
Raihan tiba dirumah sakit setelah kembali dari kampus universitas Buana. Dia segera mendatangi mertuanya yang masih setia duduk menunggu istrinya sadar.
"Mama, Orang itu sudah tertangkap, sementara anggota membawanya ke markas" ucap Raihan kepada mama Indi.
"Rahmat, Aulia, Kristina dan Nisa. kalian tunggu disini tapi jika ingin pulang juga boleh karena banyak perawat yang berjaga-jaga dan jika papa Chandra datang bilang mama keluar sebentar dengan Anton dan Raihan. ayo kita berangkat" ucap mama Indi.
Ekspresi mama Indi tampak seperti seorang yang akan menelan siapa saja yang menghalanginya. Raihan dan Anton hanya diam saja melihat mama Indi tidak seperti biasa.
Mereka berangkat menuju markas Darkside menggunakan mobil Raihan yang dikemudikan oleh Anton. Anton mengemudi dengan kecepatan tinggi agar bisa sampai dengan cepat.
Setelah berkendara 30 menit lewat jalan tol mereka akhirnya sampai di markas Darkside yang tampak hanya sebuah ruko dari luar. setelah pintu terbuka Anton melajukan mobilnya kedalam markas.
Raihan dan Anton turun dari mobil dan disambut langsung oleh kapten dan beberapa anggotanya yang baru kembali dari penangkapan.
"Selamat datang di markas Bos" ucap Kapten.
Mama Indi turun dari mobil dengan santai. Dia kemudian berjalan mendekati kapten yang berdiri di depan Raihan.
"Namamu siapa?" tanya mama Indi.
"Saya Yudi biasa dipanggil kapten Nyonya" jawabnya singkat.
"Antarkan saya ketempat bajingan itu ditahan" ucap mama Indi dingin.
Kapten melihat kearah Raihan seakan-akan bertanya siapa wanita itu.
"Kapten, perkenalkan dia ibu mertuaku" ucap Raihan.
__ADS_1
"Maaf nyonya saya tidak mengenal anda, mari saya antar ke ruang hukuman" ucap kapten lalu berjalan didepan diikuti oleh Mama Indi, Raihan dan Anton.
Kapten membuka pintu dan mempersilahkan mama Indi dan kedua bos-nya untuk masuk keruangan itu. tampak Ervin sedang duduk dikursi dengan tangan terikat.
"Enak sekali dia duduk dengan tenang sementara anak kesayanganku sedang terbaring di ranjang rumah sakit. kapten, ikat tangannya diatas biar dia bisa berdiri dengan tegak" ucap mama Indi dingin. kapten memerintahkan anak buahnya mengikat tangan Ervin diatas. Ervin masih belum sadarkan diri setelah dipukul oleh anggota Darkside karena mencoba kabur.
"Kenapa dia belum sadarkan diri? kalian pukuli dia?" tanya mama Indi sambil berjalan mengambil kursi lalu memindahkan kedepan Ervin lalu duduk di kursi itu.
"Tadi dia mencoba kabur makanya anggota melumpuhkan dengan satu kali pukul langsung pingsan" jawab kapten.
"Bangunkan dia" sahut Anton. Anggota Darkside segera menyiramnya dengan segelas air. Ervin kemudian membuka matanya, pertama kali yang dilihat adalah mama Indi yang sedang duduk santai didepannya lalu pandangan beralih ke kapten lalu Anton dan terakhir Raihan. dia terkejut ketika melihat Raihan.
"Sudah bangun? enak tidurnya?" ucap mama Indi lalu berdiri kemudian menyingkirkan kursi yang tadi didudukinya.
"Kenapa kamu mencelakai anak kesayanganku? " tanya mama Indi "JAWAB!!!"bentaknya
"Kenapa kamu mencelakai anak kesayanganku?" tanya mama Indi lagi
"Siapa yang ibu maksud, Bughh.. aakhh..
Kali ini mama Indi memberikan tendangan putar yang mengenai kepala Ervin membuatnya langsung lemas tak bertenaga.
