OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 95


__ADS_3

Waktu terus berjalan, tak terasa 2 tahun berlalu semenjak kemenangan peperangan melawan Kerajaan Alastair dan monster Naga. Sean sendiri telah keluar dari party-nya. Ia telah percaya kepada teman-temannya.


Sean melepaskan jabatan ketua party-nya kepada Brian. Lagi pula, semua anggota party itu sudah akan ke Level Tingkat Platinum. Jadi Sean bisa lega jika party itu tanpa dirinya.


Sean memilih keluar, karena ia kini telah menjadi salah satu Ksatria Kerajaan Erlang Tingkat Berlian. Saat ini, Sean tengah duduk santai di depan rumah, karena hari ini ia jadwal ia libur.


Sean kini telah memiliki rumah kediamannya, tak besar, dan tak kecil, dan yang letaknya tak jauh dari Kota Kerajaan. Itu pun hadiah pemberian Raja Erlang, saat Sean diangkat menjadi Ksatria Kerajaan.


Beberapa saat kemudian, terdengar suara langkah kaki mendekatinya. Rosalyn keluar sambil membawa nampan yang berisi 3 cangkir teh. Lalu dibelakangnya ada Liona yang juga membawa nampan yang berisi cemilan makanan ringan.


Setelah meletakan apa yang mereka berdua bawa di meja. Mereka segera duduk di kursi yang satu meja dengan Sean. Mereka bertiga menikmati harinya bersama.


Rosalyn yang duduk di samping kanan Sean, ia tengah memegang dan mengelus lembut perutnya yang membesar. Sean yang berada di sampingnya, ikut mengelus perut Rosalyn.


"Apa dia masih aktif ?" tanya Sean.


"Ya, dia cukup aktif belakang ini." jawab Rosalyn yang terus tersenyum menatap ke arah perutnya.


Sean tersenyum, sekarang ia tau, kenapa sekarang dia berpindah dunia. Karena di dunia barunya, ia mendapat kebahagian. Yang tak lain bertemu ibunya, dan ia mendapat istri cantik yang setia menemaninya.


Disisi Liona, ia tak kalah senyumannya melihat Putranya dan Menantunya selalu mesra, ia jadi teringat Alex (suaminya) yang telah tiada. Liona segera menepis pikirannya, ia tak ingin sedih mengingat suaminya yang telah pergi selama-lamanya.


Sekarang, Lioana harus fokus dengan Putranya dan menantunya dan lagi, ia akan memiliki cucu. Tunggu Menantu ? Cucu ? Ya, Sean dan Rosalyn telah menikah 1 tahun lebih yang lalu.


Mereka berdua menikah setelah usia Rosalyn 17 tahun. Tepatnya setelah beberapa bulan semenjak kejadian perang. Setelah sekian beberapa bulan mereka menikah, akhirnya Rosalyn mengandung. Kini kandungnya telah berusia 7 bulan.


Tentu saja, Sean tak kalah senang saat diberitahu kalau istri tercintanya telah mengandung dari hasil benihnya. Keluarga Kerajaan Erlang tentu saja mereka tak kalah senang kalau mereka akan mendapat cucu pertama.


Dan Liona sendiri, ia berhenti dari Ksatria Kerajaan Roux, setelah Sean dan Rosalyn memintanya untuk berhenti dan memintanya untuk tinggal satu rumah bersama.


Disamping keluarga kecil yang berbahagia itu, ada juga yang tengah bahagia, Sinta dan Richard juga telah memiliki anak yang usianya akan menginjak 1 tahun.


Kondisi Party Sang Petualang yang sekarang dipimpin oleh Brian, baik-baik saja. Setelah Sean keluar, kini semua anggotanya telah berjumlah 11. Kok 11 ? Karena Darren dan Jack ikut masuk menjadi anggota.

__ADS_1


Semua anggota party Sang Petualang, seperti biasa, mereka mengambil misi. Tetapi kali ini, mereka tanpa Erza, anak yang dikenal konyol di mata semua anggotanya.


Erza meminta izin, karena ia tengah berkencan dengan kekasih barunya. Dia adalah Lucy, yang merupakan petugas resepsionis Guild Petualang. Sungguh diluar dugaan. Seorang Erza bisa menjalin hubungan dengan Lucy yang umurnya 5 tahun diatasnya.


Disamping itu juga, Zayden juga bahagia, karena istrinya tengah dinyatakan hamil. Zayden memiliki istri ? Ya, Zayden memilih membuka hatinya, dan jatuh cinta kepada Sarah.


Dan beberapa minggu yang lalu, mereka berdua telah menikah. Tentu saja, keluarga Kerajaan Erlang semakin bahagia, sudah akan mendapatkan calon cucu dari Putrinya, kini mereka juga akan mendapatkan calon cucu kedua dari Putranya.


.....


Beberapa Hari Kemudian.


