
"Jika sedari awal aku tau, kalau kau tak bisa kukendalikan, aku tidak akan membangunkanmu, Dr. Alex !!" ucap Pria berjas putih, dengan name tag Dr. Denny.
Orang yang dimaksud Dr. Denny, yang tak lain Alexander, atau yang biasa dipanggil sebagai Dr. Alex, seseorang genius, memiliki gelar profesor, dikenal juga sebagai ilmuwan dan sekaligus doker yang memiliki penghargaan.
Dr. Alex yang sudah akan berumur 50 tahun, tetapi kini penampilannya seperti seorang pria dewasa yang berumur 30 tahun. Ia berjalan melewati banyak mayat karena ulahnya, ia bermaksud mendekati Dr. Denny.
Kini Dr. Alex sudah berdiri dihadapan Dr. Denny yang gemetaran dan tengah duduk dilantai. Dr. Alex menatap dingin ke arah Dr. Denny. Ia pun bersuara. "Kau berencana mencuci pikiranku ?"
Dr. Denny menggeleng-gelengkan kepalanya. Saat ia akan menjawab, Dr. Alex lebih dulu berkata. "Aku sudah tau semua rencana kalian. Yang mencoba menjadikanku senjata."
Dr. Denny menelan salivanya. Dr. Alex menatap tajam ke arahnya. "Katakan padaku, apa yang telah kau perbuat padaku ?"
................
Flashback.
Setelah menyuruh Putranya pergi, ia meledakan diri, banyak mayat yang tadi juga terkena ledakannya. Bahkan dirinya juga terkena ledakan. Tetapi entah beruntung, atau takdir, ia masih bisa bernafas.
Namun, kondisinya, ia kehilangan kedua tanganya. Kedua kakinya terluka parah bukan main. Pasukan lain datang, dan membawanya pergi.
.....
Setelah sampai di ruangan misterius, Dr. Denny melakukan pemeriksaan kepada Dr. Alex yang sudah terlihat sangat keritis. Ia melakukan hal percobaan yang pernah dilakukan oleh Dr. Alex kepada Putranya.
Dr. Denny merupakan seorang profesor sekaligus seorang dokter juga. Ia juga memiliki gelar Seorang ilmuwan, dan peneliti. Dr. Denny lebih tepatnya adalah juniornya Dr. Alex saat di masa pendidikan.
Dr. Denny sendiri menjalankannya sesuai dengan data-data yang ia dapatkan dari kediaman Dr. Alex. Ia berencana ingin membuat Dr. Alex menjadi prajurit super, sekaligus menjadi bawahannya.
Karena Dr. Denny sendiri juga menginginkan kekuasaan. Maka dari itu, ia memakai data-data milik Dr. Alex dan barang-barang yang pernah dipakai Dr. Alex saat melakukan percobaan terhadap Putranya.
Dan juga ada suatu hal yang membuat Dr. Denny kagum adalah, sebuah sisa logam yang amatlah keras di kediaman Dr. Alex. Tentu saja, ia menginginkan hal itu.
__ADS_1
Karena juga Dr. Alex sudah tak memiliki kedua tangannya, ditambah kedua kakinya harus diamputasi. Akhirnya, Dr. Denny mengolah logam itu, dan ia gunakan untuk membuat kedua tangan dan kedua kaki untuk Dr. Alex.
.....
Dengan bantuan anak buahnya, Dr. Denny telah membuat kedua tangan dan kedua kaki logam yang telah ia olah. Dan ia pun menyatukan kedua tangan dan kedua kaki logam itu ke tubuh Alex.
Dan sekarang ia memulai melakukan ekserimen tahap selanjutnya, yaitu membuat serum. Dr. Denny membuat serum-serum yang sesuai dari data milik Dr. Alex.
Setelah berhasil membuat serum, Dr. Denny juga membuat serum buatannya, ia belum mencobanya, karena ia khawatir kalau serum buatannya belum teruji berhasil.
Akhirnya Dr. Denny memutuskan menjadikan Dr. Alex sebagai kelinci percobaannya yang pertama. Tak hanya menyuntikan serum buatannya, tetapi ia juga menggabungkan serum karya Dr. Alex yang telah ia baru saja buat.
