
Aulia hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan dari sahabatnya itu. Raina sampai heran dengan pemikiran aneh sahabatnya itu "Suamimu bukan gak suka tapi suka banget makanya gak sabaran jadi langsung dirobek saja. Coba aja nanti tanyain boleh beli baju haram atau tidak? gue yakin 100% suamimu mau kamu beli itu." ucap Raina meyakinkan Kristina jika suaminya menyukai baju haram itu.
"Betul itu. Andaikan saja waktu itu gue sama Raina gak lagi halangan pasti bernasib sama dengan loe" ucap Aulia.
"Jadi kalian masih virgin? Kalian berdua enak dong, gue udah babak belur tiap malam digempur sama suami gue" keluh Kristina.
"Babak belur tapi loe suka kan?" tanya Raina dengan menaik turunkan alisnya menggoda sahabatnya itu.
"Pertamanya sih sakit tapi lama-lama enak banget, walau babak belur gue juga ketagihan. Entah bagaimana nanti malam gue bisa tidur tau enggak karena gak ada yang meluk gue"Ucap Kristina vulgar.
"Aduh kita berdua kalah langkah dengan sahabat kita ini Ra" ucap Aulia.
"Sepertinya dia lebih pengalaman dari kita Marimar" ucap Raina.
"Kalian berdua jangan iri dong. Gue juga terpengaruh oleh rayuan babang Mamat yang membuat gue pasrah melayani keinginannya" sahut Kristina.
"Kami gak iri hanya senang karena kamu bisa bahagia dengan suamimu. Eh suami elo romantis gak? tanya Aulia.
"Gak tau juga sih, soalnya kan gue gak pernah tuh yang namanya pacaran jadi gak ngerti yang mana dikatakan romantis" jawab Kristina.
"Emang sikap suami elo dirumah bagaimana? tanya Raina.
"Biasa aja sih, Cuma kalau tidur selalu meluk trus kalau bangun pagi suka nyosor duluan. Ganti baju mesti disiapkan trus gue dilarang ngapa-ngapain dirumah katanya nanti capek atau apalah. Jika diluar suka ditanyain lagi apa, sudah makan atau belum, sudah pulang, pokoknya cerewet banget deh" keluh Kristina.
"Romantis banget sih suamimu, Gue gak pernah ditanyain begitu" ujar Aulia.
"Ngapain ditanyain. kalian berdua kan satu kantor, pasti makan siang bareng trus pergi dan pulang kerja pasti bareng terus" sahut Raina.
"Ih kamu oon banget sih, ngapain juga suami loe nanyain dimana, lagi apa atau sudah makan atau belum karena pasti dia tau loe lagi ngapain. Tinggal nengok aja sudah tau. oon sih" ucap Kristina kepada Aulia.
"Hahaha. Si oneng ngatain gue oon, gak nyadar dia" sahut Aulia. "Yang selama ini Oneng dari kita bertiga kan elo bukan gue" lanjutnya.
"Sudahlah, habiskan makanannya baru kita ke mall shopping" ucap Raina melerai perdebatan keduanya.
"Gue belum terima dia ngatain gue oon" sahut Aulia.
"Udah dong. Begitu aja dipermasalahkan. Habiskan makananmu cepat atau gue tinggal" ancam Raina.
"Maafin deh ngatain loe oon padah loe gak kayak gitu hanya sedikit Oneng aja sih" ucap Kristina.
"Tuh kan dia mulai lagi. Awalnya enak didengar tapi akhirnya bikin nyesek banget" Sahut Aulia.
"Udah ah. Ayo kita ke Mall, Kalian tunggu sebentar gue selesaikan dulu pembayarannya" Raina berjalan menuju kasir untuk menyelesaikan pembayaran. Setelah selesai dia berjalan keluar dari restoran. Aulia dan Kristina menunggu diparkiran.
__ADS_1
"Gue ikut elo ya" ucap Kristina.
"Bilang aja mau nyobain mobil baru" ejek Aulia.
"Tau aja loe, gue juga pengen kali ngerasain naik mobil mahal" ucap Kristina.
"Udah ah dari tadi berdebat melulu. Anjeli naik ke mobil, kalo Loe ladeni dia bisa-bisa gak jadi ke mall." potong Raina yang melihat kedua sahabatnya berdebat terus.
Raina dan Kristina satu mobil sementara Aulia dengan mobilnya sendiri meluncur dijalankan ibukota menuju Mall terbesar untuk shopping.
Mereka kini berada di dalam Mall. Sembari berkeliling mall, mereka sekalian melihat-lihat barang yang menarik.
"Ke toko itu dulu, gue mau beli baju kerja" ajak Aulia seraya menunjuk salah satu toko yang menjual pakaian kerja.
"Loe gak beli juga pakaian untuk dipakai mengajar?" tanya Raina kepada Kristina yang hanya tinggal duduk di sampingnya.
