
Mozark mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanannya. Begitu juga dengan Sean, ia mengeluarkan Rantainya. Mereka saling menatap dengan amarah.
Hup..!!
Mozark melompat ke arah Sean. Kedua tangannya menggenggam erat gagang pedang, lalu ia mengangkatnya dan ia layangkan ke arah Sean.
Tang..!!
Sean tak menghindar, tangan kirinya menahan serangan pedang milik Mozark. Mozark terbelalak, karena dengan mudahnya Sean menahan pedangnya, apalagi bilah pedangnya tidak melukai tangan kiri Sean.
DUGH..!!
Sean menghantamkan kepalanya ke kepala Mozark. Mozark mundur beberapa langkah ke belakang. Langkahnya terhenti, ia memegang dahinya, rasanya sakit.
Darah, dahinya sedikit terluka dan sedikit berdarah. Lalu ia menatap Sean. Kepala atau dahi Sean tak terluka sama sekali. "Bukankah tadi dia menghantam kepala ke kepalaku ? Tak ada luka ?"
Tangan kanan Sean memutar-putar rantainya. Lalu ia mencambukkan rantainya ke arah Mozark. Mozark menghindarinya. Sean terus-terusan mencambukkan rantainya ke arah Mozark yang terus menghindar.
Sementara disisi Ketiga Raja.
Raja Erlang masih dipapah oleh Raja Roux dan Raja Wagner. Dalam posisi ini, Raja Wagner dan Raja Roux membeku melihat pertarungan Sean yang mampu mengimbangi Mozark.
"Bukankah kamu pernah bilang, kalau pemuda yang bernama Sean berada di Level Tingkat Platinum ? Tetapi, kenapa dia bisa mengimbangi adik angkatmu ?" tanya Raja Wagner.
"Kamu yang sudah di Level Tingkat Berlian bisa kalah dengan adik angkatmu. Sedangkan Sean yang Level Tingkatnya dibawahmu, dia bisa mengimbangi adik angkatmu. Apa tidak kebalik ?" tanya Raja Roux.
Raja Erlang menghela nafasnya. "Mungkin saja, aku kurang latihan fisik. Sedangkan Sean, yang kuketahui, dia lebih banyak berlatih fisik dan bela dirinya, ketimbang Sihir."
Ketiga Raja itu melihat pertarungan Sean dan Mozark yang begitu sengit. Dari semenjak Sean mencambukkan rantainya, Mozark terus menghindar.
Raja Wagner dan Raja Roux menatap mengejek ke arah Raja Erlang. Raja Wagner bersuara. "Sepertinya bukan Mozark yang bertambah kuat, melainkan dirimu yang semakin melemah."
Raja Roux mengangguk-angguk kepalanya, menandakan ia setuju dengan ucapan Raja Wagner. Raja Erlang mendengus kesal. Lalu terdengar suara langkah kaki mendekat. Mereka bertiga menoleh.
"Richard ?" sahut Raja Erlang.
Richard datang mendekati mereka bertiga. Richard tak sendiri, ia bersama 1 ksatria Raja Wagner (laki-laki) dan 2 ksatria Raja Roux (laki-laki dan wanita).
__ADS_1
Richard dan ketiga ksatria itu mendekat. Richard bersuara. "Yang Mulia, sebaiknya kita pergi menjauh. Ini tidak aman."
Raja Erlang menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak, aku akan disini. Mingkin aku akan turun tangan kembali Jika Sean mulai kewalahan."
Salah satu Ksatria wanita dari Kerajaan Roux, terkejut mendengar nama Sean. "Sean ?" ia menatap ke arah Sean yang tengah bertarung dengan Mozark.
Sejak awal Sean datang, ia sudah merasa tidak asing dengan wajah pemuda itu. Seakan ia teringat seseorang di masa lalu. Ditambah mendengar nama pemuda itu adalah Sean. Baginya Nama itu sangat tak asing baginya.
Ketiga Raja, Richard, dan kedua ksatria lainnya menoleh ke arah ksatria wanita yang mengenakan gaun putih indah dengan dilengkapi armor, dia juga mengenakan jubah. Dia tidak bertelinga lancip, namun ia merupakan Ras campuran dari hasil perkawinan silang antar Ras Elf dan Ras Manusia.
Raja Roux bertanya. "Apa kamu mengenalnya, Liona ?"
Ksatria Raja yang merupakan perempuan ini bernama Liona. Dia memang terlihat masih muda dan cantik seperti gadis berumur 20 tahun. Namun sebenarnya dia berumur 60 tahunan, karena darah Elf yang mengalir pada dirinya, sehingga ia berumur panjang dan awet muda.
Liona tak menjawab, ia menoleh ke arah Raja Erlang. "Maaf Yang Mulia Raja Erlang, kalau boleh tau, siapa sebenarnya pemuda yang bernama Sean ini ?"
