Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Anton nelangsa Rahmat bahagia


__ADS_3

Episode ini sedikit berbeda dan sedikit vulgar. bagi pembaca yang masih dibawah umur 21+ diharapkan untuk tidak membacanya


-----------


Setelah serangkaian kegiatan resepsi pernikahan berakhir Anton dan Aulia yang sudah lelah berjalan bersama menuju kamar yang sudah disiapkan untuk mereka berdua.


Setelah sampai dikamar Anton langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur seraya meluruskan punggungnya yang sedari tadi terasa pegal-pegal.


"Mas. Mandi dulu baru tidur" sahut Aulia.


"Duluan saja sayang. Aku mau meluruskan punggungku dulu" ucap Anton yang masih terlentang di atas tempat tidur.


Dengan langkah gonta, Aulia berjalan menuju kamar mandi sambil membawa paper bag yang telah disiapkan Rindi untuknya. Sampai dikamar mandi dia berusaha untuk membuka resleting gaunnya tapi tangannya susah untuk menjangkau.


"Mas. Tolong bantuin dulu dong" teriak Aulia dari dalam kamar mandi.


Anton yang mendengarnya bangkit dari tempat tidur lalu berjalan menuju kamar mandi. "Kenapa sayang? tanyanya ketika sudah berada di dalam kamar mandi.


"Tolong bukain resleting gaunnya. Tanganku tidak sampai" ucap Aulia.


Anton langsung meraih resleting tersebut lalu menarik untuk membukanya. Anton yang tadinya santai langsung melotot melihat punggung Aulia yang terpampang jelas didepannya.


Dia lalu merabanya dan memberikan kecupan singkat dipundak Aulia. Tangannya sudah bertengger diatas gunung kembar.


"Jangan macam-macam mas. Aku lagi datang bulan. Jadi malam pertamanya ditunda dulu" sahut Aulia.


"Ya kok gak pas banget timingnya, Harusnya itu jangan malam ini" protes Anton.


"Mana bisa ditunda, Emang aku bisa ngontrol? kamu yang sabar ya. Udah keluar sana aku mau mandi dulu." Usir Aulia kepada suaminya masih betah memeluknya dari belakang.


Anton mendaratkan kecupan singkat dipundak Aulia lalu berjalan keluar dari kamar mandi. "Sial banget. Harusnya malam ini menjadi malam yang spesial" gerutu Anton lalu menjatuhkan badannya diatas tempat tidur.


Setelah selesai membersihkan diri Aulia meraih paper bag lalu membukanya "Apaan ini? kenapa pakaian dalamnya transparan banget? Rindi ngerjain gue kayaknya" gumah Aulia sambil mengangkat pakaian dalam yang diberi oleh Rindi.


Karena tidak ada yang lain terpaksa dia harus memakainya. Setelah berpakaian dia keluar dari kamar mandi menuju meja rias sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.


"Mas bangun. Mandi dulu baru tidur, emang gak gerah apa?" sahut Aulia yang melihat Anton masih tertidur. Aulia berbalik kearah tempat tidur. Dia kemudian mengguncang tubuh Anton dengan lembut "Mandi dulu mas" ucapnya. Anton yang merasakan tubuhnya diguncang akhirnya bangun.


"Mandi dulu baru kita tidur" ucap Aulia lembut. Anton kemudian berjalan menuju kamar mandi. Sementara Aulia beranjak ke meja rias untuk mengeringkan rambut dengan hair dryer.


Setelah rambutnya kering dia naik keatas tempat tidur lalu menutup tubuhnya dengan selimut. Tak menunggu lama dia sudah berada di alam mimpi. Anton yang baru selesai mandi melihat istrinya sudah tidur hanya tersenyum menggelengkan kepalanya. di kemudian ikut naik ketempat tidur lalu menarik tubuh istrinya kedalam pelukannya.


Berbeda dengan Anton Rahmat yang masih pusing dengan tingkat Kristina. Mereka sudah berada di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Kamu mau ngapain? kenapa ngeraba-raba tubuhku? tanya Kristina.


"Kan ini malam pertama kita sayang" ucap Rahmat.


"Perasaan semua malam sama saja hanya bedanya malam ini kita tidur sama-sama" ucapnya polos.


"Jadi kita cuma tidur aja nih?" tanya Rahmat


"Emang mau ngapain lagi selain tidur? Mau nonton atau mau ngobrol?"Tanya Kristina yang bingung dengan pertanyaan suaminya.


"Ya itu sayang. Yang biasa dilakukan pasangan suami-istri dikamar"


"Emang pasangan suami-istri ngapain dikamar, tidur kan? udah deh kak gak usah aneh-aneh. Aku ngantuk nih? ujar Kristina memelas.


"Trus ngapain pakai lingerie segala jika bukan untuk menggodaku? tanya Rahmat yang mulai kesal menahan gairahnya.


"Ini namanya lingerie? Ini dikasi sama Rindi, dia juga kurang kerjaan beli pakaian dalam yang modelnya kayak saringan teh begini" sahut Kristina.


