
Keesokan Harinya.
Hari telah pagi, semua telah bersiap untuk kembali pulang. Disini, Sean dan ke-9 anggotanya, dan juga Rosalyn, kini tengah berdiskusi untuk membagikan beberapa kelompok.
Mereka memutuskan kelompok siapa yang akan pergi ke Kerajaan Erlang, ke Kerajaan Roux, dan ke Kerajaan Wagner. Karena mengingat adanya 30 mantan tahanan para bandit terdiri dari 3 jenis Ras, dan tempat tinggal mereka.
Karena juga para mantan tahanan juga harus mereka antarkan untuk pulang ke tempat tinggal mereka semua. Dan juga rombongan pedagang yang juga akan pergi ke Kerajaan Roux.
Semua sudah diputuskan.
Kelompok 1, terdiri dari Sean, Rosalyn, dan Darold. Mereka bertiga akan mengantar 15 tahanan yang terdiri dari 5 Ras manusia, 5 Ras Elf, dan 5 Ras DemiHuman ke Kerajaan Erlang. Dan dengan kereta kuda yang berjumlah 3.
Kelompok 2, terdiri dari Arron, Isla, Rin, dan Erza. Mereka berempat akan mengantar rombongan pedagang dan 10 mantan tahanan yang terdiri dari 5 Ras manusia dan 5 Ras Elf ke wilayah Kerajaan Roux. Dan dengan kereta kuda yang berjumlah 7.
Kelompok 3, terdiri dari Brian, Marie, Lisa, dan Elif. Mereka berempat akan mengantar 5 mantan tahanan yang merupakan Ras DemiHuman semua ke wilayah Kerajaan Wagner. Dan dengan kereta kuda yang berjumlah 1 saja.
Total sudah ada 10 kereta kuda (5 kereta kuda yang sudah punya rombongan pedagang, dan 5 kereta kuda yang sebelumnya punya Markas Bandit).
Mereka memanfaatkan ke-5 kendaraan Markas bandit, karena juga kasihan ke-5 kuda jika ditinggalkan begitu saja. Masing-masing dari 5 kereta kuda mantan milik Markas Bandit, berisikan 6 mantan tahanan.
Tempat tinggal ke-30 mantan tahanan itu, di desa-desa yang ada di wilayah Kerajaan mereka masing-masing. Namun tak terduga, rupanya sebagian kecil dari mereka, adalah Petualang yang diculik.
Mereka sudah menyelesaikan diskusinya. Semua siap untuk berangkat pergi dari tempat itu. Sebelum pergi, para petualang mengumpulkan mayat-mayat para bandit, di dalam goa yang merupakan Markas mereka.
Bahkan rombongan pedagang dan tahanan juga ikut membantu, agar waktu tidak terbuang banyak. Meskipun merasa ingin mual semua tetap melakukannya, karena tidak baik meninggalkan mayat-mayat itu begitu saja, karena terlihat bruntal.
Bahkan Rosalyn juga membantu, ia menggunakan Sihir Alamnya untuk memindahkan para mayat. Akar-akar yang bermunculan melilit dan memindahkan semuanya.
Lagi-lagi Sean dibuat kagum dengan kehebatan Rosalyn. Terkadang Sean berfikir, apa Rosalyn tidak kelelahan, karena mengikuti rombongannya tanpa kendaraan.
Membutuhkan hampir 1 jam lebih, mereka telah menyelesaikannya. Ratusan mayat telah terkumpul semua di dalam goa Markas Bandit.
Kelompok 2 dan kelompok 3 sudah lebih dulu berangkat. Sean percaya, dalam perjalanan mereka tidak ada halangan. Kalau ada ? Mungkin hanya sekelompok bandit kecil yang masih tersisa.
Sean yakin, semua anggotanya bisa mengatasinyanya, secara semua anggota telah naik 3 Level. Apalagi salah satu anggotannya baru menginjak Level 41. Yaitu Isla. Anggota Sean yang pertama kali di Tingkat Emas.
__ADS_1
Kelompok 1 sudah siap untuk berangkat. Namun Sean belum naik ke salah satu kereta kudanya, karena ada yang harus ia lakukan. Lalu ia melihat Rosalyn sedang berjalan mendekati sebuah pohon yang besar.
Sean berjalan cepat mendekatinya. Lalu ia memegang pundak Putri Raja ini. "Kamu mau kemana ?"
"Aku ingin melakukan sesuatu." jawab Rosalyn.
"Melakukan apa ? Apa kamu tidak lelah ?" tanya Sean.
Rosalyn tersenyum. "Kenapa kamu bertanya seperti itu padaku ?"
Sean menjawab. "Kamu mengikuti kita tanpa kendaraan. Dan kamu sudah menggunakan Sihir. Pasti itu sudah menguras...., apa ya namanya ?"
"Menguras mana maksudmu ?" Rosalyn menjawab apa yang dimaksud Sean.
"Ahh benar, mana. Itu maksudku." sahut Sean yang juga tersenyum, namun tipis.
"Kamu tenang saja, selagi masih di hutan, aku memiliki banyak mana cadangan." jawab Rosalyn tersenyum manis. Hatinya merasa senang karena Sean memperhatikan dirinya.
