
Sean baru saja keluar melewati pintu gerbang istana. Ia merasa kurang nyaman, semua maid dan prajurit penjaga yang ia lewati selama ia di dalam istana tadi, semua membungkuk memberi hormat padanya.
Sean berjalan menuju ke penginapannya yang ada di Guild. Ia masih berfikir-fikir tentang Richard bisa dekat dengan keluarga Kerajaan. Sementara ia menepis pikirannya dulu. "Kapan-kapan, aku akan menanyainya."
Seperti biasanya, setiap ia berjalan di tengah-tengah kota Kerajaan, ia menjadi pusat perhatian semua orang. Bahkan tadi saat bersama Rosalyn dan Darold pun juga sama.
Masa bodo hal itu. Kini ia ingin segera pulang ke penginapannya. Ia akan membeli makanan dan setelahnya ia akan beristirahat. Karena besok, ia akan kembali ke istana untuk belajar Sihir dari Rosalyn.
Keesokan Harinya.
Sean kini bersama Rosalyn di taman belakang istana. Hari ini, ia mulai belajar Sihir dari Rosalyn semenjak tadi ia datang ke istana. Rosalyn memberikan sebuah buku tentang pembelajaran Sihir dari dasarnya.
Rosalyn meminta Sean untuk membacanya. Namun Sean berkata. "Aku tidak bisa membaca."
Rosalyn mengerut dahinya. "Kamu tidak bisa membaca ? Seusiamu yang sekarang ini kamu belum bisa membaca ?"
"Tuan Putri, dia memang tidak bisa membaca. Brian juga bilang padaku kalau Sean sepertinya hilang ingatan." Darold yang menjawab.
Darold terlihat tengah duduk menikmati teh yang disediakan oleh maid. Kenapa dia bisa ada di taman belakang istana ?
Jawabannya, karena saat pagi, setelah Sean sarapan dan akan berangkat ke istana, sudah ada Darold datang padanya. Darold bingung apa yang harus ia lakukan. Mengingat semua anggota belum kembali pulang.
Sean pun mengajaknya ke istana. Awalnya Darold bingung, Sean menjelaskan kalau dirinya akan belajar Sihir dari Rosalyn. Darold menujuinya mungkin ia juga bisa membantu Sean nantinya.
"Kamu beneran tidak bisa membaca ?" tanya Rosalyn dengan hati-hati.
Sean mengangguk kepalanya. "Aku belum bisa menjelaskan semua tentang diriku, dan dari mana asalku. Kalian bisa anggap aku hilang ingatan, karena aku tidak bisa menggunakan Sihir karena tidak bisa membaca, masuk akal bukan ?"
"Anggap saja aku hilang ingatan. Itulah setiap jawabanmu yang kudengar. Sungguh penuh tanda tanya kamu, Sean." batin Darold.
Sean menambahkan. "Jadi, karena aku tidak bisa membaca, maka aku tidak tau tetang apapun dengan Sihir. Bukankah katamu untuk belajar Sihir harus belajar dari dasar-dasarnya yang ada di dalam buku ini ?"
Rosalyn mengangguk kepalanya dan tersenyum. "Baiklah, aku tidak akan memaksamu untuk memberitahu tentangmu dan asalmu, tapi aku akan menunggu sampai kamu mau memberitahuku jika kamu siap. Dan sekarang, aku tak hanya mengajarimu Sihir, tetapi aku juga akan mengajarimu membaca."
Sean tersenyum simpul. Darold pun bersuara. "Tuan Putri, aku ingin memberi saran. Ada kalanya kalau Sean belajar membaca padaku. Dan belajar Sihir kepada Tuan Putri."
Rosalyn sebenarnya tidak keberatan jika ia harus mengajar Sean dua-duanya. Sean pun yang menjawab. "Tidak masalah. Lagi pula, itu saran yang bagus."
__ADS_1
Hari telah melewati siang. Dan setelah beristirahat sejenak, namun Sean meminta Darold untuk mengajarinya membaca.
Awalnya Darold menolak terlebih dahulu, tetapi Sean memaksa. Akhirnya Darold mengajarinya membaca huruf-huruf ada dunianya.
"Huruf-huruf dunia ini sangat aneh." batin Sean saat Darold memperkenalkan huruf-huruf asal dunianya.
Beberapa lama kemudian, belajar membacanya disudahi, Sean kembali meneruskan belajar Sihir. Cara pembelajaran Sean saat ini, Rosalyn yang menjelaskan tentang dasar Sihir sesuatu pemahamannya dan isi buku itu.
Rosalyn yang membacanya dan sambil menjelaskan kepada Sean. Cara pembelajaran itu hanya sementara sampai Sean nanti bisa membaca.
Sean memperhatikan penjelasan Rosalyn. Namun lama-lama ia memperhatikan kecantikan Rosalyn. "Cantiknya."
"Kamu bilang apa ?" tanya Rosalyn, meskipun suaranya kecil, dan terdengar di telinganya, tetapi ia tidak jelas mendengar gumannya Sean.
Sean gelagapan. Ia pun menjawab. "Ca-caramu menjelaskannya, kamu terlihat seperti guru saja."
"Apa kamu tidak tau, kalau Tuan Putri Rosalyn adalah guru termuda di akademi sihir ?" tanya Darold.