Sean tengah terbang cepat ke arah istana. Ia akan menjalankan tugasnya sebagai Ksatria Kerajaan Erlang. Ia telah meninggal Rosalyn dan Liona di rumah.


Beberapa saat kemudian, ia telah sampai di halaman istana Kerajaan Erlang, lalu ia mendarat. ia memasang wajah heran, karena tak ada penjaga yang biasanya menyambutnya.


Saat akan masuk ke dalam, tiba-tiba indra pendengarannya mendengar suara keributan, Sean segera berlari masuk ke dalam istana.


Setelah masuk, ia terkejut melihat seisi ruangan tahta berantakan, dan terlihat banyak penjaga dan ketiga Ksatria lainnya berdiam diri. Pandangan mereka ke arah 2 orang yang tengah bertarung.


Tiba-tiba ada sebuah tangan menyentuh pundaknya. Sean menoleh, rupanya Zayden dan berkata. "Sean, akhirnya kamu datang juga."


"Ada apa ini ?" tanya Sean.


Zayden menjawab. "Salah satu penjaga istana ada yang berkhianat. Jadi Mozark bisa lolos dari penjaranya."


"Sean, cepat pergi, bawa adikku sejauh mungkin. Sudah dipastikan incaran Mozark adalah adikku." lanjutnya.


"Lalu bagaimana denganmu ?" tanya Sean.


"Aku akan membantu ayah. Istriku dan ibuku sudah kubawa ke tempat yang aman. Dan sekarang aku akan membantu ayah." jawab Zayden.


Sean tersenyum. "Aku juga akan membantu."

__ADS_1


Zayden yang ingin berkata untuk membantah ucapan Sean, tetapi Sean lebih dulu berkata. "Kalau istriku adalah incaran Mozark, maka aku perlu mencegahnya sebelum terjadi."


"Lagipula, ibuku berada disampingnya, pasti bisa menjaganya." lanjutnya, setelah berkata itu, Sean pun mengarahkan salah satu tangannya ke atas.


.....


Sementara, disamping rumah kediaman Sean, Liona, dan Rosalyn, terlihat ssbuah kapak yang tertancap di sebuah batu. Tiba-tiba Kapak itu bergerak terbang cepat menjauh dari tempat itu.


Tentu saja, melihat Kapak Petir itu bergerak terbang menjauh, Liona dan Rosalyn menyadari sesuatu, pasti ada yang tidak beres, karena Kapak itu tengah menerima panggilan Sean.


Liona segera mengambil pedangnya. Ia pun menjaga menantu kesayangnya yang tengah hamil. Ia dan Rosalyn segera mencari tempat aman. Tepatnya, berada di ruang bawah tanah yang dibuat di bawah rumah mereka.


.....


Kembali kesisi Sean.


Sean pun menerima Kapaknya yang datang menerima panggilannya, seketika terjadi suara Petir di dalam ruangan tahta. Sonta membuat Raja Erlang dan Mozark menghentikan pertarungannya.


Sean dan Zayden saling berpandangan, dan mengangguk kepalanya. Mereka berjalan mendekat ke arah Raja Erlang dan Mozark. Kini Sean dan Zayden telah berdiri di sisi kanan kirinya Raja Erlang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara Disisi Dunia Lain. Tepatnya, Dunia D-09, dunia yang dimana keadaannya dalam Perang Dunia, tepatnya Perang Dunia Ketiga. Terlihat seorang Pria Dewasa berumur 30 tahunan yang sedang marah.


Pria itu, hanya mengenakan pakaian kaos polos panjang berwarna putih dan juga ia celana pendek selutut. Seakan ia merupakan seorang pasien rumah sakit.


Kini pakaiannya telah terkena banyak noda darah. Pria itu tengah berada di dalam ruangan misterius. Dan Pria itu tengah berdiri di antara banyak mayat yang telah dibunuhnya.


Ia menatap dirinya, ia terbangun dengan memiliki tubuh tanpa luka, tetapi ia tak memiliki seluruh bagian kedua tangan dan kedua kakinya. Karena buktinya kedua tangannya dan kedua kakinya yang sekarang terbuat dari logam.


Pandangan Pria itu beralih ke arah seorang laki-laki berjas putih yang berusia 50 tahunan. Pria berjas putih tengah duduk di lantai, dan ia gemetaran ketakutan.


Pria berjas putih itu ketakutan, karena baru saja ia membangunkan seseorang, tepatnya hasil percobaan gilanya. Percobaannya berhasil, tetapi malah menyerangnya.

__ADS_1


Pria berjas putih itu masih gemetaran, tetapi ia mencoba untuk berani. Karena, ia mana sudi tunduk sama kelinci percobaannya sendiri.


Dengan berani ia berkata. "Jika sedari awal aku tau, kalau kau tak bisa kukendalikan, aku tidak akan membangunkanmu, Dr. Alex !!"


__ADS_2