OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 108 | END


__ADS_3

Hari terus berjalan hingga akhirnya tak terasa bayi yang di dalam kandungan Rosalyn telah berusia 9 bulan. Sean semakin memberinya perhatian lebih pada istrinya. Sean dan Rosalyn juga sudah tak sabar kelahir calon buah hati mereka berdua.


Apa yang dirasakan oleh Sean dan Rosalyn, juga dirasakan oleh Liona dan Dr. Alex yang juga tak sabar menyambut kelahiran calon cucu mereka yang pertama.


Di samping itu, Raja Erlang dan Ratu Anne tak kalah tak sabarnya dan bahagia, karena tak hanya Rosalyn yang akan melahirkan, tetapi menantu mereka, yang tak lain Sarah, tengah mengandung yang sudah berusia 4 bulan.


Zayden kadang kerepotan menghadapi rasa ngidam yang dialami oleh Sarah. Namun demi istri dan calon anaknya, ia rela melakukan apapun demi memenuhi ngidam yang dirasakan oleh sang istri.


.....


Selama hampir 2 bulan, usaha toko obat milik Dr. Alex tak terus-menerus sepi pembeli. Kini sudah tak seperti awal pembukaan. Setelah 1 bulan berjalan, toko obat milik Dr. Alex sudah mulai ramai pembeli.


Rata-rata banyak yang membeli obat cairan berwarna biru cerah. Namun juga ada yang membeli obat berwarna merah cerah dan kuning cerah, meski tak sebanyak obat biru cerah.


Semua pembeli merasa cocok dengan obat cairan buatan Dr. Alex. Karena memang dasarnya obat cairan buatannya adalah obat sakit pada umumnya, bukan obat yang langsung sembuh saat berpetualang, tapi belum tentu sembuh di dalam tubuh.


Ditambah harganya merakyat. Semua harga obat cairannya sama. 4 koin perak untuk satu botolnya. Dan lebih membuat para pembeli tergoda, jika membayar 10 koin perak, mendapat 3 botol.


Tentu saja, Dr. Alez semakin bersemangat membuat obatnya. Liona dan 2 pelayan membantunya untuk mengurangi rasa lelahnya. Yah..., meskipun sebenarnya Dr. Alex memiliki kemampuan tak mudah lelah, ia dengan senang hati menerima bantuan.


Terkadang, ada beberapa anggota keluarga Bangsawan juga datang untuk beli obat di tempatnya. Dan kadang, Dr. Alex juga mendapat pembeli yang aneh.


Contohnya :


- Obat untuk memulihkan luka dalam sekejap. (Sudah jelas tidak ada, karena obat yang disediakan adalah obat sakit pada umumnya)


- Ada juga yang mencari obat untuk membantu menyembuhkan patah hati.


- Parahnya, ada yang mencari obat untuk merubah wajah agar menjadi tampan atau cantik untuk memikat lawan jenisnya.


.....


Kini toko obat dijaga oleh Liona dan 2 pelayan rumahnya. Saat ini mereka tengah melayani beberapa pembeli yang datang. Sedangkan Dr. Alex, ia sedang membuat obat baru, di ruang belakang tokonya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, obat barunya telah jadi. Cairan obatnya tak berwarna, tepatnya bening, layaknya air minum. Dr. Alex segera membawa keranjang yang sudah berisi 50 botol kaca, cairan obat barunya.


Dr. Alex membawanya ke depan, dan menaruhnya ke lemari. Liona yang baru saja selesai melayani salah satu pembeli, ia berjalan mendekati suaminya. "Obat baru ?"


Dr. Alex menoleh, ia tersenyum dan mengangguk kepalanya. Lio a kembali bersuara. "Kok seperti air bening. Obat baru apa yang kau buat ?"


"Obat perawatan kulit. Dengan meminum obat ini, kulit kita akan selalu terawat." jawab. Dr. Alex.


Liona mengerut dahinya. "Owh ya ?"


Dr. Alex dengan bangga menjawab. "Ya.., khasiat obat ini, tak hanya merawat kulit. Bisa menghilangkan jerawat, kulit kusam, kulit kering,..."


"Baik-baiklah, cukup penjelasanmu. Jadi berapa harga jualnya ?" Liona memotong kata-kata suaminya dan bertanya.


"Seperti biasa. 4 koin perak untuk 1 botol. 10 koin perak, dapag 3 botol." jawab Dr. Alex.


