
Sebelumnya.
"Bukankah kamu sedang mencari Putramu ?"
Dr. Alex menatap tajam ke arah pria tua ini. Karena baginya aneh sekali kalau pria tua yang berpakaian serba putih ini bisa tau tujuannya. Pikirannya sudah entah kemana.
Pria berpakaian serb putih bersuara. "Tenanglah, kamu tidak perlu berfikir yang tidak-tidak tentangku."
Dr. Alex menjawab. "Bagaimana aku tidak bisa berfikir yang aneh padamu ? Secara kamu tau tentang Putraku."
Pria tua terkekeh. Lalu ia membalas. "Aku tak hanya tau Putramu saja, aku tau semua orang-orang yang kuawasi."
Lalu ia melanjutkan sambil menunjuk tangannya ke arah banyak Dunia yang ada di tempat itu. "Kamu lihat, Dunia-Dunia itu."
Dr. Alex melihat sekelilingnya. "Kalau dipikir-pikir, ini seperti di luar angkasa. Tapi, aku masih bisa bernafas."
Pria tua itu terkekeh mendengarnya. Lalu ia berkata. Dr. Alex menatapnya dan bertanya. "Siapa sebenarnya dirimu ?"
"Aku bukanlah Tuhan, ataupun Dewa. Aku hanyakah pria tua yang mengawasi banyaknya Dunia. Dan tempat kita saat ini, sebut saja ruang hampa pengawas."
Dr. Alex kembali memandang ke arah pria tua ini. "Pengawas ? Apa maksudnya ?"
"Bisa juga aku disebutkan sebagai pria tua yang bertugas untuk pengawas atau menjaga banyak semesta disini."
"Banyak, Semesta ?" sahut Dr. Alex kaget.
Pria tua itu mengangguk kepalanya. Dr. Alex kembali bersuara. "Maksudmu Multiverse ?
Pria tua itu tersenyum dan mengangguk kepalanya. "Kamu tau tentang Multiverse ?"
Dr. Alex menjawab. "Tentu saja aku tau, secara aku ilmuwan, dan aku pernah meneliti tentang Dimensi Lain selain Dunia asalku dengan menggunakan teoriku. Bahkan aku pernah sedikit menyangkalnya, karena keberadaan Dunia Lain adalah kemungkinannya kecil."
Dr. Alex menambahkan. "Multiverse bisa kita sebutkan adalah sekelompok banyak alam semesta, Ruang, waktu, materi, energi, informasi, dan hukum fisika. Atau aku menyebutkan Dunia Alternatif, Dunia Paralel. Atau Universe Lain."
__ADS_1
Pria tua yang mendengarkan penjelasan Dr. Alex, merasa kagum. "Sepertinya, kamu sangat mengerti tentang Multiverse."
Dr. Alex menjawab. "Tidak, itu hanyalah hasil pemikiranku dan teoriku sendiri."
Pria tua itu bersuara. "Tugasku bukan hanya menjaga semua Multiverse saja, tetapi aku juga memiliki tugas untuk memilih orang-orang yang akan kukirimkan untuk berpindah dunia, dan mereinkarnasi orang lain ke Dunia Lain."
"Apa maksudmu ?! Kamu berniat memindahkanku ke Dunia Lain ?" Dr. Alex menjawab dengan memasang wajah marahnya.
"Tenanglah, bukankah kamu sedang mencari Putramu ?" kata pria tua itu tersenyum.
"Jangan bilang, kamu telah memindahkan Putraku ke Dunia Lain ?" tanya Dr. Alex.
"Benar sekali, Aku melakukan itu bukan hanya menyelamatkan dari Dunia asalnya, tetapi aku memiliki alasan tertentu yang tak bisa kujelaskan."
Dr. Alex terdiam, dalam pikirannya, ia mencerna kata-kata pria tua ini. Saat ini, ia merasa bimbang, mau percaya atau tidak percaya. Memang benar, dalam teorinya, kemungkinan Dunia Lain itu ada.
Dan sekarang, jika Putranya memang benar berada di Dunia lain, sudah pasti dirinya harus datang menyusulnya. Tetapi, jika itu adalah kebohongan, bagaimana ?
Tiba-tiba, Muncullah layar di tengah-tengah mereka berdua. Dr. Alex terbelalak, karena layar itu, menampilkan Putranya tengah bertarung dengan seorang pria dewasa.
Pria tua itu menjelaskan, keadaan Putra Dr. Alex selama berada di Dunia Lain. Tanpa dilebihkan atau dikurangi pria tua itu menjelaskan. Dr. Alex tentu saja terkejut mendengar cerita tentang Putranya hingga saat ini. Dan lebih mengejutkannya lagi, adalah keberadaan istrinya, dan rupanya Putranya telah menikah.
