
Sean yang melihat seseorang yang tengah bersembunyi di balik pohon besar dekat istana, ia langsung mengeluarkan DESERT EAGLE miliknya, dan ia arahkan ke target.
Dor..!!
"Aggrrhhh !!"
Mendengar suara kejut yang dikeluarkan dari benda yang dipegang Sean, semua melihat ke arah Sean. Dan juga ada yang melihat ke arah sumber suara teriakan seseorang.
Sean langsung berlari cepat dari tempat ia berdiri. Ia melihat seseorang yang ia tembak, kakinya tengah mencoba melarikan diri. Sean langsung melompat maju jauh ke arah orang itu.
Semua orang membeku melihat tindakan Sean. Terutama gerakannya yang benar-benar terlihat sangat cepat, dan seakan kekuatan fisiknya diatas orang-orang normal.
Sean yang sudah mendaratkan kakinya, ia langsung memberi pukulan dari tangan tangannya. Orang itu yang tengah kesakitan menggerakan kakinya, langsung terkena pukulannya dan terjatuh.
Tangan logam kirinya, langsung mencengkram kaki orang itu, lalu ia menyeretnya. Masa bodo apa yang ia lakukan terlihat kasar di area istana Kerajaan, yang terpenting musuh tertangkap.
Melihat Sean berjalan kembali sambil menyeret seseorang itu dengan cara menarik kakinya orang itu yang terluka. Semua melotot tak percaya melihat Sean menyeret orang berpakaian mewah berkelas.
"Lepaskan kakiku !!" ucap orang itu membentak, ia tak hanya merasa sakit di kakinya, tetapi ia juga merasakan sakit pada punggungnya yang terseret-seret.
Sean langsung melempar orang itu ke dekat Goro. Goro saja sampe melotot percaya melihat orang yang Sean lempar padanya. Sean berjalan mendekati kembali ke tempatnya.
Semua orang melihat tak percaya apa yang dilakukan Sean. Tak hanya hebat, tapi juga cepat. Richard saja yang bisa dikatakan orang terdekat Sean saja, baru pertama kali melihat aksi Sean.
"Tuan Petinggi Pillouws ?" sahut Richard terkejut melihat orang yang dibawa Sean.
Sean yang mendengar, tersenyum. "Aku tak menyangka akan semudah ini."
Semua melihat orang yang dibawa Sean. Mereka tambah tak percaya melihat orang ini. Orang yang merupakan Petinggi Pillouws itu bersuara. "Yang Mulia, tolong saya, orang ini gila. Dia telah melukai saya."
Raja Erlang terkejut dalam terdiamnya. Lalu ia menatap Sean. "Nak Sean, kenapa kamu melukai salah satu orangku ?"
"Karena dia adalah musuh dibalik selimut." jawab Sean santai.
__ADS_1
"Apa maksudmu, Nak Sean ?!?!" tanya Raja Erlang terkejut lagi.
Sean menjelaskan, bahwa ia melihat Petinggi Pillouws tadi di balik persembunyiannya melempar belati ke arah Goro, dia bermaksud membunuh Goro agar kemungkinan tidak membuka mulut.
Sean mengatakan itu karena pengalamannya yang pernah ia lihat dan yang ia alami di dunia asalnya. Karena pernah sesekali kejadian seperti itu, agar rahasia sang pelaku selalu aman, maka si pelaku akan membunuh seseorang yang mengetahui rahasianya.
Petinggi Pillouws bersuara, ia terlihat panik. "Itu bohong Yang Mulia, aku tidak tau apapun." lalu ia menatap tajam ke arah Sean. "Hei kau !! Apa maksudmu tiba-tiba melukaiku dan menuduhku ?"
Raja Erlang terbelalak mendengar kata-kata Sean. "Kenapa kamu bisa berfikir seperti itu, Nak Sean ? Apa kamu punya buktinya ?"
"Aku tidak memiliki bukti apapun. Namun disini ada pria berambut aneh itu, yang bisa menjelaskan." jawab Sean sambil menunjuk Goro yang tengah bewajah pucat.
Lalu Sean kembali bersuara. "Sepertinya pria berambut ini tidak mau berbicara. Buktinya, dari raut wajahnya sudah terlihat ketakutan, seakan-akan ia akan diancam jika ia mengatakannya."
Semua terdiam, lalu melihat Goro yang sedang ditanya oleh Sean. "Hei, pria jelek, katakanlah yang kamu ketahui !!"
"Aku tidak tau apapun." jawab Goro.
Semua mendengar jawaban Goro. Lalu menatap Sean. Richard saja terkejut mendengarnya. Ia merasa Sean akan kena masalah karena tidak bisa memberi bukti jika salah satu Petinggi Pillouws salah, meskipun ia juga sedikit tidak percaya.
Sean lalu menatap Petinggi itu. "Bukankah nama Pillouws juga merupakan nama belakangmu ?"
"Hanya karena nama belakangku sama dengan dia sama, kamu menuduhku ?" tanya Petinggi itu.
