OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 35


__ADS_3

30 orang yang menjadi tahanan. 10 Ras Manusia, 10 Ras Elf, dan 10 Ras DemiHuman. Mereka semua perempuan. Pakaian mereka sungguh berantakan, benar-benar seperti tahanan di balik jeruji besi yang mengurungi mereka.


Para tahanan menatap Sean, dan kelima anggotanya.


"Aku mohon, bebaskan kami."


"Aku ingin pulang."


"Aku gak mau dijadikan budak."


Para tahanan itu memohon agar mereka dibebaskan.


"Kalian tenanglah, kami akan membebaskan kalian." balas Darold.


Brian mencoba membuka salah satu pintu sel jeruji besi. Begitu juga dengan Isla, dan Darold, yang juga mencoba membuka kedua pintu sel yang tersisa. Namun tak bisa dibuka, rupanya terkunci, dan karena pintu jeruji besi yang mengurung para tahanan cukup tebal.


Sean berjalan mendekat. Tanpa basa-basi, ia langsung melayangkan tangan logam kirinya da memukul pintu sel jeruji besi ini.


DUGH..!! Tang..!!


Karena sama-sama terbuat dari logam, pukulan Sean membuat suara benturan. Namun hasilnya jeruji besi tebal ini sedikit bengkok. Sean memukulnya lagi.


DUGH..!! Tang..!!


DUGH..!! Tang..!!


DUGH..!! Bruukk..!!


Akhirnya pintu jeruji besinya hancur. Semua para tahanan senang, akhirnya mereka akan bebas. Sean beralih ke sel kedua. Lalu ia lakukan hal yang sama seperti sebelumnya.


Jeruji besi sel kedua juga sudah Sean rubuhkan. Kini ia melakukan hal yang sama lagi dengan Jeruji besi sel yang terakhir. Brian, Isla, Lisa, dan Darold mendekati para tahanan untuk mengecek keadaannya.


Isla menggunakan Sihir Cahaya untuk menyembuhkan luka-luka dan sedikit memberikan tenaga. Para tahanan terlihat lebih bertenaga, dan luka-luka mereka pun menghilang.


Brian bersuara. "Kami para petualang, sekarang kalian bebas."


"Terimakasih." ucap semua perempuan yang merupakan tahanan.


"Baiklah, sekarang ayo kita keluar dari tempat ini." kata Darold mengajak para tahanan.


Brian memimpin jalan para tahanan untuj keluar dari tempat itu. Isla, Darold, dan Lisa beradai diantaran barisan para tahanan untuk mengontrol agar tidak ada yang terpisah.


Sedangkan Sean, ia berjalan mengikuti semuanya dari belakang, dan sekalian berjaga-jaga.


.....


Hari telah malam. Suasana hutan cukup sangat gelap, hanya obor api yang menerangi mereka semua. Semua telah sampai keluar. Para mantan tahanan bantin bisa bernafas bebas.


Semua berkumpul di luar sambil menunggu perintah selanjutnya. Rombongan Sean yang menunggu di luar juga ikut berkumpul.


Melihat 5 kereta kuda milik Markas Besar Bandit, Sean menyimpulkan kalau para tahanan, kemungkinan akan dikirimkan untuk dijual sebagai budak ke wilayah yang bukan dalam wilayah Kerajaan Erlang, Roux, dan Wagner.


Kenapa ke wilayah Kerajaan lain ? Karena Kerajaan Erlang, Kerajaan Roux, dan Kerajaan Wagner melarang keras dan mengilegalkan memperbudak. Itulah tebakan Sean.


Sean lalu meminta semua para mantan tahanan untuk berkumpul, dan berbabaris. "Baiklah, langsung saja. Dari kalian semua, bagi yang berasal dari penduduk wilayah Kerajaan Erlang, silahkan angkat tangan."


15 orang mengangkat tangan. 5 Ras manusia, 5 Ras Elf, dan 5 Ras DemiHuman.


Sean kembali bersuara. "Dan bagi yang berasal dari penduduk wilayah Kerajaan Roux ?"

__ADS_1


10 orang yang mengangkat tangan. 5 Ras manusia, dan 5 Ras Elf.


Lalu Sean bertanya kepada sisa 5 orang. Rupanya yang tersisa berasal dari penduduk wilayah Kerajaan Wagner.


Sean berfikir kerasa, kenapa bisa angkanya pas ? 5 ? Semua serba 5 Ras berbeda dari setiap tempat wilayah. "Apa semua sudah direncanakan sebelum melakukan penculikan ?"


Tiba-tiba ada yang memegang pundaknya, Sean menoleh, seketika ia membeku rupanya Rosalyn sudah sadar dari pingsannya.


