OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 100


__ADS_3

Baru saja Mozark berdiri.


BOOM..!! DUAR..!!


Dirinya terkena rudal lagi dan ia terpental lagi. Rupanya, Dr. Alex tidak basa-basi menyerang musuh Putranya. Sean sendiri juga kaget kalau Ayahnya tak memberi kesempatan terhadap lawannya.


Sean pun berlari menuju ke Mozark yang sedang akan bangkit dari jatuhnya. Ia melompat, bersamaan ia mencambuk rantainya. Mozark dapat menghindarinya.


BOOM..!! DUAR..!!


Lagi-lagi Mozark harus menelan pil sial, karena dirinya seakan tidak diberi kesempatan untuk membalas serangan lawannya.


Sean kembali mencambuk rantainya. Ujung rantainya berhasil melingkari tubuh Mozark, dan seketika mengikat dirinya. Sean menarik ujung rantai yang di dalam genggamannya. "Get Over Here..!!"


Tubuh Mozark ditarik ke arah Sean.


BUGH...!! Wajah Mozark mendapat pukulan setelah Sean memberinya pukulan tangan kiri logamnya. Mozark pun kembali terdorong dan jatuh.


Dr. Alex pun melompat maju, seketika kedua kakinya berubah menjadi Rocket Boots. Ia terbang dengan cepat mendekati Mozark. Tangan kanannya pun berubah menjadi besar.


Mozark yang marah, dan akan bangun, lagi-lagi ia harus mendapat hantaman keras yang diberikan oleh Dr. Alex. Mozark terdorong jauh. Sean pun mencambuk rantainya kembali.


Lagi-lagi Mozark terikat rantai milik Sean. Sean menarik ujung rantainya. Mozark ditarik terbawa ke arah Sean. DUGH...!! Sean menendangnya ke arah langit. Dr. Alex terbang ke atas menuju Mozark.


BUGH..!!


Mozark lagi-lagi menerima hantaman keras yang diberikan oleh Dr. Alex padanya. Mozark jatuh ke bawah dan menghantam permukaan tanah hingga hancur.


Dr. Alex mendaratkan dirinya, ia berdiri di samping Sean. "Gerakanmu hebat juga, Nak."


Sean tersenyum. "Ayah sendiri juga tak kalah hebat dariku."


Terlihat Mozark sudah berdiri. Aura Hitam yang menyelimuti tubuhnya semakin menebal. Sosoknya sudah sepenuhnya hitam akibat Mode Kegelapannya.


"Orang ini sungguh sungguh keras kepal sekali untuk kalah." kata Dr. Alex yang sudah merasa kesal.


Sean membuang rantainya, lalu ia mengambil senapan AK-47-nya. Begitu juga dengan Dr. Alex, ia merubah kembali tangan kanannya menjadi meriam lagi.


Sean dan Dr. Alex Alex pun berlari ke arah Mozark. Sambil berlari, Sean mengarahkan senapannya ke arah Mozark. Begitu juga dengan Dr. Alex, ia mengarahkan meriamnya.


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


BOOM...!! DUAR...!!


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!

__ADS_1


BOOM...!! DUAR...!!


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


BOOM...!! DUAR...!!


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


BOOM...!! DUAR...!!


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


BOOM...!! DUAR...!!


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


BOOM...!! DUAR...!!


Mozark terdorong beberapa langkah ke belakang. Tubuhnya menerima serangan dari Sean dan Dr. Alex. Namun anehnya, ia masih belum tumbang. Buktinya, ia masih bisa berdiri.


Tiba-tiba, aura hitam yang keluar dari tubuh Mozark, terlihat aneh. Aura hitam itu seakan menelan Mozark. Tiba-tiba Mozark menghilang. Tak hanya Sean dan Dr. Alex, semua orang terkejut melihatnya.


BUGH...!!


BUGH...!!


BOOM...!! DUAR...!!


Mozark terpental setelah menerima serangan yang dilancarkan oleh Dr. Alex. Sean yang juga cepat-cepat bangun, ia langsung melompat cepat ke arah Mozark.


BUGH...!!


Sean menghantamkan perut Mozark dengan tangan kiri logamnya. Mozark terjatuh dan menghantam tanah. Sean meraih salah satu kaki Mozark, ia mengangkatnya dan langsung melemparnya ke atas.


Sean langsung membuka salah satu telapak tangan, seketika Kapaknya bergerak ke arahnya. Setelah menggenggam Kapaknya, ia memutar-putar Kapaknya, dan ia langsung mengarahkan Kapaknya ke arah Mozark yang masih melayang jatuh ke arah tanah.


JEDEER...!!


