OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 57


__ADS_3

Masih di dalam ruang kerja milik Raja Roux. Keenam orang masih duduk untuk mendengarkan cerita salah satu dari mereka, yang tak lain adalah Liona. Liona menceritakan kejadian masa lalunya ketika dirinya terkirim ke Dunia Lain, hingga kembali pulang ke Dunia asalnya.


Ketiga Raja dan Richard benar-benar terkejut bukan main setelah mendengar cerita Liona. Paling utama mereka terkejut adalah tentang Dunia Lain yang merupakan cerita Legenda yang tak pernah ada buktinya.


Liona mengusap air matanya setelah bercerita. Semua ketiga Raja dan Richard menatap iba terhadap Liona. Sedangkan Sean, ia hanya menangis dalam diam.


Liona yang duduk di samping Sean, ia mengusap pundak Putranya. "Yang terpenting sekarang, kita bersama lagi."


"Itu benar, setidaknya kalian telah bersatu kembali." jawab Raja Erlang yang juga senang karena Sean tak hidup sendiri.


"Sean, ada yang ingin ibu tanyakan kepadamu." ucap Liona, Sean mengusap air matanya, lalu ia menatap ibunya.


"Bagamana caramu bisa terkirim ke Dunia ini ? Dan kenapa hanya sendiri ? Kemana ayahmu ?" bertubi-tubi Liona bertanya pada Putranya.


Sean pun mulai menceritakan, saat ia dan ayahnya dinyatakan buronan. Mereka berdua melarikan diri. Hingga mereka masuk ke dalam goa yang ada di dalam hutan.


"Tunggu, kenapa kamu dan ayahmu dinyatakan buronan ?" tanya Liona menyela.


"Karena aku adalah hasil percobaan pertama ayahku." jawan Sean.


"Hasil percobaan ?" sahut semua orang terheran-heran.


Sean mengangguk kepalanya. Ia kembali bercerita awal mula, saat ayahnya sudah tak hanya seorang dokter saja, tetapi juga bergelar profesor, dan seorang ilmuwan. Dan Sean juga sudah menjadi seorang tentara di Negaranya.


Sean menceritakan saat ia terbaring koma, menjadi kelinci percobaan pertama ayahnya hingga berhasil...... (Detailnya, Bisa Baca Kembali Di BAB 1)


Tetapi Sean tidak menceritakan dirinya memiliki kemampuan diatas rata-rata, dan kekuatan regenerasinya. Sean bercerita hingga saat ia dan ayahnya dinyatakan buronan. Mereka berdua melarikan diri. Hingga mereka masuk ke dalam goa yang ada di dalam hutan.


Hingga Alex memintanya untuk pergi meninggalkannya, dan memberikan kotak kecil yang berisikan surat dan cincin ruang penyimpanan. Yang ternyata cincin itu adalah milik Liona sebelumnya.


Sean terpaksa pergi meninggalkan ayahnya menulusuri kedalaman goa, hingga ia mendengar suara ledakan. Ia pun memutuskan untuk kembali pada ayahnya.

__ADS_1


"Tapi saat aku untuk kembali padanya, dia sudah tidak ada. Hingga aku keluar dari goa, aku sudah di Dunia ini." kata Sean.


Liona yang duduk disampingnya ia memeluk Putranya. Ia menangis, ia tak menyangka kalau Putra dan Suaminya mengalami, hal yang tak mengenakan. Terutama Suaminya, ada kemungkinan suaminya telah meninggal.


Ditambah surat peninggalan Suaminya untuk Putra mereka saat akan mendekati ajalnya, kalau Suaminya selalu mencintai dirinya. Bahkan semenjak kepergiannya pulang kembali dunia asalnya, Alex tak menikah lagi.


Ketiga Raja dan Richard terdiam. Mereka juga terikut perasaan sedih, yang awalnya sedih mendengar cerita Liona, setelahnya cerita Sean, juga sama-sama sedihnya.


Beberapa lama kemudian, Liona sudah berhenti menangis. Semua kena di dalam ruangan sudah kembali tenang. Sekarang semua yang ada di dalam ruangan itu berjanji akan merahasiakan tentang dunia Lain.


Raja Erlang pun teringat sesuatu. Lalu ia menatap Liona. "Bukankah di Keluarga Aratohrn pernah terjadi sebuah insiden pembunuhan ?"


Sean terkejut mendengarnya. Liona mengangguk kepalanya. "Benar Yang Mulia, anda pasti tau masalah saya ?"


Raja Roux mengangguk kepalanya. "Ya, karena kamu membunuh Kakekmu."


Sean terkejut mendengarnya. Liona pun bercerita alasan dia membunuh kakeknya, karena marah dan tak terima kalau dirinya dipisahkan dari suami dan putranya.


Hingga kurang lebih 10 tahun berlalu, Liona semakin kuat. Ia sudah berada di Level Tingkat Berlian. Dia semakin marah, kalau kakeknya berencana ingin menjodohkannya.


Karena amarahnya menguasai dirinya. Ia melakukan hal yang tak pernah ia lakukan, yaitu diam-diam ia mencampuri makanan kakeknya dengan racun disetiap harinya. Pada akhirnya kakeknya mati.


