OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 94


__ADS_3

Reyhan tengah duduk di tanah, nafasnya naik turun. Tak jauh dari tempatnya, ia menatap Sean yang perlahan bangun untuk duduk di tanah. Pandangan mereka saling bertemu. Beberapa detik kemudian, mereka tertawa.


"Hahahahahahaha.." Sean dan Reyhan tertawa.


Melihat Sean dan Reyhan tertawa, tentu saja membuat Liona, Rosalyn, Tilda, Zayden, Brian, dan semuanya menatap heran. Dalam benak mereka masing-masing masih bertanya-tanya siapa sosok pria berambut kuning keemasan ini.


Tetapi, sedikit tidak asing bagi Rosalyn, dan party-nya Sean. Karena melihat jurus-jurus pria dewasa itu, seakan mereka pernah melihatnya, tapi dimana ?


"Hahahahahaha..., serangan terakhirmu hebat juga, kau perlu mengasah Mode Petirmu." ucap Reyhan.


Sean menghentikan tawanya, lalu ia menjawab. "Senior, Aku sendiri saja tak sepenuhnya bisa mengendalikan Mode Petirku. Bahkan masuk ke dalam Mode itu, energi manaku terkuras banyak."


Reyhan dan Sean sama-sama berdiri dari duduknya. Mereka berjalan saling mendekati. Kini mereka saling berhadapan. Sean bersuara. "Terimakasih senior, kau telah membantuku."


Reyhan menjawab. "Tidak masalah, karena melihat juniorku kesusahan, bukankah seorang senior harus membantu juniornya ? Meskipun, kita berasal dari Dunia yang berbeda."


"Sekali lagi, Terimakasih." balas Sean.


Reyhan tersenyum simpul dan mengangguk kepalanya. Lalu terdengar suara banyak langkah kaki mendekati mereka berdua. Reyhan dan Sean menoleh kepalanya mereka.


Rupanya Liona, Rosalyn, Sinta, Tilda, Zayden, Arron, Brian, dan yang lainnya, bahkan ketiga mantan pahlawan Kerajaan Alastair juga mendatangi mereka berdua.


"Sean, dia siapa ?" tanya Liona kepada Putranya.


Sean yang akan menjawab, Reyhan lebih dulu menjawabnya. "Aku hanya orang yang kebetulan lewat saja."


Semua mengerut dahinya mendengar jawaban Reyhan. Karena bagi mereka, Reyhan bukanlah sejedar kebetulan lewat saja, pasalnya pria berpakaian hanfu keemasan membantu mereka.


Bahkan ada beberapa gadis dari party-nya Zayden terpesona kepada Reyhan. Penampilan Reyhan yang dewasa, sungguh tertarik di mata mereka.


Reyhan tersenyum dingin ke arah mereka semua. Lalu ia menatap Sean. "Baiklah, sudah waktunya aku kembali pulang ke Duniaku."


"Kembali ke Dunianya ? Apa maksudnya ?" batin orang-orang Sean bertanya-tanya.

__ADS_1


"Tidakkah kau ingin bersantai-santai dulu dengan kita ? Karena ada kemungkinan Aliansi akan mengadakan pesta atas kemenangan perang ini ?" tanya Sean.


"Terimakasih atas tawaranmu. Tetapi aku harus kembali, karena keluargaku pasti sedang menungguku." jawab Reyhan.


"Sepertinya kita telah melupakan seseorang." lanjutnya sambil menunjuk Raja Alastair yang sudah tak bernyawa karena kehabisan darah.


Orang-orang Sean menoleh melihat ke arah jasad Raja Alastair. Mereka mengalihkan pandangan mereka kembali, seakan mereka tak peduli kondisi jasad Raja itu.


Sean sedikit memasang wajah sedihnya, karena Reyhan harus langsung pergi kembali ke Dunianya. Sekian beberapa detik kemudian, ia kembali memasang wajah senangnya.


"Baiklah, kalau itu maumu. Aku tidak memaksa. Pasti istrimu, anak-anakmu, dan cucumu sedang menunggu kepulanganmu." kata Sean.


"Tunggu !! Istri ? Anak ? Cucu ?" batin gadis-gadis anggota Zayden terkejut. Mereka tak menyangka kalau sosok Reyhan, sudah memiliki keluarga. Padahal penampilannya seperti berumur 30 tahunan.


Reyhan tersenyum dan mengangguk kepalanya. Ia membalas. "Sampai jumpa lagi Sean. Teruslah berlatih, meskipun kamu adalah mantan pasukan tentara hebat."


