
Keesokan hari, bisa diperkirakan waktu telah menunjukan jam 8 pagi jika disamakan di dunia modern. Semua pasukan Aliansi telah bersiap kembali setelah pulih dari luka mereka, dan telah bertenaga setelah mengisi perut mereka.
Jumlah pasukan mereka saat ini kurang lebih 22 ribu, begitu juga di pihak pasukan Kerajaan Alastair yang berjumlah kurang lebih sama dengan pasukan Aliansi. Kini mereka akan kembali melanjutkan pertarungan mereka di hari kedua.
Masih Richard yang memimpin pasukan Aliansi. Raja Erlang, Raja Roux, dan Raja Wagner berdiri di sampingnya. Pandangan mereka semua memandang ke arah pasukan musuh yang sudah berjarak 600 meter didepan.
"Aku sangat penasaran dengan rencana Sean. Apa kamu yakin, rencana Sean bisa berjalan ?" tanya Raja Erlang.
Richard mengangguk kepalanya. "Ya, aku cukup yakin."
"Sebenarnya, apa yang direncanakan olehnya ?" tanya Raja Roux, dan Raja Wagner juga penasaran.
Bahkan Raja Erlang sendiri belum tau, hanya diberitahu oleh Richard untuk menunggu. Karena saat berangkat ke garis depan, Richard memberitahu rencana Sean.
Richard mengatakan, rencana yang dibuat saat rapat tadi malam untuk ditunda beberapa saat setelah rencana Sean berjalan dengan baik.
Disamping itu, di tengah-tengah pasukan Kerajaan Alastair, terlihat ratusan prajurit yang sibuk mengangkat sebuah Senjata. Karena dari semalam, mereka belum berhasil mengangkatnya.
Sebelumnya Raja Alastair memerintahkan semua pasukannya untuk tetap fokus dengan pertarungan hari kedua. Dan ia juga memerintah ratusan prajurit dari pasukan untuk mengangkat sebuah senjata yang tertancap di tengah-tengah mereka.
Raja Alastair benar-benar menginginkan Senjata itu. Ia tak puduli kalau diri tak memiliki Sihir elemen Petir.
Senjata itu tak lain adalah salah satu Senjata Legendaris. Tak lain Senjata Kapak milik Sean. Raja Alastair sendiri kini menatap ratusan prajuritnya yang belum berhasil mengangkat Kapak itu.
Raja Alastair berjalan mendekat. "Menyingkirlah..!!"
Karena merasa kesal tidak bisa diangkat akhirnya ia mencoba mengangkatnya sendiri. Dan benar saja, ia sendiri juga tidak bisa menggangkatnya, padahal ia sudah mengerahkan semua tenaganya.
"Senjata sialan ini, kenapa tidak bisa diangkat ?" batin Raja Alastair.
Raja Alastair menyudahinya, ia tak tahan dengan Senjata itu. Lalu ia memerintahkan semua pasukannya untuk segera menyerang. Kali ini, ia sendiri yang memimpin pasukannya.
Masa peduli dengan Senjata Legendaris itu. Meski tidak terangkat olehnya ataupun dengan semua prajuritnya, setidaknya Kapak itu berada di dalam kawasannya. Ia merasa yakin Kapak ini akan menjadi miliknya.
"Serang...!!"
Raja Alastair berteriak.
__ADS_1
Semua pasukannya maju. Mereka memulai untuk perang, sedangkan pasukan Aliansi masih diam tak bergerak, karena Richard belum memberi aba-aba untuk maju.
Kembali disisi pasukan Kerajaan Alastair, mereka berlari maju untuk menyerang. Meski isi pikiran mereka semua bingung, karena pasukan Aliansi diam dan tak maju.
Saat pasukan sudah akan berjarak 300 meter lagi dengan pasukan Aliansi, tiba-tiba terdengar suara asing. Bahkan membuat pasukan Kerajaan Alastair terhenti.
Suara itu sungguh benar-benar asing di indra pendengaran mereka semua, entah dari Kerajaan Alastair dan Aliansi. Richard tersenyum, ia menoleh kepalanya ke arah sumber suara itu.
Tak hanya Richard saja, semua orang menoleh melihat ke arah sumber suara itu yang datang dari samping mereka, tepatnya dari dalam hutan.
Seketika mereka semua terdiam melihat benda besar asing yang bergerak sendiri keluar dari hutan. Kurang lebih benda itu memiliki panjang 7 meter, dengan lebar 3 meter, dan tinggi 2 meter.
