
Setelah melihat kepergian rombongan Sean dan Putrinya keluar dari pintu gerbang istana, Raja Erlang tetap diam berdiri di tempatnya. Ratu Anne, Zayden, dan Sarah sampai bingung dibuatnya. Zayden meminta kepada ibu dan istrinya untuk masuk ke dalam istana lebih dulu.
Setelah melihat ibu dan istrinya masuk ke dalam, Zayden mendekati Raja Erlang, ia pun berdiri di sampingnya. "Ayah, apa kau baik-baik saja ?"
Raja Erlang hanya mengangguk kepalanya. Zayden kembali bersuara. "Tapi, aku merasa ayah tidak baik-baik saja."
"Ayah tidak apa-apa, Zayden." jawab Raja Erlang.
"Lalu ? Kenapa ayah terlihat seperti tidak baik-baik saja ?" ucap Zayden sambil menatap tegas ke arah Raja Erlang.
Raja Erlang menghela nafasnya. "Ayah hanya kepikiran Pamanmu."
"Paman Mozark ?" sahut Zayden, dan Raja Erlang mengangguk kepalanya.
"Sungguh, ayah merasa senang, karena Sean telah menerima dan mencintai Adikmu, meskipun itu diawali karena permintaan keegoisanku." jawab Raja Erlang.
Raja Erlang menambahkan. "Tapi disisi lain, ayah merasa sedih karena harus kehilangan Mozark, mau bagaimanapun kita tumbuh sama-sama. Ayah sendiri, tidak menyangka, kalau Mozark bisa sampai tergila-gila kepada keponakannya sendiri."
Zayden membalas. "Cukup ayah, aku tau kau sangat menyayangi Paman Mozark. Tetapi bagiku, keputusan ayah sudah tepat, dengan menjatuhkan Mozark hukuman mati."
"Ya, kamu benar." jawab Raja Erlang.
Lalu Zayden mengajak Raja Erlang untuk masuk ke dalam istana. Raja Erlang menyetujuinya, lagi pula hari telah malam.
Dan besok Raja Erlang berencana akan memakamkan jasad Mozark. Cukup dirinya saja yang memakamkan adik angkatnya sendiri.
.....
Sementara Disisi Sean dan rombongannya masih dalam kereta kuda menuju kediaman mereka. Disini Dr. Alex dan Sean tengah berbicara.
"Aku meragukan tentang pemikiranmu, Ayah." kata Sean.
"Tidak ada salahnya jika kita mencoba dulu." balas Dr. Alex.
Liona dan Rosalyn hanya diam, mereka berdua menatap dan mendengar kata-kata suami mereka masing-masing.
__ADS_1
"Apa ayah yakin ?" tanya Sean.
"Tentu saja filling ayah sangat yakin, di Dunia ini memiliki tumbuhan berlimpah untuk dijadikan bahan obat-obatan yang hebat." jawab Dr. Alex.
Dr. Alex menambahkan. "Ayah ingin memanfaatkan pengetahuan milik ayah, untuk dijadikan usaha disini. Disamping itu, kita bisa membantu orang-orang disini jika ingin berobat."
Sean mengangguk-angguk kepalanya, sambil memegang dagunya. "Boleh juga."
Sean menatap ayahnya. "Apa ayah tidak tertarik menjadi Ksatria Kerajaan sepertiku, mungkin aku bisa mengajukan ayah kepada ayah mertua."
Dengan tegas, Dr. Alex menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak, ayah tidak sama sekali tertarik."
"Lalu, kalau ayah ingin membuka toko obat-obatan, ayah ingin membukanya dimana ?" tanya Sean.
"Apakah kamu keberadaan kalau ayah membuka toko obat di samping rumahmu ?" tanya Dr. Alex.
Sean menjawab. "Aku tidak keberatan sama sekali. Jadi ayah ingin membangun toko obat di samping rumah ?"
Dr. Alex mengangguk kepalanya. Sean berkata. "Baiklah. Tapi aku harus meminta izin terlebih dahulu kepada ayah mertua dulu, karena kediamanku adalah pemberiannya."
Dr. Alex dan Sean tak berkata apapun lagi.
.....
Satu Minggu Kemudian.
Di Kediaman Sean, kin disamping rumahnya telah terbangun sebuah bangunan dengan panjang 10 meter, dan lebar 4 meter. Depan adalah bagian pejualan nantinya, dan belakang adalah tempat olah, katakanlah ruangan eksperimennya.
