
Pertandingan pertama, 5 murid akademi Kerajaan Roux melawan 5 murid akademi Kerajaan Wagner, pertarungan mereka sungguh terlihat sengit. Seluruh peserta terlihat kuat. Masing-masing dari mereka menunjukan kehebatan mereka.
Belum ada 1 jam, pertandingan pertama selesai. Pertandingan dimenangkan oleh 5 murid akademi Kerajaan Roux. Karena salah satu murid akademi Kerajaan Wagner, tumbang atau kelelahan karena kehabisan mana, sehingga tak bisa meneruskan pertarungannya.
Para penonton bersorak dan bertepuk tangan. Mereka tak hanya terhibur, mereka juga kagum saat melihat kehebatan mereka masing-masing.
Disisi masing-masing 5 murid akademi yang kalah, mereka tak merasa berat hati. Mereka merasa bangga karena bisa memperlihatkan bakat mereka masing-masing di semua orang yang menonton mereka.
.....
Pertandingan kedua ditunda selama 10 menit, karena arena pertandingan sedang perbaiki oleh beberapa pengurus dengan Sihir Tanah mereka.
10 menit telah berlalu. Arena pertandingan telah kembali pulih, beberapa saat kemudian, terlihat 5 murid akademi Kerajaan Erlang memasuki arena. Disisi lain, terlihat juga 5 murid akademi Kerajaan Wagner kelompok kedua, juga memasuki arena pertandingan.
Pria Elf berdiri di tengah-tengah arena. Ia melihar ke-5 murid akademi Kerajaan Wagner disisi kanan, lalu ia beralih pandangan 5 murid akademi Kerajaan Erlang disisi kiri.
Pria Elf itu bersuara. "Baiklah, sebelum pertandingan kedua ini dimulai. Apa kalian semua masih ingat aturan pertarungan ini yang sudah saya beritahu sebelumnya ?"
Semua peserta murid akademi mengangguk kepalanya. Pria Elf itu berkata lagi. "Baiklah, melihat kalian mengangguk kepala, maka saya anggap kalian sudah mengerti."
"Pertandingan kedua, dimulai !!"
Pria Elf itu ia melompat tinggi untuk menghindar dari arena setelah memberi aba-aba. Bersamaan, para penonton kembali bersorak hebat. Pertandingan kedua pun dimulai.
.....
Disaat pertandingan kedua sedang berlangsung, disisi ruangan khusus para peserta dari Kerajaan Erlang. Terlihat Zayden dan Rosalyn sedang berbicara. Zayden dan Rosalyn memberi kata-kata motivasi kepada 5 murid akademi (kelompok kedua).
Karena dipertandingan ketiga nanti, giliran mereka yang akan memasuki arena. Seperti sebelumnya, 5 murid akademi kelompok pertama juga sudah mendapat motivasi dari Zayden dan Rosalyn sebelumnya mereka ber-5 memasuki arena.
__ADS_1
Itu sesuai jadwal yang sudah diberitahu sebelumnya. Karena setelah pertandingan kedua, di pertandingan ketiga, kelompok murid akademi Kerajaan Roux bagian kedua akan melawan murid akademi Kerajaan Erlang.
Dan pertandingan keempat hingga keenam, akan diadakan di esok hari atau hari kedua. Karena jadwal sudah dibuat, di hari pertama hanya sampai pertandingan ketiga saja. Karena pertandingan tak mungkin diteruskan hingga malam hari, lagi pula malam hari adalah sudah waktunya istirahat.
Zayden juga mengatakan, sudah waktunya membahas tim kelompok untuk persiapan pertandingan besok. Karena di pertandingan keempat hingga pertandingan keenam, adalah peserta perwakilan Kerajaan, peserta murid akademi sudah tidak ada lagi.
Zayden membaca selembar kertas. Isi kertas itu adalah jadwal kelompok yang akan tampil yang sudah disiapkan oleh pihak dari ketiga Kerajaan.
Zayden membaca isi kertas yang ia genggam. "Untuk anggota kelompok pertama yang akan tampil di pertandingan keenam, Edi, Kenan, Ruri, Bella, dan Jacky."
Zayden membaca dan mengatakan lagi. "Untuk anggota kelompok kedua yang akan tampil di pertandingan keempat, aku, Rosalyn, Sean Joni, dan Lia."