Sean terbelalak, ia menatap Rosalyn dengan tatapan tak percaya. Rosalyn hanya tersenyum malu. Sean pun bertanya. "Apa itu benar ?"
"Kalau kamu adalah guru, kenapa kami tidak mengajar ? Kenapa kamu ikut mengatasi Markas Besar Bandit ? Apa kamu membolos ?" tanya Sean bertubi-tubi.
Rosalyn terkekeh. "Aku tidak membolos. Di akademi semua murid dan guru diliburkan selama 1 bulan. Karena akan memasuki tahun ajaran baru, .3 minggu lagi, para guru dan murid akan berangkat masuk kembali, dan juga ada banyak murid-murid baru yang masuk ke akademi."
Sean pun teringat saat masa-masa ia sekolah di dunia asalnya. Karena pasti sekolah mengadakan libur untuk murid dan guru disaat memasuki tahun ajaran baru. "Ternyata sistem akademi dan sekolah di dunia asalku sama. Tetapi di duniaku, rata-rata libur 3 minggu saja. Bukankah umur Putri Rosalyn 16 tahun, kenapa diusia segitu sudah bisa jadi guru ? Benar-benar berbeda dengan dunia asalku."
"Kalau kamu libur, kenapa kamu..."
Kata-kata Sean terpotong, karena Rosalyn memotongnya. "Karena aku ingin menyibukan diri. Lagi pula tugas-tugasku di akademi sudah kuselesaikan. Jadi, dari pada berdiam, aku memilih menyibukkan diriku. Jadi kamu tak perlu merasa bersalah karena hari liburku terganggu."
"Benarkah ?" sahut Sean.
"Dengan senang hati." jawab Rosalyn tersenyum.
"Astaga." batin Sean, karena tiba-tiba ia merasa getaran di dalam dadanya saat melihat senyuman Rosalyn padanya.
Lalu mereka melanjutkan pembelajarannya.
__ADS_1
.....
Satu Minggu Kemudian.
4 hari yang lalu. Brian, Arron, Erza, Rin, Lisa, Elif, Isla, dan Marie telah kembali pulang. Perjalanan mereka selama mengantar pulang para mantan tahanan hingga mereka kembali pulang ke Kerajaan Erlang, berjalan lancar.
Meski masing-masing dari 2 kelompok itu menghadapi halangan sekelompok-kelompok kecil bandit. Tetapi mereka bisa mengatasinya, justu mereka malah naik 1 Level.
Kepulangan mereka disambut baik oleh Raja Erlang. Mereka semua termasuk Sean dan Darold mendapat hadiah dari Raja. Setiap anggota party Sang Petualang, mendapat 10 koin Emas dan 2 koin Platinum.
Dan Raja Erlang, secara resmi mengumumkan kalau party Sang Petualang telah menghancurkan Markas Besar Bandit. Berita itu tersebar luas. Kini party Sang Petualang menjadi cukup terkenal. Meskipun ada beberapa party yang tidak percaya.
Saat ini Sean masih dalam proses belajar. Selama seminggu ini, metode belajar Sean setiap harinya dalam sehari, ia belajar membaca kepada Darold dari pagi sampai siang. Dan belajar Sihir kepada Rosalyn, setelah istirahat siang sampai sore.
Sedangkan ke-8 anggota party Sang Petualang, sementara mereka bergerak sendiri untuk mengambil misi. Kerena Sean memutuskan Brian untuk menjadi penggantinya sebagai ketua partynya untuk sementara.
Semua anggota party Sang Petualang tidak keberatan hal itu. Justru mereka semua mendukung agar Sean bisa menggunakan Sihir dan bisa membaca.
Dan juga mereka juga sudah diberi tahu kalau Sean adalah tunangannya Putri Raja. Awalnya mereka terkejut, Sean meminta untuk dirahasiakan terlebih dahulu, karena ia belum siap menjadi sorotan. Bahkan Sean dan Rosalyn juga terlihat semakin dekat.
.....
Satu minggu kemudian.
Sean sudah sedikit lancar membaca, meski sesekali ia keliru atau lupa dalam mengenal huruf. Dan ia juga sudah paham tentang dasar sihir.
Beberapa hari yang lalu, ia juga sudah bisa mempraktekkan untuk memanipulasikan mananya, agar ia bisa mengeluarkan jenis Sihir miliknya.
Rosalyn saja tidak menyangka kalau Sean bisa belajar memahami dasa Sihir dengan cepat, bahkan Sean bisa paham saat ia menjelaskan tentang jenis Sihir Utama dan jenis Sihir Ciptaan. Setahunya biasanya bagi yang baru, paling cepat 1 bulan saja.
Disini Sean memiliki jalan pikirannya sendiri untuk menggunakan Sihirnya. "Bisa tidak ya ?"
Kini Sean berdiri berhadapan dengan Rosalyn dalam jarak 10 meter. Kini mereka berdua berada di lapangan latihan para prajurit. Sekarang Sean akan diuji oleh Rosalyn.
Darold yang menjadi wasit mereka berdua. Kini ia berdiri di antara Sean dan Rosalyn. "Latihan pertandingan ini akan berakhir jika salah satu dari kalian berdua, ada yang mengaku kalah atau tidak bisa melanjutkan latihan pertarungan ini."
Rosalyn dan Sean mengangguk kepalanya. Darold pun berteriak. "Mulai !!"
__ADS_1