OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 62


__ADS_3

Setelah masuk ke dalam istana Kerajaan Roux, Sean dan Liona disambut beberapa penjaga dan beberapa maid istana.


"Dimana Yang Mulia Raja Roux ?" tanya Liona.


Salah satu maid menjawab pertanyaan Liona. "Yang Mulia Raja sedang melakukan rapat bersama kedua Yang Mulia Raja, dan beberapa petinggi di ruang rapat."


"Tolong antarkan aku kesana." sahut Liona.


Dalam pikiran beberapa maid dan penjaga heran dengan salah satu Ksatria wanita ini. Karena yang mereka tau, Liona mengambil libur berapa hari.


Namun, karena bukan hak mereka yang ingin tau apa tujuan Liona yang datang ke istana, mereka memilih menepis pikiran mereka. Salah satu maid maju dan 2 penjaga akan mengantarkan Liona.


Sebelum pergi, Liona menatap Sean. "Kamu segeralah temui tunanganmu."


Sean tersenyum dan mengangguk kepalanya. Liona pun pergi meninggalkannya. Sean menanyakan keberadaan Rosalyn.


Salah satu maid menjawab keberadaan Rosalyn yang sedang berada di salah satu kamar kosong di dalam istana bersama Zayden.


Sean pun meminta salah satu maid dan salah satu penjaga mengantarkannya. Ia pun diantar menuju ke tempat tujuannya.


.....


Beberapa lama kemudian, Sean telah sampai di salah satu ruangan yang dijaga 2 penjaga di depan pintu. 2 penjaga itu memberi hormat kepada Sean dan membukakan pintu ruangan tersebut yang merupakan tempat kamar sementara Rosalyn.


Setelah masuk, pintu kamar itu ditutup. Sean melihat Zayden tengah duduk di samping ranjang sambil membaca buku. Zayden menyapanya, Sean membalasnya dengan anggukan kepalanya dan tersenyum.


Sean pun berjalan mendekatinya. "Bagaimana keadaannya ?"


Zayden menutup bukunya, ia memandang adik tersayangnya yang tengah tidur di ranjang. "Seperti yang kau lihat, semenjak kemarin, ia tak banyak bicara. Hingga Yang Mulia Raja Roux memutuskan memindahkanku dan dan kesini, dia masih saja diam karena mengingat kejadian masa lalu."


Raja Roux yang sudah menganggap Zayden dan Rosalyn adalah keponakannya, ia meminta mereka berdua agar dipindahkan. Agar semuanya bisa menjaga Rosalyn yang ketakutan karena rasa traumanya.


Sean memandang iba terhadap Rosalyn. Ia segera meraih salah kursi kayu yang kosong, lalu menempatkannya di sisi ranjang dan bersampingan dengan kursi yang diduduki oleh Zayden.


Sean menggenggam tangan Rosalyn, ia merasa bersalah karena disaat kemarin ia menuruti egonya untuk bertarung dengan Mozark, dan meninggalkan Rosalyn bersama Zayden.


Zayden bersuara. "Aku tak menyangka kalau kamu Putra dari Ksatria wanita yang bernama Liona."


Zayden baru mengetahuinya saat Raja Erlang dan Richard memberitahunya tadi pagi saat memindahkannya dan Rosalyn ke kamar kosong yang ada di istana Kerajaan Roux.


Sean tersenyum. "Aku sendiri juga tak menyangka kalau ibuku berasal dari dunia ini. Karena selama ini, ayahku bercerita kalau ibuku telah tiada setelah melahirkanku."


"Tapi, pada akhirnya, ayahku memberitahu kalau ibuku masih hidup dan berasal dari dunia yang berbeda." tambahnya.


Sean sebenarnya sudah memberitahu tentang dirinya saat dalam perjalanan ke Kerajaan Roux (BAB 49) kepada Zayden dan Rosalyn.


Sean memberitahu mereka berdua, mereka berdua yang mendengarnya, seakan tidak percaya. Karena bagi mereka berdua dunia lain hanyalah legenda, dan dianggap dongeng.


Meskipun mereka berdua juga pernah mendengar kalau salah satu Kerajaan dari benua lain, telah memanggil Pahlawan dari dunia lain untuk membantu mengalahkan iblis yang telah datang menyerang Kerajaan tersebut.


Namun mereka tak percaya karena tak melihatnya secara langsung. Mau melihat bagaimana ? Secara mereka tinggal di benua yang berbeda, ditambah sangat banyak memakan waktu untuk pergi kesana.


Tetapi karena melihat keanehan pada diri Sean yang memiliki lengan logam, dan senjatanya, mereka perlahan untuk percaya.


