
Membutuhkan 3 atau 4 hari perjalanan dari Kerajaan Erlang ke Kerajaan Roux. Semua rombongan tampak tenang saja. Perjalanan mereka tidak ada halangan. Sesekali mereka berhenti untuk beristirahat.
Hari kedua telah terlewati. Kini mereka akan melewati perbatasan wilayah Kerajaan. Mengenal hal itu, Sean dan Rosalyan teringat saat mereka berdua dan ke-9 anggota party Sang Petualang menuntas Markas besar bandit.
"Jadi disini tempat Markas Besar Bandit yang telah kalian bereskan ?" tanya Zayden.
Rosalyn mengangguk kepalanya. Sean tak merespon apapun, ia hanya menatap ke arah jendela kereta kuda. Ia tampak melihat langit yang cukup cerah. Dan satu murid perempuan dari akademi terlihat sedang tidur dalam posisi duduk, disamping Rosalyn.
Zayden yang duduk disampingnya, pun bertanya. "Sean, kenapa kamu terlihat kurang semangat selama perjalanan ?"
Setelah sekian lama selama perjalanan, Sean selalu diam,Ia hanya tersenyum, mengangguk atau menggelengkan kepalanya, dan irit berbicara jika merespon pertanyaan yang dilontarkan padanya.
Mendengar Zayden bertanya padanya, Sean hanya tersenyum simpul, lalu ia menjawab singat. "Tidak apa-apa."
Ya, hanya itu jawaban Sean. Rosalyn menatap Sean. "Kak Sean, aku tau pasti dalam hatimu, kamu sebenarnya tidak ingin ikut menjadi peserta perwakilan Kerajaan."
Sean menghela nafasnya. "Tidak apa-apa."
Rosalyn menatap sedikit kesal ke arah Sean. Hanya itu terus jawaban Sean. Lalu ia juga memenjam kedua matanya, ia menghela nafasnya untuk menenangkan dirinya. Ia membuka kedua matanya, dan menatap Sean. "Kak Sean, kalau kamu merasa tak suka menjadi peserta perwakilan. Kak Sean boleh pergi sekarang kok."
Tak hanya Zayden, Sean sendiri menatap ke arah Rosalyn dengan tatapan tak percaya. Sean mendengar ucapan Rosalyn seperti itu, ia segera bertanya. "Apa maksudmu, Rosalyn ?"
Rosalyn tersenyum hangat. "Bukankah dari awal Kak Sean tidak tertarik untuk menjadi peserta perwakilan Kerajaan ? Jadi sekarang Kak Sean pergilah, urusan ayah, biar aku yang mengatasinya."
Sean terdiam, ia menatap Rosalyn yang akan memegang ganggang pintu kereta. Sean terbelalak, ia segera cepat memegang tangan Rosalyn.
Sean berkata. "Terimakasih atas perhatiannya. Tetapi, untuk pergi dari keadaan atau mundur, itu bukan gayaku. Lagi pula, sebelumnya memang kenyataannya aku juga sudah ikut terlibat kekacauan saat di akademi."
Sean menambah. "Dan juga Yang Mulia Raja memberiku hukuman, yaitu untuk menjadi peserta perwakilan Kerajaan. Maka aku harus menerimanya. Dan aku tidak akan melarikan diri."
Rosalyn tersenyum. Lalu tangannya dan tangannya Sean saling melepaskan. Zayden langsung merangkul Sean. "Bagus !! Inilah sikap Pria Sejati !! Aku suka gayamu calom adik ipar !!"
__ADS_1
Sean hanya terkekeh menanggapi ucapan Zayden. Zayden melepaskan rangkulannya. "Aku ingin bertanya padamu Sean."
Sean mengerut dahinya. Rosalyn juga penasaran apa yang ingin ditanyakan oleh kakak laki-lakinya. Sean pun mengangguk kepalanya. "Silahkan."
"Dari awal kita bertemu, aku sudah menangkap sesuatu dari raut wajahmu. Meski kamu menutupinya, tetapi aku bisa merasakan, kalau kamu sedang banyak pikiran."
Sean terdiam. Rosalyn yang mendengar pun juga bertambah penasaran. Zayden kembali bersuara. "Katakanlah Sean, jangan memendamnya sendiri, itu tidak baik untukmu. Berbagilah, kamu tidak sendirian. Mungkin tak hanya aku, mungkin adikku juga bisa membantumu."
Sean melihat Zayden dan Rosalyn secara bergantian. Lalu tatapannya ke arah murid perempuan yang tengah tertidur. "Apa dia tidur sungguhan ?"
Rosalyn memeriksa murid perempuan itu. Lalu ia mengangguk kepalanya. "Dia tertidur."
Sean menghela nafasnya. "Baiklah, aku akan bercerita. Aku hanya bercerita ini kepada kalian."
.....
