
Setelah kepergian Reyhan ke Dunia asalnya, kini Sean sendirian. Ia pun berdiri. "Aku harus menginap dimana ?"
Sean memikirkan Dunia D-25 adalah dunia modern yang dilengkapi Sihir. "Disini mungkin ada hotel, tapi aku tak punya uang asal dunia ini."
Disinilah Sean merasa kurang beruntung. Pasalnya pegangan yang ia bawa adalah koin yang merupakan mata uang asal Dunia D-31. Jelas tidak mungkin koinnya berlaku di Dunia D-25.
Sean tak mau ambil pusing. Ia teringat banyak daging buruannya selama ini ia berpetualang di dunia barunya dan perlengkapan masak yang ia simpan di cincin penyimpanannya.
Sean segera melompat dan mengucap kata Sihirnya. Ia pun terbang dengan Sihir Apinya. Ia mencari-cari tempat yang pas untuk persembunyiannya selama ia tinggal di Dunia D-35 ini.
.....
Sudah banyak sekali gedung-gedung, dan ruko-ruko yang ia lewati. Setelah lama ia terbang dan melewati kota. Sean melihat ada sebuah desa yang luas yang ada di pinggir kota. Da dibelakang desa itu ada hutan dan bukit yang tinggi.
Sean memutuskan terbang ke arah bukit. Banyak sekali pohon-pohon lebat bukit. Ia tak menyangka ada hutan dan bukit di dekat kota. Sean memutuskan tinggal disana.
Sean mendarat, lalu ia menggunakan Sihir dinding Tanahnya berbentuk segitiga. Anggaplah, tenda baginya. Lalu ia mengeluarkan kain panjang dari cincin penyimpanannya.
Kain panjang ini ia gunakan untuk alas tidurnya di dalam tendanya. Setelah persiapan selesai, ia segera menyalakan Api dan membakar daging untuk makan.
Dan tak lupa, ia membawa air minum yang ia sudah ia sediakan di kantong penyimpanannya. Kini ia menganggap dirinya kemah. Seperti yang pernah ia jalani sewaktu sekolah dan pada saat sebagai prajurit saat ia menjaga perbatasan.
.....
Setelah selesai makan, Sean segera masuk ke dalam tendanya. Ia membaringkan tubuhnya di kain yang ia gunakan sebagai alas tidurnya.
__ADS_1
Sambil tiduran, Sean memikirkan rencana kedepannya selama tinggal di Dunia D-25. Ia berguman. "Mungkin aku akan tinggal disini untuk mencari pengalaman selama beberapa minggu atau beberapa bulan."
Tak lama kemudian, kedua matanya mulai mengantuk. Sean pun menutup kedua matanya. Ia pada akhirnya tidur.
.....
Hari terus berjalan. Tak terasa sudah 2 bulan berlaku. Selama Sean tinggal di Dunia D-25, Sean sudah mengenalinya. Selama 2 bulan ini, Sean masih tinggal di bukit.
Dan ia selalu berburu kelinci liar, ular, ayam hutan, dan burung-burung untuk dijadikan makanannya. Karena persedian daging di cincin penyimpanannya telah habis.
Dan soal mandi, disana ada sungai yang mengalir di bawah bukut di dekat desa. Sesekai Sean memancing untuk mencari ikan.
Pada saat turun dari bukit, Sean mamantau aktifitas para remaja dan pasukan khusus saat membasmi siluman-siluman yang berkeliaran.
Rupanya tak hanya ke-6 remaja yang Sean bantu sebelumnya. Masih banyak lagi remaja yang juga melawan para siluman. Bahkan orang-orang umum.
Dan Sean mengetahui kalau para remaja yang selama ini ia bantu adalah murid akademi keadilan. Yang dimana para murid dilatih bela diri dan Sihir.
Mereka dilatih untuk membela Dunianya dari ancaman para siluman yang selalu datang. Mereka yang lulus dari SMP bisa mendaftar ke SMA, atau ke akademi keadilan.
Bagi yang mendaftar dan lulus, bisa masuk ke akademi keadilan, dan yang tidak lulus, mereka terpaksa mendaftar ke SMA biasa.
Biasanya jika ada siluman yang datang, para murid akademi yang mengatasinya, itupun jika sudah mendapat izin dari pihak akademi dan izin kerja sama dengan persatuan pasukan khusus.
Jika sudah lulus dari akademi, mereka bisa memilih jalan hidup mereka. Ada yang mendaftar pasukan khusus, polisi, tentara pun juga ada. Bahkan yang yang lulu SMA saja, masih bisa mendaftar selagi Sihir mereka berguna.
__ADS_1
Ada juga yang setelah lulus menjadi pekerja biasa, ada yang berdagang. Bahkan ada banyak perempuan yang menjadi ibu rumah tangga setelah menikah.
Tetapi jangan salah, bekal mereka sewaktu masih di akademi, mereka memanfaatkan Sihir mereka untuk kebutuhan sehari-hari. Atau membela diri dari penjahat dan siluman.
Intinya, bagaimana pun jalan mereka semua, selagi memiliki Sihir, mereka bisa menjaga diri dari segala macam bahaya yang datang.
Bahkan ada yang Setelah lulus, memutuskan menjadi penjahat. Mungkin karena mereka salah jalan, atau ingin menambah pekerjaan polisi atau pasukan khusus.
Dan baru Sean ketahui, para siluman itu ada dari zaman dulu. Dunia D-25 yang terancam akan adanya banyak siluman. Dan selama ini para siluman itu adalah musuh bebuyutan mereka.
Sebenarnya Siluman murni sudah musnah, tetapi ada beberapa pihak yang menginginkan kekuatan dari jalan pintas. Salah satunya yaitu memanfaatkan kekuatan siluman.
Bahkan saat ini, ada beberapa ilmuwan jahat dari Dunia itu melakukan eksperimen kepada siluman murni yang mereka tangkap, dan memanfaatkan kekuatan kepada relawan yang menginginkan kekuatan.
Namun keberadaan mereka entah dimana. Sehingga dibuatlah, persatuan pasukan khusus, dan akademi keadilan, yang dimana kedua pihak ini sebagai pelindung.
Dan lagi, sesekali Sean juga kesulitan saat membantu para remaja, dan pasukan khusus. Semua bisa diatasi, karena Reyhan datang membantu.
Reyhan akan selalu datang membantu jika Sean terlihat kewalahan. Setelah membunuh semua, pasti Reyhan langsung pergi begitu saja.
Namun yang membuat Sean kagum, karena Dunia 25, peralatan dan teknologi sudah canggih. Jika di Dunia asal Sean, semua kendaraan menggunakan bahan bakar bensin, di Dunia D-25, semua kendaraan menggunakan Sihir Listrik atau Sihir Petir.
Dunia D-25, Sihir Petir disebut Listrik Alam. Dan rata-rata rakyatnya bisa menggunakan Sihir Listrik untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Sedangkan di Dunia baru Sean, Sihir Petir sangatlah langka.
"Sulit dipercaya." itulah kata-kata Sean yang beru mengetahui kalau Sihir Petir adalah kebutuhan yang selalu untuk kebutuhan sehari-hari.
__ADS_1