OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 89


__ADS_3

Sean masih terus-terusan menyerang monster Naga dengan segala kemapuan yang ia punya. Hasil tidak mengecewakan. Segala kemampuan yang ia miliki, ia gabungkan dengan Sihir Petir miliknya. Setidaknya serangannya membuat goresan di kulit sang Naga.


Naga itu terus mengaum keras. Sean menebak, kalau Naga ini pasti sangat-sangat marah karena kesakitan. Naga itu pun menyemburkan Api panas dengan skala yang besar.


Sean menghindar. Sebenarnya ia tak menghindar atau kena serangan Naga itu tidak masalah, mengingat kalau dirinya memiliki kemampuan regenerasi.


Tetapi yang jadi masalah adalah pakaiannya. Kalau ia terkena semburan Api yang berslala besar itu, sudah pasti pakaiannya hangus terbakar.


Naga itu terus-terusan menyembur Apinya dan mengarahkannya ke arah Sean yang terus terbang menghidar. Tiba-tiba ada sebuah cahaya kilat datang bergerak cepat menaiki tubuh Naga itu.


Sean sendiri juga terbelalak dengan sosok ini. Sosok itu sudah ada di atas kepala Naga.


DUGH...!! JEDEERRR...!!


Tiba-tiba Naga itu menghentikan semburannya. Karena sosok itu menghantam atas kepalanya. Dan itu menimbulkan sambaran Petir yang luar biasa.


Marah, sudah jelas marah Naga itu, karena ada yang berani mengganggunya. Sean memandang seseorang yang baru saja menghantam kepala Sang Naga.


Sean mengangkat alis sebelahnya. Ia memandang seorang wanita yang tak lain adalah Sinta. Seseorang yang bisa mengendalikan Sihir Petir selain dirinya.


Sinta melompat mundur dengan tinggi, ia menjauh untuk berjaga jarak Naga ini. Setelah kakinya menginjaki permukaan tanah, ia melompat mundur lagi dan lagi.


Kini jaraknya tempat Sinta berdiri, mungkin ada 100 meter dari Naga itu. Sean pun turun dari terbangnya mendekati Sinta. "Kenapa kamu kesini ?" tanya Sean yang baru saja mendarat.


"Tentu saja membantumu bodoh...!!" jawab Sinta.


Sean terbelalak mendengarnya. "Kamu mengataiku bodoh ?"


"Tentu saja kamu bodoh. Jelas-jelas disini yang bisa menggunakan Sihir Petir hanya kita berdua. Kenapa kamu tidak mengajakku ?" sahut Sinta.

__ADS_1


"Aku benar-benar tak mengerti, kenapa bisa Tuan Putri Rosalyn bisa menyukaimu ?" kata Sinta bertanya-tanya.


Sean sendiri dibuat menganga setelah mendengar kata-kata Sinta. Ia pun membalas. "Aku sendiri juga tidak mengerti, kenapa Tuan Richard bisa-bisanya menikahimu yang merupakan wanita bar-bar."


Sinta melotot ke arah Sean. Tentu saja ia tak terima dengan kata-kata laki-laki yang umurnya lebih muda darinya. Saat Sinta akan membalas, terdengar suara auman Naga.


Sean dan Sinta menoleh, mereka berdua memandang Naga itu yang kini perlahan berjalan ke arah mereka berdua. Sinta bersuara. "Apa kamu punya rencana ?"


"Untuk saat ini, kita hanya bisa menahan dan menyerang. Jika kita terus-terus menyerangnya dengan Sihir Petir, itu cukup membuatnya goyah, dan kesakitan." jawab Sean menjelaskan.


"Berarti, kita hanya terus-terusan menyerangnya dengan Sihir Petir milik kita ?" kata Sinta bertanya.


Sean mengangguk kepalanya. "Ya, tetapi karena kulitnya sangat keras, kita tidak bisa terus-terusan menyerangnya dengan Sihir Petir, energi mana kita sudaha pasti terus terkuras. Dan mahluk sialan ini, entah sampai kapan bisa terus bertahan dari serangan."


"Apa lebih baik kita menyerang matanya ?" kata Sinta memberi Saran.


"Mata ?" sahut Sean bertanya-tanya.


Sean pun tersadar. "Benar juga, kenapa aku tidak menyadarinya ?"


Sinta memutar bola matanya. "Sudah kuduga, dan yang masih kuherankan, kenapa Putri Rosalyn bisa menyukaimu."


"Diamlah. Ayo kita lakukan." kata Sean kesal.


Sean pun langsung terbang dengan bantuan Sihir Api birunya. Ia terbang ke arah Sang Naga. Sedangkan Sinta, dirinya yang tak bisa terbang, ia mengucapkan kata Sihirnya.


"Gerakan Kilat."


Sinta pun berlari dengan kecepatan kilatnya.

__ADS_1


Sean terbang mendekat. Kini ia akan mendekati kepala Naga itu, namun seketika ia menghindar saat Sang Naga menyemburkan Api panasnya. Sambil menghindar ia melempar Kapaknya ke arah mata Naga itu.


JLEB..!!


Sang Naga seketika berhenti menyerang, dan ia mengaum keras. Mungkin karena sakit pada mata kirinya setelah menerima luka tusukan dari senjata Sean.


Kapak itu kembali terbang ke arah Sean. Sedangkan Sinta, ia berlari cepat menaiki tubuh Naga itu lagi. Ia sudah berada di atas kepalanya. Dan saat ia akan melayangkan pedangnya ke arah mata kanan Sang Naga, ia terpaksa berhenti.


Ada sebuah kaki besar yang merupakan salah satu kaki depan Naga yang akan menghantamnya. Terpaksa, Sinta melompat jauh untuk mundur. Sinta sudah mendaratkan kedua kakinya di permukaan tanah.


Kini ia berdiri dibelakang Sang Naga. "Sial, Naga sialan ini, seperti akan terus menjaga matanya."


Sean pun juga ikut menjauhi Sang Naga. Karena tiba-tiba ia merasakan panas. Tak hanya Sean, Sinta pun juga melihat kalau Naga ini tengah mengeluarkan uap dari tubuhnya.


Mereka berdua pun merasakan panas disekitarnya. Namun tiba-tiba, Naga itu berhenti mengeluarkan uap panasnya. Bersamaan itu Sang Naga mengaum keras.


Sean dan Sinta sama-sama terbelalak. Karena mata kanan Sang Naga sudah tertusuk sebuah pedang. Beberapa saat kemudian, muncullah banyak portal cahaya keemasan mengelilingi Naga itu. Dan dari setiap portal-portal itu mengeluarkan rantai.


_________________________________


Maaf semuanya, karena telat Update.


Saya cuma memberitahu, beberapa hari kedepan tidak update dulu. HP saya lagi proses service.


Sedikit curhat.


Kemarin hari kamis sore, tiba-tiba saja HP saya mati. Saat saya charger, masuk, tetapi tidak mau mengisi penuh. Cuma sampai 30 persen saja. Kadang naik turun, padahal posisinya di Charger.


Saya bawa HP saya ke tempat service, ada kemungkinan baterainya bermasalah. Dan disarankan ganti baterai yang baru, itu pun harus yang Ori. Jadi saya tinggalkan HP saya disana, karena harus pesan baterainya juga. Update BAB ini juga saya memakai HP keponakan.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2