OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 69


__ADS_3


Langit terlihat lumayan gelap, ya karena hari sudah akan mendekati malam. Di sebuah kota besar, terlihat banyak sekali gedung-gedung tinggi disana. Kendaraan banyak sekali yang lewat. Tak hanya mobil, tetapi kendaraan roda dua juga ada.


Lalu di salah satu gedung yang tinggi, di atap gedung itu, tiba-tiba muncullah sebuah cahaya dan berbentuk portal.



Dari dalam portal itu, keluarlah seorang pemuda berpakaian dan jubah serba hitam.


Setelah pemuda itu keluar portal, portalnya pun menghilang. Pemuda itu berjalan mendekati tepi gedung yang tinggi itu. Ia melihat sekeliling yang ada di bawah gedung.


"Tempat ini benar-benar dunia yang terlihat damai." ucap pemuda itu.


Pemuda itu teringat Dunia asalnya dilahirkan. Dulu dunianya yang begitu damai sebelum Perang Dunia Ketiga terjadi.


Dari tempatnya, pemuda itu melihat banyak sekali kendaraan roda 4, dan roda 2 yang lewat. Pemuda itu yang tak lain adalah Sean.


Sean yang baru saja telah sampai di Dunia D-25. Ia berencana mencari pengalaman di Dunia D-25. Baginya, berpetualangan di hutan sudah hal biasa. Jadi kapan lagi bisa berpetualang ke Dunia Lain lagi ?


Sean tersenyum, lalu ia merentangkan kedua tangannya. Ia memenjam kedua matanya. Ia merasakan hembusan angin yang sejuk, ya karena ia saat ini masih di atas gedung.


Saat sedang menikmati diamnya, tiba-tiba terdengar suara ledakan. Sean langsung membuka kedua matanya dan menoleh ke arah sumber suara itu.


Dari jaraknya berdiri, Sean melihat asap hitam dari kejauhan. Ia memperkirakan mungkin ada 5 km dari jaraknya.


Sean segera berlari, dan melompat tinggi. Lalu ia berkata dalam batinnya. "Thrust Flame."


Sean menggunakan Sihir Api pendorongnya. Tapi kali ini ia tidak gunakan untuk terbang. Melainkan untuk memberikan dorongan agar bisa melompat jarak yang jauh ataupun yang tinggi.


Sean lompat dari gedung ke gedung lainnya. Ia gunakan itu karena teringat saat ia kehabisan energi mana lagi. Meskipun energi mana-nya banyak, Sean tak ingin mengambil resiko, karena kelupaan, ia malah kehabisan energi mana-nya. Bisa repot nanti.


.....


Beberapa lama kemudian, Sean telah sampai di dekat lokasi. Saat ini ia bersembunyi di atap salah satu gedung yang lumayan tinggi. Ia melihat segara arah di jalan raya ditutup.


Mungkin terlihat ada 10 mobil disana. Ke-10 mobil itu terlihat seperti bukan mobil biasanya. Pasalnya ke-10 mobil itu seperti mobil perang, karena dilengkapi peralatan tempur.


Lalu ia melihat sebuah gedung yang mungkin ada 10 lantai, dan mengeluarkan asap hitam. Ya, gedung ini yang merupakan sumber suara ledakan yang tadi Sean dengar.


Disana, terlihat juga banyak orang-orang berpakaian aneh. Mereka terlihat seperti pasukan khusus yang sedang berjaga jalan depan gedung itu.

__ADS_1


Sean pun teringat kata-kata Pria tua saat di tempat ruang aneh sebelumnya. "Bukankah katanya di Dunia ini ada Sihir juga ? Tapi aku sama sekali tidak melihat Sihir yang mereka gunakan."


DUAR..!!


Tiba-tiba terdengar suara ledakan lagi dari gedung itu. Bersamaan keluarlah dua orang berpakaian hitam dan dilengkapi armor. Wajah mereka berdua ditutupi topeng. Dan mereka berdua itu juga menggunakan pedang.


Mereka berdua berlari sangat cepat. Lalu dibelakang mereka terlihat ada 6 orang remaja dan berpakaian biasa tetapi terkesan keren.


Ke-6 remaja itu mengejar kedua orang yang tengah melarikan diri. Ke-6 remaja itu terdiri dari 3 laki-laki dan 3 perempuan. Mereka ber-6 juga menggunakan senjata, ada yang pedang, kapak, dan tongkat.


Para pasukan khusus itu, juga bergerak, sebagian ada yang pergi mengejar, sebagiannya lagi tetap untuk tinggal dan berjaga.