Liona mengaku bersalah, ia siap dieksekusi. Karena ia lebih memilih mati dari pada hidup tanpa suaminya dan Putranya yang tinggal di dunia lain.


Dan perjodohannya pun dibatalkan. Lalu rahasia yang selama ini tertutupi, terbongkar yaitu hal mengejutkan, kalau selama ini kakeknya bukanlah kakek kandungnya, melainkan kerabat jauh.


Dan kakek kandungnya Liona dibunuh oleh kakek palsunya, agar bisa memimpin dan mendapat kekayaan keluarga Aratohrn. Keluarga besar Aratohrn terkejut karena fakta itu.


Selama ini Keluarga Bangsawan Aratohrn dipimpin oleh kakek paksunya yang serakah. Dan akhirnya pimpinan keluarga Bangsawan Aratohrn dipimpin oleh Ayahnya, yang terkenal ramah.


Dan Liona, ia tidak diberi hukuman. Ia dinyatakan tak bersalah karena membongkar kejahatan kakek palsunya. Liona pun diangkat menjadi Ksatria Kerajaan karena Level dia yang sudah Berlian.

__ADS_1


Semua yang mendengar pun paham. Ketiga Raja, dan Richard berjanji akan menjaga rahasia asal Sean. Mereka membuat cerita karangan tentang Sean, yaitu, dimana Sean bersama ayahnya yang genius berpetualang mencari Liona. Hingga sebuah insiden menimpa mereka, sebuah ledakan yang mengakibatkan ayahnya Sean meninggal dunia.


Dan ledakan itu mengandung Sihir yang kuat sehingga membuat Sean hilang ingatan, dan hanya Sean mengingat namanya, karena di dunia medis di Dunia asal Sean dan Dunia barunya, pernah ada kejadian hal itu, seseorang yang hilang ingatan tetapi masih ingat namanya.


Semua setuju cerita karangan Raja Roux. Mereka segera mengakhiri pembicaraan mereka karena tak terasa hari telah sore dan akan mendekati malam. Karena juga acara pertandingan telah kacau hingga batal, mau dilanjut atau tidaknya, ketiga Raja memutuskan untuk rapat terlebih dahulu di esok hari.


Mereka saling berpamitan. Raja Erlang, Raja Wagner, dan Richard pergi kembali ke penginapan mereka. Sedangkan Sean, ia diajak Liona untuk menginap di kediaman Aratohrn.


.....


Liona dan Sean tengah dalam perjalanan menuju kediamana keluarga besar Aratohrn, yang merupakan salah satu Keluarga Bangsawan di Kerajaan Elf. Mereka mengenakan kereta kuda.


Biasanya Liona memang berangkat mengenakan kereta kuda, mengingat dirinya dari Keluarga Bangsawan, sekaligus Ksatria Kerajaan, dia dikhusukan diberi kendaraan kereta kuda, ketika berangkat ataupun pulang kembali ke kediaman.


"Ibu, apa aku akan diterima di Keluarga ibu ?" tanya Sean tanpa menatap sang ibu, tatapannya datar ke arah jendela, ia menatap ke arah langit yang sudah mulai gelap.


Liona yang tadinya duduk dihadapan Sean, kini ia berpindah untuk duduk di samping Putranya. Tangan Liona mengelus lembut kepala Sean. "Keluarga ibu, pasti menerimamu."


"Aku sendiri juga masih tak yakin, Bu." ucap Sean yang masih menatap langit lewat jendel.


Liona mengerut dahinya. Sean kembali bersuara. "Apa aku benar-benar anak kandungmu, atau bukan ?"


Liona menarik tangannya, ia sedikit kesal. "Tentu saja, kamu anak kandungku. Bukankah sudah ada buktinya, foto, cincinmu, ibu juga tau pekerjaan ayahmu. Kenapa kamu masih belum yakin ?"


Sean menoleh dan menatap bingung ke arah Liona. "Karena ibu terlihat seperti seorang kakak untukku. Aku jadi merasa tidak yakin kalau ibu ini adalah ibu kandungku."


Liona meredakan rasa kesalnya. Ia menghela nafasnya. "Bukankah tadi ibu sudah beritahu, ibumu ini terlahir sebagai Ras Campuran. Ayahnya ibumu ini dari Ras Elf. Jadi darah Elf mengalir pada diri ibu. Apa kamu sudah tau keistimewaan dari Ras Elf, apa lagi yang terlahir dan memiliki darah Elf, termasuk ibumu ini ?"


Sean pun teringat cerita Brian. "Kalau ibuku memiliki Darah Elf pada dirinya, apa darahku juga ?"


Sean semakin tak percaya, karena ia punya seorang ibu yang terlahir sebagai Ras Campuran. Ia kembali bertanya. "Apa di dunia ini ada peralatan teknologi untuk melakukan Tes DNA seperti di dunia asalku ?"

__ADS_1


Liona mengerut dahinya. "Hah ? Tes DNA, apa itu ?"


__ADS_2