Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Nonton Film India


__ADS_3

Warning


Dalam episode ini agak sedikit vulgar, jika pembaca belum genap 21 tahun harap diskip saja.


 


Raina sedang menikmati tontonan film India diruang keluarga setelah selesai makan malam, sementara suaminya sedang berbicara dengan papanya diruang kerja.


Karena terlalu fokus menonton film dia tidak menyadari suaminya telah berada di sampingnya. "Filmnya baru ya?" tanya Raihan yang membuat Raina terlonjak kaget.


"Ah mas ngagetin saja" sahut Raina lalu kembali menatap layar TV didepannya.


"Film baru atau film lama?" tanyanya kembali.


"Film lama sih, Tahun 2015" jawab Raina.


"Action?


"Drama misteri, judulnya Drishyam. Dibintangi Ajay Devgan" jawab Raina.


"Putar ulang dong, aku kan mau juga nonton"


"Enak aja, filmnya sudah mau habis minta diputar lagi. Nonton sendiri nanti"


"Kalau gitu ceritakan spoilernya jika tidak mau diputar ulang"


"Baiklah, Filmnya bercerita tentang kehidupan keluarga dengan 2 orang anak perempuan. Anak pertamanya sudah SMA sedangkan anak kedua masih SD. Hobi ayahnya menonton film India. Semua film dia tonton sampai dia lebih sering menginap dikantornya dari pada dirumahnya. Singkatnya anak pertamanya sedang studi tour dan direkam oleh cowok lagi ganti baju dikamar mandi. Cowok itu datang menemui dan mengancamnya. malamnya cowok itu datang lagi di gudang belakang rumah dia mengancam akan menyebarkan video itu Ibunya yang melihat datang memohon tapi cowok itu memukulnya. Sampai anak gadi itu mencoba merebut HP tapi tidak berhasil lalu memukulnya dengan pipa. cowok itu meninggal karena pendarahan di otak. ibu dan anak itu mengubur didepan rumahnya dan dilihat oleh anak bungsunya. Ayahnya juga tau hal itu, Ayahnya pun menyingkirkan semua bukti dan membuat alibi. Mulai dari jalan-jalan keluar kota, nginap di hotel dan makan diresto semu dia rencanakan." Raina menjeda ceritanya lalu minum air putih didepannya.


"Terus bagaimana lagi?"


"Sampai orang tua cowok itu menyadari jika anaknya hilang, kebetulan ibunya adalah perwira tinggi polisi, dia mulai melacak ponsel Sampai mobil yang ditenggelamkan ditemukan. polisi pun mencurigai mereka jadi diinterogasi namun jawabannya semu sama. Mereka juga disiksa sampai anak bungsunya dipukul jadi dia mengaku. polisi pun menggali kembali tempat mengubur mayat cowok itu tapi hanya bangkai anjing." lanjutnya bercerita.


"Terus bagaimana selanjutnya?"


"Nonton dong, itu udah sampai dimana bangkai anjing ditemukan" tunjuk Raina kearah tv. Raina kembali serius menatap TV.

__ADS_1


"Wah betul-betul pintar ayahnya. Dia mengadaptasi dari film, mulai dari menyembunyikan barang bukti sampai membuat alibi diadaptasi dari cerita film" sahut Raihan.


"Sepertinya polisi nyerah dengan penyelidikan mereka" sahut Raina.


"Bagaimana tidak nyerah, tidak ada bukti yang mengarah ke mereka" ucap Raihan. "Dia sudah yakin jika anaknya akan membocorkan informasi makanya dia memindahkannya. Tapi kira-kira dimana dia mengubur mayatnya? " tanyanya.


"Itu masih misteri. Lihat akhirnya polisi itu tau kelakuan anaknya. Nah kan sekarang jadi bumerang, ibu cowok itu diskorsing karena melakukan introgasi tanpa melalui pengadilan." sahut Raina.


Mereka kembali serius menonton. Pasangan pecinta film India itu sangat kompak. Mertuanya yang melihat mereka berdua dari jauh hanya geleng-geleng kepala.


"Pah, akhirnya Raina menemukan teman nonton film India" sahut mama Indi.


"Iya mah, ayo kita tidur dari pada nanti dipaksa nonton lagi" ucap papa Chandra.


