OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 53


__ADS_3

Bruukk..!!


Raja Erlang terdorong hingga membentur dinding arena. Ia kembali berdiri, sambil memegang dadanya yang sakit akibat terkena pukulan keras dari Mozark.


Wujud Raja Erlang pun kembali normal, karena tak mungkin i memakai wujud manusia api. Mempertahankan wujud manusia api itu bisa menguras banyak mana.


Dan sekarang Raja Erlang merasa, mana energinya sudah terkuras sebagian. Jadi ia memutuskan untuk kembali ke wujud normal. Setidaknya, ia masih punya sebagian mana untuk bertarung.


"Dia sekarang lebih kuat dariku." batin Raja Erlang bangga terhadap adik angkatnya.


Namun disisi lain, Raja Erlang merasa kecewa. "Andai saja ia tak tak jatuh ke jalan yang salah, mungkin di bisa menjadi salah satu ksatria Kerajaan, atau menggantikanku menjadi Raja."


Mozark maju perlahan ke arah Raja Erlang sambil tersenyum menyeringai. Lalu ia berhenti, kini jarak mereka berdua hanya 10 meter saja. Mozark bersuara. "Dimana Putrimu ?"


Raja Erlang tak menjawab. Ia menatap marah ke arah Mozark. Lalu muncullah 2 orang di samping kanan kiri Raja Erlang. Mereka berdua membantu memapah dirinya.


"Bukankah sudah ku katakan, ini adalah urusanku dengan adikku." ucap Raja Erlang yang dipapah oleh Raja Roux dan Raja Wagner.


"Aku tidak akan tinggal diam melihat sahabatku dalam keadaan seperti ini." Raja Wagner menjawab dengan nada kesal.


Raja Roux juga menambahkan. "Begitu juga denganku, bukankah kita sudah sepakat untuk saling membantu jika ada salah satu dari kita kesusahan."


Raja Erlang terdiam. Ia tersenyum mendengar ucapan kedua Raja ini yang merupakan sahabatnya yang berbeda Ras.


Mozark yang melihat mereka bertiga, pun bersuara. "Wahh, apakah sekarang aku harus bertarung dengan kalian bertiga ?"


Ketiga Raja itu menatap ke arah Mozark. Raja Roux bertanya kepada Raja Erlang. "Bukankah kamu pernah bercerita, bukankah adikmu saat diasingkan, bukankah kekuatannya disegel ?"


Raja Erlang mengangguk kepalanya. Giliran Raja Wagner yang bersuara. "Kalau kekuatannya disegel, kenapa sekarang dia bisa melepas segelnya ?"


Raja Erlang menjawab. "Aku sendiri juga heran. Segel yang kupasangkan dengan bantuan Sihir Cahaya milik istriku, seharusnya menahan kekuatannya. Segel itu akan terlepas jika ia menyadari dan menyesali."


Mozark yang mendengar percakapan mereka bertiga tertawa keras. "Hahahaha..., jika kamu ingin tau, aku mati-matian untuk melepas segel sialanmu itu. Jika kamu ingin tau caraku melepaskannya, tentu saja aku tidak akan memberitahumu."


Raja Erlang terdiam, ia sendiri heran dengan Segel yang ia pasangkan kepada adik angkatnya ini. Namun ada satu hal kemungkinan kalau yang bisa melepas Segel yang terbantu Sihir Cahaya. "Apa dia menggunakan Sihir Kegelapan ? Apa dia sudah bisa menguasai Sihir Kegelapan ? Tetapi aku tidak merasakannya."


Seharusnya Raja Erlang bisa merasakan kekuatan dan energi Sihir pada adik angkatnya. Karena pada dasarnya Mozark tidak pandai menyembunyikan aura kekuatan sihirnya.


Jadi Raja Erlang menduga, ada kemungkinan kalau Mozark meminta bantuan seseorang untuk melepaskan segelnya. Dan orang itu mungkin saja pengguna Sihir Kegelapan.

__ADS_1


"Siapa juga yang ingin tau !!"


Tiba-tiba terdengar suara keras dari belakang Mozark. Tak hanya Mozark, Raja Roux, dan Raja Wagner terheran, siapa suara itu ? Namun suars itu tak asing bagi Raja Erlang.


Mereka menatap ke arah pemuda yang juga mengenakan jubah hitam. Mozark berbalik dan menatapnya.


Raja Roux dan Raja Wagner bertanya-tanya. "Siapa dia ?"


"Kamu siapa ? Apa kamu pahlawan kesiangan ?" tanya Mozark dengan wajah meremehkan.


"Nak Sean ?" kata Raja Erlang terkejut.


Ternyata pemuda itu adalah Sean.


Raja Roux dan Raja Wagner terkejut mendengarnya, karena sebelumnya Raja Erlang bercerita, kalau Putrinya telah bertunangan seseorang yang hebat pilihannya. Dan nama orang itu adalah Sean.


"Jadi, dia adalah pemuda bernama Sean ?" tanya Raja Roux.


