OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 97


__ADS_3

Mozark dalam Mode Kegelapannya. Ia kali ini akan mengerahkan semuanya untuk melawan Raja Erlang, Zayden, dan Sean. Raja Erlang, dan Zayden pun juga dalam Mode Api. Sedangkan Sean, ia juga dalam Mode Petirnya.


Mozark melompat maju ke arah mereka bertiga. Sean dan Zayden melompat maju dan membiarkan Raja Erlang diam ditempat. Sean dan Zayden memiliki rencana, karena mereka telah latihan kolaborasi sebelumnya.


Mozark menyerang dengan pedangnya, Zayden pun juga menyerang dengan pedangnya, dan Sean, ia menyerangnya dengan Kapaknya. Pertarungan mereka bertiga membuat seisi ruangan tahta menjadi gemetar.


Disisi Raja Erlang, ia menghela nafasnya, karena ia teringat saat dimana saat Mozark berbuat kekacauan di ruang tahta. Kejadian dulu, sekarang terulang kembali. Sekarang Mozark membuat ruang tahta menjadi kacau.


Raja Erlang kadang heran dengan adik angkatnya, apa tak ada pikiran mencari wanita lain, kenapa harus Putrinya terus yang ada dipikirkannya ? Tiba-tiba Raja Erlang teringat Putrinya yang tengah mengandung calon cucu pertamanya.


Mengingat keadaan sekarang, ia berharap Putrinya tak melihat kekacauan yang saat ini terjadi, terlebih lagi melihat Mozark. Bisa-bisa traumanya kembali kambuh.


Pandangan Raja Erlang tertuju pada Sean yang melompat mundur, dan membiarkan Zayden melawan Mozark sendirian. Raja Erlang menebak, kalau Sean telah memiliki rencana.


Sean melompat lagi ke mendekati Raja Erlang bersuara. Raja Erlang pun bertanya "Apa kamu punya rencana ?"


"Belum ada. Tetapi aku sekilas berfikir untuk membawa Mozark menjauh ke dari tempat ini" jawab Sean.


Raja Erlang membalas. "Saranmu boleh juga. Lagipula aku tak ingin Putriku sampai melihat Mozark. Aku tak ingin kondisi Putriku yang tengah mengandung calon anakmu menjadi buruk."


Sean mengangguk kepalanya. "Itulah yang aku pikiran, ayah. Lagi pula, jika kita terus bertarung disini, semua akan semakin berantakan. Aku akan membawa Mozark keluar ke luar wilayah kota Kerajaan."


Raja Erlang mengangguk kepalanya. Sean kembali memandang pertarungan Zayden dan Mozark. Sean langsung melepaskan semua. Percikkan Petirnya yang menyelimuti tubuhnya semakin menebal.


Zzzz...!!


Dengan gerakan secepat kilat, Sean bergerak ke arah Mozark yang tengah bertarung melawan kakak iparnya.


Wuusss..!!


Seketika Zayden menghentikan gerakannya, ia terkejut. Karena saat sedang bertarung, lawannya tiba-tiba menghilang dari hadapan setelah sebuah cahaya kilat kebiruan melewati dirinya.

__ADS_1


Ada sebuah tangan memegang pundaknya. Zayden pun tersadar, ia menoleh, rupanya Sang Ayah. Raja Erlang berkata. "Ayo, kita keluar dari dari sini."


"Tapi kemana, ayah ? Dan kemana paman cabul itu ?" tanya Zayden yang masih bingung.


"Sudah, kamu ikut denganku..!!" jawab Raja Erlang, Zayden pun mengikutinya.


Raja Erlang dan Zayden yang masih dalam Mode Apinya, mereka berdua segera pergi terbang keluar dari istana Kerajaan. Para prajurit yang bisa terbang pun segera mengikuti Raja mereka.


.....


Sementara diwaktu bersamaan, Sean tengah terbang, ia membawa Mozark pergi keluar dari wilayah kota Kerajaan. Setelah sedikit jauh dari perbatasan pintu gerbang kota Kerajaan, dengan sembarang, Sean langsung melemparkan Mozark.


Mozark pun terjatuh ke permukaan tanah. Sean pun mendarat. Mozark berdiri, dan ia menatap rasa benci yang amat luar biasa terhadap Sean. Ya, karena Sean telah menikahi gadis pujaannya.


