Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Sebulan Raina Koma


__ADS_3

Sudah satu bulan sejak kecelakaan yang menimpanya, Raina masih betah dengan tidur panjangnya. Dokter telah memvonis Raina Koma, saat ini dia masih bisa hidup karena ditunjang dengan alat bantu pernapasan.


Raihan sudah memerintahkan kepada dokter untuk memindahkan Raina kekamar VVIP yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap dan segala perlengkapan penting untuk menunjang hidup Raina tersedia di dalam kamar tersebut.


Dokter spesialis kandungan telah memastikan bahwa Raina saat ini tengah mengandung dan usia kehamilannya baru 5 Minggu jadi masih rentan terhadap bahaya keguguran.


Untuk menjaga keselamatan Raina dan memastikan kehamilannya tidak membahayakan dokter spesialis kandungan dan dokter saraf beserta dokter spesialis lainnya terus menerus memantau perkembangan kesehatan Nona Raina.


Raihan yang setiap hari bermalam di rumah sakit, dia mulai membuka matanya ketika sayup-sayup suara adzan subuh berkumandang. Dengan langkah gontai dia berjalan menuju tempat tidur istrinya lalu mengecup kening dan membisikkan kata-kata cinta "Selamat pagi sayang, Cepat bangun. Love you always" dia kemudian berjalan menuju pintu kamar mandi. setelah beberapa menit dia keluar dari kamar mandi lalu berjalan menuju pintu keluar.


"Kalian jaga baik-baik, saya mau ke musholah dulu" ucap Raihan kepada pengawal yang berjaga di depan pintu kamar perawatan Raina.


berselang 30 menit Raihan kembali dengan membawa kantong plastik ditangannya "Kalian sarapan dulu sebelum pulang, sebentar lagi akan pergantian jaga kan?" ucap Raihan sembari menyerahkan kantong plastik ditangannya.


"Terima kasih tuan" ucap pengawal itu.


"sama-sama. Saya masuk dulu" ucap Raihan meninggalkan ketiga pengawal itu.


Dia kemudian berjalan mendekati ranjang yang ditempati oleh Raina. Kini kebiasaan baru Raihan adalah bercerita tentang apa saja yang dikerjakan olehnya, memberi tahu siapa saja yang datang menjenguknya, film India yang baru ditontonnya dan apa saja yang dialami oleh Raihan akan diceritakan kepada istrinya setelah selesai shalat subuh.


Jam menunjukkan pukul 7 pagi, dokter Chandra bersama dengan beberapa dokter spesialis lainnya datang memeriksa keadaan Raina.


"Papa bermalam lagi dirumah sakit?" tanya Raihan kepada mertuanya.


"Tidak, pagi-pagi sekali papa kesini, papa ingin melihat perkembangan kondisi Raina" ucap papa Chandra.


"Sebentar lagi mamamu akan datang kesini, kamu siap-siap saja berangkat kekantor" lanjutnya.


"Nanti saja pah, setelah selesai mereka memeriksa keadaan Raina baru saya siap-siap kekantor" ucap Raihan.


"Kamu fokus lah ke pekerjaanmu, Raina banyak yang menjaganya disini. Saya lihat kamu belakangan ini tidak fokus dengan perusahaan." ucap papa Chandra.


"Ada Ivan yang menggantikan dikantor, sementara proyek pembangunan banyak ditangani oleh Anton, dia lebih kompeten dalam mengurus semuanya" ucap Raihan.

__ADS_1


"Katanya kakekmu akan datang kesini?"


"Iya pah, besok mungkin dia akan datang kesini. Saya kasihan juga jika harus kesini sementara kesehatan jantungnya masih belum sembuh total" ucap Raihan.


"Kenapa tidak sekalian saja tinggal di Jakarta?" tanya papa Chandra..


"Dia tidak mau meninggalkan rumah yang banyak kenangan dengan nenek dan mama." ucap Raihan.


Dokter telah selesai dengan pemeriksaan mereka.


"Bagaimana dok?" Tanya Raihan.


"Kondisi nona Raina masih stabil, selaput otak perlahan sudah mulai menutup. kami akan pantau terus perkembangannya. Tuan harus lebih sering menyemangati nona Raina agar perkembangan kesehatan tetap stabil. Nona saat ini mampu bertahan demi anaknya" lapor dokter spesialis saraf.


"Bagaimana dengan kandungannya?"


tanya Raihan kembali.


"Perkembangan janinnya sangat baik pak, Di minggu kelima ini, bayi ibu mengalami banyak perkembangan. Meskipun masih sangat mungil, namun ukuran tubuh janin sudah bisa diukur sekarang. Kira-kira ukuran tubuh Si Kecil sebesar biji wijen. Organ-organ vitalnya juga sedang berkembang pesat dalam fase ini, mulai dari otak, medulla spinalis, jaringan syaraf, hingga tulang belakang." Ucap dokter Cristine, dokter spesialis kandungan yang ditugaskan khusus untuk menangani Raina.


