Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Makan Malam bersama part 1


__ADS_3

Malam ini Raihan sedang berada di mansionnya menunggu kedatangan keluarga Raina, Aulia, Kristina dan keluarga sahabat dekatnya. Mereka diundang oleh kakeknya untuk makan malam bersama seraya berkenalan dengan keluarga besan sebelum acara pernikahan nanti.


Raihan sudah sejak tadi berpakaian rapi dan elegan khusus untuk menyambut kedatangan keluarga calon istrinya. Seharian ini memang mereka tidak bertemu dikarenakan Raihan sibuk dengan rencana proyek barunya yang akan segera dijalankan.


Flashback on.


Pagi-pagi Raihan berencana menjemput Raina. Dia sudah berada diatas mobilnya menuju rumah Raina.


Drtt. Drtt.


HP-nya bergetar menandakan ada panggilan masuk. Dia melihat Id penelepon yang ternyata dari sekertaris Anya.


"Ada apa pagi-pagi sudah menelepon?" tanya Raihan setelah mengangkat telponnya.


"Maafkan sudah mengganggu tuan. Perwakilan dari Cosword Company sudah menunggu dikantor. Mereka mengubah jadwalnya karena siang ini mereka sudah kembali ke London." Sahut Anya.


"Baiklah saya kekantor sekarang" jawab Raihan lalu mematikan sambungan teleponnya. Dia kemudian menghubungi Raina untuk memberi tahukan jika tidak bisa menjemput pagi ini.


"Halo sayang, maaf pagi ini aku tidak bisa menjemputmu karena ada meeting penting pagi ini" sahut Raihan ketika sambungan telepon dijawab oleh Raina.


"Baiklah, aku berangkat sendiri kekampus. sudah lama juga tidak nyetir sendiri" jawab Raina.


"Kamu tidak apa-apa kan jika berangkat sendiri? tanya Raihan.


"Santai saja sayang, lagian aku juga ada janji dengan Kristina siang nanti" Sahut Raina.


"Baiklah sayang. Hati-hati dijalan ya, Love you and Happy nice day" ucap Raihan.


"Love you too and happy nice day" jawab Raina kemudian mematikan sambungan teleponnya.


Raihan kemudian memutar arah dan menuju kantornya.


Flashback end


Tok tok tok.


Suara ketukan pintu terdengar. Raihan berjalan mendekati pintu lalu membukanya. Dia melihat pelayan berdiri didepan pintu kamarnya.


"Kenapa Bik?" tanya Raihan.


"Ada tamu katanya dari Keluarga Tuan Machmud. Mereka sudah ada diruang tamu" Sahut pelayan itu.

__ADS_1


"Baiklah nanti saya turun" ucap Raihan kemudian melangkah keluar dari kamar menuju ruang tamu.


"Selamat datang om dan Tante serta Kristina. Maaf jika saya terlambat menyambut kedatangan keluarga anda" sahut Raihan menyapa tiga orang yang sudah datang.


"Terimakasih atas sambutannya. Tidak apa-apa jika terlambat menyambut kedatangan kami karena mungkin kami yang terlalu cepat datangnya" balas Pak Machmud papa dari Kristina.


"Silahkan duduk om Tante sambil menunggu kedatangan yang lain. Raina juga katanya masih dijalan" sahut Raihan mempersilahkan tamunya duduk.


"Terimakasih, Tuan Cakra dimana? tanya Pak Machmud.


"Kakek masih dikamarnya, dia juga lagi siap-siap menyambut kedatangan om dan Tante."Jawab Raihan.


Tak lama berselang muncul pelayan mengantarkan keluarga papa Chandra memasuki ruang tamu.


"Selamat datang papa Chandra dan mama Indi, Raina kemana? ucapnya menyambut kedatangan keluarga calon istrinya sambil mencium tangan kedua calon mertuanya tapi tidak melihat Raina bersama mereka.


"Dia dibelakang, katanya lupa mengambil HP-nya dimobil" jawab mama Indi.


"Silahkan duduk dulu saya kedepan nyari Raina dulu" ucap Raihan mempersilahkan keduanya duduk lalu berjalan kedepan mencari calon istrinya meninggalkan kedua keluarga yang saling bersalaman.


Setelah sampai di di pekarangan rumah dia melihat Raina berjalan menuju kearahnya. Raihan menyambutnya dengan tangan yang direntangkan. Raina berjalan mendekat lalu memeluk Raihan dengan erat.


"Kirain gak Dateng karena cuma lihat papa sama Mama Indi yang masuk" sahut Raihan.


"Pelukannya nanti saja, antar kami masuk dulu" ucap Anton yang datang bersamaan dengan Rahmat dan keluarganya.


"Cih. Mengumbar kemesraan, udah gak tahan ya?" sahut Rahmat menimpali.


