Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Jalan bersama sahabat dan mama


__ADS_3

Raihan sudah berangkat bersama papa Chandra menuju kolam pemancingan ikan. Sementara Raina yang sudah siap baru keluar dari kamarnya dan melangkah menuruni tangga.


"Mama, aku berangkat dulu" teriaknya.


"Gak usah teriak-teriak. Sudah punya suami masih saja kelakuannya kayak anak gadis" omel mama Indi.


"Gak usah ngomel-ngomel mamaku sayang, anakmu yang cantik ini pergi dulu ya" ucap Raina.


"Tunggu, mama ikut." ucap mama Indi.


Raina langsung berbalik menatap mamanya "Tapi mah, aku kan mau ngumpul sama teman-teman masa mama ikut" tolaknya karena merasa mamanya pasti akan bosan.


"Mama kan akan ngumpul sama teman-teman mama juga. Raihan sudah boking restorannya jadi sayang jika mama sama teman-teman tidak ikut" sahut mama Indi memberitahu Raina.


"Ya udah ayo kita pergi"


"Mama ambil tas dulu, tunggu dimobil" ucap mama Indi lalu bergegas menuju kamarnya sementara Raina berjalan keluar rumah untuk memanaskan mesin mobilnya.


Mama Indi kemudian memasuki mobil Raina. Mereka berdua lalu berangkat menuju restoran tempat Raina janjian dengan sahabatnya.


Sementara diresto sudah datang Aulia bersama dengan mamanya dan mama mertuanya.


"Maaf nona, Restoran telah dibooking jadi kami tidak menerima pelanggan lagi" ucap pegawai restoran yang berjaga di pintu.


"Atas nama Rania kan yang boking restorannya?" tanya Aulia.


"Iya nona" jawab pegawai itu.


"Kami tamunya" sahut Aulia.


"Maafkan kami yang tidak mengenal anda, silahkan masuk" ucapnya kemudian. "Itu juga teman saya biarkan dia masuk" lanjutnya ketika melihat mobil Kristina bersamaan dengan mobil mertua Kristina.


Mereka kemudian dipersilahkan masuk oleh pegawai restoran. Setelah memisahkan diri dari mama-mama gaul yang memilih mejanya sendiri.


"Hei Tina, kenapa sih mama-mama gaul itu pada ikut sih? tanya Aulia penasaran dengan tingkah mama dan mama mertuanya.


"Gue juga bingung keles, baru tadi mau berangkat eh mama minta ikut. Mana suamiku lagi pergi mancing sama Raihan"


"Lah, suamiku juga diajak Raihan" sahut Aulia menimpali ucapan Kristina.


"Itu Raina datang" sahut Kristina yang melihat Raina berjalan diantar oleh pegawai restoran.


"Hai mama-mama cantik, Bagaimana kabar?" teriak Raina seperti biasa.


"Sehat dong, kamu makin cantik saja" ucap mama Arini.


"Makasih mama, Kenapa belum pesan makanan. Pesan sepuasnya bukan aku ini yang bayar"

__ADS_1


"Jadi yang bayar siapa dong? tanya mama Dira.


"Asisten suamiku dong" jawab Raina "Mama aku kesana dulu ya kasian nanti berjamur nunggunya" ucap Raina pamit lalu melangkah menuju meja tempat sahabatnya berada.


"Hai sahabat-sahabatku, maaf aku gak manggil kalian gadis-gadis lagi karena kalian sudah bukan gadis lagi. Hahahaha" ucap Raina lalu duduk di kursi kosong.


"Kayak yang.masih gadis saja" balas Aulia.


"Iya ya, kita sudah bukan gadis lagi. Ha-ha-ha" sahut Raina.


"Tina, sepertinya temanmu sudah gila karena kehilangan kegadisannya" ucap Aulia sambil geleng-geleng kepala.


"Siapa yang gila, kalau ada yang gila yang pertama pasti Tina karena dia yang pertama kehilangan" ucap Raina.


"Pesan makanan, gue belum makan siang" sahut Kristina yang dari tadi diam.


Tak lama muncul waiters menyajikan makanan untuk mereka dan mama-mama gaul yang sedang asyik bergosip.


"Ra, kita kan belum pesan makanan ya tapi kok uda disajikan saja?" tanya Aulia.


"Makan saja gak usah protes, gratis ini" jawab Raina.