Karena semakin penasaran, Sean diam-diam mengikuti mereka semua dari belakang.


.....


Beberapa lama kemudian, Sean telah sampai di dalam sebuah gedung, tepatnya kini ia berada di lantai 4. Ia bersembunyi di balik tiang pilar di sana.



Gedungnya saat ini terlihat seperti mall yang belum dibuka. Pasalnya dari 10 lantai, semua bagian dari semua lantai, semuanya terlihat.


Sean merasa kasihan para pekerja yang membangun gedung ini. Pasalnya belum dibuka tetapi, sudah dibuat kacau oleh ke-8 orang ini.


2 lawan 6. Tetapi meski berdua, mereka bisa melawan ke-6 lawannya dengan seimbang. Mereka bertarung dengan menggunakan senjata mereka masing-masing.


Senjata mereka masing-masing bercahaya. Lalu, salah satu dari mereka yang mengenakan pedang, pedangnya diselimuti Api. Sean terbelalak, ia sekarang tau, kalau mereka semua pengendali sihir yang bersenjata.


Beberapa lama mereka bertarung, mereka pun terdiam. Sean pun mendengar percakapan mereka.


"Jangan berbuat lebih dari ini. Sebaiknya kalian menyerah."


"Menyerahlah, jika tidak, kalian akan kehilangan nyawa kalian disini..!!"


"Menyerah ? Itu bukan gaya kami berdua."


Lalu kedua orang itu mengeluarkan aura hitam. Dan untuk ke-6 remaja itu, mereka beberapa langkah mundur untuk berjaga jarak.


Blusss...!! Aggrrhhh...!!


2 orang itu bercahaya dan berteriak.

__ADS_1


Ke-6 remaja terlihat semakin berjaga-jaga melihat 2 orang itu. Sean saja yang mengintip pun terbelalak, pasalnya 2 orang itu berpenampilan yang berbeda.


2 orang itu berkulit hitam, dan berbulu. Wajah mereka berdua juga sudah seperti hewan serigala. Dan juga memiliki 2 tanduk di kepalnya, dan bahkan memiliki ekor.


Sean pun teringat kata-kata pria tua sebelumnya. "Apa mereka berdua siluman yang dikatakan oleh pak tua itu ?"


Sementara disisi ke-6 remaja ini, masing-masing dari mereka terlihat semakin berjaga-jaga melihat 2 orang yang sudah berubah menjadi siluman.


"Sudah kuduga, kalau mereka berdua adalah siluman."


"Aku sudah tak kaget. Karena hampir setiap hari kita melawan siluman-siluman berkeliaran."


"Tapi entah kenapa, aku merasakan kalau mereka berdua ini lebih kuat dari siluman-siluman yang pernah kita hadapi sebelumnya."


"Yakinlah, kalau kita bisa mengalahkan mereka."


Mereka berlima mengangguk kepalanya setelah mendengar ucapan salah satu temannya.


Mereka semua kembali melanjutkan pertarungannya. Disisi Sean, yang melihatnya saja, dibuat kagum melihat pertempuran mereka.


Namun, rupanya ke-6 remaja terlihat kewalahan melawan ke-2 siluman itu. Kemampuan kedua siluman ini meningkat, karena mampu membuat ke-6 orang ini kewalahan.


"Kalian berenam bukanlah tandingan kita berdua."


"Jika kalian berfikir bisa mengalahkan dan menangkap kami berdua, kalian salah. Hahahaha...!!"


Itulah kata-kata yang dilontarkan kedua siluman itu.


Sean yang merasa tertantang ingin melawan kedua siluman itu, ia segera keluar dari persembunyiannya. Ia berjalan sambil memakai penutup sebagian bawah wajahnya. Lalu ia melompat terjun ke bawah.


Bruukk..!!


Cara mendarat Sean, membuat sebuah getaran dan membuat lantai yang ia ijaki hancur. Sean berdiri di tengah-tengah atara kedua siluman itu dan ke-6 remaja para remaja ini.


Tentu saja, aksi Sean menjadi perhatian ke-7 mahluk disana, karena tiba-tiba ada orang asing berpakaian hitam datang.


Sean langsung mengambil satu langkah, seketika, dengan cepat ia sudah dihadapan salah satu siluman.


BUGH..!!


DUAK..!!

__ADS_1


Belum sempat terkejut, Sean sudah lebih dulu memberi pukulan tangan logam kirinya ke wajah siluman itu. Hantaman pukulannya, membuat siluman itu terdorong ke bawah dan menghantam lantai.


__ADS_2