Dan, ia pun juga menambahkan Nanotechnology terhadap kedua tangan dan kedua kaki logam Alex. Karena dengan teknologi itu, kedua tangan dan kedua kakinya bisa berubah menjadi senjata.
.....
Hampir 3 tahun lebih, akhirnya, eksperimennya berhasil, bisa dibilang mendekati kata sempurna. Dr. Denny menatap Dr. Alex yang masih terbaring di ranjang operasinya.
Dr. Denny masih bingung, kenapa Dr. Alex belum bangun dari tidurnya. Namun tanpa disadarinya dan semuanya, sebenarnya Dr. Alex sudah bangun beberapa jam yang lalu, kini ia berpura-pura tak sadarkan diri.
Beberapa saat kemudian, tanpa sengaja ia mendengar percakapan Dr. Denny, dan orang-orangnya yang akan mencuci otaknya, dan membuatnya menjadi bawahannya sekaligus senjata untuk menjadikannya seorang penguasa.
Tentu saja, Dr. Alex sangat marah, ia langsung bangun dan menghancurkan semua seisi ruangan itu. Ia juga membunuh para penjaga, termasuk orang-orangnya Dr. Denny.
Dr. Alex sendiri juga terkejut kalau Nanotechnology telah tertanam pada kedua tangan dan kedua kaki logamnya. Sehingga ia bisa merubah kedua tangannya menjadi senjata.
Flashback end.
................
Setelah mendengar cerita dari Dr. Denny, Dr. Alex mengeras rahangnya. Ia seketika mengarahkan tangan kanannya ke arah Denny, seketika tangan kanannya berubah menjadi meriam seukuran 4 kali lebih besar dari lengannya.
__ADS_1
Dr. Alex pun berkata. "Entah aku harus bilang berterimakasih atau tidak. Tapi aku senang, karena bantuanmu aku bisa membuka kedua mataku."
"Aku tak masalah kamu mencuri data-dataku. Tetapi yang menurutku salah adalah, kamu membuatku seperti ini, dan berniat memanfaatkanku atas keinginan gilamu itu." lanjutnya.
Saat akan Dr. Denny akan membalas kata-kata Dr. Alex, tanpa ampun Dr. Alex langsung menembaki kepalanya. Boom..!! Duar..!!
.....
Kini Dr. Alex telah berada di Luar gedung tempat ia dijadikan kelinci percobaan. Ia sudah membunuh Dr. Denny beserta orang-orang. Entah ia percaya atau tidak dengan cerita Dr. Denny.
Kini ia memakai pakaian dan celana serba hitam, dan tak lupa mengenakan jas hitam panjang. Yang terpenting, sekarang ia ingin mencari Putranya.
.....
Dari semenjak awal perjalanan, banyak sekali pasukan tentara datang padanya. Tujuan mereka adalah menangkap Dr. Alex. Itupun atas perintah sang Pemimpin Negara.
Disini Dr. Alex mengerahkan semuanya kemampuannya untuk bertarung. Ia menggunakan Nanotechnology untuk merubah kedua tangannya meriam dan menembaki pasukan yang datang padanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sementara Disisi Dunia Lain. Tepatnya, Dunia D-31. Di Dunia itu ada sebuah kejadian pertarungan hebat, Raja Erlang, Zayden, dan Sean melawan Mozark. Keadaan ruang tahta istana menjadi berantakan.
Mozark yang sudah terluka parah, ia terus memaksakan diri untuk tetap bertarung. Raja Erlang sendiri pun juga tak tega, tetapi mau bagaimana lagi, adik angkatnya ini sangat keras kepala.
Sementara Sean, ia terus-terusan menyerang Mozark dengan Sihir Petirnya. Sean menghentikan serangannya. Kini mereka semua saling menatap tajam.
Mozark menatap marah kepada Sean. "Kembalikanlah dia !! Rosalyn hanyalah untukku !! Kau hanyalah perebut !!"
Sean membalas. "Dan kau hanyalah Om-om cabul ..!!"
Mozark mengeras rahangnya. Ia segera mengeluarkan aura hitam dari tubuhnya. Raja Erlang dan Zayden berubah ke Mode Apinya. Sedangkan Sean, ia juga berubah ke Mode Petirnya.
__ADS_1