
Keadaan telah kembali tenang. Mozark telah dalam tak sadarkan diri dan terikat rantai. Raja Roux segera memerintahkan para penjaga untuk membawa Mozark ke sel tahanan, dan tak lupa di beri segel agar tidak bisa melawan ketika sudah sadarkan diri.
Sementara, saat ini Mozark ditahan dulu di sel tahanan milik Kerajaan Roux. Jika urusan para ketiga Raja nanti telah selesai, Raja Erlang dan Raja Wagner dan rombongan mereka masing-masing akan kembali pulang ke Kerajaan mereka masing-masing.
Tentu saja Mozark akan dibawa ikut oleh rombongan Raja Erlang. Karena Mozark juga akan di adili di tempat asal tinggalnya.
Masih di arena studion. Setelah melihat Mozark sudah dibawa pergi, Liona berjalan mendekati Sean. Sedangkan Sean, ia hanya diam dengan wajah datarnya. Namun saat Sean melihat wajah Liona, ia seperti teringat sesuatu.
Liona datang mendekati Sean. Kini mereka saling berhadapan. Liona mengelus pipi Sean. "Kamu sudah besar sekarang."
Sean masih memasang wajah datarnya, ia bingung, lalu bertanya. "Kamu siapa ?"
Liona menarik tangannya, lalu ia berbalik bertanya dengan tersenyum. "Apa ayahmu tidak memberitahumu tentangku ?"
Sean mengangkat alis sebelahnya. "Kamu mengenal ayahku ?"
Liona terkekeh, lalu menjawab. "Tentu saja aku sangat kenal ayahmu. Ayahmu seorang dokter. Dan ayahmu bernama Alexander, biasa orang-orang memanggilnya Dr. Alex."
Sean terkejut, Liona tersenyum melihatnya, lalu ia bertanya. "Jadi, sebelum kamu datang ke dunia ini, ayahmu tidak pernah memberitahumu tentangku sama sekali ?"
Sean kembali dibuat terkejut. "Bagaimana kamu...?
Liona tertawa kecil melihat Sean yang memasang wajah terkejutnya. Ia mencubit kedua pipi Sean dengan gemas. "Aduhhh, kenapa sih..., dari wajah, mata, hidungmu benar-benar mirip dengan ayahmu ? Padahal aku yang mengandungmu selama 9 bulan."
Liona menarik kedua tangannya, ia tersenyum melihat reaksi Sean yang membeku. Beberapa detik kemudian, Sean pun teringat sesuatu, lalu ia segera mengeluarkan kotak kecil yang selalu ia simpan di dalam cincin penyimpanannya.
Liona tersenyum melihatnya. "Rupanya cincin yang dipakainya, milikku yang dulu."
Lalu Sean mengambil foko dari dalam kotaknya. Ia memperhatikan foto yang mana foto itu adalah foto ayahnya dan foto ibunya yang saling bersanding dan menggenggam tangan.
"Jadi kamu sudah tau siapa aku ?" tanya Liona.
Lalu Liona langsung mengambil foto yang digenggam oleh Sean. Ia pun melihat fotonya. "Ahh, fotoku dan ayahmu setelah menikah."
Liona ingin mengembalikan foto kepada Sean. Ia terdiam melihat Sean yang kedua matanya berkaca-kaca. Liona menghela nafasnya, lalu ia memeluk Sean dan mengelus punggung pemuda ini.
"Ibu sudah disini, sayang." ucap Liona sambil mengelus punggung Sean yang merupakan Putranya.
Sean pun membalas pelukannya. Ia memeluknya dengan erat. Tubuh Sean bergetar, ia menangis. Sudah 25 tahun lebih, ia baru bisa bertemu dengan ibu kandungnya.
Mungkin masih banyak pertanyaan di benak Sean, tetapi ia menyampingkannya terlebih dahulu. Saat ini ia benar-benar ingin memeluk ibu kandungnya.
