
Keesokan Harinya.
Akhirnya hari yang dinanti-nanti telah di depan mata. Keluarga Alexander telah siap menyambut pembukaan toko obat milik Dr. Alex. Diluar dugaan, rupanya banyak sekali orang-orang yang datang untuk ikut menyambut acara tersebut.
Dan ternyata, tak hanya keluarga Kerajaan Erlang saja yang datang, rupanya keluarga Kerajaan Roux dan keluarga Kerajaan Wagner juga ikut datang. Dan tak sedikit kelaurga Bangsawan juga ikut hadir.
Padahal setahu Sean, dan Dr. Alex hanya mengundang orang-orang terdekat atau tetangga saja. Raja Erlang menjelaskan kalau dirinya yang telah mengundang mereka semua. Dr. Alex berterimakasih kepada besannya.
Semua orang diacara itu berpakaian formal ala orang Bangsawan. Raja Erlang memperkenalkan Dr. Alex kepada semua orang-orang disana. Tentu saja semua yang mendengarnya merespon tak percaya.
Raja Erlang dengan santainya menjelaskan kalau Dr. Alex selama ini mengembara untuk mencari tumbuhan herbal. Semua laki-laki yang mendengar langsung patah hati, karena setahu mereka Liona selama ini hanya memiliki seorang Putra.
Tak hanya menyambut acara pembukaan, tetapi disini Raja Erlang juga mengumumkan kalau keluarga Alexander, secara pribadi, Raja Erlang mengatakan kalau keluarga Alexander sekarang resmi menjadi keluarga Bangsawan.
Tentu saja, sontak membuat Sean, dan Dr. Alex terkejut bukan main. Sedangkan Liona dan Rosalyn tersenyum, karena mereka berdua sebelumnya sudah tau, hanya saja mereka tidak memberitahu ke suami mereka sebagai kejutan.
Acara berjalan dengan lancar, tidak ada masalah sama sekali. Semua orang menikmati hidangan yang ada. Satu-persatu Raja Erlang memperkenalkan Dr. Alex ke kepada keluarga Bangsawan.
Sean membaur dengan teman-temannya. Dan ada Richard, dan Sinta. Mereka saling berbicara dan berbagi cerita. Dan Liona dan Rosalyn bergabung ke perkumpulan para istri-istri Bangsawan, dan Ratu mereka.
.....
__ADS_1
Hari mendekati sore, dan acara telah selesai. Semua orang telah pergi pulang kediaman mereka masing-masing. Namun sebelum itu, Dr. Alex
Raja Erlang memberi 5 pelayan perempuan dan 5 penjaga laki-laki ke keluarga Alexander. Kelima pelayan dan kelima penjaga membersih sisa-sisa para tamu. Sean, Rosalyn, dan Liona masuk ke dalam rumah untuk istirahat. Namun tidak untuk Dr. Alex.
Begit setelah ganti baju, Dr. Alex langsung pergi ke toko obatnya. Ia menyapa para pelayan dan para penjaga. Setelah masuk, ia langsung duduk di tempat kerjanya.
Ia membuka buku, dan menulis sesuatu. Tulisannya menuliskan rumus-rumus yang mungkin nantinya akan menjadikan obat terbarunya. Lalu salah satu penjaga datang mendekat.
"Tuan Alex, semua sisa-sisa para tamu dan perlengkapan acara sudah kita bersihkan." ucapnya.
Dr. Alex menghentikan menulisnya. Ia menatap sambil tersenyum kepada orang penjaga ini. "Baiklah, dan bisakan kamu jangan memanggilku Tuan. Kamu cukup memanggilku Dokter Alex."
"Baiklah, Dr. Alex."
Penjaga itu mengangguk kepalanya, lalu Dr. Alex bertanya. "Siapa namamu ?"
"Nama saya, Ifano."
Dr. Alex mengangguk kepalanya. Penjaga bernama Ifano bertanya. "Setelah ini, tugas apa lagi yang harus saya lakukan, Dokter ?"
Dr. Alex sedikit berfikir. Lalu ia menjawab. "Seharusnya kamu bertanya kepada Putraku, secara kediaman ini adalah milik Putraku. Karena Putraku sedang menemani istrinya istirahat, jadi sementara kamu lakukan pekerjaan rumah pada umumnya."
__ADS_1
"Kamu tau kan ? Lakukanlah dan berbagi tugas dengan yang lain-lainnya." lanjutnya.
Ifano mengangguk kepalanya. "Baiklah Dr. Alex, kalau begitu saya undur diri."
Dr. Alex mengangguk kepalanya. Lalu setelah melihat kepergian Ifano, ia melanjutkan tulisannya. Ia berencana akan membuat cairan obat baru.
Tapi ini masih rencana. Karena ia harus berjuang memajukan tok obatnya dari nol. Dr. Alex menyadari, pasti tidaklah mudah, membangun usaha, karena sebelumnya tak pernah memanfaatkan pengetahuannya untuk membuka usaha.
.....
Beberapa hari kemudian.
Memang sesuai dugaan Dr. Alex dan Sean, usaha toko obat yang dijalankan Dr. Alex bel sesuai harapan. Sehari hanya 3 - 5 orang yang datang untuk membeli obat. Itupun hanya orang-orang terdekat atau tetangga yang beli.
Tetapi itu tak menurunkan semangat Dr. Alex. Justru ia menganggap hal itu sebagai tantangan baginya. Bahkan orang-orang yang membeli juga mempromosikan toko obatnya, karena obatnya memang manjur.
Obat yang dibeli rata-rata berwarna biru cerah, karena obat untuk sakit pada umumnya seperti demam, batuk, flu, dan pusing. Dr. Alex memperbanyak obatnya. Yang terpenting bagi Dr. Alex adalah yang tenting yakin.
.....
Dan Sean, menjalani hari-harinya sebagai Ksatria Kerajaan. Ketika pulang, ia menyempatkan dirinya untuk menyebar kertas browsur tentang toko obat ayahnya ke berbagai tempat di kota Kerajaan.
__ADS_1
Sekali pernah ia ke Guild Petualang untuk menyebar browsur toko obat ayahnya. Dan juga, ketika Liona pergi ke pasar, sekalian ia juga menyebar browsur toko obat milik suaminya.