OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 92


__ADS_3

"Si-siapa kau ?" ucap Raja Alastair terbata-bata karena menahan rasa sakit pada luka tusukan.


"Kau tak perlu tau siapa aku. Yang jelas, aku takkan membiarkanmu hidup. Karena kamu sudah mengganggu ketenangan di benua ini. Salah satunya mengganggu kebahagian keluarga Putriku !!" jawab wanita berRas Elf itu.


"A-apa maksudmu ?" sahut Raja Alastair bertanya.


Wanita Elf itu tak menjawab, ia menarik tombaknya yang menusuk tubuh Raja Alastair. Raja Alastair langsung terjatuh dan berlutut di tanah dengan kedua lututnya. Ia memengang perutnya yang kini banyak mengeluarkan darah.


JLEB...!!


"Aaaagggrrrrhhh...!!!" Raja Alastair berteriak kesakitan karena wanita Elf ini menusuk tubuhnya lagi ke luka yang sama.


Wanita Elf itu mengangkat tombaknya. Tubuh Raja Alastair pun ikut terangkat. Wanita Elf itu, dengan kuat ia melemparnya ke arah rombongan Sean, Reyhan, Liona, dan yang lainnya dengan kuat. Raja Alastair pun terbanting jauh ke tempat para rombongan itu.


Bruukk...!!


Sean, Liona, dan yang lainnya terkejut melihat Raja Alastair yang tiba-tiba jatuh tak jauh daru mereka semua. Terlihat Raja Alastair memiliki luka tusukan yang hebat, dan darahnya yang terus mengalir.


Aktifitas mereka pun terhenti. Mereka semua segera berjalan mendekati Raja Alastair yang sudah terlihat tak berdaya lagi. Bahkan orang-orang yang ada di dalam ketiga Kendaraan milik Sean pun juga ikut turun hanya untuk ikut melihat.


"To-tolong..." ucap Raja Alastair lirih.


"Ada apa dengannya ?" batin semuanya bertanya-tanya.


"Hey...!! Bukankah dia Raja Alastair ?" tanya Salah satu teman Zayden.


Zayden mengangguk kepalanya. Ia tersenyum menyeringai melihatnya. "Benar, tapi kondisinya sangat menyedihkan."


"Tapi, siapa yang membuatnya menjadi seperti ini ?" tanya Arron.


Mereka semua saling menatap. Dan sama-sama mengangkat kedua bahunya, yang tandanya mereka semua tidak tau.


Tap.. Tap.. Tap..

__ADS_1


Lalu terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah mereka. Mereka seketika menoleh, semua mengerut dahi ketika melihat seorang wanita Elf dewasa yang cantik dengan menggenggam tombaknya.


Wanita itu datang menghampiri mereka. Mereka semua bertanya-tanya siapa wanita ini, tetapi tidak untuk Zayden, dan Rosalyn yang terkejut melihat sosok wanita ini.


Zayden dan Rosalyn bersuara. "Nenek..!!"


"Apa kabar kedua cucuku ?" tanya wanita itu.


Zayden dan Rosalyn berjalan cepat ke arahnya dan memeluk wanita itu. Mereka berpelukkan untuk melepas rindu. Beberapa saat kemudian, mereka melepaskan pelukannya.


"Nenek selama ini kemana saja ? Kenapa nenek tak pernah mengunjungi kami ?" tanya Zayden.


Rosalyn juga menanyakan hal yang sama kepada Wanita itu. Wanita itu hanya terkekeh mendengar kata-kata yang diucapkan oleh kedua cucunya. Lalu ia menatap orang-orang yang menatapnya.


Zayden yang mengerti, ia segera memperkenalkan wanita itu. "Semuanya, kenalkan, dia adalah nenek dari ibu kami berdua. Beliau bernama nenek Tilda."


Semuanya berjalan mendekat, dan memberi hormat kepada wanita itu yang merupakan nenek dari Zayden dan Rosalyn. dan Sean sendiri, ia berkata dalam batinnya. "Nenek ? Astaga, yang benar saja, dia masih terlihat muda. Tapi tunggu !! Telinga Elf ? Ahh..., benar juga kakek dan nenekku sendiri pun juga masih terlihat muda."


Tilda berasal dari Ras Elf, ia menikah dengan laki-laki berRas manusia yang begelar Bangsawan Maldin. Dari pernikahannya, ia memiliki seorang Putri yang bernama Anne Maldin yang kini telah menjadi istri dari Raja Erlang.


Beberapa saat kemudian, terdengarlah suara. "Bisakah kalian menyampingkan perkenalannya atau hal-hal yang tidak penting lainnya ?"


"Apa kalian tidak melihatku yang dari tadi sibuk menahan Naga KadaL ini ?" Reyhan melanjutkan kata-katanya. Ia terlihat marah sambil menahan gerakan Naga itu dengan rantai-rantainya.