"Gue belum bilang sama suami gue kalo mau belanja" Jawab Kristina.
"Pilih saja nanti gue bayar. itung-itung buat ngerayain gue dapet mobil baru" ucap Raina.
"Serius loe?" tanya Kristina dan diangguki oleh Raina. Dengan semangat 45 dia berlari mendekati Aulia yang sedang memilih baju.
"Katanya gak mau belanja?
"Ra. loe curang. Masa cuma Anjeli yang dibelanjain gue juga dong" teriak Aulia.
"Pilih aja nanti gue bayar tapi habis ini temani gue pilih baju oke" ucap Raina yang dibalas acungan jempol.
Setelah memilih pakaian kerja yang akan dibelinya Aulia dan Kristina berjalan menuju kasir. Dia menyerahkan kepada kasir untuk di-scan.
"Ra bayar dong" ucap Aulia.
Raina kemudian mendekati mereka lalu membuka dompetnya untuk mengambil kartu kredit miliknya.
"Mbak katanya dapat diskon jika memperlihatkan kartu ini" ucap Raina sambil menyerahkan kartu VIP yang diberikan oleh Suaminya. Kasir menerima dan menscan kartu VIP itu. Dia kaget ternyata kartu itu khusus buat keluarga pemilik Mall.
"Maaf nyonya jika pelayanan kami kurang berkenan" ucap kasir itu kepada Raina dia juga menekan tombol untuk memanggil managernya.
"Eh kenapa mbak? tidak bisa dipakai kartunya?" tanya Raina penasaran.
"Bukan mbak, tunggu sebentar saya sudah panggil manajer untuk melayani anda" ucap kasir. Tak lama muncul manajer mendekati kasir.
"Ada apa? tanya manager itu. kasir lalu memperlihatkan kartu VIP milik Raina. "Maaf nyonya kami tidak tahu jika anda akan datang berbelanja" ucap Manager itu.
__ADS_1
"Selesaikan saja pembayaran pakaian yang sudah dipilih teman saya" ucap Raina lalu menyebar black card miliknya.
"Totalnya tiga juta lima ratus setelah dipotong diskon 50% nyonya" ucap Manager yang langsung melayani mereka.
Tiba-tiba muncul dari pintu masuk beberapa orang dengan berpakaian rapi. "Selamat siang nyonya, perkenalkan saya Handoko Direktur World Star Mall dan mereka staff yang siap melayani anda" ucap Direktur mall itu.
"Selamat siang pak, tidak perlu repot-repot. kami hanya ingin berbelanja sedikit pakaian. Silahkan lanjutkan pekerjaan anda" ucap Raina yang masih agak kaget dengan kedatangan mereka.
"Baiklah nyonya tapi biarkan staff saya ini menjaga anda selama berbelanja disini"
"Baiklah kalau begitu. Mbak itu saja yang menemani kami pak" ucap Raina sambil menunjuk salah satu staff wanita yang bersama Direktur.
"Baik nyonya. Mila kamu temani nyonya untuk berbelanja. Maaf kami permisi dulu" ucap Pak Handoko lalu meninggalkan toko itu.
Setelah menyelesaikan pembayaran mereka meninggalkan toko ditemani Mila staff Mall.
"Mbak Mila. Boleh saya bertanya?
"Silahkan nyonya"
"Dari mana direktur tau jika saya datang berbelanja?" tanya Raina penasaran.
"Maaf nyonya, ketika kartu VIP discan maka otomatis sistem akan memberikan informasi tentang anggota keluarga buana group sedang berbelanja disalah satu outlet di mall ini" jawab Mila.
"Oh begitu." sahut Raina mengerti.
Mereka kemudian melanjutkan berbelanja pakaian kasual, mereka juga berbelanja baju haram seperti yang di rencanakan oleh Aulia sebelumnya.
"Masih ada yang mau dibeli gak? tanya Raina.
"loe gak belanja pakaian bermerek? yang loe beli pakaian diskonan" ucap Aulia heran dengan sikap temannya.
"Gue gak suka pakaian bermerek. Semuanya juga sama saja yang penting nyaman dipakai" ucap Raina.
"Kan gak ada salahnya loe beli gaun buat nemenin suamimu, apa gak malu jika nantinya kalian berdua jalan trus kamu dengan pakaian biasa" sahut Aulia.
"Biasa aja tuh. ya udah kita ketempat yang jual pakaian bermerek. Mbak Mila masih sanggup kan? tanya Raina.
"Masih nyonya" ucap Mila tersenyum. Dia juga sebenarnya kagum dengan kesederhanaan Istri dari pewaris tunggal Buana Group.
Mereka kemudian memasuki salah satu butik kenamaan. Raina bersama sahabatnya melihat-lihat gaun yang ada dipajangan.
To Be Continued.
__ADS_1