OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 30


__ADS_3

Sean mengeluarkan senapan AK-47. "Kubuat kalian keluar." Lalu ia menembakinya ke arah langit dan ke arah hutan.


Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!!


Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!!


Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!!


Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!!


"Hahahahahahaha... Keluarlah Kalian Semua !! Keluarlah !! Hahahahahaha..." Sean tertawa keras, sambil menekan pelatuk senapannya.


Senapannya pun berhenti menembak. Sean segera mengisi ulang peluru.


Krek-krek !!


Lalu ia mengeluarkan lagi 10 granatnya lagi. Tangan kanannya melempar granat, dan tangan kirinya memengang senapanya. Sean melempar granat-granatnya ke hutan sisi kanan dan sisi kiri.


Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!!


Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!!


DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!!


Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!!


Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!!


DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!!


"Hahahahahaha....!!" Sean tertawa sambi terus menekan pelatuknya ke arah hutan di sisi kanan dan kiri.


Krek-krek !!


Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!!


Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!!


Kelima pedagang dan ke-9 anggotanya merinding melihat Sean yang tengah tertawa keras. Terutama ke-9 anggotanya Sean, selama ini mereka tak pernah melihat Sean tertawa lepas seperti itu.


Sean mengeluarkan granat yang lebih banyak lagi. Ia tidak peduli ribuan granat yang ada di dalam cincin penyimpanannya habis. Tapi menurutnya, sebanyak itu tidak akan membuat granatnya habis dengan cepat.


Lalu ia membagikannya ke-9 anggotanya. Arron, Brian, dan yang lainnya hanya menurut, mereka segera melempar granat-granatnya ke sisi hutan kanan dan kiri secara acak.


.....


Disisi Lain, di sebuah bangunan tersembunyi yang ada di dalam tanah. Merek merasa terganggu suara-suara ledakan-ledakan tiada henti.


"Sebenarnya apa yang terjadi ?"


"Kenapa di luar sangat berisik ?"


"Lebih baik, kita keluar. Dan kita lihat, siapa yang sudah berani mengganggu ketenangan kita."


"Ayo !!"

__ADS_1


.....


Sementara Disisi Lain lagi, terlihat seorang berjubah hijau muda yang tengah bersembunyi. Ia melihat tindakan Sean yang sungguh gila menurutnya.


"Apa yang dia lakukan ?" gumannya.


"Tindakannya bisa memancing hal yang berbahaya." lanjutnya.


Tiba-tiba ada dahan pohon yang menjadi injakannya retak setelah salah satu peluru yang di tembaki Sean tersesat ke arahnya. Ia segera turun dari pohon.


Setelah mendarat kakinya di permukaan tanah, ia mengucap kata Sihirnya.


"Dinding Akar Pelindung."


Keluarlah 2 akar besar dari tanah tempat injakannya. 2 akar itu memutar melingkari dirinya, hingga tertutup rapat. Kini ia berlindung dalam dinding akarnya.


"Apa dia benar-benar sudah gila ? Senjata apa yang ia gunakan ? Serangan cukup menakutkan juga." gumannya.


Beberapa lama kemudian, sudah tak terdengar suara tembakan lagi. Orang berjubah hijau muda dan bertopeng rubah itu, menyudahi pelindungnya.


Lalu ia melihat apa yang membuat Sean menghentikan aktifitasnya. Baru saja membuka pelindung akarnya, seketika ia terbelalak melihatnya.


.....


Sementara Disisi Sean sudah kembali menyimpan senapannya. Kini mereka sudah menghentikan aktifitas sebelumnya. Karena apa yang Sean harapkan pun terjadi. Melihat ada yang mendekat, Sean langsung berhenti.


Para bandit keluar dari persembunyiannya.


Terlihat ada 100 bandit lebih di depan rombongan Sean. Terlihat para bandit itu rata-rata berbadan besar. Mereka semua mengeluarkan aura membunuh. Meski jarak mereka 20 meter di depan, tapi itu membuat Arron, Brian, dan yang lainnya gemetaran.


Tapi tidak disangka, tindskannya medatangkan 100 bandit lebih. Melihat mereka semua, sudah jelas di tebak, mereka semua berada di Tingkat Emas. Sedangkan Party Sang Petualang, rata-rata Level Tingkat Perak (Kecuali Sean).


"Siapa yang telah berani mengganggu ketenangan kami !!" ucap salah satu dari mereka.


"Kalian benar-benar cari mati ya ?"


