OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 90


__ADS_3

Disaat Sean dan Sinta sedang bertarung melawan Sang Monster Naga, diwaktu bersamaan di kamp. Aliansi bagian barat, kini terlihat seorang wanita panik. Wanita itu tak lain adalah Liona. Baru saja keluar dari tenda khusus rapat dengan semua orang-orang penting, Liona mencari keberadaan Sean.


Liona pun bertanya kepada teman-teman Putranya. Ia merasa marah, sedih, hingga panik, karena Putranya tak ada di kamp. setelah teman-teman Putranya menjelaskan keadaan. Teman-teman Sean akui, mereka juga merasa cemas, terutama Rosalyn.


Tak hanya Liona saja, Richard juga merasa kesal dan gemas setelah mendengar penjelasan teman-teman Sean. Ia akui istrinya memang kuat dan hebat, mungkin terlalu cinta, jadi ia selalu merasa cemas jika Sinta bertindak sesuka hati.


Richard menatap ke Brian, Arron, Zayden, dan yang lainnya. "Kenapa kalian tidak mencegah istriku pergi ?!?!"


"Bagaimana kita bisa mencegahnya, secara Nona Sinta seketika pergi secepat kilat." jawab Brian.


Arron mengangguk kepalanya, ia setuju dengan jawaban Brian, ia pun menambahkan. "Kalau kita mengejarnya, justru sia-sia. Bahkan ketiga kendaraan milik Sean saja mustahil mengejar kecepatannya Nona Sinta."


Zayden pun ikut menjawab. "Apa yang dikatakan Brian, dan Arron ada benarnya. Tak hanya dirimu saja Tuan Richard, kita semua juga merasakan hal yang sama denganmu."


Richard terdiam, ia tak berkata apapun lagi. Apa yang dikatakan ketiga pemuda ini, memang ada benarnya.


Zayden menghela nafasnya. Ia melihat Brian, Arron, dan yang lainnya, ada yang berdiam, ada yang terlihat frustasi, ada juga beberapa temannya tengah bercengkrama dengan ketiga mantan Pahlawan Kerajaan Alastair.


Liona berjalan melewati mereka semua. Zayden dan yang lainnya menatap Liona yang berjalan menjauhi mereka. Rosalyn berlari mengejar Liona.


Rosalyn menggenggam tangan Liona, hingga membuat wanita itu menghentikan langkahnya. "Nyonya Liona, anda akan kemana ?"


"Tentu saja aku harus membantu Putraku, Putri. Aku tidak akan membiarkan dia berjuang tanpa diriku." jawab Liona tegas,pandangannya tetap lurus kedepan.


"Aku akan ikut bersamamu." balas Rosalyn.


Liona menoleh menatap calon menantunya. "Tidak, kamu tetap disini bersama yang lainnya."


"Tidak, aku akan tetap ikut !! Aku janji tidak akan menjadi beban !!" balas Rosalyn dengan pendiriannya.


Liona menghela nafas. "Baiklah, asal kamu tetap bersamaku, asal kamu jangan jauh-jauh dariku."


Rosalyn tersenyum lebar. "Baik, nyonya Liona !!"


"Bisakah kamu memanggilku ibu." pinta Liona yang tak suka calon mantunya yang terus memanggilnya sebutan nyonya.

__ADS_1


"Tapi.."


"Tidak ada tapi-tapi. Panggil aku ibu, mekipun kamu masih calon istri Putraku." ucap Liona memotong kata-kata Rosalyn.


"I-iya ibu." jawab Rosalyn sedikit malu.


Liona tersenyum senang. "Bagus, ayo kita berangkat !!"


"Baik ibu." balas Rosalyn.


Saat mereka berdua akan melangkahkan kakinya, terlihat rombongan Zayden dan yang lainnya berlari mendekati mereka.


"Kenapa kalian kesini ?" tanya Liona.


"Tentu saja, kami tidak akan membiarkan maju membantu Sean dan Sinta." jawab Zayden.


"Kami sebagai teman Sean, juga tak ingin diam saja. Kami ingin ikut membantu." jawab Arron, dan yang lainnya mengangguk setuju.


Liona menghela nafasnya lagi. Ia pun mengangguk kepalanya. "Baiklah, ayo kita berangkat."


"Tapi sebelum itu, kita harus berangkat dengan kendaraan kita." kata Arron.


Zayden dan yang lainnya mengangguk kepalanya. Liona bersuara. "Tapi, siapa yang bisa mengendalikan kendaraan itu ? Secara hanya Sean dan Sinta yang bisa mengendarainya."


"Kalau itu tenang saja. Kami sudah memikirkan hal itu." jawab Brian.