Mereka kemudian pamit untuk memeriksa keadaan pasien yang lain, sementara Dokter Chandra masih tetap berada di dalam ruangan perawatan itu.


Tak lama pintu ruangan terbuka dan tampak mama Indi masuk kedalam ruangan dengan membawa rantang makanan, dibelakangnya tampak Ivan membawa koper pakaian ganti untuk Raihan.


"Mama kok repot-repot membawa makanan? saya kan bisa makan dikantin" ucap Raihan.


"Mama tidak repot, kasihan kamu jika tiap hari harus makan dikantin." ucap mama Indi sembari menyiapkan makanan dimeja. "Ayo dimakan, mumpung masih hangat. papa juga kan tadi tidak sempat sarapan dirumah" lanjutnya.


"Ivan kamu sudah sarapan?" tanya Raihan.


"Sudah tadi dirumah" ucap Ivan.


Raihan dan dokter Chandra sarapan pagi bersama, mereka menikmati makanan yang dibawakan oleh mama Indi dengan lahap.

__ADS_1


Setelah sarapan pagi, Raihan mengambil koper pakaian yang dibawakan oleh Ivan kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.


Setelah selesai dia keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang rapi, "Mah, pah Raihan kekantor dulu. sebentar Kristina dengan Aulia akan datang kesini untuk menemani mama" Sahut Raihan.


"Iya, kamu kerja saja. biar mama yang disini menjaga Raina" ucap mama Indi.


Raihan kemudian mencium tangan kedua mertuanya lalu beralih mendekati istrinya "Sayang, aku kekantor dulu ya. tidak lama kok nanti siang pasti sudah disini menemani kamu" bisiknya kemudian mencium kening istrinya. Raihan bersama Ivan berjalan keluar dari ruangan.


"Kalian jangan biarkan orang yang tidak dikenal masuk kedalam ruangan ini, kalau bukan dokter atau perawat yang biasa bertugas jangan di ijinkan masuk. mengerti?"


"Mengerti tuan" ucap mereka serentak.


Raihan berjalan bersama Ivan menelusuri koridor menunju lift untuk turun ke lantai satu. didalam lift Raihan melirik kearah Ivan "Jadwal kegiatan hari ini apa?"


"Ada rapat dengan pemegang saham tuan nanti jam 10, dilanjutkan dengan rapat koordinasi mengenai peresmian gedung Buana Group yang baru"


"Ada lagi?"


"Kemarin sore pak Arvin menghubungi saya, dia minta waktu untuk bertemu dengan tuan" sahut Ivan.


"Minta dia kekantor jam 11. kamu gantikan saya di rapat kordinasi peresmian gedung Buana Group" ujar Raihan.


"Baik tuan" ucap Ivan.


Mereka terus berjalan menuju parkiran rumah sakit, Raihan sudah menebak jika Arvin pasti telah menyelesaikan penyelidikannya. Setelah sampai di parkiran Ivan membuka pintu mobil untuk Raihan lalu dia membuka pintu mobil untuk dirinya. sopir melajukan mobil menuju gedung perusahaan Buana Group.


Setelah beberapa menit mereka sampai didepan gedung Buana Group. Ivan turun dari mobil lalu membuka pintu untuk Raihan.


Raihan melangkah memasuki gedung Buana Group dengan wajah yang datar dan dingin. Sejak kecelakaan yang menimpa istrinya membuat senyuman yang biasa menghiasi wajah tampannya ikut menghilang.


Karyawan Buana Group hanya bisa menunduk hormat ketika Raihan melewati mereka, tak lagi ada sapaan hangat dari pimpinan mereka yang ada hanya aura dingin, tak ada lagi yang berani menatapnya dengan pandangan kagum.


Mereka semua berharap Raina bisa kembali sadar dan sehat seperti dulu agar pimpinan mereka kembali tersenyum bahagia.

__ADS_1


To Be Continued


*Kepada seluruh pembaca novel ini, saya sebagai author meminta maaf yang sebesar-besarnya karena lama baru update lagi. Author kini dipindah tugaskan ke daerah pegunungan beberapa Minggu belakang ini sibuk bersosialisasi dan menyesuaikan diri dengan udara dingin. Jaringan seluler di sini biasa disebut GSM (Geser Sedikit Mati) dan hanya jaringan Smartfren yang bisa internetan. Biasanya nulis menggunakan laptop sekarang harus membiasakan diri menulis novel di smartphone jadi mohon maaf jika tidak setiap hari update tapi author akan terus berusaha untuk tetap update. 🙏🙏🙏


__ADS_2