Rahmat yang sudah tidak tahan lagi langsung menarik tengkuk Kristina dan mendaratkan bibirnya. Rahmat terus ******* bibir Kristina. Kristina yang sudah terbiasa dicium sama Rahmat membalasnya dengan melingkarkan tangannya di leher Rahmat.


Dengan liar tangannya mulai meremas bukit kembar yang masih tertutup itu. Rasa geli dan nikmat dirasakan oleh Kristina sehingga membuat dia merasa seperti ada sengatan-sengatan yang menjalar di tubuhnya.


Rahmat kemudian beralih mengecup leher Kristina. Lenguhan kecil terdengar dari bibir Kristina, tangannya mulai merobek penutup bukit itu.


Tangannya kembali melanjutkan penyelusurannya menuju lembah yang berada dibawah. Kristina langsung menarik tangan Rahmat "Mas jangan, kata mama tidak boleh ada yang menyentuhnya" ucapnya.


"Aku suamimu sayang jadi sudah boleh menyentuhnya" ucapnya lalu memainkan jarinya.


"Mas aku mau kencing" ucap Kristina yang merasa seperti ada yang mau keluar dari lembahnya.


"Keluarkan sayang" ucap Rahmat lalu lidahnya menjilati perut sementara tangannya kembali merobek segitiga pengaman itu. Bibirnya terus turun kelembah yang sudah agak basah. Kristina menggeliat keenakan dengan kegiatan yang dilakukan oleh suaminya itu.


Rahmat kemudian mengarahkan tangan Kristina kearah senjatanya yang sudah berdiri.


"Mas apa-apa sih. malu kan meganh itunya mas" ucapnya seraya menarik tangannya.


Rahmat kemudian naik keatas tubuh Kristina kemudian mencoba untuk menyerang gua yang sudah banjir itu. Percobaan pertama gagal karena guanya terlalu sempit.


"Mas sakit. Berhenti mas, ini sakit banget" keluh Kristina yang merasakan ada yang mencoba menorobos lembahnya. Sudut matanya sudah mengeluarkan air mata.


"Tahan ya sayang, nanti tidak sakit lagi kok" ucapnya lalu mencium bibir Kristina. dia mencoba kembali melesakkan rudalnya dan bless..


"Aaarrggg. Sakit mas.." teriak Kristina. Rahmat kemudian berhenti dan kembali mencium bibir Kristina dengan penuh nafsu. tangannya terus saja meremas bukit kembar itu.

__ADS_1


Setelah Kristina tenang Rahmat kemudian memompa dengan pelan sehingga rasa sakit yang awalnya dirasakan oleh Kristina berubah menjadi kenikmatan yang luar biasa.


Skip Pagi hari.


Pagi ini Raihan dan Anton dengan muka lesu berada diresto untuk sarapan. berbeda dengan Raina dan Aulia yang tersenyum ceria sambil mengobrol bersama tanpa menghiraukan suami-suami mereka yang lesu.


"Kristina kemana sih, sudah jam 8 belum turun juga" sahut Raina.


"Mungkin gak bisa jalan" ucap Aulia santai.


"Omo.. Kayaknya semalam dia sukses" pekik Raina.


Raihan dan Anton langsung menghembuskan nafas panjangnya mendengar ucapan Raina.


"Kalian kenapa?" tanya Raina.


"Gak kenapa-kenapa. Cuma malas saja nungguin Rahmat yang lama banget. Kita sarapan duluan aja deh" elak Raihan yang menutupi rasa kesalnya.


"Tunggu saya telpon dulu" ucap Anton lalu mencari nomer HP Rahmat lalu mendialnya.


"Halo, loe lama banget sih gue sama Rai sudah lumutan nungguin elo. Kita mau sarapan nih, trus pulang." omel Anton.


"Kalian sarapan duluan saja, Tina belum bangun nanti kami sarapan dikamar saja. Gue pulangnya agak siangan aja."


"Makanya jangan digempur berlebihan, orang lagi capek habis resepsi langsung kau gempur" ledek Anton.


"Emang loe gak begituan?" tanya Rahmat.


"Enggaklah. gue kan sayang sama istri jadi kubiarkan istirahat dulu. kasian capek banget" Anton memberikan alasan agar tidak diketawain oleh Rahmat.


"Ya udah gue tutup telponnya " ucap Rahmat lalu mematikan sambungan teleponnya.


"Dimatiin, dasar kunyuk" umpat Anton.


"Kenapa mereka belum turun mas?" tanya Aulia.


"Anjeli belum bangun. Kecapean habis digempur sama Rahul" ucap Anton datar.


"Huh dasar kunyuk itu, sok lugu tapi ganas juga" ucap Raihan.


"Sabar mas tinggal 5 hari lagi" ucap Raina.


"Iya, sabar ya suamiku sayang" Sahut Aulia.

__ADS_1


Akhirnya mereka memulai sarapannya. dan Raihan lebih dulu memerintahkan kepada pegawai hotel untuk mengantarkan makanan kekamar yang digunakan Rahmat.


__ADS_2