Tak hanya peserta bagian mereka saja diatur, rupanya para murid yang diikut sertakan juga sudah diatur oleh pihak pemimpin akademi mereka masing-masing.
Disaat di arena sedang melangsungkan pertandingan kedua, dan Semua para peserta sedang berdiskusi di dalam ruangan mereka masing-masing, tiba-tiba terdengar suara tertawa yang menggema di studion.
"HAHAHAHAHAHAHAHAHA.....!!"
"SEPERTINYA KALIAN TENGAH MENIKMATI ACARA KALIAN YA ? RASANYA AKU INGIN JUGA IKUT SERTA."
"Suara siapa itu ?" batin semua orang.
Namun disisi tempat khusus Ketiga Raja dan pengikutnya, salah satu dari mereka, yaitu Raja Erlang. Ia merasa akan aura kekuatan sihir yang tak asing baginya. Ia membatin. "Perasaan ini..."
Lalu Raja Erlang segera memberitahu sesuatu kepada Pria Elf yang merupakan wasit dan pembawa acara. Semua yang disekitarnya tekejut setelah mendengar pembicaraan Raja Erlang dan Pria Elf itu.
.....
Sementara, di arena pertandingan, tiba-tiba salah satu murid peserta di arena berteriak sambil menunjuk ke arah langit. "Itu dia !!"
__ADS_1
Semua orang menoleh ke arah dimana dia tunjuk. Terlihat seorang berjubah hitam, ia terbang tinggi di atas studion. Wajahnya tak terlihat karena tertutup kain tudung yang menutupinya.
Lalu di tengah arena, pria Elf yang selaku wasit dan pembawa acara muncul, ia tak sendiri, ia bersama para prajurit Elf. Pria itu langsung berteriak. "Kalian semua cepat pergi dari tempat ini !!"
Semua terdiam saat mendengar pria Elf itu. Mereka semua seakan membeku melihat pria yang tengah terbang itu. Tiba-tiba...
DUAR..!!
Suara ledakan di tengah-tengah arena. Pria Elf dan prajurit Elf bisa menahan diri di tempat mereka berdiri agar tidak terdorong. Namun Para peserta murid akademi terpental hingga keluar arena. Mereka semua pingsan tak sadarkan diri.
Terlihat seorang pria berjubah itu berdiri di tempat bekas ledakan barusan. Rupanya ia mendaratkan dirinya di tengah arena hingga membuat ledakan. Semua para penonton studion panik. Mereka berlarian untuk pergi dari sana.
Para Prajurit Elf dan pengurus arena, segera berlarian dan menyelamatkan para peserta akademi yang tengah pingsan tak sadarkan diri semua. Mereka segera dibawa ke tempat yang lebih aman.
Pria itu membuka kain tudung yang menutupi kepalanya. Para orang bertanya-tanya siapa orang ini, namun tidak bagi Raja Erlang, Ratu Anne, dan pengikutnya.
Dari tempat duduknya, Raja Erlang memandang tak percaya bahwa orang itu muncul lagi setelah beberapa tahun tak pernah ia lihat.
Lalu Raja Erlang memberi tatapan marah dan ia mengepal kuat kedua tangannya. "Dia..."
Disisi pria asing itu tiba-tiba membuat sebuah bola Api besar di kedua tangannya. Lalu ia menyerang sekelilingnya. Terjadilah sebuah ledakan yang cukup membuat sekeliling arena itu rusak parah.
.....
Sementara disisi ruangan khusus peserta dari perwakilan Kerajaan Erlang, mereka semua juga melihat apa yang terjadi di arena melalui layar rekaman langsung yang mereka lihat.
Semua terlihat tegang, melihat pria berjubah itu. Zayden saja terlihat marah, rahangnya mengeras. Sedangkan Rosalyn, ia malah terlihat gemetaran di tempat duduknya.
Zayden yang duduk disamping kanan Rosalyn, ia menyadarinya. Ia merangkul adik tercintanya. "Tenanglah, kali ini kakak akan melindungimu."
__ADS_1
Sean yang duduk di samping kiri mereka berdua, hanya diam mendengar ucapan Zayden. pandangan ia beralih dan menatap datar ke arah layar rekaman langsung itu.