Karena setahu mereka, benda-benda besar atau sejenis kendaraan di dunia mereka akan bergerak jika ditarik oleh banyak kuda.
Benda itu bergerak maju dengan kecepatan tinggi ke arah pasukan Kerajaan Alastair. "Aggrrhhh...!!" semua prajurit berteriak, karena benda itu menabrak semua prajurit yang ada didepannya.
Benda itu terus maju, tak peduli apa yang ia tabrak. Semua prajurit yang ditabraknya ada yang tak sadarkan diri, pingsan, sekarat, bahkan yang mati. "Aggrrhhh...!!" Lebih jahatnya, banyak prajurit yang terlindas.
Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!
Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!
Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!
Benda itu juga menyerang dengan cara yang berbeda. Serangannya membuat prajurit yang terkenanya, seketika mati di tempat.
Raja Alastair terlihat panik hal itu, ia segera memerintahkan semua pasukannya untuk menyerang benda itu.
Semua segera maju, menyerang dengan anak panah mereka dan Sihirnya. Tapi apa daya, serangan mereka tak mempan sama sekali.
.....
Sementara Disisi Pasukan Aliansi, mereka semua dibuat bingung dengan pemandangan yang mereka lihat. Sebuah benda besar datang dan memberantas pasukan musuh.
Tapi disamping itu, mereka semua senang, karena benda aneh itu menyerang pasukan musuhnya. Setidaknya, di awal perang, mereka bisa merasa tenang.
__ADS_1
"Apa ini rencana Sean ?" tanya Raja Erlang.
Richard tersenyum dan mengangguk kepalanya. "Ya, ini adalah rencananya. Kita Sean Benda itu disebut Tank. Salah satu kendaraan yang tahan dari segala serangan."
"Dari mana dia mendapatkannya ?" tanya Raja Roux.
Richard menjawab. "Dari dunia yang Sean ceritakan tadi malam saat rapat."
Ketiga Raja terbelalak mendengarnya. Raja Erlang bersuara lagi. "Maksudmu, Dunia yang Sean kunjungi itu ?"
Richard mengangguk kepalanya. Raja Wagner pun mulai bersuara. "Aku masih bingung, bagaimana caranya dia bisa pergi ke Dunia Lain ? Dan bagaimana caranya dia bisa kembali ke Dunia ini ?"
Richard, Raja Erlang, dan Raja Wagner mengangguk kepalanya. Richard berkata. "Benar juga, aku jadi penasaran dengan hal itu."
Raja Erlang bersuara. "Sudahlah, jangan dipikirkan. Yang terpenting, Sean telah kembali dan berada di pihak kita. Setidaknya, dengan benda yang dibawanya, menjadi peluang kita untuk mengalahkan pasukan musuh."
.....
Sementara, di dalam tank itu, terlihat 5 orang di dalamnya. Sean yang mengendarai tank tempurnya. Sedangkan Brian, ia duduk disampingnya, ia mengontrol senapan tank tempur untuk menembak pasukan musuh.
Dibelakang, ada Arron, Darold, dan Erza. Masing-masing dari mereka bertiga menggenggam senapan AK-47. Mereka mendapatkan dari Sean, dan juga mereka telah diajarkan cara menggunakannya.
Dan Sean bisa mendapatkan semua senjata senapa-senapan itu dari hasil curiannya setelah menghancurkan salah satu markas organisasi jahat saat ia tinggal di Dunia D-25. Bahkan ia juga mencuri jutaan peluru dari markas organisasi tersebut.
Termasuk Tank tempur yang ia kendarai saat ini, adalah salah satu kendaraan yang dicurinya. Dengan mengalirkan Sihir Petirnya, Sean bisa menjalankan Tank-nya. Tentu saja, apa yang Sean tunjukan, tidak mungkin mereka semua untuk tidak terkejut.
"Sean, kapan kita mulai menembaknya ?" tanya Arron.
Sambil mengendarai Tank tempurnya, Sean tersenyum. "Tenanglah, kalian akan beraksi setelah rombongan Zayden, Sinta, dan yang lainnya muncul. Aku sudah mengirim sinyal, dan sebentar lagi mereka juga akan muncul."
.....
Kembali di keadaan luar. Banyak prajurit musuh yang tergeletak mati setelah terkena Serangan peluru Tank tempur milik Sean. Lebih kejamnya, mati tetabrak, dan terlindas.
Bersamaan, dari samping mereka, tepatnya dari dalam hutan lagi, terlihat sebuah benda asing lagi yang lebih panjang bahkan lebih besar dari Tank tempur yang dikendari oleh Sean.
__ADS_1