Seketika Petir menyambar Mozark yang dilancarkan oleh Sean. Dr. Alex pun melompat dan seketika kedua kakinya berubah menjadi Rocket Boots, ia pun terbang ke arah Mozark.


Dr. Alex merubah kedua tangannya menjadi meriam, dan mengarahkannya ke arah Mozark yang masih melayang dan masih dalam terkena sambaran Petir milik Sean. Dr. Alex pun menyerangnya.


BOOM..!! DUAR..!! BOOM..!! DUAR..!!


BOOM..!! DUAR..!! BOOM..!! DUAR..!!

__ADS_1


BOOM..!! DUAR..!! BOOM..!! DUAR..!!


BOOM..!! DUAR..!! BOOM..!! DUAR..!!


BOOM..!! DUAR..!! BOOM..!! DUAR..!!


BOOM..!! DUAR..!! BOOM..!! DUAR..!!


Sean dan Dr. Alex menghentikan serangan mereka. Mozark pun terjatuh, ia sudah tak dalam Mode Kegelapannya, penampilan kembali normal dengan pakaian sudah banyak yang robek dan luka-luka.


Dr. Alex menurunkan dirinya di dekat Putranya. Mereka berdua tersenyum lega karena telah menghentikan kegilaan Mozark. Mozark terlihat tergeletak tak bangun-bangun, mungkin dia sudah kehabisan energi mananya.


Raja Erlang, Zayden, dan pasukannya berlari mendekati Sean dan Dr. Alex. Raja Erlang juga tersenyum dan bersuara. "Kau sudah mengalahkan adik angkatku, Sean."


"Masih belum pasti, ayah. Ada kemungkinan dia masih bisa berdiri lagi." jawab Sean.


Dr. Alex terbelalak. "Hei Sean..!! Kenapa kamu memanggilnya dengan sebutan 'ayah' ?"


Sean tersenyum. "Beliau adalah ayah mertuaku."


Dr. Alex mengangguk-angguk kepalanya, ia sudah tau, karena sebelumnya ia telah mendengar cerita dari Pria tua penjaga Multiverse. Jadi ia tak kaget.


Sedangkan Sean sendiri, ia menatap bingung, karena ayahnya tak memasang wajah terkejut sama sekali. Dr. Alex bersuara. "Oh ya ?"


lalu Dr. Alex menatap Raja Erlang dan mengulurkan tangan kanannya. "Senang bertemu denganmu di waktu yang kurang mengenakkan ini, besan."


Raja Erlang menatap bingung ke arah Dr. Alex. Tetapi ia membalas uluran tangannya. Mereka saling bersalaman. Dr. Alex bersuara. "Kenalkan, aku Alexander, ayah dari menantumu."


Raja Erlang dan Zayden terkejut mendengar pengakuan dari Pria asing yang wajahnya tak jauh sama dengan Sean. Raja Erlang bersuara. "Maaf sebelumnya, bukankah...."


Dr. Alex memotong kata-kata Raja Erlang. "Mungkin memang benar, kalian termasuk Putraku telah menganggap kalau diriku telah meninggal. Namun, aku akan menceritakan semuanya setelah masalah ini terselesaikan."


Raja Erlang mengangguk kepalanya. Semua pandangan orang-orang ke arah Mozark yang kini berusaha bangkit untuk berdiri tak jauh dari mereka. Raja Erlang menatap kasihan kepada adik angkatnya.


Raja Erlang berkata. "Mozark, lebih baik sudahilah kegilaanmu ini."


Mozark terlihat sudah berdiri dengan sedikit sempoyongan. Ia mendengar ucapan kakak yang sudah menganggap dirinya adik, tertawa. Ia pun menjawab. "Aku gila ? Hahahahaha..., ya aku gila karena tergila-gila oleh Putrimu."


"Cukup Mozark. Putriku sudah menikah dengan Sean, ia bahagia dengan pilihannya." jawab Raja Erlang.


Dr. Alex terbelalak mendengarnya, ia menatap Putranya. "Kau rupanya memiliki saingan rupanya. Sainganmu om-om lagi. Hahahahaha...,"


Sean menepuk jidatnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Inilah yang kadang mambuatnya kadang kesal terhadap Sang Ayah, yaitu sifatnya.


Dr. Alex memang sangat serius dalam pekerjaannya. Tetapi Dr. Alex memiliki sisi sifat lain, yaitu suka bercanda kepada Sean. Inilah sifatnya yang jarang diketahui oleh semua orang.

__ADS_1


Raja Erlang menghela nafasnya. Ia pun berkata dengan tegas. "Aku, Frederick Von Erlang. Raja Kerajaan Erlang. Memutuskan menjatuhkanmu hukuman mati saat ini juga !!"


__ADS_2