Raja Wagner juga bersuara sambil menunjuk ke arah Sean. "Berarti, tunangan Putrimu adalah dia, orang pilihanmu ?"


Raja Roux memandang Sean. "Hmm.. sangat tampan." Lalu ia berbicara kepada Raja Erlang. "Kalau saja dia tidak bertunangan dengan Putrimu, aku ingin dia berjodoh dengan keponakanku yang tinggal di kota Kerajaanmu."


Raja Erlang tak menjawab kata-kata Raja Roux, saat ini pikirannya adalah rasa kekhawatiran. Khawatir kalau Putrinya tidak ada yang menjaga. Mungkin ada Zayden disampingnya dan menjaganya. Tetapi itu tidak cukup.


Mozark yang mendengar kata-kata Raja Roux dan Raja Wagner terbelalak menatap Sean. "Bertunangan ?"


Ia menatap Raja Erlang dengan tatapan marahnya, dan ia bertanya. "Kamu menjodohkan Putrimu kepada pemuda asing ini ?" sambil menunjuk ke arah Sean.


Raja Erlang menatap Mozark dengan dingin. "Ya, karena dia, laki-laki yang pantas untuk Putriku. Sedangkan kamu..., laki-laki tak tau diri, karena telah berani menyukai keponakanmu sendiri."


Mozark menatap marah ke arah Raja Erlang. "Apa salahnya, aku hanya saudara angkat, tidak ada hubungan darah. Jadi tidak masalah kalau aku menyukai Rosalyn."


Raja Erlang menjawab dengan nada membentak. "Tetap saja, aku tidak menyetujuinya, karena mau bagaimanapun kamu adalah saudaraku. Seharusnya kamu sebagai Pamannya adalah memberi contoh yang baik, bukan menyukainya dan mencoba untuk melecehkan Putriku."


Sean membeku. Dalam batinnya ia berkata. "Melecehkan ?"


Mozark terkekeh memandang remeh ke arah Raja Erlang. "Saat itu aku hanya ingin memberi pelajaran kepada Putrimu tentang Cinta, lagipula aku tidak sampai menodainya."


Raja Roux dan Raja Wagner yang masih memapah Raja Erlang, mereka berdua hanya diam, dan hanya mendengar saja. Namun mereka berdua tak habis pikir dengan pola pikiran adik angkat Raja Erlang ini.

__ADS_1


"Dasar Pria Gila!!" batin Raja Roux dan Raja Wagner.


Wuussss..!!


BUGH..!!


Tiba-tiba Mozark terpental dan terjatuh. Ketiga Raja terbelalak, melihat Sean yang tiba-tiba melompat ke arah Mozark dan memukulnya.


Mozark kesal dan marah, karena tiba-tiba ia mendapat pukulan di salah satu pipinya, dan juga ada darah di sudut bibirnya. Dan pukulan itu sangat keras, bagaikan hantaman logam. "Keras sekali."


Kalau manusia biasa di dunia asal Sean, mungkin saja tulang pipinya atau tulang rahangnya hancur karena pukulan Sean.


Disisi Sean, ia menatap tajam ke arah Mozark yang kini sudah berdiri. Sean kembali melompat ke arah Mozark, dan Mozark juga melompat ke arahnya.


Mozark berucap kata Sihir. "Pukulan Api..!!"


Sedangkan Sean, ia hanya menggunakan tangan kirinya untuk memukulnya, ia tak mengucapkan kata Sihir apapun.


BUGH..!!


Wussss..!!


Pukulan Mozark dan pukulan Sean bertabrakan. 2 pukulan yang saling bertabrakan ini menimbulkan hembusan angin yang lumayan besar.


Mozark menggunakan tangan satunya lagi untuk memberi pukulan lagi. Namun tak kena, karena Sean menghindar dengan cara melompat salto kebelakang.


DUGH..!!


Saat Sean melompat salto kebelakang, kedua kakinya mengenai dagu Mozark. Mozark terdorong kebelakang dan jatuh lagi.


Raja Erlang, Raja Roux, dan Raja Wagner terbelalak melihat pertarungan Sean dan Mozark. Setahu mereka Sean berada di Tingkat Platinum.


Padahal mereka mereka bertiga berada di Tingkat Berlian. Raja Erlang sendiri saja heran, karena saat melawan Mozark, ia sendiri tidak cukup untuk mengimbangi kekuatan Mozark yang sekarang.


Padahal dulu Mozark berada jauh di bawahnya, tetapi sekarang Mozark lebih kuat. Dan Sedangkan Sean yang merupakan Tingkat Platinum, bisa mengimbangi Mozark.


Mozark semakin marah, ia cepat-cepat bangun untuk berdiri. Ia tak terima jika ia dikalahkan oleh laki-laki yang lebih muda darinya.


Mozark menatap marah ke arah Sean yang juga berdiri tak jauh berhadapan darinya. Sling..!! Mozark mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanannya. Begitu juga dengan Sean, ia mengeluarkan Rantainya.

__ADS_1


__ADS_2