Semua seketika menoleh kepalanya dan memandangnya. Sean terbelalak, karena ia dan yang lainnya telah mengabaikan Reyhan yang dari tadi menahan gerakan Sang Naga dengan rantai-rantainya. Parahnya tak ada yang membantunya.


Mereka semua baru menyadari kalau mereka tengah bertarung melawan Sang Naga. Dan mereka juga baru menyadari kalau sosok Reyhan yang sudah menahan gerakan Naga sejak dari awal mereka datang.


Mereka segera melanjutkan aktifitas mereka. Mereka kembali menembak Sang Naga dengan senapan AK-47nya, dan ada juga yang menyerangnya dengan Sihirnya.


Disamping itu, dalam pikiran mereka bertanya-tanya tentang sosok pria dewasa berambut kuning keemasan itu. Dari pakaian yang dikenakannya sangat asing.


Disaat sedang menahan dan menyerang Naga, tiba-tiba sebuah sambaran Petir datang menyambar Sang Naga. Sean dan Sinta sendiri terkejut, pasalnya mereka baru saja memusatkan energi Petirnya pada senjata mereka berdua masing-masing.

__ADS_1


Mereka semua menoleh dan memandang sosok Tilda yang tengah mengarahkan tombaknya ke arah Sang Naga. Rupanya dia yang menggunakan Sihir Petir. Dan dia juga sudah memegang senjata legendarisnya.



Seketika mereka semua terkejut, terutama Zayden, dan Rosalyn. Semuanya tak menyangka kalau sosok Tilda yang merupakan nenek dari Zayden dan Rosalyn bisa menggunakan Sihir Petir.


"Sejak kapan nenek bisa menggunakan Sihir Petir ?" batin Zayden dan Rosalyn.


Maka lengkaplah sudah, setelah adanya Sean, dan Sinta, lalu ditambah Tilda. Sean dan Sinta pun juga segera melancarkan serangan Sihir Petir mereka. JEDEER...!!


Semua teman-teman Sean, orang-orang disana, menghentikan serangan mereka setelah melihat serangan Petir besar. Mereka semua yakin, kalau Naga itu pasti akan tumbang.


Seuai harapan, serangan Sihir Petir mereka bertiga sangat berefek, buktinya kulit Naga itu menghintam. Tapi anehnya, Naga itu masih belum tumbang. Reyhan masih menahan gerakan Naga itu dengan rantai-rantainya.


"Aku akui, dari semua monster yang pernah kukalahkan, KadaL ini adalah monster paling sulit untuk dikalahkan." ucap Reyhan.


Sean berjalan mendekati Reyhan. "Senior, apa tidak sebaiknya kita buang Naga ini ke Dunia Lain ?"


"Benar juga. Ahhh.... Aku teringat ada salah satu Dunia yang pernah kukunjungi, yaitu Dunia yang dimana isinya Monster-Monster semua." tanya Reyhan disela-selanya yang masih menahan gerakan Naga dengan rantai-rantainya.


Reyhan menatap Sean. "Aku akan membuka portal, aku ingin kamu dan orang-orangmu segera menyiapkan serangan yang sangat kuat untuk bisa mendorong KadaL raksasa ini agar masuk ke dalam portal yang telah kubuka."


Sean mengangguk kepalanya. Lalu ia menjauhi Reyhan. Ia pun menyampaikan semua orang disana agar menyiapkan serangan sesuai perkataan seniornya.


Awalnya mereka bingung, tetapi mereka yang paham dengan keadaan yang ada, mereka semua pun menghentikan aktifitasnya. Mereka segera menyiapkan mengumpulkan semua kekuatannya sesuai apa yang disampaikan oleh Sean.


Reyhan menutup kedua matanya. Ia memfokuskan kekuatan untuk memanipulasikan Sihir Cahaya dan Sihir Gelapnya. Ia pun membayangkan salah satu Dunia Monster yang pernah ia kunjungi.


Dari tubuh Reyhan pun mengeluarkan aura biru kehitaman. Semua orang membeku melihat Reyhan yang bisa mengendalikan kedua Sihir yang dikatakan bertolak belakang itu. Karena di dunia mereka sangat langka.


Reyhan pun mengarahkan kedua dengan telapaknya terbuka ke arah belakang tubuh Sang Naga sana yang sejak tadi berontak untuk melepaskan rantai-rantai yang mengikatnya.


Sling...

__ADS_1


Perlahan, portal besar pun muncul dari belakang tubuh Sang Naga. Rahang Reyhan mengeras, karena ia harus bisa fokus membuka portal disela-sela disaat ia juga harus fokus dengan rantai-rantainya.


__ADS_2