"Bisakah kamu ceritakannya ?" tanya Sean yang terus memandang wajah cantik Rosalyn.

__ADS_1


Zayden pun menceritakan semuanya kejadian dimana Rosalyn bisa memiliki trauma. Zayden menceritakan semuanya tanpa ada yang di kurangi dan dilebihkan.


Sean yang mendengarnya tak percaya. Bisa-bisanya Mozark seorang yang merupakan Paman, menyukai Rosalyn yang merupakan keponakannya.


Sean juga geram saat mendengar kalau Mozark hampir mencoba memperk0sa Rosalyn. Ia juga merasa iba kepada Zayden, karena ia kehilangan kekasihnya setelah melindungi Zayden dari serangan Mozark.


Setelah selesai bercerita, Zayden berpamitan untuk keluar dari ruangan. Ia memberi waktu kepada Sean untuk menemai Rosalyn yang dari tadi tidur.


.....


Sean memenjam kedua matanya. Terlihat ia memenjam kedua matanya sambil duduk bersenderan di kursi kayu dan melipatkan kedua tangannya di depan dadanya.


Sambil mememani dan menunggu Rosalyn, Sean tengah memikirkan sesuatu hal yang baru untuk tentang mempelajari Sihirnya.


Beberapa lama kemudian, Rosalyn membuka kedua matanya. Ia melihat sekelilingnya. Sean yang merasa suara gerakan dari ranjang, ia segera membuka matanya, dan menatap Rosalyn yang sudah bangun.


"Kamu sudah bangun ?" tanya Sean, ia berpindah duduk di sisi ranjang.


Rosalyn tak menjawab, ia melihat sekelilingnya dengan wajah ketakutannya, seakan ia mencari keberadaan seseorang. Sean bersuara. "Kakakmu sedang keluar, jadi biarkan aku menemanimu."


Rosalyn tak menjawab, ia terdiam. Sean mengenggam tangan gadisnya. Perlahan Rosalyn memandang Sean. Sean juga memandangnya. Hal yang tak terduga, Sean mengusap lembut kepala Rosalyn. "Tidak hanya ayahmu, dan kakakmu yang akan menjagamu. Sekarang aku juga yang ikut menjagamu."


.....


Beberapa Hari Kemudian, tepatnya sudah 3 hari setelah kekacauan yang ditimbulkan oleh Mozark. Raja Erlang dan Raja Wagner akan di pulang kembali ke Kerajaan mereka berdua masing-masing.


Dan tak lupa para peserta juga akan ikut pulang bersama rombongan Kerajaan mereka masing-masing. Selama 3 hari itu, para peserta tak melanjutkan pertandingan, mereka diperbolehkan untuk menikmati kesenangan mereka di Kota Kerajaan.


Para peserta juga sudah mendapat hadiah. Setiap dari mereka, mendapatkan senjata pedang yang memiliki harga yang tinggi, dan mendapat 10 koin Platinum.


Semua tak keberatan kemauan Sean, karena mau bagaimanapun Sean adalah keturunan dari salah satu keluarga Bangsawan di Kerajaan Elf. Jadi Raja Roux sendiri sangat memperbolehkan Sean tinggal di wilayahnya.


Rombongan Kerajaan Wagner sudah lebih dulu pergi ke wilayah mereka. Tinggallah rombongan Kerajaan Erlang yang akan berangkat. Raja Erlang dan rombongannya, kini tengah berpamitan kepada Raja dan pengikutnya.


Disisi Lain, di dekat salah satu kereta kuda, Terlihat Sean dan Rosalyn saling berpelukkan. Mengingat hal kemarin, Sean telah mengutarakan perasaannya.


Tentu saja Rosalyn sangat senang, karena Sean menerima perasaannya. Bahkan kondisinya menjadi lebih baik, meski masih kadang rasa traumanya menghampirinya dalam ingatannya.


Sean mencium dahi Rosalyn. Mereka saling melepaskan pelukan mereka. Sean memandang Rosalyn. Rosalyn bertanya. "Kamu tidak ikut kembali bersama kami ?"


Sean tersenyum. "Aku disini selama beberapa waktu dulu, karena aku ingin lebih mengenal keluargaku."


2 hari sebelumnya, Rosalyn baru diberitahu kalau Sean telah menemukan keluarganya, yang merupakan keluarga Bangsawan di Kerajaan Roux itu sendiri.


Hal yang mengejutkan adalah Liona yang merupakan Ksatria wanita dari Kerajaan Roux, adalah ibu kandung Sean. Liona menerima dirinya sebagai calon menantunya dengan senang hati.