"Siap Senior..!!" jawab Sean tegas sambil memperagakan gerakan hormat, layaknya seorang tentara.


Reyhan juga memperagakan gerakan hormatnya, seakan ia membalas hormat Sean. Semua orang menatap bingung melihat tingkah Sean dan Reyhan seperti itu.


Sling...


Muncullah sebuah portal di samping Reyhan. Reyhan kembali bersuara. "Sampai jumpa." ia pun masuk ke dalam portalnya. Setelah masuk, portal itu langsung lenyap.


Orang-orang disana terbelalak tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Seseorang yang bisa memanipulasikan kedua Sihir Cahaya dan Kegelapan secara bersamaan adalah sesuatu hal yang langka.


"Sean, siapa dia sebenarnya ? Kenapa dia bisa membuka portal ?" tanya Liona.


"Kenapa dia bisa menggunakan Sihir Cahaya dan Kegelapan di waktu bersamaan ?" tanya Rosalyn.


"Yang kuherankan selain kedua Sihir yang bertolak belakang itu, dia menggunakan Sihir jenis yang berbeda." kata Zayden.


"Sean, apa mungkin, dia orang yang telah membantu kita saat kita sedang memberantas markas besar bandit ?" tanya Arron yang teringat.

__ADS_1


Sean tersenyum. "Nanti akan kujelaskan."


.....


Kini Sean dan rombongannya tengah berjalan kaki menuju Kamp. Aliansi yang berada di garis belakang medan perang. Mereka berjalan kaki tanpa mengenakan kendaraan. Karena mereka ingin mendengar cerita Sean tentang pria yang bernama Reyhan itu.


Jadi Sean memasukan ketiga kendaraan ke dalam cincin penyimpanannya. Setidaknya hitung-hitung mereka berjalan bersama sambil mendengar cerita Sean.


Tentu saja, semua terkejut bukan main mendengar kalau Reyhan termasuk orang yang bereinkarnasi, tetapi di Dunia yang berbeda, mereka kagum karena sosok Reyhan yang mampu menggunakan Sihir Cahaya dan Kegelapan, karena itu sangat langka.


.....


Kini Sean dan rombongannya telah sampai di kamp. Aliansi. Semua orang termasuk 3 Raja, Richard, para kepala keluarga Bangsawan, dan semuanya berbondong-bondong memberi pertanyaan kepada Sean dan yang lainnya.


Semua bersorak senang, karena Sean dan yang lainnya telah mengalahkan monster Naga. Terlebih mendengar kalau Raja Alastair telah tewas dibunuh oleh mertua Raja Erlang, yang tak lain Tilda.


Raja Erlang senang karena sudah lama mertuanya sekian lama. Tetapi ia sedih karena Tilda memilih pergi kembali, karena ia ingin kembali ke tempat pengasingannya, yang tak lain tempat tinggalnya yang sekarang.


Karena Tilda melakukan itu karena ia ingin hidup damai, dan tenang di rumah barunya. Terlebih lagi makam suaminya berada di samping rumahnya. Ia tak ingin meninggalkan makam suaminya, karena ia sangat mencintainya.


Tilda hanya memberi salam kepada Raja Erlang dan yang lainnya, terutama kedua cucunya. Dan tak lupa menitipkan salam untuk Putrinya, yang tak lain istri Raja Erlang.


.....


Berhari-hari telah berlalu semenjak kemenangan pasukan aliansi. Ke-12 Kerajaan dari Benua dari ke-15 Kerajaan perlahan pulih kembali. Berita runtuhnya Kerajaan Alastair telah tersebar.


Tentu saja, berita itu menjadi kegembiraan dari Benua ke-15 Kerajaan dan dari Benua lain. Karena salah satu Kerajaan yang meresahkan telah runtuh, dan hilang.


Untuk rakyatnya yang tak bersalah, mereka segera pindah ke Kerajaan di Benua itu yang senang hati menerima mereka semua.


Dan untuk mantan Ketiga Pahlawan Kerajaan Alastair, kini mereka bertiga berpindah kependudukan. Kini mereka tinggal di Kerajaan Erlang. Dan mendaftarkan diri sebagai Petualang dari Kerajaan itu.


_______________________________

__ADS_1


Maaf baru update, HP saya kembali error, dan ini baru kembali normal. Kata tukang servisnya sudah tanda-tandanya harus ganti HP yang baru (Anjiirrr).


__ADS_2