__ADS_1
Liona hanya bisa menahan tangisnya, ia juga mengeluarkan air matanya, namun cepat-cepat ia menghapus air matanya, ia tak ingin terlihat sedih di depan Putranya.
Sean dan Liona melepaskan pelukan mereka. Liona mengusap air mata Sean. "Sudah jangan menangis. Putra ibu sudah besar dan tampan ini, tidak boleh menangis."
Lalu terdengar suara langkah beberapa kaki mendekat. Liona dan Sean menoleh dan melihat ketiga Raja, Richard, Ksatria laki-laki bertelinga lancip, dan Ksatria laki-laki bertelinga Serigala.
"Kalian terlihat saling melepas rindu. Sebenarnya kaliam berdua memiliki hubungan apa ?" tanya Raja Roux.
Saat Liona akan menjawab, Raja Erlang sudah lebih dulu menjawab pertanyaan Raja Roux. "Lebih baik, kita membicarakan hal ini di istanamu, karena disini tempat terbuka, sahabatku."
"Aahh, benar." sahut Raja Roux membenarkan usulan Raja Erlang.
Raja Wagner dan Richard juga setuju. Mereka semua segera pergi dari tempat kejadian. Mereka akan pergi ke istana Kerajaan Roux.
Namun sebelum itu, Raja Roux meminta para prajuritnya untuk mengurus semua peserta yang masih di dalam ruangan mereka masing-masing.
Tak ada korban jiwa dalam kejadian. Semua para korban yang terkena kejadian kebanyakan adalah para penjaga, namun hanya terluka ringan saja.
Semua telah di amankan. Kini acara pertunjukan pertarungan, telah dibubarkan, dan disudahi karena kekacauan yang ditimbulkan oleh Mozark.
Para peserta yang berasal dari Kerajaan Erlang dan Kerajaan Wagner, sementara mereka dipulangkan ke penginapan mereka. Sedangkan para peserta yang tinggal di Kerajaan Roux itu sendiri, mereka memilih untuk segera pulang ke rumah mereka masing-masing.
Setelah sampai di dalam istana Kerajaan Roux. Mereka segera masuk ke ruangan kerja milik Raja Roux. Di dalam ruangan itu hanya ada 6 orang saja. Mereka duduk di kursi mereka masing-masing.
6 orang itu, Raja Roux, Raja Erlang, Raja Wagner, Richard, Liona, dan Sean. Disini ketiga Raja menanyakan kedekatan Liona dan Sean.
Disini Liona menjelaskan kebenarannya. Namun sebelum itu, ia meminta untuk semuanya agar merahasiakan ceritanya. Semua pun menyetujui dan berjanji.
Liona pun mulai menjelaskan cerita kejadiannya kurang lebih 28 tahun yang lalu. Ketiga Raja dan Richard terkejut, kalau Sean adalah Putra kandung Liona.
Rahasia sudah tidak ditutupi lagi. Yang dimana Liona menjelaskan, bahwa dirinya pernah terkirim ke dunia lain secara tidak sengaja.
.
Flashback.
Liona Aratohrn, dia adalah Putri dari keluarga Elf dengan marga Aratohrn yang memiliki gelar Bangsawan. Liona terlahir sebagai mahluk Ras Campuran, karena ayahnya berasal dari Ras Elf dan ibunya dari Ras Manusia.
Bentuk telinganya Liona normal layaknya seperti manusia seperti ibunya. Tetapi tetap saja, dia memiliki darah Elf yang mengalir pada dirinya, hingga ia terus selalu terlihat muda dan berumur panjang.
__ADS_1
Disaat Liona berumur 37 tahun, ia tak sengaja menemukan 3 buah Ring di laci meja kerja milik kakeknya yang ada di ruang perpustakan kediamannya. Ia merasakan Sihir Cahaya dan Sihir Kegelapan dari setiap Ring itu.
