
Saat sedang asik melihat pemandangan kota, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya. Sean langsung berdiri dan berbalik, ia melihat seseorang pria dewasa mengenakan pakaian hanfu hitam dan jubah keemasan.
"Siapa kamu ?" tanya Sean dengan tatapan dinginnya.
Pria itu tak menjawab, ia berjalan mendekati Sean. Sean mengambil waspada. Hal yang tak terduga, pria itu berjalan melewati Sean, ia pun duduk di pinggir atap seperti yang Sean lakukan berusan.
Sean menatap punggung Pria itu. "Apa kau tidak dengar ? Aku bertanya padamu !!"
"Kemarilah, dan duduklah dengan tenang." balas Pria itu dengan dingin tanpa menoleh, tatapannya ke arah Kota.
Sean membeku setelah mendengar suara Pria yang terlihat 35 tahunan ini. Seakan ia tak asing dengan suaranya, ia merasa pernah mendengar suara Pria ini, tapi dimana, itulah isi pikiran Sean saat ini.
Sean mendekat, ia pun kembali duduk di pinggir atap seperti tadi. Jarak mereka berdua 2 meter. Pria itu membuka salah satu telapak tangannya, Sean yang melihat dibuat terheran-heran.
Muncullah cahaya di atas telapak tangan Pria ini. Cahaya itu sebesar diameter 30 cm. Lalu keluarlah sebuah nampan yang berisikan 2 cangkir kaca yang berisikan cairan hitam.
Sean terkejut bukan main melihat apa yang dilakukan pria ini. Apalagi melihat cahaya yang tiba-tiba muncul dari telapak tangan Pria ini. Ia jadi teringat kejadian sewaktu saat ia dan kelompok party-nya membasmi
Pria itu menaruh nampan yang berisi 2 cangkir itu di antara dirinya dan Sean. "Ini kopi, ambilah."
"Kopi ?!?!" sahut Sean terkejut. Karena semenjak ia sudah tinggal di dunia barunya, ia tak pernah meminum kopi.
Pria itu mengambil 2 cangkirnya lalu salah satunya memberinya kepada Sean, dan Sean pun menerimanya. Perlahan, Pria itu meresapkan kopinya. "Nikmat sekali."
Sean pun juga meresap kopinya juga dengan pelan-pelan. Sean terbelalak, dan ia berguman. "Enak.!!"
Sean meletakan kopinya di sampingnya. Lalu ia menatap ke arah Pria yang menurutnya asing ini, dan tiba-tiba muncul seakan tau keberadaan dirinya.
"Siapa kamu ?" tanya Sean.
"Aku Reyhan." jawab Pria itu tanpa menoleh, tatapannya masih ke arah depan melihat gedung-gedung kota.
"Reyhan ?" sahut Sean mengerut dahinya. "Sebelum kamu ini siapa ? Kenapa kamu bisa dia atap gedung ini, seakan kamu bisa tau kalau ada orang disini ? Dan bagaimana cara kamu bisa disini ?" lanjutnya dengan berbodong bertanya.
Reyhan menoleh dan tersenyum menyeringai. Sean saja merinding melihat senyuman pria ini. Reyhan pun bersuara. "Sean Alexander, seorang Prajurit yang datang dari Dunia Lain."
Sean terbelalak. "Bagaimana bisa..?"
__ADS_1
Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Reyhan memotongnya. "Bukan cuma kamu saja yang datang dari Dunia lain. Sebenarnya aku juga datang dari Dunia Lain."
Sean terkejut bukan main mendengarnya. Reyhan kembali bersuara. "Bedanya, jika di Duniamu, Perang Dunia Ketiga benar-benar terjadi. Sedangkan di duniaku, tidak."
"Kamu terkirim ke Dunia D-31, sedangkan aku bereinkarnasi ke Dunia D-15." lanjutnya.
Sean terdiam dan terus menatap Reyhan dengan tatapan terkejut. Reyhan terkekeh. "Jika kamu bertanya dari mana aku tau, Pak Tua penjaga yang memberitahuku."
"Pak Tua penjaga Multiverse itu ?" sahut Sean terkejut dan bertanya.
Reyhan mengangguk kepalanya. Sean kembali bertanya. "Lalu bagaimana kamu bisa ada disini ? Apa Pak tua itu yang.."
Reyhan memotongnya. "Aku datang ke Dunia ini dengan Sihirku sendiri. Pak tua itu memintaku untuk mengawasimu selagi aku sedang bersantai. Dan membantumu jika kamu sedang kesulitan."
Sean kembali terkejut, seketika ia teringat kata-kata Pak tua yang berkata padanya, disemua Multiverse hanya ada satu orang saja yang bisa menggunakan Sihir Cahaya dan Kegelapan secara bersamaan.
"Jadi dia si Pria Arogan itu." batin Sean.
"Tapi tunggu !! Dia memintamu mengawasiku ? Bukankah dia sendiri yang bertugas menjaga Multiverse ?" jawab Sean bertanya.
"Tugas dia memang menjaga, tetapi ia tak bisa membantu mahluk hidup di dalamnya, karena tugas utama dia adalah menjaga Multiverse, supaya semua Dunia yang dia jaga, tidak saling bertabrakan satu sama lain." jawab Reyhan.
