
BUGH..!!
Sling..!!
Hugon terkena pukulan di wajahnya. Dan Sean mendapat luka sobekan di tubuhnya. Hugon terdorong dan terjauh di tanah.
Sedangkan Sean ia baru saja berdiri, luka sobekan di dadanya memang parah, tidak ada 2 detik luka sobeknya menutup. Kini hanya pakaian yang sobek akibat bekas serangan pedang tadi.
Nafas Sean terburu-buru. Dari semua pertarungan dan perang yang pernah ia rasakan, baru kali ini ia merasakan sedikit kelelahan akibat ia mengerahkan semua tenaganya.
"Ini sungguh luar biasa. Semenjak aku bangkit dari komaku, baru pertama kali ini aku merasa sedikit kelelahan." batin Sean sambil tersenyum.
Disisi Hugon, ia bangun dan berdiri. Ia memandang Sean. "Pukulanmu benar-benar menyakitkan. Aku tak terduga pukulanmu sungguh keras. Sepertinya kamu menggunakan Sihir penguat, meskipun aku tak bisa merasakan Sihirmu."
Sean terkekeh, lalu ia memasang wajah datarnya. "Aku tidak ingin berlama-lama bertarung denganmu."
Lalu Sean mengeluarkan pistolnya, dan mengarahkannya ke arah Hugon. Sean berjalan perlahan menuju tempat Hugon berdiri.
Hugo mengernyit dahinya. "Benda apa yang ia pegang ?"
Dor..!!
"Aggrrhhh..!!" Hugon berteriak kesakitan, lalu ia memegang luka di pundak kanannya yang ia terima.
"Sesuai dugaanku, kulitnya pasti tidak akan bisa menahan kerasnya logam." batin Sean.
Tiba-tiba keluarlah aura hitam dari tubuh Hugon. Lalu aura itu terfokus ke satu titik di tempat luka pria ini.
Sean berdecak kesal.
"Sihir yang merepotkan."
Hugon memandang marah ke arah Sean. Aura hitam kembali mucul dari tubuhnya dan menyelimutinya.
"Aaaaaaaaaaaa..." Hugon berteriak, sambil mengeluarkan Aura hitam yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
Sean mengangkat alis sebelahnya. "Apa-apaan dia berteriak seperti itu ?"
Tiba-tiba terdengar suara. "Sean cepat tusuk dan keluarkan jantungnya !!"
Sean menoleh kepalanya, rupanya Arron berteriak. Lalu kini Brian berteriak. "Jika di biarkan, dia akan meledakan diri, dan ledakannya bisa meluas !!"
Sean segera berlari cepat ke arah Hugon setelah mendengar teriakan Arron, dan Brian, karena ia memang belum bisa merasakan Sihir lawannya. Tangan logam kirinya siap ia gunakan untuk menusuk dada Hugon.
Hugon yang melihat Sean mendekatinya, ia tak tinggal diam. Ia tak ingin gagal dalam meledakan diri. Setidaknya ia mati, maka orang-orang disekitarnya juga ikut mati.
Bruuakk..!!
Namun saat sudah mendekat, tinggal 5 meter lagi, Sean malah terpental ke belakang. Sean mengimbangi tubuhnya agar tidak terjatuh.
"Sial, kenapa aku tidak bisa mencapainya ?" ucap Sean.
Sean ia harus berfikir untuk mencari solusi. Tetapi tak mungkin mendapat solusi dalam sekejap, kecuali kalau dia beruntung.
.
Wuusss..!! JLEB..!!
Tiba-tiba Hugon tertusuk pedang dari belakang.
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Ada dua pudang lagi datang menusuk punggungnya. Tak hanya Sean dan yang lainnya terkejut, Hugon sendiri terkejut. Aura yang menyelimuti Hugon perlahan menghilang.
__ADS_1
Hugon berlutut. Ia berteriak kesakitan. Lalu tangannya mencoba meraih pedang yang menusuk punggungnya. Namun...
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Ada 2 pedang lagi datang dan menusuknya hingga tembus ke depan perutnya. Hugon menoleh ke belakang. kurang lebih berjarak 50 meter dari tempatnya, ia melihat sosok Pria Misterius.
Sean dan yang lainnya melihat sosok itu. Mereka bertanya-tanya siapa sosok Pria Misterius itu. Mungkin karena hari telah sore dan akan mendekati malam, sosok Pria itu tidak terlihat jelas. Pria itu terlihat memakai zirah dan ia melipatkan kedua tangannya di depan dadanya.
(Format Gif)
"Siapa dia ? Sejak kapan dia tiba-tiba ada disana ?" batin mereka semua.
Pria Misterius itu masih dalam posisinya yang berdiri diam sambil melipatkan kedua tangannya. Namun ada hal lagi yang membuat mereka kaget adalah ada cahaya keemasan seperti portal di belakang Pria itu berdiri.
(Format Gif)
Cahaya itu, mengeluarkan jenis-jenis pedang dari setiap cahaya-cahaya itu. Tak hanya pedang, jenis-jenis tombak pun juga muncul keluar. Lalu semua pedang dan tombak itu melucur dan menyerang Hugon.
Hugon terbelalak, ia segera menghindar, tetapi percuma, tubuhnya tak bisa bergerak karena tubuhnya penuh dengan luka.
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Jantungnya tak hanya tertusuk dan hingga keluar, tetapi semua anggota bagian tubuh Hugon terpisah. Bahkan kepalanya utuh tetapi juga terpisah dari tubuhnya.