Karena penasaran, ia memegang salah saru Ring itu. Ia menyalurkan mananya. Tiba-tiba Ring ia pegang, bergerak sendiri, dan melayang di udara, seketika Ring itu membesar dan membentuk sebuah portal.
Liona yang melihat itu semakin penasaran, ia pun masuk ke dalam portal itu. Setelah masuk, ia berada di sebuah ruangan yang agak sempit, bisa dikatakan itu adalah kamar seseorang.
Dan Liona melihat Alexander yang masih muda. Alex saat itu tengah terjauh duduk karena terkejut melihat sebuah portal yang tiba-tiba muncul dan Alex semakin terkejut lagi melihat Liona yang keluar dari dalam portal.
Liona terjebak di Dunia itu, ia tak bisa kembali ke Dunia asalnya. Karena ketika ia keluar dari portalnya, portal itu akan langsung menghilang.
Itulah awal pertemuan Liona dan Alex. Mereka awalnya saling waspada, namun mereka mencoba untuk saling mengenal satu sama lain, dan menceritakan latar belakang kehidupan mereka masing-masing.
Alex memang tinggal sendirian, kedua orang tuanya telah lama meninggal karena kecelakaan beberapa bulan yang lalu. Saat itu Profesi Alex, masih dokter, orang-orang memanggilnya Dr. Alex.
Alex memperbolehkan Liona tinggal di rumahnya hinggal bisa pulang kembali, itupun kalau Liona memang bisa pulang.
Beberapa hari terlewati, mereka sangat dekat, mereka saling melengkapi. Waktu terus berjalan, beberapa bulan kemudian akhirnya mereka saling mencintai dan memutuskan untuk menikah.
Dan hasil pernikahan mereka berdua, lahirlah seorang bayi. Bayi itu diberi nama Sean Alexander. Bayi Alex dan Liona yang baru saja berusia 6 bulan, tiba-tiba ayah dan kakeknya datang menjemputnya.
Mereka berdua datang menggunakan 2 Ring itu. Ring pertama digunakan untuk membuka portal datang ke dunia lain. Dan Ring kedua, digunakan membuka portal untuk kembali pulang.
Awalnya Liona menolak. Ia tak mau meninggalkan suami dan putranya, tetapi kakeknya memaksanya, dan mengancamnya akan membunuh Putranya yang masih sangat kecil.
Ditambah Alex bukanlah pengguna Sihir dan tak pandai bela diri. Apalagi Liona, kemampuannya yang masih Tingkat Perak, karena dasarnya tak pernah berlatih saat masih tinggal di dunianya.
Pada akhirnya, Liona menurut, karena ia tak ingin bayinya terancam. Kalau boleh, ia ingin suami dan bayi ikut bersamanya, tapi tetap saja, sang Kakek tidak menyetujuinya.
Kakeknya tak ingin memiliki cucu menantu yang memiliki latar belakang tak sebanding dengan keluarganya. Apalagi cucu menantunya berasal bukan dari dunia yang sama.
Sedangkan ayahnya Liona, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Namun sang ayah sedih karena melihat Putrinya harus berpisah dengan suami dan bayinya.
Sebelum pergi, Liona membereskan barang-barang lamanya saat pertama kali ia datang ke dunia lain. Dan ia diam-diam menuliskan di selembar kertas kecil.
Liona menulis, kalau dirinya akan terus mencintai Alex hingga akhir hidupnya. Lalu ia meninggalkan cincin penyimpanannya untuk sebagai kenangan darinya.
Akhirnya Liona dibawa kakek dan ayahnya kembali pulang dengan perasaan sedih. mereka bertiga masuk ke dalam portal untuk kembali ke dunia asal mereka, sekaligus itu adalah Ring terakhir.
Sementara Alex, ia hanya menatap kepergian Liona dengan perasaan sedihnya sambil menggendong Sean yang masih bayi.
Flashback End.
__ADS_1