"Hahaha, sudah keberapa ya, ketenangan kami terganggu ?"


"Wah ada 4 perempuan !! Aku ingin sekali mencicipi mereka."


Itulah percakapan para bandit-bandit itu. Dan masih banyak lagi yang mereka bicarakan.


Sean melirik ke arah 3 perempuan anggotanya yang bisa menggunakan Sihir Cahaya dan berdiri di dekatnya. "Rin, Isla, Marie, kalian bertiga buatlah dinding pelindung untuk para pedagang."


Semua anggota party-nya mengerut dahinya. Sean kembali bersuara. "Jangan membuang-buang waktu untuk kebanyakan mikir !! Cepat lakukan !!"


Rin, Isla, dan Marie segera menjalankan perintah dari Sean. Mereka bertiga meloncat mundur, lalu mendarat di atap kereta kuda. Mereka bertiga segera melakukan rapalan.


"Sang Cahaya, Lindungilah Kami dengan Cahayamu. Dinding Kotak Pelindung !!" ucap Rin, Isla, dan Marie bersamaan.


Kelima kereta kuda beserta semua pedagangnya, secara langsung ikut terlindungi Sihir Cahaya milik ketiga perempuan itu.


"Wah, mereka langsung melindungi kereta kudanya."


"Hahahaha, kalian takkan bisa lepas dari kami."

__ADS_1


Selagi para bandit berbicara, Sean berkata kepada Arron, Brian, Erza, Darold, Lisa, dan Elif. "Aku akan maju sendirian. Kalian disini, tunggulah, setelah aku memberi aba-aba, gunakan Sihir kalian dengan kekuatan penuh."


Belum sempat Arron menjawab, Sean sudah lebih dulu berlari dari tempatnya menuju ke-100 bandit yang ada di depan. Sean berlari mendekat lalu mengeluarkan dua granat, para bandit langsung siap dan memegang senjata mereka.


Sean melompati barisan depan para bandit ini, lalu bersamaan ia menjatuhkan 2 granatnya.


DUAR..!! DUAR..!!


Terjadilah 2 ledakan, dan mampu membuat beberapa bandit tumbang tak sadarkan diri. Bersamaan Sean akan mendarat, ia langsung melayangkan pukulan dari tangan logam kirinya.


BUGH..!!


Pukulannya, membuat satu bandit terdorong menabrak rekan-rekannya dan jatuh.


Sean melompat mundur tinggi sambil mengeluarkan dan menjatuhkan banyak granat begitu saja.


DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!!


DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!!


DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!!


Terjadilah ledakan-ledakan yang Sean timbulkan. Para bandit terkejut bukan main. Sean mendarat, dan langsung bersuara keras. "Gunakan Sihir Api dan Sihir Angin kalian !!"


"Semburan Api Naga !!"_ Brian, Arron, dan Darold.


"Hantaman Pusaran Angin !!"_Elif, Erza, dan Lisa.


Mereka ber-6 menyerang bersamaan ke arah para bandit yang sedikit terlihat acak-acakan karena sisa serangan Sean tadi.


Bersamaan ke-6 anggota tengah menyerang, Sean mengeluarkan granatnya, dan langsung melemparnya ke arah titik serangan anggotanya.


DUAR !!


Lalu Sean lakukan lagi, mengeluarkan granatnya dan langsung melemparnya. Ia terus melakukan itu berulang kali secara acak.


DUAR..!! DUAR..!!


Beberapa saat kemudian, Sean dan ke-6 anggotanya menghentikan serangan mereka. Mereka melihat banyak debu yang menutupi pandangan mereka.


Setelah debu itu menghilang, semua ke-9 anggota Party Sang Petualang terbelalak melihat dinding tanah yang tebal, tinggi, dan panjang meluas melindungi para bandit itu.


Sean menatap dingin.


Perlahan dinding tanah di depannya, runtuh. Para bandit benar-benar terlindungi karena dinding barusan.


Sean melihat ke-9 anggotanya yang tengah gemetaran. "Apakah terlalu awal aku mengajak mereka ?"


Sean segera mengeluarkan senapan AK-47 miliknya, dan mengisi ulang pelurunya.


Krek-krek..


Sean mengarahkan senapannya ke arah target-targetnya. Saat akan menekan pelatuknya, tiba-tiba indra pendengaran mereka mendengar suara perempuan.


"Hukuman Alam, Serangan Akar Pembunuh !!"

__ADS_1


__ADS_2