Raihan menoleh dan dengan tingkah malu-malu karena kedapatan berpelukan. "Mari kita kedalam, papa Chandra dan om Machmud sudah ada didalam" sahut Raihan lalu berjalan didepan sambil menggandeng tangan Raina.


Mereka mengikuti langkah kaki Raihan memasuki mansion.


"Selamat datang" sambut pelayan sambil menunduk memberi hormat setelah membukakan pintu masuk.


Keluarga Anton dan keluarga Rahmat memasuki ruangan tamu yang luas itu sambil berdecak kagum dengan kemewahan interior ruangan itu.


Mereka kemudian disambut oleh Kakek Cakra yang sedang ngobrol dengan om Machmud dan papa Chandra.


"Selamat datang dirumah kami, terimakasih sudah berkenan memenuhi undangan makan malamnya" sambut Kakek Cakra yang duduk diatas kursi roda.


"Terimakasih atas undangan makan malamnya, perkenalkan saya Andika dan ini istri saya Arini beserta anak saya Anton"sahut papa Andika memperkenalkan keluarganya sambil berjabat tangan disusul mama Arini dan Anton.

__ADS_1


"Perkenalkan saya Arini, saya pernah ketemu dengan Tuan Cakra dulu" sahut mama Arini


"Maaf jika saya sudah lupa." ucapnya sambil tersenyum "Ini toh sahabatnya Raihan, salam kenal saya kakeknya Raihan." sahut Kakek Cakra yang tangannya sedang dicium oleh Anton.


"Iya kek, saya sahabatnya Raihan" jawab Anton.


"Perkenalkan saya Lukman dan ini istri saya Dira dan anak saya Rahmat" Sahut papa Lukman sambil berjabat tangan diikuti istrinya.


"Perkenalkan kek saya Rahmat sahabatnya Raihan" sahut Rahmat sambil mencium tangan Kakek Cakra.


"Hahahaha. Terima kasih telah menjadi Sahabat cucuku" sahut kakek Cakra "Silahkan duduk" ucapnya mempersilahkan tamunya duduk "Raina, sini duduk didekat kakek" Panggilnya yang melihat Raina berdiri bersama Raihan.


Raina kemudian mendekati kakek Cakra lalu mencium tangan dan memeluk kakek Cakra.


"Pelukannya jangan lama-lama, calon istri saya tuh" Protes Raihan yang melihat kakeknya memeluk Raina.


"Cih. sama kakek sendiri cemburuan" sahut kakek Cakra dan diikuti gelak tawa dari sahabatnya. "Raina tolong bantu kakek pindah ke sofa" ucapnya lalu berdiri dari kursi roda. Raina dengan sigap memegang tangan Kakek Cakra dan membantunya pindah ke sofa panjang. Kakek kemudian duduk bersama Raina.


"Kan bisa panggil saya kenapa mesti Raina yang bantu kakek" cibir Raihan


"Kamu didalam atau diluar saja disini sudah ada Raina yang menemani kakek" Canda kakek Cakra.


"Cih, mentang-mentang sudah ada calon cucu mantunya, cucu kandung dilupakan" protes Raihan.


"Selamat malam, maaf saya terlambat" ucap Papa Rindra yang baru tiba bersama keluarganya.


"Rindra selamat datang, sudah lama kita tidak bertemu" sambut Kakek Cakra.


"Kakek kenal dengan papanya Aulia?" tanya Raina heran.


"Kami pernah menjalin hubungan kerjasama" jawab kakek Cakra.


"Perkenalkan tuan ini istri saya dan Aulia anak saya" sahut papi Rindra memperkenalkan keluarganya.


Kakek Cakra menyalami mami Rani dan Aulia. "Anakmu cantik juga ya, yang mana nih calon suaminya?"


"Saya kek, calon suaminya Aulia" sahut Anton sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Jadi calon istrimu anaknya Rindra? wah selamat ya calon istrimu cantik juga. tapi masih lebih cantik cucu mantuku" goda kakek Cakra yang disambut dengan gelak tawa Mereka.


Ruang tamu mansion yang besar sehingga mampu menampung banyak orang itu jadi ramai dengan kedatangan lima keluarga. Asisten Bobi yang bejalan dari ruang keluarga memuji ruang tamu hanya tersenyum bahagia melihat kedekatan dan kegembiraan diruang tamu.

__ADS_1


"Maaf mengganggu, Tuan makanan sudah siap" sahut Asisten Bobi.


"Ayo kita makan malam dulu baru kita ngobrol-ngobrol lagi" ucap kakek Cakra kemudian berdiri dibantu oleh Raina dan Asisten Bobi. Dengan memakai kursi rodanya sambil didorong oleh Raina dia menuju ruang makan diikuti yang lain.


__ADS_2