OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 26


__ADS_3

"Aku juga akan membubarkan party-ku dan bergabung dengan party-mu, Sean." jawab Arron tiba-tiba dengan cepat. Lagi-lagi Sean dibuat terkejut. Bahkan Brian juga terkejut bukan main.


"Kenapa kamu ikut-ikutan membubarkan party-mu ? Apa kamu sudah meminta persetujuan anggota-anggotamu ?" tanya Brian sambil berdiri, dan dengan nada tingginya.


Sean menenangkan Brian. Karena Brian menjadi pusat perhatian. Brian pun kembali tenang, ia juga kembali duduk. Lalu ia berkata kepada Arron. "Lebih baik kamu sampaikan hal ini kepada anggotamu terlebih dulu."


Sean mengangguk kepalanya. "Aku tidak masalah kalau kalian semua bergabung denganku. Tapi pikirankan keempat anggotamu, apakah mereka sependapat denganmu ?"


Arron menghela nafasnya, lalu ia mengangguk kepalanya. Tak lama kemudian, terdengar suara memanggil nama Arron. Arron memandang siapa yang memanggilnya.


Rupanya keempat anggotanya datang. Arron langsung tersenyum, ia langsung menyuruh keempat anggota untuk ikut berkumpul dengannya, Brian dan Sean.


Arron terlihat semangat sekali saat menjelaskan tentang pembubaran party, tentu saja keempat anggotanya terkejut bukan main. Lalu Darold bersuara. "Arron, kenapa kamu ingin membubarkan party kita ?"


Arron menjawab. "Karena Sean akan membuat party, aku memutuskan membubarkan party kita. Dan kita akan bergabung dengan party-nya Sean."


Darold, Elif, Isla, dan Marie terkejut mendengarnya, setelah Arron menjelaskan. Isla bersuara. "Arron, kalau kita ingin bergabung dengan Party milik Sean, kita hanya akan menjadi beban."


"Benar, secara Sean Petualang Level Tingkat Platinum, sedangkan kita masih Tingkat Perak." ucap Marie.


Saat Arron akan membalas, Sean langsung menjawab. "Jangan membawa-bawa Level Tingkatan. Aku paling tidak suka hal itu. Jika kalian ingin bergabung, aku tidak masalah, aku tidak membeda-bedakan kalian."


Semua terdiam mendengar ucapan Sean yang terkesan dingin, dan tegas.


Semua orang di ruangan itu melihat heran karena ada 2 kelompok Party yang berisikan Petualang Tingkat Perak mengelilingi Sean yang merupaka. Petualang Tingkat Platinum. Mereka berfikir, mungkin kedua party itu sedang memperebutkan Sean agar memilih ikut salah satu.


Ada yang tak suka melihat itu, karena sebelumnya sudah banyak party ada yang menawarkan Sean untuk bergabung, tetapi Sean menolak semuanya. Tetapi mereka memilih diam.


Kembali di meja Sean.


Sean bersuara. "Aku tidak memaksa kalian untuk bergabung denganku. Jika kalian semua bergabung, aku tidak masalah. Kelebihan dan Kekurangan kalian, pasti bisa saling melengkapi."


Pada akhirnya Arron dan keempat anggotanya, memutuskan membubarkan party mereka, dan sama seperti Brian dan ketiga temannya, yaitu bergabung masuk ke party yang akan dibuat oleh Sean.


Arron dan keempat anggotanya senang. Tak lama kemudian, ketiga anggota Brian datang mereka bergabung satu meja. Meski ada beberapa yang berdiri, karena dalam satu meja hanya menyediakan beberapa kursi perbatas.


Sean, Arron, dan Brian bangkit dari duduk mereka, dan bejalan mendekati resepsionis. Arron dan Brian memberitahu kalau mereka membubarkan party mereka, dan bergabung dengan party yang akan Sean buat.

__ADS_1


Lucy yanh melayani mereka juga terkejut mendengarnya. Lalu ia mencoret nama party Arron dan nama party Brian di dalam catatan party yang terdaftar di Guild. Lalu Lucy memberi kertas formulir.


"Isilah formulir ini untuk party kalian yang baru." ucap Lucy.


Sean meminta Arron untuk menuliskan nama-nama yang akan terdaftar di party-nya, karena Sean masih belum bisa membaca tulisan asal dunia barunya.


Setelah tertulis semua 10 nama, Arron berbicara kepasa Sean. "Nama party kita, apa Sean ?"


"Nama Party ?" sahut Sean heran.


"Ya, karena Party harus diberi nama. Seperti nama party-ku sebelumnya, 'Sekawan Pemberani', dan nama party Arron sebelumnya, Sang Keadilan' ." jawab Brian menjelaskan.


"Nama yang terdengar berlebihan, bahkan aku merasa geli sedikit saat mendengar namanya." batin Sean.


Sean berfikir sebenarnya dalam pikirannya, ia tak menyangka akan membuat party, padahal niat awalnya hanya mengajak party Arron dan party Brian.


Pada akhirnya, ia malah membuat party sendiri yang berisikan Arron, Brian, dan yang lainnya. Beberapa saat kemudian, Sean sudah menemukan nama untuk party-nya, ia berkata. "Nama Party kita adalah Sang Petualang."