"Kamu sudah sadar ?" tanya Sean.


Rosalyn merasa jantungnya berdebar-debar mendengar Sean bertanya kepadanya. "Su-sudah dari tadi semenjak kamu pergi ke dalam goa."


"Owh." sahut Sean.


Mendengar sahutan Sean yang hanya begitu, Rosalyn hanya menghela nafasnya. Sean menatapnya. "Kenapa kamu bisa disini ? Apa kamu mengikutiku ?"


"Ya, aku mengikutimu." jawab Rosalyn.


"Apa alasanmu mengikutiku ? Seharusnya kamu seorang Putri duduk diam di istana." balas Sean tegas.


"Aku punya alasan tertentu melakukan ini, salah satunya adalah membantumu menangani masalah yang kamu hadapi." jawab Rosalyn yang memberikan salah satu alasannya.


"Seharusnya seorang Putri Kerajaan tetap di istana." ucap Sean.


"Tidak ada salahnya jika aku keluar dari istana." balas Rosalyn.


Sean memutar bola, ia memilih mengabaikan Rosalyn, lalu ia menatap para tahanan perempuan yang masih berbaris. Sean lalu memanggil ke-9 anggotanya, dan rombongan pedagang.


Semua orang sedikit membungkukkan badannya untuk memberi hormat kepada Rosalyn. Dari awal, semua masih bertanya-tanya. Dalam pikiranm mereka. "Kenapa Putri Rosalyn ada disini ? Lalu, sejak kapan Sean bisa terlihat dekat dengan Putri Rosalyn ?"


Sean memberi masukan, dan semua anggotanya dan rombongan pedagang ikut menyutujuinya. Sean menatap kembali ke arah para tahanan. "Karena hari sudah malam, kita bermalam disini. Besok pagi kita berangkat. Kebetulan ada 5 kereta kuda milik para bandit, jadi kita bisa menggunakannya besok."


Rosalyn berkata. "Serahkan padaku." lalu salah satu tangannya menyentuh tanah, dan ia berucap. "Rumah Kayu."


Tiba-tiba tanah bergetar, lalu keluarlah dahan pohon dari dalam tanah. Semua membeku melihatnya. Beberapa saat kemudian, terbentuklah 3 rumah kayu yang sudah berbaris beberapa meter di depan Rosalyn.


2 rumah kayu memiliki ukuran panjang 15 meter dan lebar 8 meter. Dan rumah kayu yang ketiga, memiliki ukuran panjang 5 meter dan lebar juga 5 meter.


Semua terkagum-kagum melihat Sihir Rosalyn yang bisa membuat rumah kayu. Disini Sean juga dibuat kagum melihat kehebatan Rosalyn.


Darold pun berkata. "Tuan Putri memang hebat."


Brian juga ikut memuji Rosalyn. "Benar, aku bahkan tak menyangka Tuan Putri bisa membangun rumah kayu dari Sihirnya."


Sean pun teringat penjelasan Richard tentang Sihir Alam, Sihir yang tercipta dari gabungan 4 jenis Sihir Utama dengan Sihir Ciptaan dari 2 jenis Sihir Utama. Yaitu Sihir, Api, Air, Tanah, Angin, dan Kayu.


Sean memegang dagunya. "Jadi, intinya dia bisa menggunakan 4 jenis Sihir Utama. Pasti tidak mudah menggunakan Sihir Alam, dan sepertinya hanya orang-orang berbakat dan tertentu, salah satunya Rosalyn."


Sean melihat-lihat Rosalyn tengah menyuruh semua orang segera masuk ke dalam rumah kayu buatannya. Sekarang secara tidak langsung, Rosalyn mengambil alih dan mengurusi semuanya.


Sean melihatnya, tersenyum. Ia tidak menduga kalau seorang Putri Raja bisa melakukan hal itu. Sean tak berhenti melihatnya. "Cantik sekali."


2 Rumah kayu yang besar dipakai untuk para mantan tahanan. Masing-masing dari 2 rumah itu terisi 15 orang. Rin, Isla, dan Marie menginap di rumah satunya. Elif, dan Lisa ikut menginap di satu rumah kayu besar satunya lagi. Rosalyn pun ikut dengan mereka berdua.


Untuk rombongan pedagang masuk ke dalam rumah kayu yang kecil. Para pedagang telah tertidur. Para Petualang laki-laki memilih berjaga.


Sean kini duduk di depan api unggun yang letaknya 10 meter dari depan ketiga rumah kayu buatan Rosalyn. Ia bersama Arron, Brian, Darold, dan Erza. Mereka duduk melingkari api unggun.


"Aku masih penasaran dengan pria yang tadi menolong kita." ucap Arron.

