
Masih berada di akademi.
Di dalam ruangan Rosalyn, Sean ditemani teh hangatnya sambil membaca buku. Saat sedang asik dengan buku yang ia baca tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka.
Sean menoleh, ia melihat Rosalyn, tetapi tidak sendiri, ia bersama lelaki yang mungkin usianya sama dengan Rosalyn.
Lelaki itu mengenakan pakaian yang sama dengan Rosalyn. Yang berarti dia adalah guru muda seperti tunangannya. "Dia siapa ?"
Rosalyn berjalan mendekati Sean bersama laki-laki itu, lalu ia berkata. "Kak Sean, kenalkan, dia temanku sekaligus teman satu angkatan denganku. Dan juga, dia guru muda disini."
Laki-laki itu sedikit membungkukkan badannya. Dengan sopan ia berkata "Perkenalkan, namaku Alton Welber. Aku teman dan satu rekan dengan Tuan Putri Rosalyn, senang berkenalan denganmu Tuan Sean Alexander, sekaligus tunangannya Tuan Putri."
_______________________________________
Visual.
Alton Welber.
_______________________________________
Sean bangkit dari duduknya. Ia juga sedikit membungkukkan badannya. "Senang berkenalan juga denganmu."
Alton tersenyum. "Kalau begitu, kamu juga bisa memanggilku Alton."
Sean mengangguk kepalanya. Rosalyn mengajak semuanya untuk segera duduk. Rosalyn duduk disamping Sean. Sedikit Alton, ia duduk dihadapan mereka berdua.
Disini, Rosalyn dan Alton berbincang. Mereka berdua terlihat serius membahas tentang murid-murid akademi. Sean memilih diam sambil kembali membaca bukunya.
Namu. Terdengar jelas pembicaraan mereka berdua. Rupanya Rosalyn dan Alton membahas tentang 10 murid yang akan dipilih sebagai perwakilan akademi Kerajaan Erlang.
Sean yang mendengar, ia menutup bukunya, lalu bersuara. "10 murid untuk perwakilan akademi ? Untuk apa nantinya ?"
"Beberapa hari yang lalu, ayahku pergi ke pertemuan 3 Raja Kerajaan di Kerajaan Roux. Pertemuan mereka untuk mengadakan pertunjukan pertarungan. Apa kamu belum mendengar kabar berita yang telah disebarkan saat ini ?" tanya Rosalyn.
"Tidak." jawab Sean dengan santainya. Rosalyn menatap heran.
Dengan sopan Alton membantu menjelaskan. "Kabar yang telah sebarkan, 2 minggu lagi Kerajaan ini (Erlang), Kerajaan Roux, dan Kerajaan Wagner akan mengadakan pertunjukan pertarungan di Kerajaan Roux. Sekarang tinggallah 13 hari lagi."
"10 peserta yang terkuat dan 10 peserta yang merupakan murid akademi. Keduanya yang akan menjadi perwakilan dari setiap ketiga Kerajaan." lanjutnya.
__ADS_1
"Apa tujuannya ? Dan apa yang bagi peserta yang ikut, dapat apa nantinya ?" tanya Sean.
Alton menjawab. "Tentu, tujuannya adalah untuk mempererat tali persaudaraan, dan menunjukan bakat dan kehebatan orang-orang dari Kerajaan mereka masing-masing. Tak hanya itu, bagi yang memenangkan pertarungan juga akan mendapatkan hadiah."
Sean mengangguk-angguk kepalanya. Ia paham. Ia jadi teringat dunia asalnya saat ia masih sekolah. "Ini terdengar seperti lomba kecerdasan murid antar beberapa sekolah. Ahh benar, aku juga pernah menjadi perwakilan sekolah untuk mengikuti lomba olimpiade." Sean berfikir sambil menyeruput tehnya.
Rosalyn dan Alton kembali serius pembahasan mereka. "Jadi untuk mencari 10 murid berbakat disini, apa mungkin nantinya semua murid saling bersaing ?"
"Itu pastinya. Pasti pemimpin akademi mengadakan seleksi semua murid diwakilkan. Kita sebagai wali kelas hanya bisa menurut." jawab Alton.
Sean kembali bersuara. "Apa dulu pernah diadakan seperti ini sebelumnya ?"
Rosalyn dan Alton menoleh menatap Sean. Alton menjawab. "Tidak ada, ini baru pertama kalinya. Biasanya setiap setahun seklai, pertunjukan pertarungan internal saja yang diadakan, semua saling untuk bersaing."
"Begitu ya..." sahut Sean.
"Kak Sean, apa kamu juga akan ikut untuk menjadi salah satu perwakilan peserta ?" tanya Rosalyn.
"Tidak, aku tidak berminat. Aku hanya ingin duduk menjadi penonton saja." jawab Sean dengan santai dan meminum tehnya.
Rosalyn tidak membalas. Sebenarnya ia ingin Sean ikut, karena ia juga ikut. Lagi pula ia tak bisa memaksa Sean, ia khawatir jika Sean tak nyaman. Rosalyn memilih berbicara lagi dengan Alton untuk membahas hal-hal yang berbau pelajaran akademi.
Tak lama kemudian, terdengar suara bel. Menandakan waktu istirahat telah selesai, murid-murid akademi masuk ke kelas mereka masing-masing.
Sean kembali sendiri, ia kembali membaca bukunya. Buku yang tadi tadi ia baca adalah, buku tentang jenis Sihir Ciptaan. Disini Sean kembali berfikir keras. Dalam buku yang ia baca, adalah langkah-langkah untuk agar bisa menggunakan Sihir Ciptaan.