Mozark dan Sean masih dalam Mode mereka masing-masing. Tubuh Mozark kembali pulih dari lukanya, karena efek Mode Kegelapannya. Tetapi Mozark merasa heran, kepada Sean, yang tak punya Sihir Cahaya atau Kegelapan bisa memulihkan dirinya.


Mozark menatap tajam ke arah Sean. "Aku benar-benar ingin sekali membunuhmu."


"Sepetinya kamu benar-benar sangat membenciku." balas Sean.


"Aku tidak merebutnya, Rosalyn sendirilah yang menginginkanku. Meski awalnya aku ragu, tapi kini aku benar-benar mencintainya. Dan kini Rosalyn tengah mengandung anakku." kata Sean.


Mozark terbelalak mendengarnya. Rahangnya mengeras, ia mengarahkan pedangnya ke arah Sean. "Aku tidak akan segan-segan padamu. Setelah membunuhmu, Rosalyn akan menjadi milikku."


Sean memutar bola matanya. "Ohhh..., ayolah, pikiran seakan-akan tidak perempuan lain saja di dunia ini."


Mozark tak membalas, ia semakin melepaskan aura hitamnya. Seluruh tubuhnya kini sudah menghitam, ia melompat ke arah Sean dengan cepat.


Sean langsung melempar Kapaknya ke arah Mozark. JEDEERR...!! Mozark kembali terpental setelah menerima hantaman Kapak itu. Sean melompat maju, dan Kapaknya, terbang kembali padanya.


Mozark segera mengimbangi tubuhnya agar tidak jatuh. Seketika ia melompat maju lagi ke arah Sean yang akan mendekatinya. Mereka berdua pun saling bertarung sangit.

__ADS_1


Mozark melompat mundur, lalu ia berteriak. Tiba-tiba tanah sekelilingnya tempat Mozark berdiri, disekitarannya menghitam berdiameter 7 meter. Seketika banyak sekali tangan hitam yang keluar dari tanah hitam itu.


Tangan-tangan hitam itu memanjang bergerak ke arah Sean. Sean yang melihat itu segera mengarahkan Kapaknya, dan seketika banyak sambaran Petir yang keluar untuk melenyapkan tangan-tangan itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara Disisi Dunia Lain. Tepatnya, Dunia D-09, dunia yang dimana keadaannya dalam Perang Dunia, tepatnya Perang Dunia Ketiga. Terlihat seorang Pria Dewasa berumur 30 tahunan yang sedang berdiri diantara banyak mayat yabg bergeletak.


Dr. Alex telah membunuh semua pasukan Negara yang mencoba menyerangnya dan menangkapnya. Lalu terlihat 5 helikopter di langit yang datang padanya. Setiap Kelima helikopter itu pun mengeluarkan senapan mereka.


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


Kelima helikopter itu menembaki Dr. Alex.


Dr. Alex segera berlari. Ia berlari cepat. Kecepatan diluar kemampuan atas rata-rata. Kelima helikopter itu terus mengejar dan menembaki Dr. Alex. Entah kenapa Dr. Alex harus berlari ? Padahal tubuhnya sekarang memiliki kemampuan regenerasi.


Dr. Alex mengerti hal itu, kemampuan regenerasinya sama persis dengan Putranya. Dan kelemahannya pasti juga sama, kalau ia diserang terus hingga darahnya habis, pasti regenerasinya takkan bereaksi.


Di depan sana, Dr. Alex melihat ratusan kendaraan Tank tempur yang menghalangi jalannya. Setelah akan mendekat, pikirannya saat ini adalah melompat tinggi ataupun terbang untuk melewati semua kendaraan itu.


Dr. Alex pun melompat tinggi, seketika kedua kakinya berubah menjadi seperti roket, mungkin bisa disebut rocket boots. Dr. Alex terkejut bukan main saat terbawa terbang ke atas langit oleh rocket boots-nya sendiri.

__ADS_1


Dr. Alex terbang cepat untuk menjauh dari Kota tempat asalnya. Dalam batinnya, ia berkata. "Meski kau sudah kubunuh, Denny..., tapi aku ucapkan terimakasih padamu, karena kamu telah menanamkan Nanotechnology pada kedua tangan dan kedua kakiku."


Lalu ia menambahkan. "Sekarang aku harus pergi sejauh mungkin, dan mencari Putraku."


__ADS_2