.....


Sean kini memandang rombongan kereta kuda milik Kerajaan Erlang yang perlahan pergi menjauhinya. Sean berdiri menatap kepergian rombongan Kerajaan Erlang.


Sebelum berangkat, Sean meminta Richard untuk mengantarkan hadiahnya. Ia memutuskan memberikan semua hadiahnya untuk anggota party-nya yang sering ia tinggal. Richard dengan senang hati akan melakukan apa yang Sean mau.


Liona yang berdiri disampingnya, dan memegang pundak Putranya. "Ayo kita pulang, sudah waktunya makan siang."


Sean mengangguk kepalanya. Ia dan ibunya segera masuk ke kereta kuda milik keluarga Aratohrn. Setelah masuk dan duduk, sang kusir pun menjalankan kereta kudanya.

__ADS_1


.....


4 Hari Kemudian.


Sudah lebih dari 4 hari, dan hari sudah mulai sore. Rombongan Raja Erlang telah sampai di kota Kerajaan Erlang. Perjalanan mereka lancar tanpa ada halangan sama sekali.


Setelah sampai depan pintu gerbang Kerajaan Erlang, semua orang keluar turun dari kereta kuda, dan pulang ke rumah mereka masing-masing.


Sedangkan Raja Erlang, Ratu Anne, Zayden, dan Rosalyn yang dalam satu kereta, kereta kuda mereka tak berhenti, dan terus berjalan menuju ke istana Kerajaan.


Kereta kuda mereka diikuti oleh 2 kereta kuda yang dinaiki oleh beberapa petinggi, beberapa mentri, dan 2 Ksatria Kerajaan Erlang. Kecuali Richard, ia memilih turun, dan berjalan pulang Guild miliknya.


Setelah sampai, mereka segera turun dan masuk ke dalam istana. Mereka sudah tak sabar kembali ke kamar mereka masing-masing untuk mandi membersihkan diri, dan istirahat.


Setelah masuk, mereka semua disambut para maid, para penjaga, dan para mentri yang sudah menunggu kepulangan anggota keluarga Kerajaan ini.


.....


Sementara Disisi Lain.


Richard yang baru saja kembali ke Guild miliknya. Ia disambut baik oleh para pengawainya, bahkan Petualang lainnya. Salah satu pegawai resepsionisnya yang bernama Lucy, menghampirinya.


"Selamat datang kembali Master." ucap Lucy.


Richard tersenyum dan mengangguk kepalanya. "Bagaimana keadaan disini ?"


"Seperti biasanya, semua baik-baik saja." jawab Lucy.


Lucy kembali ke tempat kerjanya. Dan Richard juga berjalan pergi ke ruangannya. Lucy teringat sesuatu, namun sayangnya Richard sudah pergi dulu.


"Biarlah, Master pasti terkejut." batin Lucy sambil tersenyum.


Sementara disisi Richard, ia memasuki ruangannya yang sidah ia tinggal selama hampir 2 minggu. Setelah masuk, saat ia akan menutup pintu ruangannya, seketika ia terdiam.


Ia terdiam membeku melihat seorang wanita yang dikenalnya itu. Wanita yang merupakan satu-satunya pengguna Sihir Petir, sekaligus pemilik salah satu Senjata Legendaris.


Dan kini, wanita itu tengah duduk di salah satu sofa di ruangannya sambil membaca salah satu buku dari rak lemari buku miliknya.


Klek..!!


Suara pintu ruangan itu tertutup sendiri. Wanita itu menoleh, lalu ia tersenyum kepada Richard dan menutup bukunya. Ia bangkit dari duduknya, dan berdiri menatap Richard.


Richard merasa tak percaya, wanita yang selama ini ia tunggu, telah kembali. Wanita yang cantik yang berumur 30 tahun ini, benar-benar pulang kembali dan datang padanya.


"Sinta..." Richard memanggil nama wanita itu.


Wanita bernama Sinta itu, tersenyum hangat. "Aku datang kembali untukmu."


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Ada yang tidak asing dengan nama itu ? Penasaran ? Salah satu tokoh bernama Sinta ini, berasal dari salah satu karyaku berjudul 'Laki-Laki Culun Psychopath'.


Aku berniat membangunkan salah satu tokoh yang bernama Sinta ini, seolah dia bereinkarnasi. Karena sejak awal, aku ingin membuat cerita yang berlatar Multiverse.


Kisah Sinta sudah kubuat dalam bentuk CERPEN yang berjudul 'Perjalanan Queen Sinta', Kalian bisa cek profilku. Terimakasih.

__ADS_1



__ADS_2