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Tak hanya Hugon saja, tetapi semua anak buahnya juga diserang.
"Aarrggghhhhhh..!!" teriakan semua anak buah Hugon yang masih hidup.
__ADS_1
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Wuusss..!! JLEB..!!
Semua anak-anak buah Hugon di buru oleh Pria itu. Ratusan pedang dan tombak meluncur keluar dari setiap cahaya-cahaya yang ada, dan terbang menyerang targetnya. Bahkan semua anak buah yang sedang pingsan juga ikut diserang.
Tak ada korban yang hidup, semua para bandit di tempar itu telah mati. Darah berceceran dimana-mana. Tak hanya Sean, rombongan pun juga terkejut tak percaya melihat pemandangan itu. Bahkan Arron dan Brian saja bergetar.
Rin, Isla, dan Marie muntah, karena itu, Sihir dinding pelindung milik mereka bertiga pun menghilang. Tak hanya ketiga perempuan itu, para pedagang dan Darold pun juga ikut muntah.
"Kamu siapa ?" tanya Sean.
Pria Misterius itu hanya menjawab. "Aku bukan siapa-siapa. Aku hanya kebetulan lewat dan singgah ke dunia ini."
Pria itu melihat sekelilingnya, dan memenjamkan kedua matanya, seakan ia sedang ingin merasakan keberadaan seseorang. Lalu ia membuka kedua matanya kembali. "Sepertinya Putraku tidak berpindah ke dunia ini."
"Putra ?" batin Sean bertanya.
"Apa maksudnya ?" lanjutnya.
Pria itu merentangkan salah satu tangannya ke samping. Dari ujung tangannya, keluarlah Sinar Cahaya disertai Aura Hitam. Lalu, terbentuklah satu Cahaya Portal.
Pria itu berjalan dan masuk ke dalam portal cahaya itu, tanpa berkata apapun. Setelah masuk ke dalam portal, pria itu sudah tak terlihat, cahaya portal itu pun juga menghilang.
Setelah Portal itu menghilang, semua sisa-sisa semua pedang dan tombaknya perlahan memudar seperti butiran debu keemasan, dan setelah menghilang. Semua kembali dibuat terkejut melihat itu.
Sean terdiam, ia berbicara dalam batinnya. "Dia terkesan angkuh dan arogan. Tapi aku bisa melihat kalau dia menyembunyikan kebaikannya dibalik sifatnya."
Sean mengingat kekuatan Pria Misterius tadi. Sean ia menyadari sesuatu, ia tersenyum. "Ternyata aku masih lemah."
Sean memilih menyampingkan siapa Pria Misterius itu yang membantunya. Lalu ia melihat Kepala Hugon yang tergeletak di tanah. Sean berjalan mendekat sambil memasukan kembali pistolnya ke dalam cincin penyimpanannya.
Sean menggenggam rambut Hugon, dan menenteng kepala Pria ini. "Hehe, aku tak perlu repot-repot membunuhmu."
Lalu ia menyimpan Kepala Hugon ke dalam cincin penyimpanannya. Itu sebagai bukti nanti kalau Pemimpin Markas Bandit terbesar telah kalah.
.....
Hari telah sore dan akan mendekati malam. Kini Sean, Brian, Lisa, Isla, dan Darold telah berada di menemukan Markas Besar Bandit yang berada di dalam sebuah Goa.
Bahkan di luar goa mereka juga menemukan 5 kereta kuda beserta kudanya yang tengah memakan rumput sekitar. Sudah jelas, kereta kuda itu punya Markas Besar.
Mereka bergegas masuk ke dalam goa itu. Tujuan mereka untuk mencari sesuatu yang bisa menjadi bahan bukti. Entah itu harta karun pun, mereka tetap harus membawanya dan melaporkannya.
Sedangkan Arron, Erza, Rin, Marie, dan Elif mereka tetap di luar, karena mereka harus menjaga para rombongan pedagang dan juga menjaga Rosalyn yang masih tertidur pingsan.
Kembali kesisi Sean dan kelima anggotanya. Mereka sudah berada di dalam Markas besar bandit, dan mereka juga telah menghabisi para bandit yang tersisa. Mereka terus menulusuri Markas besar ini.
Hal yang tak terduga, mereka menemukan 3 sel. Setiap sel berisikan 10 orang, jadi totalnya 30 orang yang menjadi tahanan. 10 Ras Manusia, 10 Ras Elf, dan 10 Ras DemiHuman.
_______________________________________
Hayo, Siapa sosok Pria Misterius itu ? Penasaran ? Mungkin dari teman-teman, hanya sedikit yang mengingatnya.
Bagi yang belum tau, bisa cek profil saya, dan karya saya yang berjudul "Pindah Dimensi Lain".
Mengingat cerita ini berlatar Multiverse, jadi sosok dia (Sang Arogan) memang sengaja saya hadirkan, tetapi hanya sekilas saja di cerita ini.
__ADS_1
Penjelasannya bisa dibaca di "BAB 140 | Season 2.2 , dan PEMBERITAHUAN 2" .
Kalau ingin membacanya, silahkan 😊. Tapi sebelumnya saya minta maaf, ceritanya berantakan saat di awal dan banyak salahnya, karena saat itu saya membuatnya masih sangat amatir ketika pertama kali membuat cerita tentang melintasi dunia lain. Terimakasih.