Sean kembali terkejut. Lalu ia bertanya. "Tapi apa tujuannya mengirim kita kalau menurut dia pantas ?"
Reyhan tersenyum. "Aku sudah menemukan jawaban dari pertanyaanku sendiri. Dan untukmu, sebaiknya kamu jalani hidupmu, kamu juga akan tau nantinya."
"Apa aku boleh bertanya lebih banya lagi ?" kata Sean.
Reyhan mengangguk kepalanya. "Silahkan, selagi kita bisa berbicara santai seperti ini."
Sean pun bertanya. "Sudah berapa Dunia yang kamu datangi ?"
Reyhan mengangkat kedua bahunya. "Entahlah, yang jelas aku sudah banyak dunia yang kudatangi, itu pun saat aku sedang mencari Putraku."
"Putramu ? Kamu sudah punya anak ?" tanya Sean.
"Aku bahkan sudah punya 2 cucu, dan sebentar lagi Putriku juga akan melahirkan." jawab Reyhan tersenyum. Lalu ia meraih cangkir kopinya dan meminumnya perlahan.
"Cucu ?!?!" sahut Sean terkejut.
__ADS_1
Sean merasa tak percaya mendengar kalai Reyhan telah memiliki cucu. Karena penampilan Reyhan seperti seorang berumur 35 tahunan.
"Kamu tidak percaya ?" tanya Reyhan menatap Sean setelah ia meminum dan meletakan cangkir kopinya di sebelahnya.
"Gimana mau percaya ? Secara dari penampilanmu terlihat seperti berusia 35 tahun !!" jawab Sean.
Reyhan terkekeh mendengarnya.
"Seharusnya umurku 46 tahun, tetapi karena aku pernah datang ke Dunia D-00, yang dimana waktu satu bulan di Dunia itu, sama saja 6 tahun di Dunia baruku. Sehingga aku dan istriku mengalami penundaan usia."
"Istri ? Kamu dan istrimu kenapa bisa datang kesana ?" tanya Sean.
"Saat itu, aku baru mengenal tentang Dunia paralel setelah istriku diculik oleh beberapa orang dari Dunia D-00, jadi aku terpaksa meninggalkan Kerajaanku, keluargaku, untuk mencari istriku di Duna lain." jawab Reyhan.
Sean yang mendengar juga terkejut tak percaya. Ia menjadi panik. "Apa jalan waktu Dunia ini dengan Dunia baruku sama ?"
"Tenang saja, dari semua Dunia yang kudatangi, semua waktunya sama. Kecuali Dunia D-00. Jadi pesanku, jika kamu bisa menggunakan dan memanipulasi Sihir Cahaya dan Kegelapan, jangan sekali-sekali datang ke Dunia D-00." jawab Reyhan, Sean bernafas lega, dan mengangguk kepalanya.
Reyhan melanjutkan ceritanya yang tentang dirinya datang ke Dunia D-00 untuk mencari dan membawa pulang istrinya. Setelah berhasil membawa pulang istrinya, ia berlatih keras agar bisa membuka portal untuk melintasi Dunia lain.
Yang tadinya Reyhan hanya bisa membuka portal satu bulan sekali, sekarang ia bisa membuka portal untuk melintasi Dunia manapun, itu pun selama staminanya masih ada. Bahkan ia bisa memutar mundur waktu.
Disitu Reyhan menyadari, kalau selama ini tak hanya 1, 2, 3 dunia saja, tetapi masih banyak Dunia selain dunia asalnya dan dunia barunya. Dia juga bercerita dulu anak ketiganya juga terkirim ke Dunia lain.
Di Dunia lain, anak ketiganya mendapat wanita pujaan hatinya. Setelah mambawa kembali pulang anak ketiganya dan calon menantunya, ia mencoba berlatih membuka portal, dan memutar waktu untuk mundur.
Setelah berhasil, Pak tua sang penjaga Multiverse muncul dan datang padanya. Disitulah Reyhan bisa bertemu dengan Pak tua yang pernah ia temui di hutan saat usia muda.
Pak tua itu kagum padanya karena bisa membuka portal dan memutar waktu mundur selain dirinya. Tetapi ia meminta kepada Reyhan agar tidak sembarangan menggunakannya, dan Reyhan menyetujuinya.
Sean benar-benar tak menyangka, dan kagum dengan sosok Reyhan ini. Mereka berdua pun berbagi cerita saat mereka berdua di Dunia asal mereka masing-masing.
.....
Hari sudah gelap malam. Reyhan dan Sean menyudahi ceritanya. Reyhan berdiri dari duduknya. "Baiklah, sampai jumpa lagi. Kedepannya, aku akan mengawasimu, "
Sean mengerut dahinya. "Kamu mau kemana Senior ?" kini Sean memanggilnya Senior, setelah mendengar cerita masa lalu Reyhan yang dulunya adalah tentara juga seperti dirinya.
"Tentu saja, aku mau pulang. Aku ingin tidur di kamarku bersama istriku." jawab Reyhan tersenyum menyeringai, sambil membuka portalnya, dan langung masuk pergi meninggalkan Sean begitu saja.
__ADS_1
Sean merasa kesal karena ditinggal begitu saja. Ia terdiam sejenak, ia teringat sesuatu. "Apa Senior Reyhan yang dulu datang membantuku dan party-ku saat membasmi markas bandit ?"