Lalu terdengar suara mendekat. Mereka menoleh ke arah sumber suara itu. Terlihat 3 kendaraan milik Sean berjalan mendekati mereka semua.


"Siapa yang mengendalikan ketiga kendaraan milik Putraku ?" tanya Liona, Rosalyn pun juga terheran-heran.


Zayden dan yang lainnya tersenyum. Ketiga kendaraan itu sudah mendekat, dan berhenti di dekat mereka. Rupanya Sarah yang mengemudikan mobil baja. Darren mengemudikan Tank tempur. Dan Jack mengemudikan Truk Tank.


Sarah yang dasarnya bisa mengendarai mobil karena ia pernah menjadi pembalap liar. Sedangkan Darren, dulu ia diajarkan oleh seniornya saat ia ikut wajib militer. Dan untuk Jack, ia dulu pernah menjadi supir truk angkutan.


Mereka semua segera membagi kelompok untuk naik ketiga kendaraan itu. Setelah naik, mereka segera berangkat menuju tempat Sean dan Sinta yang sedang bertarung melawan monster Naga.

__ADS_1


Sedangkan di tempat Kamp. Semua tengah panik, karena rombongan Liona, Zayden, dan yang lainnya kembali ke medan perang. Tentu saja Ketiga Raja panik tak main. Sedangkan Richard ia kesal karena tidak diajak.


.....


Sementara di waktu bersama, Sean dan Sinta bertarung melawan monster Naga kini tengah dibuat terkejut melihat banyak portal cahaya keemasan mengelilingi Naga itu. Dan dari setiap portal-portal itu mengeluarkan rantai.


Seketika rantai-rantai itu bergerak layaknya ular ke arah Sang Naga. Rantai-rantai itu pun mengikat tubuh besar si Naga itu. Sang Naga berontak, namun yang ada, rantai-rantai itu ssmakin erat mengikat tubuhnya.


Disaat Sean dan Sinta terdiam, terdengar suara langkah kaki mendekat. Sean dan Sinta langsung membalikan tubuhnya. Mereka melihat seorang pria dewasa berambut kuning keemasan dan mengenakan pakaian hanfu hitam dan jubah keemasan.


Sinta merasa asing dengan pria ini. Tetapi tidak untuk Sean, ia tersenyum melihat pria ini yang tidak asing baginya. "Senior Reyhan !!"


Reyhan tersenyum simpul. Kini ia berdiri dihadapan mereka berdua. "Sepertinya kalian kerepotan menghadapi Monster KadaL ini."


Sean yang akan menjawab, Sinta lebih dulu bersuara. "Siapa kamu ?"


Reyhan menatap Sinta. "Tenanglah Nona. Aku ada di pihak kalian. Dan juga, aku juga seorang yang bereinkarnasi sepertimu."


"Hah ?" sahut Sinta tak percaya.


"Sampingkan kebingunganmu dulu. Sekarang kita harus menghabisi Monster KadaL ini." kata Reyhan memandang Monster Naga yang berusaha melepaskan diri dari rantai-rantainya.


Reyhan berkata lagi. "Aku akui, Monster KadaL ini sangat kuat. Seharusnya dia tidak bisa bergerak dari ikatan rantai-rantaiku. Tapi lihatlah, dia rantai-rantaiku perlahan akan terputus."


"Jujur saja, baru kali ini, aku melihat monster yang besarnya tidak biasa." lanjutnya.


Dan benar saja, rantai-rantai milik Reyhan terputus semua. Dengan terbukti kalau Monster Naga itu sangatlah kuat meski goyah terhadap serangan Sihir Petir.


"Aku akan kembali menggunakan rantai-rantaiku untuk mengikatnya dan menahannya. Kalian berdua, cukup fokus menyerangnya." kata Reyhan.


Sean dan Sinta mengangguk setuju. Mereka berdua kembali maju. Bersamaan itu, Reyhan mengeluarkan cahaya-cahaya portalnya di sekeliling monster itu, seketika rantai-rantai keluar dan bergerak ke arah targetnya.


Dan juga, Reyhan mengeluarkan cahaya-cahaya portalnya lagi. Kali ini yang keluar dari setiap portal-portalnya bukanlah rantai lagi, melainkan pedang dan tombak.


Semua senjata itu bergerak meluncur untuk menyerang Sang Naga. Sean menggunakan Sihir Api birunya untuk terbang. Dan Sinta, ia berlari secepat kilat menaiki tubuh Naga itu.

__ADS_1


____________________________________


Alhamdulillah, HP saya normal kembali, jadi bisa Update lagi. Terimakasih bagi yang setia menunggu.


__ADS_2