Banyak sekali desa-desa Elf yang mereka lewati. Para penduduk Elf menyapa ke rombongan Kerajaan Erlang. Sebagai kusir dan pengawal, sebagai mewakili Raja dan yang lainnya yang ada di dalam kereta kuda, mereka membalas sapaan penduduk Elf dengan ramah.
Tak terasa perjalanan panjang mereka telah sampai tujuan, yaitu 1 kilometer lagi, mereka akan sampai di kota Kerajaan Roux. Perjalanan mereka lancar, tanpa halangan sama sekali.
Rupanya tak hanya rombongan Kerajaan Erlang saja yang akan tiba. Entah kebetulan atau takdir, terlihat rombongan kereta kuda dari Kerajaan Wagner sudah berjalan di depan.
Ya, tak disangka 2 Kerajaan yang berasal dari wilayah yang berbeda ini bisa saling bersamaan sampai di tujuan yang sama. Pada akhirnya mereka saling berbarisan mendekati pintu gerbang kota Kerajaan Roux.
Setelah menunjukan identitas, para penjaga mempersilahkan rombongan Kerajaan Erlang dan Wagner masuk melewati pintu gerbang kota Kerajaan.
Rupanya di dalam kota Kerajaan Roux tidak kalah ramai, dan indahnya seperti Kerajaan Erlang. Dari balik jendela, Sean melihat lagi keadaan kota Kerajaan Roux.
__ADS_1
Dan benar saja, semua penduduknya Elf. Ada Ras Manusia dan Ras DemiHuman juga di dalamnya. Mereka semua saling berdampingan, tak kalah berbeda dengan keadaan di Kerajaan Erlang.
Mengingat kalau mereka mungkin juga melakukan perkawinan silang. Sean berkata dalam batinnya. "Kisah Cinta di dunia ini dengan dunia asalku, mungkin ada kesamaannya. Cinta Itu Buta."
Sean menoleh menatap ke arah Rosalyn yang juga sedang memandangi kota Kerajaan Roux dari balik jendelannya. Sean memanggilnya, Rosalyn menoleh. "Apa kak Sean ?"
"Apa nanti kita menginap di penginapan ?" tanya Sean, pasalnya masih saat ini, di Kerajaan Erlang, ia masih menginap di penginapan Guild.
"Tidak, kita akan menginap di dalam istana Kerajaan Roux." jawab Rosalyn.
Zayden menambahkan. "Tamu undangan atau tamu terhormat seperti kita, pastinya semua pelayan dan penjaga Raja Roux telah menyiapkan tempat khusus untuk tamunya."
Sean mengangguk-angguk kepalanya. Lalu ia kembali melihat keadaan kota Kerajaan Roux. "Tidak ada bedanya dengan keadaan kota Kerajaan Erlang, semua terlihat damai menikmati kegiatan mereka."
.....
Rombongan Kerajaan Erlang dan Wagner diantar ke tempat penginapan yang telah disiapkan khusus untuk mereka semua. Tempatnya tak jauh dari istana Kerajaan Roux.
Setelah sampai, semua segera turun dari kereta kuda mereka. Semua orang-orang dari rombongan Kerajaan Erlang dan Wagner saling menyapa, termasuk Raja Erlang dan Raja Wagner, bahkan Ratu mereka.
Para petinggi Kerajaan Erlang dan Wagner juga saling menyapa. Lalu 20 orang yang menjadi perwakilan Kerajaan Wagner, menatap sengit dan remeh ke arah 20 orang perwakilan Kerajaan Erlang.
Sean membatin. "Kenapa mereka memberi pandangan seperti itu ? Bukankah acara ini untuk mempererat tali persaudaraan ? Ahh.., mungkin isi pikiran mereka, ini adalah pertarungan persaingan."
Terlihat Raja Roux, dan bawahannya, beserta beberapa ksatrianya datang mendekat untuk menyambut kedatangan rombongan Kerajaan Erlang dan Wagner. Semua saling menyapa dan menayakan kabar.
Sean menatap ke arah Raja Roux. Dia pria yang terlihat seusia dengan Raja Erlang, namun memiliki telinga lancip. Sean menyadarinya. "Ahh.., benar dia adalah Raja Elf di Kerajaan Roux."
Lalu pandangan Sean beralih ke arah Raja Wagner. Pria itu telihat sama seusia dengan Raja Erlang dan Raja Roux, namun rambutnya tebal sampai hampir menutupi telinganya dan lehernya.
"Dan dia, pasti Raja DemiHuman dari Kerajaan Wagner. Kalau dilihat-lihat dia pasti DemiHuman jenis Singa." batin Sean menebak.
__ADS_1
Mereka semua berjalan menuju sebuah Bangunan. Bangunan itu besar, dan telah dibuat khusus untuk tamu Kerajaan. Raja Roux mempersilahkan semuanya untuk istirahat, karena besok adalah hari pembukaan.
Namun tanpa disadari semua orang, ada sepasang mata yang terus menatap kearah Sean. Orang itu dari salah satu ksatria Raja Roux. Orang itu merasa tidak asing dengan wajah Sean.