"Wah gak nyangka banget, dia menguburnya di lokasi pembangunan kantor polisi. Walau jahat sih sebenarnya tapi dia juga gentle karena meminta maaf karena telah membunuh anak polisi itu." sahut Raihan " Udah ah kita kekamar, Giliran kamu lagi yang harus dihukum"


"Loh emang salahku apa Sampai harus dihukum?


"Kesalahan besar, karena terlambat pulang kerumah" jawab Raihan lalu menggendong istrinya.


"Diamlah, nanti kamu terjatuh kalau berontak terus" ancam Raihan membuat Raina melingkarkan tangannya di leher suaminya itu. Setelah sampai dikamar Raihan menurunkan istrinya ditempat tidur.


"Tidurlah, kamu pasti lelah jalan-jalan dengan sahabatmu" ucap Raihan lalu mengecup bibir istrinya. Dia kemudian berjalan menuju kamar mandi.


"Dia pasti lagi ada masalah besar, gak biasanya dia berusaha tetap tenang didepanku" ucapnya dalam hati.


Setelah suaminya keluar dari kamar mandi dia kemudian mendekati suaminya. "Apapun masalahnya, gak usah menutupinya dan berusaha tetap tegar didepanku" ungkap Raina.


"Aku hanya gak mau membebani fikiran mu dengan masalah keluargaku" sahut Raihan.


"Mau sama siapa lagi mas bercerita kalau bukan sama aku. Tapi jika tidak mau bercerita tidak apa-apa, aku bisa nunggu sampai mas menceritakan semua" ucapnya lalu memeluk erat tubuh suaminya.


Raihan membalas pelukan itu kemudian menangkup wajah istrinya dan mencium bibir yang sudah menjadi candunya.


Raina membalasnya, Ciuman itu semakin menuntut membuat Raihan mengangkat tubuh istrinya ketempat tidur. Tangan Raihan mulai menjelajahi lekuk tubuh istrinya. Entah bagaimana pakaian Raina sudah lepas dari tubuhnya. Bibir Raihan terus mengecup leher dan turun ke bukit kembar itu.

__ADS_1


Malam panas pun tersaji didalam kamar tidur itu.


 ------------------------------------------------------


Weekend telah selesai, aktivitas pegawai kantoran kembali ke rutinitas masing-masing. Seperti biasa, mereka sarapan bersama sebelum memulai aktifitas.


"Kamu pagi ini berangkat kuliah sayang?" tanya Raihan kepada istrinya.


"Kuliah, Ada jadwal jam 9 pagi" jawab Raina.


"Mau berangkat bareng?


"Gak usah, lagian kalau sama mas nanti terlalu cepat sampai dikampus, malas aku nunggu lama-lama" jawab Raina.


"Baiklah, oh iya sayang. Akan ada pengawal yang akan selalu mengawasimu dari jauh, dan ada pula nanti pengawal wanita mengawasi dari dekat. Ini perintah dari kakek yang menghawatirkan keselamatan kamu" sahut Raihan


"Aku bisa jaga diri kok, gak usah pakai pengawal segala. aku gak mau jadi perhatian dengan adanya pengawal segala"


"Gak boleh nolak. Mereka hanya akan muncul jika kamu dalam bahaya, mereka juga berbaur dengan kalian" sahutnya lagi.


"Tapi kan aku..


"Eits. Gak ada penolakan. Mas udah kirim nomer pengawal itu di WAmu supaya kamu bisa hubungi jika ada yang gangguin kamu" potong Raihan


"Baiklah, yang penting tidak terlalu mencolok" Raina menyerah, dia tidak mungkin menang berdebat dengan suaminya apalagi semua itu demi kebaikannya juga.


Papa Chandra dan mama Indi hanya diam mendengarkan Tampa mau ikut campur dengan perdebatan pasutri itu.


"Papa duluan ya, kalian hati-hati berangkatnya. Baik-baik dirumah sayang" Papa Chandra mengecup kening istrinya sebelum berangkat kerja.


"Aku juga berangkat sayang" ucap Raihan. Mereka berdua berjalan menuju pintu keluar. "Hati-hati nanti berangkatnya sayang"


"Mas juga hati-hati ya" ucapnya sambil mencium tangan Raihan dan dibalas dengan kecupan lembut didahinya.


Raihan kemudian berangkat menuju kantornya diantar sopir pribadinya. Sekarang dia mesti lebih hati-hati demi keselamatan orang-orang yang dicintainya.

__ADS_1


__ADS_2