Lucy, Arron, dan Brian mengerut dahinya. Sean menjelaskan. "Aku menamainya karena kita sekumpulan Petualang, 'kan ? Jadi aku menamainya yang semudah mungkin, dan mudah diingat banyak orang."


Arron tersenyum, lalu ia menuliskan nama party barunya yang dipimpin oleh Sean. Brian tersenyum puas. Lalu Arron menyerahkan formulirnya. Lucy menerimanya dan bersuara. "Baiklah, Party Sang Petualang telah resmi terdaftar di Guild Petualang Kerajaan Erlang."


Sean meminta ke-9 anggotanya untuk terpisah darinya. Sean meminta mereka untuk mengambil misi, sekaligus untuk menaikan Level mereka, meskipun hanya satu level saja. Arron, Brian, dan yang lainnya terkejut dengan ucapan ketua mereka.


Sean mengatakan kalau dirinya sebagai ketua, tidak akan menekan semua anggotanya. Sean mengatakan, sebagai anggotanya, tidak perlu harus selalu ikut dengannya.


Sean memberikan mereka kebebasan dalam mengambil misi yang berbeda. Selagi bukan bertindak buruk, dan untuk menaikan Level, Ssan tidak masalah. Yang penting tidak meresikokan diri sendiri dan orang lain.


Sean kini berjalan sendiri menuju Istana Kerajaan Erlang. Karena setelah melihat ke-9 anggotanya, Lucy baru teringat, kalau Sean harus pergi ke Istana Kerajaan atas permintaan Richard, karena kemarin, Richard diminta oleh Raja Erlang, agar Sean datang kembali ke istana.


Tak lama kemudian, ia telah sampai di depan pintu gerbang istana. Para pengawal penjaga mempersilahkan Sean untuk masuk. Salah satu dari mereka mengantar Sean untuk mengikutinya masuk ke dalam istana, karena Sean telah ditunggu di ruang tahta.


Saat sampai di ruang tahta, terlihat para perdana mentri dan para petinggi tengah membicarakan sesuatu. Seketika berhenti, karena Sean telah datang masuk ke dalam ruang tahta istana.


Kini Sean tengah berdiri. Ia menjadi pusat perhatian para perdana mentri, dan para petinggi di ruangan itu.


Sean melirik ke arah Richard yang berdiri di antara para petinggi dengan memasang wajah melas, seakan ia meminta maaf. Di dalam ruangan itu ada juga ada Ratu Anne.

__ADS_1


Raja Erlang tersenyum dan berbicara. "Baiklah, Sean ada yang harus ku sampaikan padamu."


Sean menunduk kepalanya, ia memberi hormat, lalu ia bersuara. "Jika boleh tau, apa yang ingin disampaikan Yang Mulia kepada saya ?"


"Aku ingin bertanya, apa kamu punya kekasih ?" tanya Raja Erlang.


Sean mengerut dahinya. Lalu ia menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak ada Yang Mulia ?"


Raja Erlang tersenyum dan mengangguk-angguk kepalanya. Lalu ia bersuara. "Apa kamu mau menikahi Putriku ?"


Sean terbelalak. "Hah ?"


Tak hanya Sean yang terkejut, para perdana mentri, dan para petinggi juga terkejut, kecuali Richard.


"Manikahi Putri Yang Mulia ?" lanjutnya.


Raja Erlang mengangguk kepalanya. "Benar. Apa kamu keberatan ?"


Mendengar pertanyaan dari Sang Raja, dengan cepat Sean menjawab. "Tidak, bukan begitu maksud saya."


"Lalu kenapa ?" tanya Raja Erlang dengan wajah sedihnya. "Baiklah kalau kamu menolak, aku tidak memaksamu."


Sementara, Disisi Lain, ada seorang gadis cantik muda yang tengah menguping di luar ruang tahta itu. Awalnya ia juga terkejut saat sang Ayah ingin Pemuda bernama Sean menikahinya.


Karena Sang Ayah, tidak memberitahunya. Tapi entah kenapa, Saat mendengar jawaban Sean, ia merasa sedih, dan dadanya terasa sesak.


Kembali Kesisi Ruang Tahta.


"Tidak bukan begitu, Yang Mulia, maksud saya, saya dan Tuan Putri tidak saling kenal, saya meragukan kalau Putri Yang Mulia akan menolak saya. Lagi pula, menurut saya, umur saya jauh diatas umur Tuan Putri." jawab Sean cepat, karena ia merasa membuat Raja Erlang Sedih.


"Di umur 16 tahun hal yang wajar jika ada pasangan yang menikah. Dulu aku dan istriku menikah diumur 17 tahun." Raja membalas sambil tersenyum dan memandang Ratu Anne.


Lalu pandangannya beralih kembali ke arah Sean. "Kalau boleh tau, umurmu berapa ?"


"Umur saya 25 tahun, Yang Mulia." jawab Sean jujur.


Semua terkejut mendengarnya. Terkejut bukan karena umurnya yang sudah 25 tahun, melainkan penampilan dan wajah Sean terlihat sudah berumur 20 tahun.

__ADS_1


"Kalau soal umur, aku masalah. Lagi pula kalian bisa bertunangan dulu, jadi kalian bisa saling untuk mengenal." ucap Raja Erlang tersenyum dan senang.


__ADS_2