OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 50


__ADS_3

Keesokan Harinya. Di pagi hari mendekati siang. Semua tengah bersiap untuk hari ini. Hari yang sudah dinanti-nantikan semua orang dari berbagai kalangan. Semua orang berbondong-bondong memasuki bangunan studion yang besar milik Kerajaan Roux. Mereka semua ingin sekali melihat pertunjukan pertarungan.


Semua orang memang diperbolehkan masuk, tanpa bayar atau syarat apapun, semua diperbolehkan oleh Raja Roux. Karena acara pertandingan, tak hanya sebagai tali persaudaraan, tetapi sebagai hiburan untuk meningkatkan semangat semua orang.



Semua orang telah duduk di kursi mereka. Para penonton terdiri dari Ras Elf, Ras Manusia, dan Ras DemiHuman, tetapi kebanyakan dari Ras Elf. Ya..., karena memang dasarnya semua penduduk Kerajaan Roux adalah Kerajaan Ras Elf. Pastinya penontonnya rata-rata Ras Elf.


Ketiga Raja, dan ketiga Ratu mereka, para petinggi, serta ksatria telah duduk di tempat yang dibuat khusus untuk mereka. Mereka bersikap tenang untuk menikmati akan pertunjukan.


Semua penonton bersorak hebat karena tak sabar untuk melihat pertunjukan pertarungan antar para perwakilan dari ke-3 Kerajaan yang beraliansi. Lalu muncullah, dan terlihat seorang pria dewasa dari Ras Elf berdiri di tengah-tengah arena studion.


Semua penonton berhenti bersorak, karena mereka ingin mendengar orang yang berdiri di tengah arena. Orang itu bersuara keras dengan bantuan Sihir Pengeras Suaranya. "Selamat datang semuanya. Pertama, saya ingin mengucapkan rasa hormat, dan mengucapkan selamat datang kepada Yang Mulia Raja Roux, Yang Mulia Raj Erlang, dan Yang Mulia Raja Wagner. Karena mereka bertiga yang telah mengadakan acara pertunjukan ini."


"Saya disini ditelah ditunjuk oleh Yang Mulia Raja Roux, sebagai pembawa acara ini sekaligus wasit di pertunjukan ini. Acara ini diadakan untuk mempererat tali persaudaraan, dan mendapat motifasi melalui pertunjukan ini untuk bisa meningkatkan semangat semua orang." tambahnya.


Orang itu berbicara lagi. "Baiklah pertunjukan ini dibuka..!!"


Semua penonton bersorak kembali dan bertepuk tangan dengan meriah. Para ketiga Raja dan pengikutnya juga bertepuk tangan.


"Baiklah.., Baiklah.., saya ingin menyampaikan, tentang aturan pertunjukan pertarungan ini. Setiap Pertarungan, diberi waktu paling lama 1 jam." kata pria Elf itu menjelaskan.


"Saya akan menjelaskan. Pertarungan ini dilakukan 5 melawan 5. Contoh : 5 peserta pertarung dari pihak Kerajaan Roux melawan 5 pertarung dari pihak Kerajaan Erlang maupun Kerajaan Wagner. Begitu juga sama dengan peserta dari perwakilan dari setiap akademi Kerajaan."


"Yang berarti pertarungan ini tak hanya menunjukan bakat kehebatan para peserta, tetapi kerja sama untuk memenangkan pertarungan."


"Dan perlu kusampaikan, semua peserta perwakilan, diperbolehkan mengerahkan semua kehebatannya mereka masing-masing. Jika ada salah satu anggota kelompok kalian ada yang tumbang atau tak sadarkan diri atau merasa tidak bisa meneruskan pertarungan, maka kelompok kalian dinyatakan kalah."


"Namun, jika sampai lawan kalian kehilangan nyawa, maka kalian tidak hanya diskualifikasi, tetapi kalian juga akan diasingkan dari wilayah Kerajaan Roux, wilayah Kerajaan Erlang, dan wilayah Kerajaan Wagner." itulah penjelasan panjang lebarnya dari pria Ras Elf itu.

__ADS_1


.....


Disisi Lain.


Ada beberapa ruangan di bawah tanah. Setiap ruangan itu luas. Ruangan itu khusus dibuatkan untuk para peserta pertarung. Dan sekarang di salah satu tempat para peserta perwakilan dari Kerajaan Erlang terlihat ke-20 orang tengah berkumpul di dalam ruangan itu.


