OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 48


__ADS_3

Setelah Sean membuat Edi kalah, ia berjalan meninggalkan arena latihan. Ia memilih untuk duduk di salah satu kursi penonton, ia mengeluarkan sebuah buku dari cincin penyimpanannya. Lalu ia membacanya.


Rosalyn berjalan meninggalkan arena, ia mendekati Sean. Sedangkan Zayden, ia menyuruh semua orang dan ke-10 murid akademi untuk kembali fokus dengan latihan mereka.


Sedangkan Edi, ia masih belum tak sadarkan diri. Luka-lukanya telah disembuhkan oleh pengguna Sihir Cahaya. Setelah disembuhkan, Edi dibiarkan begitu saja disana.


Disini Sean, ia tengah membaca buku sendirian di kursi penonton. Kadang ada rasa aneh pada semua orang melihat Sean setelah mengalahkan seseorang dan langsung duduk santai sambil membaca buku.


Buku yang dibaca Sean, adalah buku tentang Sihir Ciptaan. Buku yang ia pinjam dari ruangan Rosalnyn. Jujur saja, ia memang belum sepenuhnya diajari oleh Rosalyn.


Karena Rosalyn pernah bilang, kalau ingin bisa mempelajari Sihir Ciptaan, harus bisa paham terlebih dahulu tentang Sihir Utama. Sean yang sudah bisa menggunakan Sihir Api, dan Sihir Tanah.


Kadang Sean berfikir, apakah dirinya bisa membuat jenis Sihir Ciptaan dari ciptaannya sendiri ?


Saat sedang menikmati buku yang ia baca, Sean merasa ada seseorang yang duduk disampingnya. Dari aroma yang harum, ia sudah menebak. Lalu ia menoleh.


Terlihat Rosalyn yang sudah duduk disampingnya, dan menatapnya. "Maafkan teman Kak Zayden yang benama Edi, ya Kak Sean."


Sean terkekeh mendengarnya. Lalu ia membalas. "Tidak masalah, hanya saja, dia yang memulai lebih dulu."


"Kalau begitu, aku kembali latihan ya." sahut Rosalyn.


Sean mengangguk kepalanya. "Ya, latihan 'lah yang rajin."


Rosalyn bangkit dari duduknya. "Jangan menyendiri terus, Kak Sean."


Sean tak menjawab, ia hanya tersenyum. Rosalyn melangkah meninggalkan Sean duduk sendirian, dan kembali latihan bersama yang lainnya. Sean kembali fokus membaca bukunya.


.....


Keesokan Harinya, Sean memilih untuk tidak datang ke studion latihan. Ia memilih keluar ke hutan. Ia sendiri, ia tak bersama dengan party-nya, ia sudah sepenuhnya percaya kalau party-nya bisa menjalankan misi tanpa dirinya.

__ADS_1


Kali ini Sean berada di tengah hutan yang masih di wilayah Kerajaan Erlang. Ia ingin melakukan percobaan untuk Sihirnya. Setelah membaca buku yang ia baca, dan sekarang, ia ingin mempraktekan hasil belajarnya.


Terlihat Sean tengah fokus menatap segumpalan tanah di telapak salah satu tangannya yang terbuka. Ia memfokuskan salah satu Sihirnya, Sihir elemen Tanah.


Segumpalan tanah pun malayang di atas telapak tangannya. Sean fokus memanipulasikan mana energi elemen Tanahnya untuk merubahnya menjadi jenis Sihir Ciptaan yang ingin ia ciptakan.


2 jam berlalu, Sean masih saja fokus, belum ada perubahan, gumpalan Tanah hanya melayang dan berputar-putar di atas telapak tangannya, pada akhirnya rapuh bagaikan debu.


Sean masih saja fokus, meskipun gumpalan Tanah menjadi debu dan melayangkan di sekitarnya. Perlahan Tanah di sekitarnya Sean bergetar.


Tak hanya memanipulasikan mananya saja, ia juga menggunakan ilmu penggetahuan yang pernah ia pelajari semasa ia masih sekolah, yaitu pelajaran kimia.


Sihir Ciptaan yang ingin Sean ciptakan, adalah elemen yang selama ini ada berada disektar orang-orang. Dan selama ini semua orang tidak ada yang menyadari keberadaan tentang elemen ini.


Padahal jenis elemen ini selalu berada disekitar semua orang. Dan mereka selalu menggunakannya, terutama keluarga Bangsawan dan Kerajaan, dan juga para petualang.