Liona mengangguk kepalanya, lalu ia membantu suaminya menyimpan dan menyusun obat baru di lemari.


Seketika Liona, dan Dr. Alex terbelalak. Tanpa menjawab apapun, Liona dan Dr. Alex segera pergi meninggalkan toko obatnya, menuju ke dalam rumah.


.....


Diwaktu bersamaan, di dalam sebuah kamar, tepatnya kamar Sean dan Rosalyn, terlihat Sean kini tengah duduk disamping ranjang dan menggenggam tangan istrinya yang tengah terbaring di ranjang dan berjuang melahirkan Buah hati mereka.


Ada seorang dokter perempuan yang tengah memberi arahan kepada Rosalyn. Dia adalah dokter kandungan pilihan Raja Erlang khusus untuk Putri dan Menantunya saat melahirkan nanti. Tepatnya dokter Kerajaan.


Dan semenjak akan mendekati hari lahiran, Raja Erlang meminta dokter itu serta 3 perawat menginap di kediaman Alexander untuk berjaga jika suatu saat Putrinya melahirkan tidak sesuai tebakan.


Sebenarnya Sean, Rosalyn, dan Liona menginginkan Dr. Alex untuk diposisi itu. Namun, Dr. Alex menolak, karena dia bukan dokter kandungan. Ia dokter ahli bedah, dan umum. Jadi, jika masalah kandungan, dengan tegas, ia angkat tangan.


"Kamu pasti bisa." bisik Sean, lalu mencium dahi istrinya.


Rosalyn tak menjawab, ia hanya mengangguk kepalanya sambil memenjam kedua matanya. Lalu ia mengejan.

__ADS_1


Sean terus memberikan semangat dan dalam hatinya ia berdoa untuk istrinya dan calon anaknya, agar kedua sehat-sehat semua. Dan Sang Dokter Kerajaan terus memberi arahan, dan membantu proses lahiran.


Tak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi yant menggema di dalam ruangan itu. Sean tak berkata apapun, namun kedua air matanya mengalir.


Setelah dibantu oleh 3 perawat membersihkan Sang Bayi, Dokter itu lalu memberikannya kepada Sean. "Selamat Tuan, Sean. Bayi anda laki-laki yang sangat tampan."


Sean hanya tersenyum sambil menerima bayinya ke dalam gendongannya. Lalu ia memperlihatkan bayinya ke arah istrinya yang kini tengah menangis.


"Bayi kita." ucap Sean sambil memperlihatkan bayi mereka, Rosalyn tak menjawab, ia hanya menangis sambil tersenyum bahagia.


.....


Setelah beberapa kemudian, kini semua orang tengah berkumpul di dalam kamar Sean dan Rosalyn. Tak hanya keluarga Alexander, Raja Erlang dan Ratu Anne juga disana karena ingin melihat cucu pertama mereka.


Liona dan Ratu Anne tengah melihat cucu pertama mereka yang tengah tidur di dalam ranjang bayi, kadang mereka berdua menoel pipi bayi tampan itu. Raja Erlang dan Dr. Alex berdiri bersampingan menatap kelakuan istri mereka.


Pandangan Dr. Alex beralih ke arah Sean yang sedang duduk menemani Rosalyn di ranjangnya. Dr. Alex bertanya. "Siapa nama bayi kalian ?"


Pertanyaan Dr. Alex sontak membuat Raja Erlang, Ratu Anne, Zayden, Sarah, dan Liona mengalihkan pandangan mereka ke arah Sean dan Rosalyn.


Rosalyn menatap Sean sambil tersenyum. Bertanda, ia menyerahkan pemberian nama bayi mereka kepada Sean. Sean tersenyum dan menjawab. "Cristian Er Alexander."


...- END -...


...___________________________________________...


Ending yang membagongkan.


Maaf sekali, tamatnya cerita OVERSOLDIER tidaklah bagus. Cukup sekian, Terimakasih sudah setia mengikuti cerita ini. Dan saya minta maaf yang sebesar-besarnya jika memiliki salah dalam segala apapun, termasuk typo.


Mungkin selama kurang lebih 2 minggu, saya libur menulis dulu. Setelahnya, saya akan menulis cerita baru, yang berjudul 'Reinkarnasi Di Dimensi Lain'. Dan Update setelah BAB-nya sudah banyak. Terimakasih.


__ADS_1


__ADS_2