Mereka terlihat duduk menatap layar di yang keluar dari bola kristal. Layar itu menampilkan rekaman langsung dari arena studion. Dengan bantuan jenis Sihir Ciptaan mereka menonton tak perlu sampai harus duduk di kursi penonton.


"Aku merasa menonton bioskop." batin Sean mengingat sewaktu dirinya masih di sekolah SMA, ia pernah masuk ke bioskop untuk nonton film action.


Rosalyn yang duduk disamping kanan Sean, ia juga fokus memandang layar rekaman langsung itu. Lalu Zayden yang duduk disamping kanan Rosalyn, ia berkata. "Aku rasa, lawan kita tidaklah mudah."


Rosalyn membalas. "Setidaknya kita sudah latihan. Lagipula ini hanyalah pertunjukan. Kalah atau menang itu hal yang biasa."


Sedangkan ke-17 orang selain Sean, Rosalyn, dan Zayden di ruangan itu, mereka ber-17 terlihat sangat bersemangat untuk menampilkan kehebatan yang mereka miliki saat di pertunjukan pertarungan.


Tak hanya di ruangan peserta perwakilan Kerajaan Erlang. Di ruangan peserta perwakilan Kerajaan Roux, juga mengalami hal yang sama mereka saling menyemangati agar bisa membuahkan hasil pertarungan mereka nanti saat di pertunjukan.


.....


Sekarang waktunya. Semua penonton bersorak, dan bertepuk tangan. Di arena studion sudah terlihat 5 murid akademi Kerajaan Roux dan 5 murid akademi Kerajaan Wagner.


Ke-10 murid dari akademi 2 Kerajaan yang berbeda ini, akan menjadi pertunjukan pertama. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, setiap pertarungan berdurasi 1 jam.


"Baiklah, di arena ini, sudah ada 5 peserta dari murid akademi Kerajaan Roux dan 5 peserta dari murid akademi Kerajaan Wagner. Kedua dari berbeda kubu ini akan bertarung." ucap pria Elf itu.


"Dengarkan, saya memberitahu kalian sekali lagi. Pertarungan ini dimulai saat saya akan memberi aba-aba kepada kalian semua !! Kalian semua, diizinkan untuk mengerahkan semua kemampuan kalian masing-masing. Kalian diperbolehkan menggunakan senjata dan Sihir kalian. Waktu pertandingan, berdurasi selama 1 jam."


"Jangan ada yang saling membunuh, jika sampai itu terjadi, seperti yang sudah saya beritahu, kalian tidak hanya diskualifikasi, tetapi kalian juga akan diasingkan dari ketiga wilayah Kerajaan yang sudah beraliansi. Apa kalian paham kata-kataku ?" tambahnya lagi dengan tegas.

__ADS_1


Semua peserta murid akademi mengangguk kepala mereka, menandakan kalau mereka paham dengan ucapan pria Elf itu.


"Pertandingan pertama, Dimulai!!" ucap pria Elf itu dan langsung melompat tinggi ke arah salah satu bangku khusus untuknya di dekat para Raja dan pengikutnya.


"Hiyyaaaaaa....!!"


"Hiyyaaaaaa....!!"


"Hiyyaaaaaa....!!"


BUGH..!! BUGH..!! BUGH..!!


DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!!


"Aggrrhhh..!!"


Itulah suara-suara teriakan dan serangan 10 peserta murid akademi dari 2 Kerajaan yang berbeda. Para penonton bersorak memberi semangat kepada para jagoan mereka masing-masing.


Semua para peserta saling menunjukan kehebatan mereka masing-masing, dan saling bekerja sama untuk meraih kemenangan.


Namun ada juga beberapa peserta bersikap egois dan memilih bertindak sendiri, tetapi justru malah sebagai perlengkapan pertunjukan bagi para penonton.


Berbagai macam jurus ilmu bela diri mereka dan berbagai jenis Sihir yang mereka gunakan untuk melawan lawannya.


.....


Sementara disisi lain.


Sean fokus melihat layar rekaman langsung dari arena. Ia menikmatinya dengan tenang. Rosalynz Zayden, dan yang lainnya juga dengan tenang menikmatinya.

__ADS_1


Tetapi ada beberapa dari 10 murid akademi, berheboh mendukung yang merupakan kenalan mereka. Tetapi itu tidak masalah, karena mau bagaimanapun itulah pertunjukan, yang selalu diramaikan oleh para penonton.


__ADS_2