Raja Erlang kini sudah tak dipapah oleh Raja Roux dan Raja Wagner. Ia menatap Liona. "Namanya Sean Alexander, dia seorang pemuda misterius yang entah datang dari mana dengan kekuatannya yang hebat."
Liona semakin terkejut mendengar nama lengkap Sean. Terlebih lagi mendengar nama belakangnya Sean. "Alexander ?"
Raja Erlang mengangguk kepalanya. "Itu yang dikatakan oleh Richard padaku saat aku bertanya tentang Sean."
Richard menelan salivanya. Ia memandang ketiga Raja, dan kedua ksatria yang menatapnya. Liona meminta izin untuk berbicara kepada ketiga Raja untuk berbicara kepada Richard secara 4 mata.
Ketiga Raja itu memberi izin dan mempersilahkannya. Lalu Liona menarik tangan Richard dan membawanya sedikit menjauh dari kelima orang itu.
Setelah sedikit menjauh, Liona menatap Richard dengan tatapan membunuh. "Aku tau kalau kamu adalah orang yang memegang janji. Jadi Katakanlah sejujurnya padaku, siapa Sean ? Dia berasal dari mana ?"
Richard berkeringat dingin. Ia tau kalau dirinya bukan tandingannya Wanita ini. Kalau tak jujur, ia bisa habisi. Tetapi ia sudah terlanjur berjanji. Karena ia adalah tipe orang yang memegang janjinya.
.....
Kembali ke pertarungan Sean dan Mozark. Mozark terus-terusan menghindari cambukkan rantai milik Sean. Dirinya dari tadi menghindar, ia tak bisa mendekati Sean karena cambukkan Sean.
Mozark melompat mundur, setelah mendaratkan kedua kakinya, ia mengucapkan kata Sihirnya. "Semburan Amarah Api Naga..!!"
Woosssss..!!
__ADS_1
Mozark menyemburkan Api dari mulutnya. Semburannya sangat besar. Sean yang sebagai sasaran Mozark, ia tak menghindar, ia malah memilih maju mendekati Mozark.
Mozark yang melihat Sean mendekatinya, ia menghentikan semburan Apinya. Ia melompat mundur, dan berjaga jarak dengan Sean. Ia terkejut, melihat luka bakar pada Sean langsung menghilang begitu saja. Mozark mulai sedikit meningkatkan kekuatannya.
Tak hanya Mozark yang terkejut, orang-orang yang sejak tadi memperhatikan pertarungan Sean dengan Mozark, juga terkejut melihat Sean baik-baik saja. Hanya jubahnya yang sedikit rusak akibar terkena Serangan Sihir Api milik Mozark.
Tap tap tap tap.
Perlahan Sean berjalan mendekat, lalu ia berlari ke arah Mozark. Mozark kembali melompat mundur, kini ia berjaga jarak dengan Sean dan mencari celah.
Sambil berlari, Sean memutar-putar rantainya, lalu ia mencambuknya ke arah Mozark. Mozark kali ini tidak menghindar, ia melompat maju.
Cambukkan rantai milik Sean mengenainya dan melukainya. Tak hanya itu, Mozark menggenggam rantainya. Lalu ia menarik rantainya kuat-kuat.
"Kalau aku tak bisa mendekatinya, maka aku akan buat dia mendekatiku dengan caraku." batin Mozark.
Sean yang juga menggenggam ujung rantai miliknya, ia terbelalak. Lalu ia terbawa rantainya mendekati Mozark. Mozark tersenyum, Sean mendekat padanya.
Tangan Mozark berhasil mencekik leher Sean. BUGH..!! BUGH..!! BUGH..!! Mozark memukul wajah Sean. Lalu ia melemparnya.
Bruukk..!!
Sean terjatuh setelah dilempar oleh Mozark. Beberapa detik kemudian dia bangun berdiri. Luka-luka di wajahnya kembali pulih. Mozark kembali dibuat terkejut.
"Aku tak merasa kalau kau menggunakan Sihir Cahaya untuk memulihkan lukamu." ucap Mozark.
"Ya, pada dasarnya aku tidak menggunakan Sihir Cahaya." balas Sean berjalan mendekati ujung rantai miliknya yang tergeletak di lantai arena. Lalu ia mengambilnya kembali.
Mozark sedikit tekejut mendengar ucapan Sean yang tak memiliki Sihir Cahaya. Ia tersenyum remeh. "Sepetinya kamu memiliki Rahasia ya."
Belum sempat Sean menjawab, tiba-tiba muncullah seorang Wanita cantik melompati Sean dari atas. Ia mendaratkan kakinya dan berdiri di membelakangi Sean.
Sean mengerut dahinya. "Siapa wanita ini ?" Wanita itu mengenakan gaun putih indah dengan dilengkapi armor, dia juga mengenakan jubah. Wanita itu mengarahkan pedangnya ke arah Mozark.
_______________________________________
Visual.
__ADS_1
Liona Aratohrn.