Dr. Alex tak menyangka dalam sekejap bangunan untuk toko obatnya telah jadi dengan hitungan detik. Sebelum-sebelumnya, 6 hari yang lalu, Sean meminta izin kepada Raja Erlang tentang keinginan ayahnya.
Awalnya Raja Erlang tak masalah, karena sebenarnya ia berniat mengangkat besannya menjadi salah satu mentrinya. Sean menjelaskan manfaat niat ayahnya. Meskipun menantunya tidak menjelaskannya, Raja Erlang tetap menyetujuinya.
Lagi pula, kediaman Sean adalah pemberiannya, maka sudah jelas untuk Sean. Maka terserah jika Sean ingin merubahnya. Dan Raja Erlang menjadikan Dr. Alex sebagai salah satu penduduk Kerajaan.
Maka Dr. Alex pun terdaftar menjadi penduduknya. Ia juga membuat surat resmi untuk membuka usaha. Setelah mendapat izin, tanpa ragu, Rosalyn langsung menggunakan Sihir Alamnya, dengan akar tumbuhannya, terbuatlah bangunan rumah disamping rumah Sean.
__ADS_1
Dr. Alex saja dibuat terkejut. Meski dalam kondisi mengandung, Rosalyn masih mampu menggunakan Sihir Alamnya. Tetapi disini Liona menasehatinya agar Rosalyn tidak menggunakan Sihirnya, karena ia khawatir jika tindakan Rosalyn bisa mempengaruhi kesehatannya dan kandungnya.
Dan sekarang, Dr. Alex sangat bersemangat, selama seminggu ini, ia terus mencari bahan-bahan untuk obat-obatannya. Liona tidak bisa ikut, karena ia harus menjaga menantunya.
Dr. Alex sangat terkejut, karena ia baru mengetahui kalau Dunia barunya tak hanya Ras Manusia saja. Ia pun paham setelah Liona menjelaskan tentang Dunia barunya.
Dari pasar hingga ke hutan di luar kota Kerajaan, Dr. Alex mencari bahan-bahan yang akan ia buat obat-obatan. Dr. Alex tidak menyangka kalau di Dunia barunya, semua tumbuhan herbal sangatlah berlimpah.
Mungkin karena udara di Dunia barunya sangatlah bagus, tidak seperti di Dunia asalnya yang dari dulu udaranya sudah terkena polusi, sehingga mempengaruhi ekosistem.
Setelah dapat semua bahan-bahan yang menurutnya sesuai, Dr. Alex langsung kembali pulang. Di tempat barunya bagian belakang, ia mengolah bahan-bahan yang ia dapat secara bertahap.
Sebagai dokter, ilmuwan, sekaligus profesor, ia tak terburu-buru dalam melakukan secara teliti dan serius, bahkan Liona dan Rosalyn yang melihatnya merasa kagum dengan keahlian Dr. Alex.
.....
Sementara Disisi Lain.
Sean tengah dalam perjalanan di Guild Petualang. Ia merasa rindu dengan teman-teman party-bya dulu. Saat ini, ia memiliki waktu luang dalam menjalani peran Ksatria Kerajaan.
Setelah masuk dalam Guild, semua orang di dalam memperhatikannya. Seketika mereka sedikit menundukkan tubuhnya untuk memberi hormat. Bahkan mantan semua anggota party-nya juga memberinya hormat.
Sean meminta mereka untuk kembali beraktifitas seperti biasanya. Setelahnya, ia berjalan mendekati teman-temannya. Brian lebih dulu berjalan mendekati Sean.
"Hei, Sean sudah lama sekali kau tak kemari." kata Brian.
"Ya, mau gimana lagi." jawab Sean, lalu ia dan Brian berjabat tangan.
"Kudengar, katanya tempat kediamanmu akan dibuka toko obat-obatan ?" tanya Arron.
Sean mengangguk kepalanya. "Ya, ayahku ingin membuka toko obat-obatan."
Semua anggota party Sang Petualang terkejut mendengarnya. Erza bersuara. "Ayah ? Ibumu menikah lagi ?"
Sean menepuk jidatnya, ia lupa memberi tahu kepada teman-temannya, kalau ayahnya masih hidup. Sean pun duduk, ia menceritakan hal yang terjadi selama seminggu ini.
__ADS_1