Selama ini, semua orang yang ada di dunia ini, hanya tau jenis elemen ini yang sudah jadi. Semua orang mendapatkan elemen yang sudah jadi ini dari hasil pertambangan. Lalu diolah oleh pengrajin dan dimanfaatkan agar bisa digunakan untuk semua orang.


Sihir Ciptaan yang diciptakan Sean adalah Sihir Elemen Logam yang tercipta atau turunan dari Sihir Tanah. Dengan bantuan penggetahuan pelajaran kimia tentang unsur-unsur dan partikel logam yang ada di dalam tanah.


Batang logamnya pun berubah dan terbelah menjadi 4. Ukurannya cukup kecil tetapi kuat. Ya, 4 logam ini berbentuk peluru. Ia berhasil, solusi jika peluru senapannya habis.


Jadi, jika pelurunya habis, maka Sean tinggal membuatnya dengan Sihir Ciptaannya. Mungkin ia bisa membuat pedang sesuai seleranya, tanpa harus ke pengrajin besi.


Sean menggunakan Sihir Ciptaan elemen Logam. Ia membuat satu butir peluru, lalu ia mengeluarkan pistolnya, ia mengisi ulang dengan satu butir peluru ciptaannya. Krek-krek..!! Sean arahkan ke arah langit.


Dorr...!!


"Sesuai, sama persis." batin Sean setelah mencoba peluru buatannya.


Sean melihat-lihat peluru ciptaannya, dan Pistolnya. "Mungkin, aku bisa mengendalikan Sihirku untuk menembak musuh tanpa pistol maupun senapanku."

__ADS_1


.....


Waktu terus berjalan. Tak terasa waktu latihan mereka telah berakhir. Besok adalah waktunya semua akan berangkat ke Kerajaan Roux. Hari adalah hari terakhir mereka latihan.


Tetapi, mereka latihan hanya sampai siang saja. Karena untuk menyimpan tenaga untuk persiapan perjalanan yang kemungkinan memakan 3 atau 4 hari.


Semenjak pertarungan Sean dan Edi, Edi memilih untuk tidak berurusan lagi dengan Sean. Meski dalam hatinya, ia masih belum terima kekalahannya, dan belum menerima Sean yang menjadi calon suaminya gadis pujaannya.


Kekuatan Sean, bagi Edi cukup mengerikan. Ia tak ingin bertindak bodoh lagi. Meski bisa saja ia diam-diam menghabisi Sean, tetapi ia masih berfikir berkali-kali.


Semejak kekalahannya setelah bertarung dengan Sean, ia memilih disibukan latihan bersama yang lainnya. Ia menganggap kejadian itu tak pernah terjadi.


Sedangkan Sean selama ini, sibuk dengan latihan sendirian saja, dan membaca buku. Meski kadang-kadang Rosalyn dan Zayden menemaninya.


.....


Keesokan Harinya.


Semua tengah bersiap akan pergi ke Kerajaan Roux. Sudah ada 10 kereta kuda yang akan berangkat. Salah satu kereta kuda itu khusus untuk Raja Erlang dan Ratu Anne.


Ke-9 kereta kuda diisikan untuk para peserta perwakilan Kerajaan, beberapa petinggi Kerajaan, beberapa Guru akademi beserta pemimpinnya, dan ada satu kereta kuda berisi perlengkapan.


Richard pun juga ikut, ia satu kereta dengan beberapa petinggi yang lainnya. Tak hanya itu, 10 pengawal dan 2 ksatria Kerajaan juga ikut dengan kuda mereka masing-masing.


Sean satu kereta dengan Zayden dan Rosalyn, dan satu murid akademi. Zayden bersuara. "Aku yakin, usaha kita selama latihan, tidak akan mengecewakan."


Rosalyn dan 1 murid perempuan dari akademi mengangguk kepalanya. Sean hanya diam, ia memilih menutup kedua matanya. Zayden berbicara padanya. "Hei, Sean..!! Jangan terlihat malas. Semangatlah."


"Aku hanya sedang menikmati perjalanan ini." jawab Sean, tanpa membuka kedua kedua matanya.


Tak hanya Zayden, Rosalyn menghela nafasnya. Mereka bingung dengan jalan pikiran Sean yang sekarang. Semenjak Sean dipilih menjadi perwakilan Kerajaan, sikap Sean seperti itu.

__ADS_1


Selama latihan juga, Sean tak pernah latihan bersama. Yang ada Sean selalu menyendiri. Apalagi mengingat saat Sean tak datang ke studion latihan, mereka tak berkomentar, hanya bertanya-tanya tentang Sean di dalam benak mereka.


"Sebenarnya orang ini punya niat apa tidak ?" itulah batin mereka semua.


__ADS_2