__ADS_1


Brian mengangguk. "Aku juga penasaran, dia bisa memunculkan ratus-ratusan pedang."


"Benar, dengan mudahnya dia membunuh seseorang yang memiliki Sihir Kegelapan." ucap Erza.


"Jika diingat-ingat, dia menciptakan cahaya seperti portal. Dan dia pergi menghilang begitu saja setelah masuk kedalam cahaya itu. Sebenarnya, siapa dia ?" kata Brian bertanya-tanya.


"Aku merasakan kalau dia menggunakan Sihir Cahaya dan Kegelapan saat dia menciptakan portalnya. Apa hanya aku yang merasakannya ?" ucap Darold menebak-nebak.


"Aku juga merasakannya, Sihir Cahaya dan Kegelapannya seakan menyatu." balas Brian. Arron, dan Erza mengangguk kepalanya.


"Bukankah Sihir Cahaya dan Kegelapan saling bertolak belakang ?" tanya Erza memastikan


Darold menjawab. "Seharusnya begitu, semua orang pasti juga tau hal itu. Tapi yang membuatku bingung, portal apa yang dia ciptakan ? Saat dia masuk, dia pergi menghilang begitu saja."


"Portal ya ?" kata Arron sambil memegang dagunya. "Apa dia dari dunia lain ? Seakan portal itu seperti pintu mengantar dia melintasi beberapa dunia." lanjutnya menebak-nebak.


Semua terbelalak mendengarnya. Brian bersuara. "Bukankah adanya Dunia Lain itu hanyalah sebuah mitos ?"


"Ahh benar, aku menganggapnya hanyalah sebuah dongeng." ucap Darold.


"Tapi, 2 tahun yang lalu, aku pernah mendengar kalau salah satu Kerajaan dari benua lain, telah memanggil Pahlawan dari dunia lain untuk membantu mengalahkan iblis yang telah datang menyerang Kerajaan itu." kata Erza.


Brian membalas. "Ya, kita juga pernah mendengarnya, karena kabar itu telah menyebar luas. Tetapi aku masih tidak pecaya, karena aku belum pernah melihatnya."


"Apa Pria Misterius tadi termasuk Pahlawan ?" tanya Erza.


"Aku rasa tidak. Kalau dia Pahlawan, dia tidak mungkin membunuh semua bandit tadi tanpa ada beban sama sekali." kata Darold. Arron, Brian, dan Erza mengangguk kepalanya, membenarkan kata-kata Darold.


Mendengar kata Dunia Lain, dalam hati Sean, ia sedikit terkejut. Dalam pikirannya, ia penuh dengan pertanyaan. "Apa benar, pria tadi juga dari dunia lain ? Apa dia juga berasal dari dunia yang sama denganku ? Tapi dari penampilannya, sepertinya bukan dari dunia asalku. Apa masih banyak dunia lain lagi selain dunia ini dan dunia asalku ?"


Sean menepis pikirannya, ia tak ingin mengambil rasa bingung. Ia memilih menghindari ke-4 anggota laki-lakinya yang terus sibuk membahas tentang Pria Misterius dan Dunia Lain. Bagi Sean, pembahasan mereka ber-4 semakin ngalor ngidul gak jelas.


Kini Sean tengah duduk di depan salah rumah kayu. Lalu terdengar suara dari belakang. "Kamu tidak tidur ?"


Sean menoleh ke belakang. Rupanya Rosalyn yang sudah berdiri bersenderan di lawang pintu rumah kayunya. Sean memalingkan pandangannya ke arah depan, entah kenapa sekarang ia merasa gugup.


Lalu Sean menjawab. "Kamu sendiri, juga tidak tidur ?"


"Aku tidak bisa tidur." jawab Rosalyn. "Apa kamu tidak lelah ?" lanjutnya.


"Tenagaku sudah kembali, berkat Sihir pemulih dari salah satu anggotaku." jawab Sean.


Rosalyn mengangguk kepalanya. "Begitu."


Suasana Hening.


"Sihirmu hebat juga." ucap Sean yang masih duduk membelakangi Rosalyn, dan pandangan terus ke arah depan.


Rosalyn yang masih berdiri bersenderan, ia tersenyum. "Terimakasih atas pujaannya."


"Putri Rosalyn." ucap Sean.


"Panggil aku Rosalyn!" jawab Rosalyn dengan datar.


Sean mengangguk kepalanya, Rosalyn yang berdiri di belakangnya tersenyum. Sean kembali bersuara. "Rosalyn."


"Ya ?" sahut Rosalyn.


Sean bertanya. "Apa kamu mau mengajariku cara menggunakan Sihir ?"

__ADS_1


__ADS_2