.....
Keesokan Harinya.
Sean kembali mengikuti Rosalyn ke akademi. Karena ia masih penasaran isi buku yang sebelumnya ia baca. Ia juga baru baca sampai setengahnya.
Jadi Sean memutuskan ikut dengan Rosalyn ke akademi. Lagipula ia juga sudah tak belajar Sihir lagi kepada Rosalyn. Dan ia juga sudah berhenti belajar membaca kepada Darold.
Karena Sean tidak ikut mengambil misi, ia serahkan dan mempercayakan party-nya kepada Brian. Karena ia ingin ke akademi lagi. Sean benar-benar tertarik mempelajari Sihir Ciptaan.
Seperti sebelumnya, menunggu Rosalyn sedang mengajar, Sean berada di ruangannya. Sean kembali melanjutkan membaca buku tentang langkah-langkah untuk agar bisa menggunakan Sihir Ciptaan.
.....
Hari telah Siang. Waktunya jam istirahat untuk para murid dan guru. Disisi Sean, ia masih asik baca bukunya. Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, Terlihat Rosalyn dan Alton masuk, Sean menoleh. Rosalyn bersuara. "Kak Sean, mau ikut melihat pertunjukan setelah jam istirahat ini ?"
"Melihat pertunjukan ?" sahut Sean bertanya-tanya.
__ADS_1
"Ya, hari ini pemimpin mengadakan seleksi atar semua murid untuk mencari 10 murid terbaik." Alton yang menjawab.
"Ahh, 10 murid untuk perwakilan akademi Kerajaan ?" tanya Sean teringat. Rosalyn mengangguk kepalanya.
"Benar, Tuan Sean." jawab Alton.
"Bolehlah." sahut Sean, ia menutup bukunya dan meletakan di meja, lalu ia bangkit dari duduknya.
Mereka akan makan siang terlebih dahulu sebelum melihat pertunjukan seleksi para murid.
.....
Jam istirahat akademi telah selesai. Rosalyn, Sean, dan Alton berjalan menuju ruangan pertunjukan. Sean menjadi pusat perhatian. Apalagi sebagian besar di akademi sudah tau kalau Sean adalah tunangannya Rosalyn.
Apalagi murid-murid akademi perempuan sampai-sampai tak mau berhenti memperhatikan Sean. Murid-murid laki-laki memberi tatapan remeh dan iri.
Tak hanya murid, para guru perempuan muda dan guru laki-laki muda juga merasakan hal yang sama seperti murid-murid mereka. Alton sendiri hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
Alton iri ? Baginya buat apa iri. Lagi pula ia sudah memiliki tunangan, jadi buat apa iri denagn Sean. Alton hanya heran dengan Sean yang bersikap santai dan terkesan dingin dengan orang-orang yang memperintahkannya.
Selama perjalanan menuju ruang pertunjukan, Rosalyn dan Alton menjelaskan tentang akademinya. Total murid-murid ini kurang lebih ada 1000, itu sudah termasuk dari umur 7 tahun sampai 14 tahun.
Jalan total pendidikan mereka hanya 5 tahun saja. Tidak seperti di dunia asal Sean, 12 tahun \= 6 tahun SD, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA/SMK.
Dalam batinnya, ia terkejut mendengar penjelasan Rosalyn. Ia seakan tak percaya dengan perbandingan pendidikan di dunia asalnya dengan pendidikan dunia barunya. "Luar biasa, hanya 5 tahun, yang benar saja ?"
Beberapa saat kemudian Sean dan Rosalyn telah sampai, semua guru memberi sedikit membungkuk untuk hormat kepada Rosalyn dan Sean.
Kini semua telah duduk di kursi mereka masing-masing. Sean dibuat kagum melihat seisi ruangan pertunjukan yang sangat luas. "Ini terlihat seperti studion sepak bola di dunia asalku, tapi ini luasnya 2 kali lipat."
Terlihat semua orang-orang akademi telah berkumpul dan duduk di bangku mereka. Terdengar sangat ramai di tempat itu.Di depan sana, terlihat arena pertarungan yang luas.
Di tengah arena, terlihat seorang guru pria tua menjelaskan dengan Sihir pengeras suara. "Pertandingan ini diadakan untuk mencari 10 murid yang terbaik, jadi kerahkan kemampuan terbaik kalian."
"Murid-murid yang diikut sertakan hanya diperbolehkan 10 tahun ke atas saja." lanjutnya. Mendengar itu murid-murid yang berumur 10 kebawah merasa kecewa karena tidak bisa diikut sertakan.
Orang itu menjelaskan lagi. "Pertunjukan pemilihan ini diadakan 4 hari saja. Jadi pertunjukan pertama, 100 murid pertama masuk ke arena. 100 murid akan saling bertarung. Pertunjukan berakhir jika yang bertahan 10 murid saja."
"Pertunjukan ke-2, juga sama. 100 murid kedua masuk ke arena. Pertunjukan juga berakhir jika yang bertahan 10 murid. Pertandingan ke-3 dan seterusnya dilakukan hal yang sama." tambahnya.
Jadi, total 600 murid yang ikut, sisanya 400 murid, karena masih berumur 10 tahun kebawah. Ada 600 murid yang ikut, berarti 6 kali pertunjukan.
Jika setiap pertunjukan sudah menemukan 10 pemenang, maka totalnya ada 60 murid. Ke-60 murid itu ditandingkan lagi, hingga ada 10 murid yang bertahan, maka 10 murid yang akan mewakilkan akademi Kerajaan.
__ADS_1