"Putramu telah bertemu dengan ibunya, yang tak lain adalah istrimu sendiri. Bukankah istrimu berasal dari Dunia lain ?"
Dr. Alex terdiam. Ia kaget bukan main. Ia teringat saat dirinya dipaksa pisah oleh Kepala keluarga dari istrinya. Tiba-tiba dari sampingnya Muncullah sebuah portal.
Pria tua itu bersuara lagi. "Itu adalah portal menuju ke Dunia Lain, tempat dimana Putramu dan istrimu tengah tinggal disana."
Dr. Alex memandang portal itu, lalu beralih ke arah pria tua itu. "Baiklah, kalau begitu Terimakasih." ia langsung berlari ke arah portal itu. Setelah masuk, portal itu pun hilang.
Pria tua yang melihat itu hanya tersenyum. "Aku tidak menyangka kalau aku mengumpulkan satu keluarga yang telah lama berpisah."
"Karena itu sudah takdir mereka. Kau hanyalah menjalankan tugasmu." tiba-tiba ada suara yang membalas kata-kata pria tua.
__ADS_1
Pria tua membalikan tubuhnya, ia menatap Reyhan yang sudah berdiri menatapnya. "Ahh, Reyhan, kebetulan sekali, aku merasa kesepian disini. Maukah kamu bermain catur atau bermain kartu denganku."
Reyhan tersenyum. "Baiklah, selagi aku tidak ada kerjaan, aku akan meluangkan waktuku kali ini."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dr. Alex kini tengah keadaan terjatuh ke bawah. Ya, setelah ia keluar dari portal, tiba-tiba ia jatuh, rupanya portal itu terbuka di langit. Dr. Alex mengumpat, karena seakan dirinya sedang dikerjain.
Ia merasa energi besar dari sinar panas dari Matahari yang terserap pada dirinya. "Apa sinar Matahari di Dunia ini lebih kuat dari tempat asalku. Atau karena Dunia ini dilengkapi Sihir ?"
Tak ingin berfikir banyak, yang terpenting ia bertemu dengan Putranya dan istrinya. Kedua kakinya pun berubah Rocket Boots. Ia menggunakan itu untuk menambah kecepatan.
Tanpa basa-basi Dr. Alex mendarat seperti adegan superhero yang pernah ia tonton di masa mudanya. Ia memandang tajam ke arah Mozark debu-debu pun menghilang,
Ia pun langsung mengarahkan tangan kanannya ke arah Mozark, seketika tangan kanannya berubah menjadi meriam. BOOM..!!
DUAR...!!
Mozark pun terpental Setelah menerima rudal yang meledak padanya. Semua orang terkejut melihat aksi Dr. Alex.
Tangan Dr. Alex kembali normal. Lalu padangannya beralih ke arah Putranya. "Bagaimana kabarmu, Sean ?"
Sean sendiri terkejut bukan main, karena seharusnya ayahnya telah meninggal akibat bom bunuh dirinya. Ia segera berjalan mendekati ayahnya.
"Ayah !! Bagaimana kau bisa hidup kembali ? Bukankah kau seharusnya telah meninggal ? Tunggu !! Kenapa dengan penampilanmu, ayah ? Kenapa kau malah terlihat muda seumuran denganku ? Lalu kedua lengan tangan dan kedua kakimu kenapa terbuat dari logam seperti dengan lengan kiriku ? Ahh.. Benar ibu pasti sangat bahagia kalau ayah masih hidup." Sean begitu banyak melontarkan pertanyaan kepada Sang ayah.
Dr. Alex memegang kedua pundak Putranya. "Sean, tenanglah. Semua pertanyaanmu akan ayah jawab setelah kita menyelesaikan masalah yang saat ini kau hadapi."
Sean terdiam, lalu ia tersadar. "Kau benar, ayah."
Sean dan Dr. Alex berdiri bersampingan. Sean telah siap dengan rantai-nya dan senapan AK-47 miliknya yang sudah dipunggungnya.
Sedangkan Dr. Alex merubah tangan kanannya lagi menjadi meriam. Sean kagum dengan perlengkapan ayahnya, mengingat situasinya, ia menyampingkan rasa terkejutnya.
__ADS_1
Semua orang yang melihat Sean akrab dengan pria asing itu hanya menatap heran. Namun di mata mereka semua, mereka merasa kalau wajah Sean dan pria asing itu sangatlah mirip, seperti duplikat.