali ini juga untuk memeriksa kinerja mereka untuk mencari pengganti Manager Keuangan serta projects manager.
__ADS_1
To Be Continued