
3 hari kemudian.
Pertandingan seleksi telah selesai. Dari pertandingan bagian pertama, sampai keenam telah menemukan 10 murid lolos dan akan menjadi perwakilan akademi Kerajaan Erlang.
Sedangkan untuk 10 orang terkuat di Kerajaan Erlang, juga sudah ditemukan. Karena sebelumnya, bagi yang ingin ikut serta harus melakukan tes kemampuan dan tes tertulis. Kedua tes itu harus lolos.
Jadi bagi seseorang yang sudah di Tingkat Platinum tidak lolos di tes tertulis, maka tidak bisa ikut. Jadi jika ingin menjadi ke-10 perwakilan Kerajaan, maka tak hanya tes fisiknya saja yang lolos, tetapi lolos juga di tes tertulis.
Zayden dan Rosalyn pun juga ikut serta karena mereka berdua yang mengajukan sendiri. Pada akhirnya mereka lolos menjadi perwakilan Kerajaan.
Sedangkan Sean, ia merasa dirinya sangat tidak beruntung, karena sebelumnya ia sudah dikatakan terlibat kekacauan saat di akademi, jadi Raja Erlang memilihnya tanpa persyaratan apapun.
Sean diloloskan tanpa mengikuti tes sama sekali. Karena itu adalah hukuman ringan yang harus ia terima. Karena Raja tau, dari raut Sean yang tidak tertarik menjadi salah satu dari ke-10 perwakilan Kerajaan.
Sean benar-benar tak ingin ikut Sean terpilih untuk ikut menjadi salah satu ke-10 orang terkuat untuk mewakili Kerajaan Erlang. Dari awal ia sudah tak ada niat sama sekali untuk ikut. Karena tak ingin mendapat masalah lagi, ia terpaksa untuk menerimanya.
Mau tak mau, sementara ia juga harus meninggalkan party-nya lagi untuk mengambil misi tanpa dirinya. Bahkan Zayden juga meninggalkan party, tetapi ada satu anggotanya yang lolos.
Sedangkan untuk nasib Tom, ia telah resmi dikeluarkan dari akademi. Karena ada sanksi mengatakan kalau selama Tom menjadi Guru, ia selalu memperlakukan murid dari kalangan biasa dengan buruk. Sedangkan dari kalangan Bangsawan, ia istimewakan.
Semua sudah didiskusikan oleh pemimpin akademi, para Guru, dan kepala keluarga Bangsawan Biller (keluarga Tom). Bahkan Raja Erlang pun juga ikut turun tangan. Tom dikeluarkan secara terhormat.
Jadi sementara, kelas yang diwalikan oleh Tom kosong. Dan digabungkan dengan kelas lain sampai mendapat Guru baru untuk menggantikan Tom.
.....
Waktu tinggal 9 hari lagi untuk pertunjukan pertarungan di Kerajaan Roux. Semua memiliki waktu 4 latihan, dan 5 hari perjalanan berangkat ke Kerajaan Roux.
Latihan hari pertama.
Di sebuah studion pertarungan milik Kerajaan Erlang. Luas studio itu 2 kali lipat dari studion milik akademi. terlihat ada 20 orang tengah berkumpul, 10 peserta dari murid akademi, dan 10 orang peserta dari .
Semua tengah melakukan latihan mereka masing-masing. Ada yang saling bertarung tanpa senjata, ada menggunakan senjata, ada yang melatih sihir, dan ada yang melatih fisik. Semua tidak ada yang membeda-bedakan.
__ADS_1
Entah itu murid akademi, atau orang terkuat di Kerajaan, mereka saling berlatih bersama untuk persiapan di pertandingan nanti.
Namun ada satu orang yang terlihat melakukan hal biasa saja. Yang lainnya pada sibuk latihan bertarung, latihan sihir, latihan fisik bersama, sedangkan dia sendiri berlari memutari arena studion.
Siapa lagi kalau bukan Sean. Ia berlari memutari arena studion. Ia terlihat biasa-biasa saja dan masa bodo dengan tatapan-tatapan yang melihat padanya.
Baginya latihan fisik adalah yang paling penting. Soal melatih Sihir, bagi Sean kalau fisiknya kuat, maka serangan Sihirnya juga mempengaruhi.
Setelah beberapa lama kemudian, semua tengah beristirahat. Mereka berbicara dan memakan makanan ringan bersama untuk mengisi waktu luang mereka. Namun tidak untuk Sean, ia terus berlari tanpa henti.