Sean tersenyum mendengarnya. Lalu ia bersuara. "Kemarin aku melihat Goro sedang melakukan hal yang buruk di salah satu desa. Seakan-akan ia dan anggota party-nya terlihat seperti sekelompok bandit yang sering datang ke setiap-setiap desa."
Semua heran dengan Sean yang tiba-tiba bercerita, seakan mengganti topik. Petinggi itu berkata. "Hanya karena nama belakangku dan nama belakangnya sama, kamu mengira aku dan dia memiliki hubungan dengan Markas Bandit terbesar ?"
Sean tersenyum puas. "Kena kau."
Lalu ia bersuara. "Kenapa kamu tiba-tiba berbicara 'Markas Bandit terbesar' ?"
Petinggi itu terdiam. Ia menyadari kalau dirinya telah terkena perangkap Sean. Semua orang yang mendengar juga terkejut.
__ADS_1
.....
Beberapa lama kemudian, kini suasana kembali tenang. Kini Raja Erlang kembali duduk bersama Ratu Anne dan Putri Rosalyn di gazebo. Mereka tidak bertiga, melainkan ada Sean dan Richard yang duduk dalam satu gazebo.
Namun masih ada banyak pengawal dan 2 Ksatria Kerajaan melingkari gazebo itu untuk menjaga keamanan semuanya, terutama keluarga Kerajaan.
Perihal soal kejadian tadi, karena belum ada bukti jelas, Goro dan Petinggi tadi, atas perintah Raja Erlang, sementara mereka berdua dibawa dan diamankan oleh pengawal-pengawal sel tahanan ruang bawah tanah, meskipun dua orang itu berontak tetapi masih bisa diatasi.
Suasana kembali ke awal, mulai dari perkenalan Sean yang merupakan Petualang Tingkat Platinum. Raja meminta Sean untuk menjelaskan apa yang dilakukan Sean saat bertemu bandit-bandit yang tersebar luas di wilayah Kerajaan Erlang selama beberapa hari ini.
Sean menceritakan semuanya tanpa dikurang-kurangi dan tanpa di tambah-tambahi. Setelah mendengar penjelasan Sean, Raja mengangguk-angguk kepalanya, ia pun paham.
Raja Erlang bersuara. "Jadi tentang pembahasan ini, apa kamu punya rencana lagi Nak Sean ? Aku ingin mendengar pendapat darimu."
Sean menjawab. "Aku berencana ingin pergi ke perbatasan wilayah untuk memastikan apakan Petinggi tadi memiliki hubungan dengan Markas Bandit terbesar itu, sekaligus membasminya."
Mendengar kata-kata Sean membuat semuanya terbelalak. Karena cukup berani. Pasalnya dihadapan Raja, seharusnya berkata 'saya' , bukan 'aku' .
Tetapi Raja Erlang tidak mempermasalahkan itu, justru ia tertarik dengan Sean. Dalam artian ia menyukai sifat Sean yang tidak membeda-bedakan lawan bicara, ditambah kehebatan Sean yang ia lihat beberapa saat tadi.
Raja membalas. "Pendapatmu boleh juga. Tetapi jika kamu ingin bertindak, bukankah terlalu cepat ? Kita harus membuat rencana matang-matang."
Sean mengangguk kepalanya. "Tenang saja Yang Mulia, aku sudah memiliki rencana. Hanya tinggal berangkat saja. Aku ingin secepatnya berangkat. Lebih cepat lebih baik."
Raja mengangguk-angguk kepalanya lagi. Ia suka kata-kata Sean, dan ia tidak masalah Sean tidak memberitahu rencananya. Pada akhirnya, Sang Raja menyetujui tindakan apa yang akan Sean lakukan.
Lalu ia menawarkan bantuan dengan memberi beberapa pengawal. Namun Sean menolak, karena ia akan membuat kelompoknya sendiri. Raja Erlang juga menjanjikan hadiah sebagai bayaran, Sean hanya menjawab. "Itu bisa dipikirkan nanti."
"Jadi kapan kamu akan berangkat ?" tanya Raja Erlang.
Sean menjawab. "Mungkin 2 atau 4 hari lagi setelah mengumpulkan kelompokku, maka aku berangkat."
Raja menyetujui kata-kata Sean. Tetapi ia sekali lagi menawarkan bantuan, namun Sean tetap menolak. Pembicaraan mereka pun selesai.
__ADS_1
Richard dan Sean pamit undur diri. Raja Erlang mempersilahkan mereka pergi. Richard dan Sean meninggalkan gazebo, dan Raja tersenyum lega setelah kejadian ini, tiba-tiba ia mendapat senggolan dari Ratu Anne.
Raja Erlang menoleh dan menatapnya. Ratu Anne memberi tanda untuk melihat Putri Rosalyn. Raja menatap Putrinya yang terus menatap Sean yang sudah pergi menjauh. Raja Erlang tersenyum hangat melihat Putrinya.