Sean menelan salivanya melihat senyuman Putri Raja ini. Lalu ia membalas. "Mana cadangan maksudmu ?"
Rosalyn tidak menjawab, ia berjalan mendekati sebuah pohon yang besar. Sean heran, ia setia memperhatikan Rosalyn yang kini salah satu tanganya menyentuh sebuah batang pohon.
Sean terbelalak melihatnya. Rosalyn menjelaskan. "Aku bisa menyerap energi kehidupan pohon ini. Aku menyerapnya dan memanipulasi energi kehidupan pohon ini menjadi manaku."
Sean terdiam melihat kehebatan Rosalyn. Rosalyn kembali bersuara. "Memang terlihat kejam, karena aku merampas energi salah satu pohon ini."
Rosalyn menambahkan. "Tetapi itu juga bisa membantu tumbuh-tumbuhan dan pohon yang masih muda disekitarnya bisa tumbuh dengan baik, karena dengan adanya pohon besar, sinar matahari akan tertutup oleh daunnya, sehingga tumbuh-tumbuhan dan pohon muda disekitarnya akan layu."
Sean tersenyum. "Ahh, kamu benar, karena semua jenis tumbuhan disekitarnya juga membutuhkan sinar matahari untuk membantu proses pertumbuhan."
"Apa semua pengguna Sihir bisa melakukan ini ?" lanjutnya bertanya.
Rosalyn menjawab. "Tidak. Yang bisa melakukan ini hanyalah seseorang yang bisa menggunakan Sihir Alam, contohnya sepertiku."
Sean mengangguk-angguk kepalanya. Rosalyn menambahkan. "Ada satu jenis Sihir Utama yang bisa melakukan ini. Yaitu seseorang yang bisa menggunakan Sihir Kegelapan di Level Tingkat tinggi."
__ADS_1
"Pengetahuanmu banyak juga, ya." balas Sean.
Mereka berdua terlihat akrab. Rosalyn memberikan pengetahuannya kepada Sean yang merupakan tunangannya. Karena semalam saat Sean meminta Rosalyn untuk memgajarinya menggunakan Sihir, dengan senang hati Rosalyn menerimanya.
"Baiklah, ayo kita segera berangkat. Nanti kalau sudah di istana, aku akan mengajarimu cara menggunakan Sihir, dan kubagikan pengetahuanku padamu." ucap Rosalyn.
"Ahh, benar. Kamu duluan saja, karena aku harus melakukan satu hal lagi." balas Sean, lalu ia masuk kembali ke dalam goa itu lagi
Rosalyn berjalan mendekati salah satu kereta kuda yang akan pergi ke Kerajaan Erlang. Setelah naik, ia terus memperhatikan goa Markas Bandit itu, karena ia penasaran apa yang dilakukan oleh laki-laki itu.
DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!!
DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!!
DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!!
DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!!
DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!!
DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!!
Tiba-tiba terdengar ledakan-ledakan dari dalam. Semua terlihat panik, lalu Sean keluar dari dalam goa sambil berlari, rupanya ia mengeluarkan puluh-puluhan granatnya untuk menghancurkan isi dan meruntuhkan goa itu dan mengkuburkan mayat-mayatnya. Dan akhirnya mulut goa itu tertutup.
Semua terkejut apa yang dilakukan Sean. Terutama Darold, ia sudah sangat penasaran dengan Sean yang terlihat dekat dengan Putri Raja. Bukan karena ia cemburu, melainkan ia merasa ada sesuatu yang ia lewatkan.
Beberapa detik kemudian, Darold menyadari sesuatu. Lalu ia tau tersenyum jahil. "Sepertinya, tunangan Putri Rosalyn itu, adalah Sean. Hehehehe..., baguslah. Dan juga aku bisa mengejek kakakku hahahaha..., aku sebagai teman Sean, sangatlah senang."
"Tapi tunggu dulu!! Kenapa Sean tidak bilang kalau dia adalah tunangannya Putri Rosalyn ?" lanjutnya bertanya-tanya.
Sean telah naik di salah satu kereta kuda. Ia menjadi kusirnya. Sedangkan Darold dan Rosalyn, mereka berdua juga menjadi kusir untuk 2 kereta kuda yang tersisa.
.....
Perjalanan kelompok 1, berjalan lancar tidak ada halangan sama sekali. Sesekali mereka berhenti untuk istirahat dan makan siang untuk mengisi stamina dan nutrisi pada tubuh mereka. Terutama ketiga kuda, agar tidak kelaparan saat menarik kereta.
__ADS_1
Hari pertama perjalanan. Masih tidak halangan. Setiap kali ada desa kecil yang mereka lewati, rombongan Sean berhenti sejenak, karena ada beberapa mantan tahanan yang tinggal di desa tersebut.
Hingga akhirnya, 2 hari perjalanan telah terlewati, 4 kilometer lagi akan sampai di kota Kerajaan Erlang. Mantan tahanan hanya tersisa 4 perempuan saja. Tempat tinggal mereka ada di desa besar yang ada di dalam kota Kerajaan, karena sebelumnya juga mereka adalah Petualang.