Zayden dan Rosalyn bergerak, mereka segera menghalangi jalan. Sean pun berhenti. Zayden menyentuh bahu Sean, berbicara. "Sean, lebih baik kamu istirahat dulu."
"Kalian istirahat lebih dulu, aku masih belum lelah." jawab Sean dingin.
Rosalyn bersuara. "Kak Sean, jangan memaksa dirimu, beristirahat 'lah."
"Tenang saja, I Can Do This All Day (aku bisa melakukan ini sepanjang hari)." jawab Sean tersenyum sebentar, lalu ia melewati Zayden dan Rosalyn dan melanjutkan langkah kakinya untuk berlari.
Zayden dan Rosalyn bertanya-tanya dengan ucapan Sean yang terdengar asing. Mereka berdua tidak tau arti bahasa Sean ucapkan barusan. Bantin mereka berdua. "Dia bicara bahasa apa ?"
Jadi, dari pada Sean melampiaskan kekesalannya untuk mengamuk, ia memilih cara melampiaskannya yaitu berlatih keras. Dari pada marah-marah gak jelas yang ada membuatnya semakin kacau.
.....
Waktu istirahat telah selesai. Semua kembali melakukan latihan mereka. Dan Sean, ia masih terus berlari memutari arena. Salah satu yang merupakan anggota party Zayden menghalangi jalannya Sean.
Sean pun terhenti. Ia menatap datar ke arah orang ini. Orang bersuara sambil sedikit menunduk kepalanya. "Perkenalkan, namaku Edi Kruger, salah satu anggota party dengan Tuan Pangeran Zayden."
_______________________________________
Visual.
Edi Kruger.
__ADS_1
_______________________________________
"Edi..!!" panggil Zayden, ia paham sifat salah satu seorang Edi, karena Edi adalah anggota party-nya yang lolos.
Zayden sangat paham dengan Edi yang menyukai adiknya. Sifat Edi yang cukup buruk jika ada yang mencoba menghalangi tujuannya. Zayden menerima Edi di party-nya karena kemampuannya yang sangat hebat, meski terkesan bruntal.
Setelah mendengar Rosalyn bertunangan, tentu saja, Edi merasakan sakit hati. Pasalnya ia sudah berulangkali menyatakan perasaannya, tetapi, Rosalyn terus menolaknya.
Jadi Edi ingin tau sosok siapa yang sudah berani bertunangan dengan Rosalyn, gadis pujaannya. Ia ingin menjadi sosok yang pantas untuk Rosalyn, jadi, sekarang ia ingin menjatuhkan Sean di depan Rosalyn dan Zayden.
Sean tetap diam. Ia hanya menatap datar ke arah Edi. Edi beruara. "Kamu pasti mengenal nama Keluargaku."
Sean menjawab. "Kruger, nama Keluarga Bangsawan. Jadi apa kamu kakak laki-lakinya Darold ?"
Edi tersenyum menyeringai. "Ternyata kamu langsung menebaknya dengan benar."
Edi menambahkan. "Sebenarnya, aku penasaran dengan sosokmu yang merupakan ketua party dari adikku, dan juga tunangannya Tuan Putri Rosalyn."
"Jadi apa maumu ?" tanya Sean datar.
Edi terkekeh. "Astaga.., santai saja, aku hanya ingin memastikan sesuatu padamu, tapi sebelum itu, aku ingin berbicara padamu."
Sean tetap diam. Edi berbicara lagi. "Kamu adalah orang yang dipilih secara langsung oleh Raja tanpa persyaratan apapun. Jadi aku merasa ragu denganmu."
Sling..!!
Craattt..!!
Edi langsung mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanannya dan langsung menyerang Sean. Sean melompat mundur setelah dadanya terkena serangan pedang Edi.
Dalam seketika, luka di dada Sean tertutup. Edi yang juga tadinya tersenyum karena berhasil memberi luka garis yang panjang di dada Sean, namun seketika senyumannya memudar.
__ADS_1
Semua orang disana, awalnya terkejut melihat Sean diserang Edi dan terluka, namun lebih terkejut lagi, luka yang didapat Sean sembuh dalam sekejap. Hanya Rosalyn yang tersenyum melihat kehebatan Sean. Ia sudah paham dengan kekuatan Sean, jadi ia tak perlu khawatir.