"Iya katanya lapar, makan nanti lagi bicaranya kalau loe sudah kenyang" sahut Kristina menimpali.


Mereka kemudian menikmati makan siang bersama tanpa diganggu oleh pengunjung lainnya.


"Kalau mbak Rindi kembali gak apa-apa kan pas waktu selesainya magang" jawab Aulia.


"Loe udah pernah jenguk mbak Rindi?


"Udah, sekarang udah mendingan tapi masih bedrest. Dan sepertinya bisa kembali bekerja makan waktu lama. kandungannya kan lemah"


"Ah kenapa kita gak manggil mbak Anya ya, aku lupa lagi menghubungi dia" sahut Raina.


"Jangan ganggu weekend mbak Anya. dia mesti jaga ibunya sama nemenin si muka triplek" ucap Aulia.


"Nanti kita kemall mama ikut gak? tanya Kristina.


"Sepertinya ikut, mana mau ketinggalan sama yang namanya shopping" jawab Aulia.


Setelah duduk ngobrol lebih dari 1,5jam akhirnya mereka berniat pergi dari tempat itu. Raina kemudian berjalan mendekati meja tempat mama-mama gaul berkumpul.


"Mama-mama gaul yang cantik, kami mau ke mall jalan-jalan. Mama-mama semua mau ikut atau mau langsung pulang?" tanya Raina.


"Kami ikut dong sayang" jawab mama Indi.


"Iya kami ikut, enak saja kalian jalan mama ditinggalkan" sahut mama Arini.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo kita berangkat ke Mall" sahut Raina.


Raina kemudian berjalan menuju kasir untuk menanyakan billnya tapi kasir mengatakan kalau sudah dibayar oleh asisten Ivan.


Raina kemudian melangkah keluar dari restoran di ikuti oleh yang lainnya. Dengan menggunakan mobil masing-masing, mereka berangkat menuju mall untuk jalan-jalan sekedar melepas stress.


Raina juga sudah menghubungi Mila untuk memberitahu jika dia dan keluarganya mau ke Mall untuk jalan-jalan.


Setelah sampai, mereka masuk kedalam Mall dan disambut oleh Mila yang menunggu di depan pintu masuk Mall.


"Selamat siang nyonya, selamat datang di World Star Mall. Mari saya temani anda jalan-jalan" Sapa Mila dengan sopan menyambut kedatangan Raina.


"Terima kasih mbak Mila atas sambutannya. Mbak apa kabar?


"Baik nyonya" jawab Mila


"Dia siapa sayang" tanya mama Indi.


"Dia staff Mall yang ditugaskan untuk melayani jika saya berbelanja disini" jawab Raina.


Mereka kemudian berkeliling mall sambil melihat-lihat barang-barang yang dipajang di etalase kaca.


"Mila, kenapa aku perhatikan banyak pengamanan? gak seperti biasanya."


"Karena nyonya dan keluarga mau berbelanja jadi pengamanan di perketat. Ini perintah suami nyonya"


"Kok begitu?


"Suami nyonya takut nanti ada kejadian seperti waktu itu nyonya" jawab Mila.


Mereka kemudian masuk ke salah satu toko mulik brand tas ternama. Sambil melihat-lihat tas yang dipajang di dalam toko itu. Setelah melihat harganya yang mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, Raina tidak jadi berbelanja.


"Kenapa gak jadi beli sayang?" tanya mama Arini.


"Mahal-mahal mah"


"Belilah salah satu tas untuk dipakai ke pesta. Ini untuk menjaga imej suamimu juga" ucap mama Arini. Raina kemudian melihat kembali tas-tas cantik itu. Setelah memilih dia kemudian berjalan menuju kasir.


"Jika ada yang ingin dibeli ambil aja mah, nanti saya bayarkan" sahut Raina


"Gak usah, tas mama masih banyak dirumah"


"Buat kalian sajalah, kami ini sudah ada" jawab mama Dira.


setelah menyelesaikan pembayaran tas itu mereka berjalan menuju butik untuk membeli dress serta gaun.


Raina tak lupa membayarkan belanjaan mama-mama gaul dan sahabat-sahabatnya sekalian dengan Mila yang dengan setia menemani mereka berbelanja.

__ADS_1


Setelah selesai mereka kemudian pulang kerumahnya masing-masing karena hari sudah Sore dan Raina takut suaminya sudah pulang.


__ADS_2