"Rai, Jadi laki-laki ini yang menggoda Raina? lembek begini mau jadi menantuku. jangan harap, bahkan jika tidak ada Raihan kamu tidak punya kualitas untuk menjadi menantuku" ucap mama ini sembari mengangkat kepala Ervin dengan menarik rambutnya.
"Kenapa kamu mencelakai anak kesayanganku?" pertanyaan itu diulangi lagi oleh mama Indi.
"Karena dia menolak cintaku" jawab Ervin.. Mama Indi memasang kuda-kuda dengan sekuat tenaga dia mengarahkan pukulannya keperut Ervin. Bughh.... aakhh...
__ADS_1
"Maafkan saya Nyonya uhuk.. uhuk, saya tidak akan mengulanginya lagi. uhuk.. uhuk..
"Terlambat untuk meminta maaf, anak saya hampir mati dan sekarang sedang berjuang untuk tetap hidup dan kamu seenaknya saja minta maaf. Kapten selama anak saya belum sembuh kurung dia dan jangan biarkan dia melihat matahari. Berikan dia pukulan 10 kali tiap hari supaya fisiknya lebih kuat. Dia lembek sekali jadi malas untuk memukulnya. Rai Anton kalian mau mencobanya?" ucap mama Indi lalu berjalan menuju kursi yang tadi dipinggirkan olehnya dan duduk di sana.
Raihan maju mendekati Ervin "Hei, Selama gue kenal sama istriku Raina, jangankan menyakitinya, Berkata keras saja gue gak pernah dan sekarang dia terbaring gara-gara elo bajingan" Raihan memukul wajah Ervin dengan membabi buta. wajah yang awalnya tampan kini bengkak tak berbentuk setelah di hajar oleh Raihan. Ervin tak sadarkan diri kembali setelah menerima pukulan dari Raihan.
Anton mendekati Ervin dengan membawa ember berisi air lalu dia siramkan keatas kepala Ervin. Ervin kembali membuka matanya. tampak darah segar keluar dari hidung, mulut dan luka diwajahnya.
"Lo tau gak, ah Lo pasti gak tau. Raina itu teman gue dari kecil sampai sekarang. Gue ngejahilin dia sampe nangis saja mama Indi sudah ngejar gue, apalagi sekarang dia dirumah sakit gara-gara kelakuan elo. ckckck. dan Lo tau Sekarang ini yang paling gue benci adalah yang bikin nangis istri gue. Gara-gara elo istri gue sampai sekarang masih nangis melihat sahabatnya terbaring di atas ranjang rumah sakit. jadi Lo sabar dan tahan saja pukulan dari gue."Ucap Anton.
Bughh.. Bughh.. Bughh.. uhuk.. uhukk ..
"Kapten. Seminggu lagi aku akan datang kesini, jika dia masih lembek tambah pukulannya menjadi 20 kali setiap hari" ucap mama Indi "Anton, sebaiknya kita kembali ke rumah sakit nanti istrimu mau pulang. Ayo Rai kita pergi biar kapten yang ngurus dia" ucap mama Indi sambil menarik tangan Raihan agar ikut keluar dari ruangan itu. Mereka berjalan beriringan sementara kapten berjalan dibelakangnya
"Kapten, beri dia makanan dan obati lukanya setiap selesai kalian memukulinya. Saya ingin semua anggota harus bergiliran memberikan pelajaran. hubungi keluarganya dan katakan jika anaknya telah melakukan kesalahan dan sekarang sedang dalam tahanan sampai anakku sembuh" Ucap mama Indi sebelum naik keatas mobil
"Baik nyonya semua perintah akan saya laksanakan, tapi sebelum itu saya boleh bertanya, nyonya taekwondo sabuk apa?" ucap kapten..
"Sabuk Hitam Dan V " jawab mama Indi.
"Pantas tendangannya keras banget. sampai ketemu lagi nyonya" ucap kapten
Raihan dan Anton juga pamit kepada kapten dan anggota Darkside yang ada Disana. Sebelum Raihan pergi dia memberikan amplop kepada kapten agar membelikan makanan yang enak kepada anggotanya.
mereka kemudian kembali ke rumah sakit, Raihan berencana menginap di sana sementara yang lain dia akan suruh pulang saja.
to Be Continued
__ADS_1